
' Untuk, Yuna sayang...
Maafkan aku yang begitu pandai menyakitimu.. Maafkan tanganku yang tidak mau aku tepis.. Maafkan lidahku yang selama ini selalu menyakiti kamu dengan bermacam-macam perkataan yang menyakitkan.. Maafkan perbuatanku yang tidak bisa membuatmu bahagia.. Aku sudah memutuskan untuk melayangkan surat cerai.. Tanda tanganilah surat itu, dengan begitu kamu bisa bebas dari belenggu pernikahan yang selama ini terlalu menjeratmu.. Aku akan menebus seluruh kesalahanku di penjara. Jangan kirimkan bantuan apapun padaku, aku harus melewati lima tahun ini supaya bisa bebas dari rasa bersalahku kepadamu.. Sekali lagi, maaf !!'
Itulah isi singkat dari sebuah pesan tertulis yang Demy buat dengan tangannya sendiri. Yuna menutup surat itu, dan termenung sejenak. Dia tidak merasa keputusan ini salah, tapi dia merasa semua ini terlalu aneh. Ada apa denganmu Demy ??
" Aku merasa dia melakukannya dengan sengaja.."
" Maksudnya ?"
" Maaf, Nona.. Anda harus menandatangani surat ini. Dengan begitu, kami bisa langsung membawanya ke kantor secara langsung.."
" Ba-baiklah.." ( Yuna tidak bisa lagi menarik keputusannya ).
Dijulurkan saja oleh Jian secarik kertas dengan tanda tangan Demy yang sudah lebih dulu tertera di bawah sana. Yuna menerimanya, beserta sebuah bolpoin.
" Silahkan !!"
Yuna menggesek tinta di atas kertas dengan bergetar. Dia tahu ini yang diinginkan Demy selama ini. Membiarkannya lepas dari jeratan, dan kemudian bebas memilih untuk hidup dengan siapapun. Yuna menjadi sangat bersalah. Demy sengaja melakukan hal itu untuk mengusirnya dari rumah. Benar-benar rencana yang dia pikirkan secara matang.
" Sudah selesai.."
Dua orang itu adalah pihak dari Demy. Mereka terlihat mengambil surat itu dan memasukkannya ke dalam tas kembali.
" Terima kasih, kami mewakili Tuan Demy sekali lagi minta maaf karena sudah melakukan perbuatan tercela pada anda.."
" Tidak masalah.."
" Kalau begitu, kami permisi.."
Dua orang itu keluar dari ruangan. Jian terlihat mengantar mereka sampai dimuka pintu, dan setelah itu pintu kembali ditutup.
Krebb !!
" Jian.."
Jian berbalik, mendekat ke arah Yuna..
" Ada apa ??"
" Demy tidak sepenuhnya salah disini.."
" Aku tahu.."
Jian kembali duduk seperti semula.
" Dia sengaja mengundangku datang kerumahnya.. Dan saat aku datang, aku lihat dia bertengkar denganmu dan langsung saja memukulmu. Aku kira hal itu sudah dia rencanakan sebelumnya.."
" Dia hanya ingin membebaskan aku dari pernikahan ini.."
" Dengan begitu, dia bisa lega karena sudah terbebas dari rasa bersalah.."
" Dia juga tidak mau mendapat bantuan dariku untuk lepas dari tuduhan."
" Itu karena, dia hanya ingin bertanggung jawab atas kesalahan keluarganya kepadamu.."
" Ternyata dia punya niat baik. Aku yang sejak awal menikah dengannya karena untuk menyelamatkan kamu, dan sekarang dia yang menceraikan aku lebih dulu untuk menyelamatkan aku. Aku tidak berpikir sejauh ini sebelumnya.."
" Tahukah kamu ? Aku merasa bingung sekarang. Aku senang karena pada akhirnya kamu bisa bebas dari laki-laki itu. Tapi disisi lain, aku melihat ada perasaan iba dihati kamu untuk Demy.."
" Sedari dulu, aku bertahan memang hanya karena rasa iba.. Aku harus bertahan disisinya selama dia masih terpuruk karena persoalan keluarganya. Dan aku juga ingin menjalankan Prinsipku."
Jian memegang tangan Yuna dengan lembut, lalu mengusapnya secara perlahan.
" Tapi di sisi lain, aku sangat senang, pada akhirnya, kamu kembali jadi milikku lagi.."
__ADS_1
" Sejujurnya, kamu ini seperti orang ketiga dalam cerita komik."
" Orang ketiga ?? Apa kamu tidak tahu, selama kamu belum bercerai dari Demy, aku tidak pernah mengganggu kalian. Kecuali.. kamu sendiri yang tidak bisa berhenti memikirkan aku.." ( Tersenyum ).
" Cihh. Siapa juga yang seperti itu ? Kamu sudah meninggalkan aku selama tiga tahun lebih, dan tiba-tiba saja kamu datang untuk menjadi pahlawan, apalagi alasan selain karena memang ingin menjadi orang ketiga.. Kamu juga pasti sama, tidak bisa melupakan aku, iya kan.."
" Bagaimana aku bisa melupakan kamu, kalau dimataku hanya kamu wanita satu-satunya yang ada di muka bumi.."
" Cihh.. Rayuan kuno ! Kamu pikir aku mau terbujuk dengan rayuan itu.."
" Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu.."
" Apa itu ?"
" Selama ini, Demy sudah melakukan apa saja padamu ?"
" Apa ???!!!! Beraninya bertanya seperti itu !!! Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu mempercayai aku.. Huhhh."
" Bu-bukan.. Bukan itu maksud aku.. Maksud aku, kamu sudah banyak berubah sekarang. Apa dia yang membuat kamu lebih dewasa seperti ini ??"
"......."
Yuna terdiam. Dia baru sadar pertanyaan Jian bukanlah tentang itu... Hihihi.. Dia merasa sangat malu.
" Oh. Itu.."
" Memangnya apa yang kamu pikirkan ?? Apa kamu pikir aku bertanya soal.."
" Tidak !!!!!! Aku tidak berpikir seperti itu !!!! Kamu saja yang berpikir terlalu dangkal !!!" ( Memalingkan muka ).
" Aku tahu wanita ini sedang merasa malu.." ( Mencubit pipi Yuna ).
" Awwwww... Sakit, tahu.." ( Mengusap pipinya ).
" Aku minta maaf, ya.. Salah siapa kamu terlalu lucu."
" Yang pasti, pipimu itu harus jadi milikku saja seorang.."
" Kamu salah !! Waktu itu aku dan Demy..."
" Ssssstttttt !! Sudah, sudah.. Aku juga melihatnya. Sakit sekali rasanya.."
" Begitukah ?"
" Tentu saja. Seharusnya aku yang tidur denganmu, bukan dia.. Dia sudah mencuri waktu dan peranku. Cihh. kalau ingat hal itu, aku jadi benci sama dia.."
" Itu kan memang hak suami sah. Memangnya kamu siapa ??"
" Kamu mengejek aku ya ?? Walaupun aku bukan suami sah kamu, tapi aku yang sudah sah sebagai pemilik hati kamu.." ( Memeluk pinggang ).
Dug! Dug! Dug!
Yuna memerah seketika. seluruh tubuhnya bergetar, bahkan mengeluarkan hawa panas yang sangat tinggi.
" Apa-apaan kamu ini !!" ( Melepas ).
" Bagaimanapun juga, kita masih belum bisa kembali bersama. Apa kata mereka nanti kalau melihat kita bersama.. sedangkan aku baru saja bercerai dari Demy.. Lebih baik untuk sementara waktu, kita jangan dulu terlalu mencolok."
" Apa ini terlalu mencolok ?? Lihat saja, disini tidak ada orang lagi....."
" Heyy... Sedari tadi kalian mengacuhkan aku....." ( Nada sindir yang dalam ).
Yuna dan Jian lupa masih ada Kalina disana.
" Kamu ????"
__ADS_1
" Jadi kamu belum pergi dari sini ???"
" Apa aku seperti hantu yang tidak terlihat ?? Cihh. Nasibku sungguh tidak beruntung. Aku melihat beberapa adegan yang membuat para jomblo sepertiku merasa iri. Mereka bahkan tidak pernah menganggap keberadaanku. Malang sekali nasibku..."
" Heheheheeee..... Salah sendiri kenapa tidak pergi.."
" Kami hanya sedang merasa senang karena akhirnya kami bisa bersama.. Oh iya.. Bayangkan saja, bertahun-tahun kita terpisah dan sekarang kami bertemu dan kembali bersama. Apa menurutmu kami tidak merasa rindu ???" ( Melirik Yuna ).
" Terserah saja.. Nona, aku melihat pria ini sangat berwibawa pada awalnya. Tapi kenapa setelah bertemu denganmu, dia jadi seperti ini ? Apa dia seseorang yang berkepribadian ganda ??"
" Apa katamu ??!!!!?" ( Menatap Kalina dengan sinis ).
" Hehe.. Aku hanya bercanda," ( menunduk berkali-kali ), " maafkan aku, Tuan. Maaf.."
" Hehh.. buang saja permintaan maafmu itu. Pergilah sekarang dan jangan kembali lagi kesini.."
" Jian.. Itu keterlaluan.."
" Sepertinya Tuan Demy jauh lebih baik dari pria ini." ( Berbisik pada Yuna ), " jika Nona tidak mau, berikan saja padaku.."
" Ambil saja jika kamu mau.. Pria ini tidak akan membuatmu rugi."
" Apa maksud kamu Yuna ?? Kamu ingin menyerahkan aku pada orang lain ???" ( Wajah marah ).
" Hehe. Kau tahu, aku ingin makan bakmi sekarang. Aku dengar, ada restoran bakmi paling enak disini. Bisakah membelikan aku satu mangkuk bakmi ??"
Semakin dekat menatap, " kamu mengalihkan pembicaraan..."
" Hehe.. Tidak.. Aku tidak.."
" Nona, sepertinya aku harus kembali ke ruanganku.."
" Kalina, mau apa kau ?? Tetaplah disini.."
" Pergilah jika kamu mau !!! Wanita ini akan menjadi urusanku.."
Kalina membuka pintu, dan menutupnya kembali.
Krebb !!!
" Sudah tidak ada orang lagi disini, mau minta bantuan pada siapa lagi.."
" Jian.. Aku tidak bermaksud begitu.."
" Bagaimana bisa ?? Kau dengan jelas menyerahkan aku padanya.. Aku tidak bisa menerima perkataanmu itu, Yuna.."
" Aku hanya bercanda. Tidak serius.."
" Kau tetap harus membayarnya.."
"???"
Cup !!
" Ugh.."
Dia menyiksanya begitu lama. Sampai Yuna hampir kehabisan nafas karena ulahnya..
' Yuna, selamanya aku hanya akan menjadi milikmu.. Jangan main-main lagi untuk urusan cinta.. Sekali kamu aku dapat, maka selamanya harus tetap seperti itu..'
Jian melepas bibir itu..
" Hahhhh. Hahhh." ( Nafas tersendat-sendat ).
Jian mengusap bibir Yuna dengan lembut, membersihkan sisa-sisa perbuatannya disana. Dia melihat wajah Yuna yang penuh kelelahan. Rambut yang terlihat berantakan dia singkirkan ke belakang telinga.
__ADS_1
" Aku hanya merasa sangat rindu.."