
" Anda dengar sendiri bukan ?! Ada yang sedang mengeluarkan seruan menjijikan dari dalam sini.." ( bicara pada bodyguard ).
" Sebentar, nona.. Kami akan menyelidikinya lebih dulu.." ( mendekat, dan mendengarkan dengan jelas ).
" Bagaimana ??"
Pria itu tidak menjawab pertanyaan dari Hannuri, tapi malah mencoba menghubungi beberapa rekannya..
" Cepat datang, ada situasi buruk disini.."
Hannuri tersenyum miring, dan berpikir semua rencananya berhasil.
" Kakak, ada apa ini ??" ( tidak tahu apapun ).
" Ini adalah kejutan besar. Kakak akan segera memenangkan pertempuran.."
Tidak lama setelah itu, dua orang datang dari bawah sana. Langkah mereka nampak lebih cepat dari biasanya. Mungkin karena panggilan darurat tadi.
Sementara di bawah sana masih terdengar ricuh beberapa orang yang berbicara asal dan mencoba menebak situasi apa yang terjadi di atas sana..
" Apa yang terjadi di perjamuan sebesar ini ??" ( mendadak terlihat ).
Jian menoleh, melihat siapa yang datang..
' Nyonya Tiansha..'
Tiansha kemudian menyadari adanya kehadiran Jian juga di perjamuan tersebut, membuatnya lebih dekat lagi kepada pria muda itu.
" Wahh.. Ada tuan Jianan juga rupanya.. Bagaimana kabar anda tuan ??"
" Baik.." ( minum air kosong ).
" Benar-benar langka, seorang CEO besar dan dihormati banyak orang, hanya meminum air kosong saja.. Apa tuan Jianan punya alergi bir ??"
" Mengapa harus alergi dulu sebelum menghindari minum ??"
" Benar juga.. Tidak ada alasan, ya.." ( canggung ), " bagaimana masalah proyek besar kita ?! Aku datang jauh-jauh juga ingin bertanya masalah ini pada tuan ??"
" Sementara, aku tidak bisa membantu apapun untuk soal uang.. Aku sedang mengalami penurunan beberapa bulan terakhir, aku akan mulai memikirkannya nanti, setelah urusan disini selesai.."
Meletakkan gelas.
" Jadi begitu, ya.. Kalau begitu, tidak masalah, hanya saja aku juga butuh uang untuk mengembalikan modal, bisakah kita melakukannya lebih cepat.."
" Lebih cepat lebih baik.." ( kemudian pergi ).
Tiansha tersenyum gembira saat mengetahui permintaannya dikabulkan. Dia tidak tahu seberapa pintar Jian soal hal sepele seperti ini..
' Hehh.. Kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat ?? nikmati kebosanan anda selama ini, mungkin kali ini aku bisa membantu nyonya menghabiskan uang..' ( tersenyum smirk ).
Brakk !!??
Semua orang terdiam di muka pintu. Dilihatnya oleh mereka sepasang pasangan kotor sedang menguasai ranjang, dengan lampu yang agak remang-remang. Mereka bahkan tidak berhenti, meskipun beberapa orang sudah memergoki mereka.
" Benar kan dugaanku.. Ada pasangan mesum disini, cepat tangkap mereka.." ( Hannuri memerintah ).
Suara menjijikan mereka masih terdengar dengan jelas..
" Menjijikan sekali.. Untung tidak terlihat dengan jelas, coba kalau lampunya dinyalakan, pasti akan lebih menjijikan.."
Jglek..
Tiba-tiba lampu dinyalakan..
" Aaaa ... ayo kita pergi saja, aku malu melihat mereka tanpa busana.."
Mendadak suasana menjadi runyam.
" Hehh.. aku kenal siapa wanita yang bersama tuan.."
Semua orang terbelalak.
" Apa itu tuan ?? Tuan muda Lu ??"
Semua orang mendadak memasang telinga mereka untuk mendengar lebih jelas. Maklum saja, mereka tidak sembarangan diizinkan pergi ke atas oleh para bodyguard. Hanya beberapa orang saja yang di atas, dan itupun karena mereka sudah terlanjur disana.
__ADS_1
Gaun yang berserakan di dalam kamar jelas membuat mereka terperangah. Sementara, tuan muda Lu masih saja asik melakukan aksinya. Sungguh tidak tahu malu. Sebenarnya, ini juga termasuk rencana Hannuri. Menjebak dua orang sekaligus dalam satu jebakan. Memberikan kedua orang ini minum yang sudah dia campur dengan obat terangsang, dengan dosis yang sangat tinggi. Bagaimanapun juga, mereka tetap tidak akan sesadar itu sudah menjadi tontonan banyak orang..
" Tuan muda Lu ?? apa Zafier ?? Dasar anak kurang ajar ???!!"
Pria tua yang mulanya sedang asik meminum dan bercakap dengan beberapa rekan kerjanya akhirnya mulai masuk dalam situasi. Tentu saja karena mendengar semua perkataan orang.
" Dasar anak kurang ajar.."
Sementara itu, di atas sana, permainan hampir selesai. Tuan muda Lu sudah mengalami akhir dari permainan tersebut, dan perlahan membuka mata..
" Apa ???!!!!" ( terkejut ).
Zafier mundur dan kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut..
" Si-siapa wanita ini ??"
Hannuri berkata meski mereka masih berada di ambang pintu..
" Siapa lagi tuan, kalau bukan kekasih tuan Jianan, nona Yuna.."
" Apa ?? Yuna ?? Wanita itu ??" ( Alishia berteriak, membuat semua orang mendengarnya ).
" Yuna ?? Apa maksudnya nona yang bersama tuan Jianan tadi ??"
Jian mulai mendengar, perasaannya campur aduk dan tidak bisa menahan semuanya. Dia memutuskan untuk diam dan menunggu situasi selesai. Baru bisa mencari tahu.
" Tap-tapi.. Ini.." ( masih terkejut ).
" Sudah tuan.. Pakai dulu bajumu, dan jelaskan masalah ini dibawah, tuan Lu akan menemui anda sebentar lagi.."
" Tapi, ini bu-bukan.."
" Bukan apa ??"
" Bu-bukan, Yuna.."
" Tidak perlu mengelak lagi, jelas-jelas ada gaun nona Yuna juga disana, masih bisa mengelak rupanya.." ( Alishia mulai terpancing ).
' Hemm akting lelaki ini memainkan peran terpojok memang sangat handal..'
" Kalau begitu kenapa kalian tidak menutup pintunya ?????!!!!!!!!" ( emosi ).
Krebb..
Pintu ditutup sempurna..
" Berhasil.." ( tersenyum ).
" Jadi ini kejutannya.."
" Bagus kan pertunjukkannya.. Jangan senang dulu, ada babak akhir yang harus kamu lihat nanti.."
" Bagaimana bisa kakak menjebak nona Yuna ??"
" Dia mungkin hebat dalam berakting, tapi dia tidak hebat menghindari jebakan.."
.....
' Yuna, sebenarnya, dimana kamu ??'
Memencet sesuatu lagi dikupingnya..
" Sudah ketemu ??"
' Belum tuan, dia tidak ada dimana-mana..'
Jian membuang benda kecil itu ke sembarang tempat, lalu berlari menaiki tangga. Dia mulai gusar dan cemas. Dia tahu Yuna tidak akan mengkhianatinya, tapi dia merasa takut Yuna kembali masuk dalam jebakan..
" Benar saja, beberapa waktu yang lalu, aku melihat nona Yuna dipapah oleh seorang pelayan menuju lantai atas, dia mabuk berat dan harus istirahat katanya.."
" Iya, benar, aku juga lihat, tidak aku sangka kalau semua itu hanya trik dia saja supaya bisa masuk ke dalam kamar dengan tuan muda Lu.."
" Wanita ja*ang ya selamanya memang tetap ******.."
' Semua orang berargumen buruk.. Sebenarnya dimana Yuna ??'
__ADS_1
Sambil berlari di tangga..
Tuan besar Luzeff ikut menyusul. Sementar Tiansha dan Zumi tidak menggubris, dan tetap saja melanjutkan minum.
" Dasar anak muda zaman sekarang, kalau tidak terlampiaskan dengan kekasih, ya, pergi cari pelampiasan lain.."
Gluk..
....
" Tuan Jianan.." ( memasang wajah bela sungkawa ).
" Siapa yang ada di dalam ??"
" Gaunnya persis dengan gaun nona Yuna, sepertinya wanitanya juga wanita yang sama.."
" Begitu, ya.. Kalau begitu, cepatlah buka.."
" Tuan muda Lu sedang mengenakan pakaian.."
Cklek..
Pintu mendadak dibuka.. Zafier keluar dari kamar dengan raut wajah sedih namun juga kesal. Ada sedikit malunya juga disana.
Plak !!!?
Baru keluar dari kamar, tapi mendadak tamparan sudah mendarat dipipinya dengan cepat.
" Dasar tidak tahu malu ?!?!!"
" Terserah ayah, aku sedang tidak mengurus harga diriku.. Aku akan mengurus ayah nanti.."
" Keterlaluan kamu !!??"
Sementara Jian terlihat mulai bersikeras menyerobot masuk ke dalam.
" Minggir.."
" Mau kemana tuan Jianan ?? Memastikan siapa wanita yang ada di dalam.."
" Sudah, tuan muda Zeff, dia hanya ingin melihat bagaimana calon istrinya berkhianat.."
" Mau dilihat juga pasti percuma.." ( raut wajah marah ).
" A ??"
" Dasar wanita licik !!!" ( mencekik leher Hannuri ).
" Apa-apa sa-lah saya.. Tu-Tuan.." ( bersandar di tembok ).
" Sudah salah, tidak mau ngaku !!!! Harusnya aku beli kamu dengan harga murah.. Kamu pantas diludahi olehku.."
" Mak-sud.. Maksud Tuan ??"
" Siapa wanita yang ada di dalam, hahh ????" ( mengeratkan cengkeraman ).
" Tuan muda, jangan seperti ini, kakakku tidak bersalah.. Lepaskan dia.."
" Anak kecil tidak perlu ikut campur.."
' Apa maksudnya ??'
Prok! Prok! Prok!
Seorang wanita datang entah darimana, mengejutkan semua orang yang melihatnya .
" Yuna ??"
" Yu-Yuna ??"
Zeff melepaskan cengkeraman tangannya dari leher jenjang milik Hannuri..
" Ba-bagaimana bisa ??"
Uhukk Uhukk..
__ADS_1
" Tu-Tuan, ini pasti, ada kesalahan.."