
" Sekarang, mau bawa aku kemana lagi ??"
" Memangnya kenapa kalau aku mengajak kamu jalan-jalan hari ini ? Apa kamu tidak suka ??"
" Bukannya begitu, aku hanya merasa lelah saja sudah seharian penuh bekerja, dan aku ingin istirahat.."
" Kalau begitu, maka istirahat saja di dalam mobil."
" Katakan dulu kemana kamu akan membawaku ??"
" Kita harus memilih menu yang tepat untuk acara pernikahan, iya kan.."
" Katanya kamu punya banyak tangan untuk mengurus pernikahan, tapi tetap saja aku harus ikut mengurusnya.."
" Semuanya kan memang harus kamu yang atur.."
" Ya sudah, aku tidur dulu, kalau sudah sampai, bangunkan aku ya.."
" Iya.."
Yuna mengambil selimut yang berada di jok belakang, dan kemudian tidur dengan pulas.
' Wanita ini selalu terlihat begitu cantik meskipun sedang tertidur..'
Tidak terasa, Jian menyunggingkan senyuman tipisnya. Dia memang sedang mengakui kalau kekasihnya ini begitu cantik dan anggun. Pantas saja banyak laki-laki yang menyukai dia..
Drrrttt Drrrttt
Ponsel berbunyi..
" Halo.."
' Tuan, berkas kerja sama dengan perusahaan Nyonya Tiansha sudah selesai, apakah anda ingin memeriksanya terlebih dulu ??'
" Aku punya ide bagus untuk hal itu.."
' M ? Maksud tuan ??'
" Batalkan rencana kerja sama itu.."
' Apa ??'
" Menurut saja, aku punya dendam pribadi dengan nyonya Tiansha.."
' Baik..'
Sambungan segera dimatikan. Diam-diam Jian merasa senang atas keputusannya kali ini.
Hemm,. mulai sekarang Anda akan segera menikmati nasib buruk anda, nyonya Tiansha..
....
Esok harinya*..
" Baik, akan aku usahakan mendapatkan uang itu secepatnya.."
' Ingat janjimu, Tiansha, ini sudah hampir satu bulan, dan kalau kamu tidak melunasinya, maka satu perusahaan milikmu, akan jatuh ditanganku..'
" I-iya, aku mengerti.."
Tut Tut Tut..
Tiansha tergeletak dengan lemas. Hhh. Bagaimana tidak, uang tiga ratus triliyun itu bukanlah uang yang kecil. Bagiamana ini ??
Berusaha menghubungi pihak Jianan.
" Hallo.. ini dari Tiansha.."
' Ada yang bisa dibantu..'
" Tidak apa-apa, hanya ingin bertanya saja bagaimana kelanjutan kerja sama hotel itu kepada tuan Jianan.."
' Oh, masalah hotel itu, ya.. maaf sekali nyonya, tuan kami terpaksa harus membatalkan kerja sama ini karena alasan sedang tidak bisa keluar masuk dari kota M..'
__ADS_1
" Apa ???" ( hampir mati ).
' Sekali lagi, pihak tuan Jianan benar-benar minta maaf..'
" Tapi proyek itu sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu.."
' Benarkah ?? Kenapa tidak memberitahu kami ?? Sepertinya anda juga sudah melanggar aturan kerja sama.. kalau begitu, berarti pihak kami tidak punya hutang apapun pada kalian..'
" Tidak !! Tidak mungkin !! Berani sekali Jianan ini, membuat aku bangkrut dan tidak bisa melakukan apapun.."
' Maaf Nyonya jika sudah tidak ada yang dibicarakan, kami akan menutup sambungannya..'
Tu Tut Tut..
" Sial !!!!"
Prak !!!
Membanting ponsel dan remuklah benda pipih itu membentur tembok.
" Apa yang sedang terjadi dengan keluargaku ??! Dengan Bisnisku ???" ( mengusap dahi dengan kasar ), " kurang ajar !!!!"
.....
" Hhhhh... rencana ibu sudah gagal total !! Acara makan malam, menjadi rekan kerja, dan semuanya.. sudah hancur.." ( mengawasi dari luar ), " aku harus mendapatkan Jian sebelum mereka resmi menikah.."
Alishia dengan percaya dirinya mencoba masuk ke dalam toko kue yang pada saat itu juga, Jian dan Yuna sedang berada disana. Dia melangkah dengan anggun, dan mencoba menjebak Jian dalam perangkap.
" Ehhh.. " ( pura-pura keseleo ).
Jatuh !!
Yuna dan Jian menoleh, dan melihat seorang wanita kecil yang sedang kesakitan di atas lantai.
" Wanita ini lagi !!"
" Jian, jangan seperti itu, bagaimanapun, dia ini anak dari ibumu juga.." ( berbisik ), " sini aku bantu bangun.."
Plak !!
Tapi Alishia menepisnya..
" Tidak usah !! Aku hanya butuh bantuan dari tuan Jianan saja.." ( judes ).
Adik yang menyukai kakaknya sendiri. Cerita ini begitu asik.
" Kalau begitu, tuan Jianan, bisakah kamu membantu nona Alishia bangun dari jatuhnya ??" ( merayu ).
' Sepertinya dia tidak merasa cemburu karena Alishia adalah adikku..'
" Baiklah, asal Yunaku yang mengizinkan.."
Berjongkok.
Jian mendekatkan tangannya menyambut tangan Alishia, membuat wanita muda itu seakan-akan meleleh dibuatnya.
' Wajah ini, dilihat dari dekat, rupanya dia begitu tampan..'
Alishia begitu terkesima. Dia bahkan secara dalam menatap bola mata milik Jian. Dua bola mata itu.. Kenapa rasanya tidak terlalu asing ??
Alishia mendekatkan lagi pandangannya. Dia mencoba melihat secara seksama bola mata milik siapa yang sebenarnya dia lihat ini. Tapi memang benar, kalau dia pernah melihat bola mata yang sama dengan milik Jian. Tapi siapa ??
Dia mulai bertanya-tanya dan berpikir di dalam otaknya, tapi, Arkh ! Sudahlah !! Untuk apa diambil pusing ?? Semua orang di dunia ini kan bisa saja memiliki kemiripan. Bukan hanya mata, tubuh bagian lain juga bisa ada yang mirip.
Masa bodoh !!
" Aahh.. Iya, terima kasih taun Jianan.." ( menyambut ).
Jian membantunya bangun dan kemudian, dengan cepat melepaskan tangannya usai Alishia bisa berdiri dengan tegak.
" Terima kasih atas kebaikan Tuan.." ( tersenyum ).
" Berterima kasihlah pada kekasihku, Yuna.. Dia yang sudah mengizinkan aku membantu kamu, awalnya aku memang tidak sudi.."
__ADS_1
Yuna tersenyum lebar. Senang sekali bisa membuat Alishia terkesan pada kakaknya sendiri. Andai saja dia adik yang baik, Yuna pasti akan menyayanginya lebih dari Jian.
" Terima kasih.." ( wajah datar ), " Eh, tuan Jianan sedang apa datang kesini ?? Mau membeli kue ya ??"
" Menurut kamu apa alasan kami datang ?? Membeli baju ??"
" Tidak, tidak seperti itu, maksud aku, jika tuan berkenan, bolehkah saya bantu pilihkan kue untuk tuan ?? memangnya untuk acara apa ??"
" Tidak perlu, sudah ada calon istri saya yang memilih. Lagipula kue pernikahan harus istri sendiri yang memilih, bukan orang lain.." ( merangkul ), " kalau sudah tidak punya urusan, maka kami langsung pergi saja, kami masih harus melakukan persiapan yang lain lagi, iya kan Yunaku sayang.."
Berbunga-bunga..
" Haha, benar sekali, calon suamiku.." ( menggoda ).
" Ayo, kita langsung pergi saja dari sini.."
" Baiklah, nanti kita langsung makan malam saja, ya.. bagaimana ??"
" Terserah Yunaku saja, aku hanya mengikutimu.."
Berjalan pergi..
Yang disisi lain nampak berbeda..
Berapi-api, dan terlihat begitu emosi..
Ingin membantai, membunuh, dan memakan Yuna si centil itu baginya. Hhh.. Menyebalkan sekali wanita itu bagi Alishia. Jika semua orang menganggap Alishia adalah seorang jal*ng, maka Alishia juga punya pemikiran yang sama untuk Yuna.
Dia mengepalkan kedua tangan, dan berakhir dengan amarah dan kekecewaan.
" Hhh.. Aku merasa sangat kesal setiap kali bertemu dengan wanita murahan itu !! Aku ingin mencabik-cabik Yuna itu sampai mati !! Aku ingin membunuhmu !! Yuna !! Lihat saja, sebelum hari pernikahan itu, aku akan pastikan kalau kamu akan mati lebih dulu.. Hehh.."
.....
" Hhh... Mau bagaimana lagi ?? Aku sudah jatuh miskin sekarang, jika kamu mau memarahi aku, maka lakukan saja saat ini juga, aku tidak mau pulang ke Amerika dulu untuk sementara, jadi jangan tunggu aku pulang baru memarahi aku.." ( letih ).
' Bodoh !! Tidak cerdik sama sekali !! Aku baru membeli perusahaan itu senilai tujuh ratus triliyun.. Dan kamu malah memberikan perusahaan itu dengan dia seharga tiga ratus ?? Benar-benar bodoh !!'
" Apa ?? Tujuh ratus triliyun ??"
Deg !!
Jantungnya berhenti sejenak !!
Hampir mati untuk kedua kalinya !!
" Kamu bercanda.."
' Buat apa aku bercanda ?? Aku ini tidak suka main-main, dasar tidak berguna !! Jangan kembali ke Amerika dengan anakmu sebelum perusahaan itu kembali ditanganku..'
Tut Tut Tut..
Jatuh sudah di atas lantai tubuh yang kurus semampai itu. Sekarang dia tidak punya lagi daya upaya untuk bangun dan berpikir. Semuanya sudah terlanjur terjadi.
....
Bip Bip Bip..
Suara itu terdengar semakin memekakkan telinga Tiansha. Untuk pertama kalinya, dia akhirnya bangun dari tidur yang begitu lama ini.
Perlahan dia membuka mata, dan kemudian melihat kondisi sekeliling.
" Dimana ini ??"
" Ibu ?? Ibu sudah sadar ??"
Alishia langsung meraih tangan ibunya tatkala mendapati ibunya sudah bangun dari tidurnya.
" Memangnya ini dimana ??"
" Ibu, kita ada di rumah sakit sekarang, sudah empat hari ibu tidak bangun.."
" Empat hari ??"
__ADS_1