
" Terserah !!" ( Bangun dari tidurnya, menjadi dalam posisi duduk ).
" Katakan padaku, Demy.. Apa yang ingin kau lakukan.."
Demy diam. Dia tak mampu menahan kesedihannya menghadapi istri cantiknya ini. Bagaimanapun, hidupnya sudah sangat hancur. Mana mungkin dia akan mempertahankan Yuna.
" Katakan padaku, apa yang ingin kau lakukan.."
" Lebih tepatnya, apa yang aku mau.."
" Apa yang kau mau dariku, aku akan berusaha melakukannya.. Asal kau jangan seperti ini lagi.." ( rasanya memang sangat kacau ).
Demy sedang berusaha meyakinkan hatinya.
" Kalau begitu.. Biarkan aku menceraikan kamu !!!"
" Apa ??" ( Terkejut ).
Apa Demy baru saja mengatakan cerai ??
" Kamu mau kita cerai begitu ??"
" Aku sudah muak hidup sama kamu !! Karena kamu, hidupku hancur !! Karena kamu, aku kehilangan keluargaku, dan karena kamu juga... Aku kehilangan akal sehatku !!" ( Menoleh kearah Yuna ).
Yuna menggelengkan kepalanya. Matanya tanpa sadar kembali menitihkan air. Pertanda betapa hancurnya perasaanya mendengar pengakuan dari Demy..
" Apa kau menyalahkan aku atas kejadian waktu itu ??"
" Memang semua karena kesalahan kamu !! Aku hancur karena berusaha melindungi kekasihmu, karena berusaha membantumu !! Dan aku kehilangan ibuku juga karena kamu !!! Dan sekarang, ayahku juga memberikan perusahaan itu kepadamu.. Aku yakin kau akan segera mendapatkan duniaku seutuhnya.. Karena itu aku sangat membenci kamu !!!"
Air mata itu kembali menetes begitu deras. Membanjiri seluruh wajah Yuna. Berjuang kembali dari kota M untuk melihat kondisi suaminya, dan dengan berbagai insiden yang dia alami, termasuk mengorbankan perasaannya hanya untuk mencoba bertahan dalam pernikahan seumur hidupnya, nyatanya seluruh perjuangan itu sia-sia saja.. Demy malah dengan mudah membuangnya seperti ini..
Jika hanya dibuang saja, baginya tidak masalah.. Tapi lelaki itu sudah menyakiti hatinya dengan perkataan yang sangat menusuk. Kamu tega Demy !!!
" Kamu membenciku ??"
Demy sedang memikirkan apa yang akan dia jawab nanti..
" Katakan padaku, apa kamu memang membenciku ???"
" Aku benci kamu Yuna !!!"
Yuna menggeleng. Dia masih tidak percaya Demy dengan lugas mengungkapkan kebenciannya.
" Aku tidak percaya !!"
" Kau masih tidak percaya padaku ??"
" Aku paham semua sifatmu !! Kau memang kekanakan, dan aku tahu perkataan kamu seratus persen adalah kebohongan.."
" Terserah.."
" Demy, mau kau menerimaku, atau tidak, aku akan tetap disini selama kamu sedang sakit. Aku akan tetap merawatmu, dan akan berusaha mempertahankan hubungan pernikahan kita.."
" Keras kepala !!!!"
" Aku tidak akan begitu mudah kamu runtuhkan seperti itu.. Aku percaya, kamu akan kembali seperti dulu.."
__ADS_1
" Aku akan tetap menceraikan kamu !!"
" Beri aku kesempatan untuk bertahan !! Niatku hanya ingin memperbaiki hubungan kita, dan aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidupku.. Jadi biarkan aku berusaha mewujudkan impianku.."
" Menikah satu kali seumur hidup.. Hehh.." ( Terkekeh ), " apa gunanya ?? Kita tidak saling mencintai, juga tidak saling membutuhkan.. Kenapa masih harus bertahan ??"
" Kau mungkin sedang membohongi perasaanmu, tapi aku akan tetap dalam Prinsipku.. akan berusaha menjaga hubungan yang sudah aku ikat.."
" Terserah !! Tapi jangan pernah salahkan aku, kalau suatu hari aku bisa dengan mudah menyakiti kamu !!"
Yuna mengangguk saja, mendengar perkataan dari Demy. Baginya menjaga pernikahan lebih baik daripada harus mengejar cinta dari Jian. Bagaimanapun Demy lah lelaki yang sudah resmi menikahinya, bukan Jian..
" Nona, buburnya sudah siap.."
Alson datang dari luar membawa semangkuk bubur.
" Kemarilah.."
Alson menyerahkan bubur itu kepada Yuna.
" Sini, aku suapi.."
" Tidak perlu !! Aku bisa makan sendiri.."
" Kali ini, kau tidak boleh mengelak.." ( Mengambil sesendok bubur ), " buka mulutmu !!"
" Aku bisa makan sendiri.."
Yuna menghembuskan nafasnya kasar. Lelaki ini berhasil membuat isi kepalanya pecah. Sangat memusingkan !!!
Yuna meletakkan semangkuk bubur itu dipangkuan Demy..
" Aku harus memastikan kamu memakan semua buburnya.."
Demy tidak bisa berkutik. Dia hanya punya pilihan untuk mengambil buburnya, dan memakannya sampai habis, dan Yuna akan segera pergi dari sini.
' Dia masih saja mencemaskan aku walaupun aku sudah menghancurkan perasaannya seperti itu.. Apalagi yang harus aku lakukan sekarang..'
Demy memakan suap demi suap bubur di depannya. Mau tidak mau dia harus melakukan semua perkataan Yuna..
' Lihat saja Yuna.. Setelah ini, aku akan buat kamu pergi dari sini..'
.......
" Apa kau sudah memastikan semuanya aman ??"
' Mr, kami baru saja menyadap semua perkataan Yuna dan Demy..'
Sebelumnya, saat kejadian di pesawat tadi siang, salah seorang pria yang bekerja di bawah naungan Jian, mencuri kesempatan untuk memasang sebuah penyadap suara di bagian belakang baju yang dikenakan oleh Yuna, karena itulah mereka bisa mendengar setiap perkataan Yuna dengan Demy, bahkan pertengkaran itu..
" Kirimkan padaku !!"
' Baik, Mr..'
Jian menutup sambungan, dan menunggu mereka mengirimkan rekaman itu padanya.
Tring..
__ADS_1
Rekaman berhasil dikirimkan..
Jian membukanya, dan mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka berdua..
Hasilnya memang sangat mengejutkan !! Bahkan Yuna sendiri yang tidak mau bercerai dari Demy.. Apa wanita itu sudah benar-benar melupakannya ?? Mengecewakan !!
Lantas kenapa dia merasa sedih ?? Bukankah bagus jika Yuna sudah bisa melupakannya ?? Itu akan membuatnya menjadi lebih mudah dalam melupakan Yuna. Hhhh.. Sesak sekali rasanya..
Bagaimanapun juga, keputusan Yuna untuk mempertahankan janji suci adalah suatu hal yang harus dihargai.. Kau tidak berwenang untuk merasa sedih atas keputusan itu Jian..
.........
Hari demi hari telah berlalu.. kondisi Demy semakin membaik.. Dia sudah bisa beraktifitas normal seperti biasa. Hanya saja kepalanya masih agak pusing.. Dia mengganti pakaiannya menjadi setelan Jas abu-abu yang gagah. Rambutnya dia sisir bak artis Korea yang tampan dan menawan.
Dari belakang, Yuna menatapi suaminya dengan perasaan lega. Akhirnya dia sembuh juga. Itulah yang dia pikirkan..
Menyadari Yuna sedang memperhatikan dirinya di muka pintu, Demy langsung saja berbalik menatapnya..
" Kenapa kau terus-menerus memperhatikan aku ??"
" Memangnya salah ??"
" Aku tidak suka !! Kau sangat menggangguku !!"
" Aku sedang menatapi suamiku yang sedang bersiap-siap memulai kerja.. Aku senang akhirnya kau sembuh.."
" Hhh. Sok peduli !!!"
Pergi begitu saja meninggalkan Yuna tetap di tempat. Sakit sekali..
" Aku sudah menyiapkan sarapan di bawah !! Makanlah sedikit saja.. Aku akan sangat senang karena itu.."
Demy berhenti. Sedih sekali saat dia harus berperilaku seperti ini kepada Yuna.
" Aku akan makan di luar.."
" Jian..."
Arkh !! Kenapa nama itu yang keluar dari mulut Yuna ?? Bodoh sekali !!!
Demy tersenyum songar. Nyatanya setiap ucapan yang dilontarkan oleh Yuna, hanya sebuah gimik.
Dia tahu, Yuna bersikeras mempertahankan pernikahan mereka hanya sebuah prinsip. Tetap saja hati itu hanya untuk Jian, bukan dirinya..
" Maaf Demy.. Aku tidak bermaksud.."
" Lupakan saja !! Kau tidak bersalah.. Aku akan pulang lebih awal hari ini, aku akan mengajak klienku bertamu kerumah karena dia baru datang dari luar kota.. Buatkan dia masakan paling enak yang kau bisa.. Aku pergi dulu.."
Yuna hanya terdiam mematung. Dia memang sudah sangat salah karena selalu mengingat Jian dalam otaknya. Kau sudah sangat gila Yuna !!!
.......
" Mr, beberapa orang dari perusahaan itu sedang menunggu anda untuk mengajakmu ke rumahnya.. Kami akan mengantar anda ke tempat yang sudah dijanjikan oleh Tuan Demy.."
" Baiklah.. Aku menurut saja.."
Jian baru saja tiba di kota K untuk memenuhi panggilan kerja sama dari Demy. Dia tidak tahu mengapa lelaki itu secara mendadak memanggilnya untuk melakukan kerja sama. Dia ingin melihat sandiwara apa yang ingin dilakukan Demy untuknya..
__ADS_1