Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Depresi


__ADS_3

Satu jam kemudian...


Mereka sudah selesai melakukan pemeriksaan kondisi psikis Yuna..


" Sepertinya Nona Yuna ini tidak memiliki efek trauma yang khusus.."


Dokter cantik yang mengenakan kacamata itu terlihat sedang melihat hasil pemeriksaannya terhadap Yuna..


" Tapi sepertinya, dia punya beban pikiran yang memang sudah lama dipendam.. Kelihatannya kamu sangat depresi beberapa bulan terakhir.." ( Mendongak, menatap Yuna ).


" Sebenarnya memang begitu dokter.."


" Kalau begitu ceritakanlah, beban apa yang sudah kamu tanggung sampai merasa sedepresi ini.."


" Mm..." ( wajah bingung ).


" Kenapa, Yuna ?? Katakanlah padaku, jangan kamu pendam masalahmu sendirian.." ( Wajah cemas ).


" Kamu sudah tahu jawabannya, Jian.."


" Katakan lagi, supaya pikiran kamu bisa lebih lega.. Biarkan kami semua mendengar pemikiranmu selama ini.."


" Baiklah, setidaknya bisa mengurangi kegundahan dihatiku nantinya.."


" Kalau begitu, ceritakan pada kami apa masalah Nona.."


" Saya memang menikah bukan berdasar pada cinta dokter, tapi kami menikah secara sah dan tidak ada persyaratan apapun sebelum menikah dengan dia. Saya mendapat ancaman dari seorang pelaku yang terus mendesak saya untuk menikahi Demy.. Pelaku itu menyentuh bagian leher Jian dengan pisau tajam saat Jian terbaring koma. Anda tahu betapa cemasnya saya saat itu, melihat kekasih saya sendiri hampir mati. Saya tidak bisa memungkiri, kecemasan dihati saya begitu besar, hingga membuat pemikiran saya tidak jernih. Pelaku yang terus mendesak dan mengancam itu berhasil membuat saya memilih untuk menikahi Demy.."


' Jadi begitu kejadiannya.. Hhh... Kamu sudah melewati hari-hari yang begitu sulit Yuna..'


" Lalu setelah kalian menikah ??"


" Anda pasti tahu, bagaimana menikahi seorang laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai.. bagaimana rasanya, aku tidak bisa mengungkapkannya.. Disisi lain, dia juga pria yang sangat baik, karena sedari dulu dia juga teman baikku. Tapi, aku juga memikirkan nasib hubungan pertunangan ku dengan Jian kala itu. Aku tidak bisa terus berlari dari rasa bersalah dan menyesal karena meninggalkan Jian dan memilih untuk menyutujui pernikahan kami. Aku tidak bisa membayangkan betapa aku sudah mengecewakan Jian sebesar itu.."


Air mata itu luruh, melewati gundukan pipinya yang mulai terlihat menonjol.


" Tenang, tenang dulu.. Jelaskan secara pelan-pelan.." ( Jian mengusap pundak Yuna ).


" Ak-aku.. aku sangat menyesal, mengapa aku tidak bisa berpikiran jernih saat memutuskan pernikahan itu. Sedangkan Prinsipku hanya satu, aku ingin menikah satu kali seumur hidupku.." ( Menangis ), " setiap hari aku selalu termenung, melewati hari dengan kesendirian, di tempat yang sepi adalah hal yang paling aku senangi. Aku merenung, lalu melamun membayangkan bagaimana jika suatu hari nanti Jian bangun dan berkata padaku kalau dia membenciku, aku juga tidak bisa lagi pergi dari ikatan pernikahan karena prinsip yang sudah aku pegang."

__ADS_1


" Jadi kamu memilih untuk bertahan selama sembilan bulan, memang hanya prinsip saja atau ada alasan lainnya ??"


" Setelah mengetahui ibu mertua saya yang sudah menjebak saya, hati saya sangat hancur. Dan itu juga dirasakan oleh Demy aku rasa. Dia menjadi semakin jatuh saat melihat ayahnya juga melayangkan surat cerai untuk ibunya karena wanita lain.."


' Hemm... Sepertinya ibu juga sukses menghancurkan keluarga Demy.. Ada untungnya juga rupanya..'


" Dan setelah ibu mertua saya di penjara, saya melihat Demy nampak tertekan. Hidupnya menjadi kacau dan bahkan dia kembali dengan sifat temperamennya. Setiap hari selalu ada kejadian, entah dia mencaci, atau menyakitiku dengan menyebut wanita lain, dan sebagainya..."


" Apa sebelum ini dia juga pernah memukul Nona ??"


Yuna menggeleng, " tidak, hanya kali itu saja dia berani memukulku.. itupun karena aku mengeluarkan kata-kata kotor yang memang sudah aku pendam selama ini. Tapi sebelumnya, aku pikir dia hanya sedang merasa stres karena masalah keluarganya. Jadi aku memilih untuk tinggal dan mencoba mendukungnya. Sebenarnya dia juga pernah menceraikan aku saat kejadian dimana ibunya harus masuk penjara.."


" Lalu apa jawaban Nona ??"


" Aku hanya mengatakan, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu, tapi pernikahan, adalah satu hal yang tidak bisa dipermainkan.."


' Jadi, sebelumnya, Yuna juga berniat untuk melupakan aku ??'


" Tapi dia sadar, aku hanya bertahan karena prinsip, dan karena rasa iba. Dia tahu perasaanku hanya untuk Jian. Bahkan dia sering menyindirku dengan nama Jian, sampai akhirnya membuat aku merasa sangat tertekan. Aku berusaha melupakan masa laluku, dan mencoba membuka hati untuk suamiku, tapi dia malah menolaknya. Dia awalnya sangat baik padaku, tapi semenjak pertengkaran dalam keluarga besar kami, dia langsung berubah. Menjadi orang yang dingin dan keras.."


Dokter itu menghela nafas. Agak miris juga mendengar perjalanan hidup sang aktris yang begitu dipenuhi oleh drama.


" Tenanglah..." ( Jian mengusap pundak itu lagi ).


Jian terlihat semakin serius. Dia ingin tahu dengan pasti apa jawaban yang akan keluar dari mulut Yuna nanti.


" Kalau sekarang, aku hanya merasa bingung.. Disisi lain, aku senang karena pada akhirnya aku bebas dari pernikahan tanpa cinta itu meskipun harus keluar dari Prinsipku. Tapi aku juga merasa sangat kasihan terhadap Demy, aku tahu dia dengan sengaja memukulku supaya aku membenci dia, dan akhirnya menyerah dengan pernikahan kami.. Menurut dokter saya harus bagaimana menyikapi persoalan ini ??"


" Bukankah kalian sudah resmi bercerai ??"


" Iya, dokter.."


" Saran saya, lupakan apa yang pernah menjadi beban pikiran kamu, dan mulailah membuka lembaran baru yang lebih baik. Jika sudah bercerai, maka tidak perlu lagi berpikir untuk kembali. Jika merasa kasihan dengan Demy, cobalah untuk bertemu dan saling mencurahkan perasaan masing-masing, supaya tekanan-tekanan dalam hati kamu bisa hilang. Sebenarnya yang saya lihat, kamu hanya sangat merasa bersalah pada dua pria ini. Anda merasa pilihan ini sangat sulit. Tapi menurut saya, hal ini tidak begitu rumit. Coba pikirkan, kamu hanya mempertahankan hubungan pernikahan itu karena rasa iba dan prinsip kamu sendiri. Sedangkan kamu juga bilang kalau kamu hanya mencintai Jian. Menurut saya, lebih baik mencoba untuk menghilangkan rasa bersalah itu sedikit demi sedikit, dan pikirkan, meski mungkin mantan suami kamu melakukan kekerasan itu karena disengaja, untuk melepas Nona dari pernikahan itu, maka pikirkanlah secara hukum. Memukul juga harus mendapat hukumannya. Itulah yang harus kamu pikirkan sekarang."


Yuna dan Jian mengangguk saja. Akhirnya dia punya seseorang untuk memberinya saran.


" Dalam hukum tidak ada sengaja atau tidak disengaja, sekali terbukti salah, orang itu tetap harus mendapat hukuman. Sekarang cobalah untuk tenangkan diri, dan bawalah untuk rekreasi, jalan-jalan, atau beraktivitas apa saja untuk menghilangkan beban pikiran itu. Terutama, temui Demy, dan bicaralah terus terang padanya, dengan begitu pasti akan ada jalan keluar yang lebih mudah. Itu hanya saran saya, selebihnya terserah Nona saja. Saya ingatkan, terlalu banyak pikiran juga akan mempengaruhi kesehatan Nona, jadi menjaga pemikiran adalah hal yang sangat penting.."


Dokter itu memberi Yuna saran dengan sangat panjang lebar. Mungkin jika ditulis satu bab pun tidak akan selesai.

__ADS_1


Skip...


Setelah keluar ruangan..


Jian menggandeng tangan Yuna melalui lorong-lorong rumah sakit dengan perasaan yang sedikit lega. Seperti Jian, Yuna pun sama. Dia terlihat lebih tenang selepas mengeluarkan perasaan dihatinya.


" Yuna, kamu sudah bisa pulang sekarang, tapi aku akan menurut perkataan dokter. Kamu harus datang menemui Demy untuk bicara terus terang."


" Tapi Jian.. Apa kamu tidak merasa cemburu ??"


Jian berhenti. Dia berbalik, dan menatap Yuna. Keadaan lorong yang lumayan sepi membuat Jian punya banyak kesempatan lebih untuk berbicara berdua dengan Yuna.


" Kalau kamu bertanya seperti itu, kamu sudah tahu jawabanku. Tapi Yuna, ketenanganmu lebih penting dari perasaanku. Aku ingin kamu melepas semua kenangan pahit di kota ini, dan kembali tanpa beban berat lagi.."


" Jian.."


" Aku tidak mau membuat kamu tertekan selama bertahun-tahun hanya karena rasa cemburuku kepada Demy. Temui dia, aku akan mengantar kamu kepadanya. Jelaskan semuanya berdua, dan yang pasti setelah kamu pergi meninggalkan Demy, kamu harus merasa lega, dan lepas dari semua ikatan.. Aku hanya akan membawamu pulang bersamaku kalau kamu sudah bisa melepaskan semua kegundahan hatimu disini..."


Yuna hanya mengangguk saja, memberi isyarat pada Jian kalau dia juga menyetujui saran itu.


Pukul 18.07.


Jian sedang mengemasi barang-barang Yuna dan akan bersiap untuk pulang. Dokter Alta mendadak masuk saat Jian hendak selesai berkemas.


" Hallo, kamu sudah siap untuk pulang rupanya.."


" Iya dokter. Terima kasih banyak.. Sekali lagi kamu sudah menolongku."


" Tidak juga, bukankah itu memang tugas seorang dokter ??"


" Dia benar Yuna.." ( Wajah aneh ).


" Kalau begitu, aku akan periksa kondisimu sekali lagi, untuk memastikan kamu sudah benar-benar baik.."


Dokter Alta memeriksa seluruh kondisi Yuna, termasuk luka lebam itu.


" Sudah lebih baik. Jika merasa agak pusing, lebih baik segera konsultasi kepada Dokter.."


" Iya Dokter.. Terima kasih banyak.."

__ADS_1


" Kalau begitu, saya permisi.."


Dokter tampan itu keluar dari ruangan dan meninggalkan mereka berdua lagi di tempat itu..


__ADS_2