Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Tidak ada Selain Jian


__ADS_3

" Apa maksudnya adik ??"


Jian terlihat mendongak, dan berkeluh kesah. Untuk pertama kalinya dia benar-benar tidak bisa menahan kesedihan hatinya. Dia ingin sekali mencurahkan segalanya kepada wanita ini. Wanita yang berhasil membuatnya luluh dan tidak bisa menyembunyikan permasalahannya. Wanita yang selama ini menjadi tiang penyangga disaat dia terjatuh dan tidak bisa berbuat apapun.


Yuna tahu ada kesedihan mendalam di hati Jian. Meskipun dia tahu kalau Jian terlalu kecewa terhadap ibunya, tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau perasaan dan ikatan antara seorang anak dan ibu masih terjalin dengan begitu erat. Dia memeluk lelakinya itu dalam dekapan yang hangat, namun terasa menyejukkan di dalam hatinya.


" Menangislah, menangis saja jika kamu mau, luapkan semua kesedihan dan kekecewaan itu dalam dekapanku.."


Jian tidak bisa menahan air matanya..


" Siapa yang tidak merasa kecewa saat anak yang tidak tahu apapun, menjadi korban atas keegoisan ibu kandungnya.. Tapi aku tahu, di dalam hati kecilmu, kamu sangat menyayangi ibumu melebihi apapun.."


Jian menggeleng saja, pertanda dia tidak mengiyakan perkataan Yuna.


" Aku hanya menyayangi wanita yang pantas.. Dan dia bukanlah wanita yang pantas.."


" Jian, aku tidak bermaksud mengatur perasaan kamu, tapi menurutku memaafkan lebih baik daripada terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu.."


" Dia sama seperti Demy, menghancurkan masa depanku tanpa pamit, dan setelah itu muncul kembali untuk melawanku, bagaimana bisa aku memaafkan orang seperti itu.."


" Maafkan mereka sama halnya kamu memaafkan kesalahanku juga. Bagaimanapun, aku pernah juga mengecewakan kamu, jika kamu memang tidak bisa memaafkan mereka, itu artinya kamu juga belum bisa memaafkan aku.."


" Kamu berbeda, kamu lebih dari segalanya untukku.." ( mengangkat tubuh Yuna ).


Sekarang posisi Yuna tepat dalam pangkuan Jian. Dengan tangan yang terus melingkar di bahu Jian, dia terlihat terus menguatkan kekasihnya dan membujuknya untuk melupakan masa lalu.


" Terserah saja, mungkin kamu memang lebih tahu mana yang terbaik untuk kamu.."


" Dan yang terbaik untukku, hanya kamu.."


" Hemm.. Ternyata Jianku adalah lelaki idaman semua wanita, bahkan adiknya saja bisa jatuh cinta.. Tidak tahu bagaimana reaksinya kelak saat tahu kamu adalah kakak kandungnya.."


" Hemm.. Andai saja dia sudah bersamaku sejak kecil, mungkin aku akan mendidiknya supaya tidak merebut laki-laki yang akan menjadi suami orang.."


" Atau kamu sendiri juga...."


" Juga apa ?? Hehh.." ( mencubit hidung ).


" Aww.."


" Aku boleh keturunan dari Tiansha, tapi sifatku sudah dijamin seratus persen meniru ayahku.."


" Jadi begitu, ya.. Sudah kenal seperti apa ayahmu dulu ??"


" Jika kamu melihat aku, maka seperti itulah dia.. Kamu masih ragu ??"


" Aku memang meragukannya, kamu kan satu-satunya di dunia ini, mana mungkin ada yang menyamakan kamu ?? Sepertinya tidak ada yang bisa.."


" Begitu, ya.. Apa maksud kamu aku adalah orang yang unik ??"


" Lebih tepatnya aneh.." ( tertawa ).


Jian memandangi wanita itu dengan seksama, dan melihat bahagia yang sudah lama menghilang. Dia merasa lega. Setidaknya disaat dia sedang terpuruk, ada wanita ini yang selalu menghiburnya setiap saat.


" Yuna.."


Bertatapan..


Mulai canggung..


" Aku cinta kamu.."


Yuna tersenyum. Dia tahu laki-laki ini hanya akan mengatakan hal itu padanya..


" Perlukah aku menjawabnya ??"

__ADS_1


" Kalau kamu mau.."


Yuna merapatkan wajahnya dengan wajah Jian. Dia menatap dua pasang mata itu dengan begitu lekat dan penuh kasih sayang..


" Aku mau menikah denganmu.."


Duarr !! Duarr !!!


Mendadak ada kembang api yang datang entah dari mana. Ada bunga-bunga yang banyak juga. Sebenarnya sedang berangan-angan tentang komik yang khayalannya terasa begitu nyata.


Tunggu !!!


Apa Yuna sedang menerima lamaran dari Jian ?? Apa dia baru saja mengatakan iya ??


" Yuna ??" ( tidak percaya ).


Yuna menatap wajah itu dengan senang.


" Apa kamu sedang menerima lamaran keduaku ??"


" Bukankah masih ada kesempatan ??"


" Bahkan jika kamu menjawabnya sepuluh atau dua puluh tahun lagi, aku masih mau memberimu kesempatan.."


Cup !??


" Ugh.."


Manis sekali. Kecupan yang meski sudah dilakukan beberapa kali, nyatanya masih selalu sukses membuat mereka terbuai dan melupakan dunia untuk sementara waktu. Mereka bahkan lupa mereka sedang berada dimana, dan bisa saja kapanpun ada seseorang yang lewat.


Jian menghentikan aksinya, dan beralih mengambil ponsel..


" Hallo, amankan aula tengah, aku tidak mau ada satu orangpun yang masuk kesini.. Jika sampai ada yang mengacaukan waktuku, aku tidak segan-segan memecatnya.."


' Baik Tuan..'


" Aku mau kamu selamanya.."


Jian dengan perlahan membuka mini dress Yuna yang begitu mudah dibuka. Dia perlahan-lahan menggerayangi seluruh tubuh mungil itu di setiap incinya, dan menimbulkan reaksi tersendiri pada tubuh Yuna yang memang sangatlah sensitif.


Kali ini Yuna sangatlah ekspresif. Dia bahkan merasa Jian terlalu lama memainkan pembukaan. Dia melepas mini dress nya langsung, dan juga tidak lupa seluruh pakaian yang Jian kenakan.


" Mau jadi pemimpin ??"


" Siapa takut.."


" Ummhhh..."


Menggigit leher..


Sore itu akhirnya mereka lewati dengan jamuan indah yang begitu membuat tubuhnya panas bagai di bakar api. Penuh keringat, tapi rasanya ingin lebih lagi..


Yang belum pernah mungkin hanya bisa berangan-angan saja.. Hihihi...


.......


Brakk ?!!!


" Sial !!! Aku sudah datang terlambat.. Wanita itu tidak hanya menguasai harta ayahku, tapi juga berusaha merebut Jian dariku.. Setelah sekian lama aku mengagumi Jianan meskipun aku tidak pernah menemuinya secara langsung, dan sekarang,, saat aku berhasil mendapatkan peluang, dia malah datang membawa masalah.. Dia harus hancur, atau jika tidak mau terkena masalah, maka cukup dibereskan saja sampai mati.. !!!"


...


Esok harinya..


Yuna yang akhirnya tidak bisa lepas dari Jian..

__ADS_1


Dia sedang memasak sarapan pagi di rumah Jian.


Laki-laki yang semalam sudah membuat dirinya mengalami pelepasan beberapa kali itu akhirnya kalah dalam bertempur, dan terlihat sedang merasakan letih yang luar biasa. Dia sedang tertidur pulas dan masih menikmati pagi yang indah dalam alam mimpi.


" Sebelum dia bangun, aku harus pergi dari sini, kalau tidak, maka selamanya aku akan terikat dan tidak bisa pulang.. Untung saja acara masak-memasak sudah selesai.." ( sambil menghidangkan makanan ).


Drrrttt Drrtttt


Ponsel berdering..


" Hallo.."


' Apa benar dengan Nona Yunaira ??'


" Iya, benar, saya sendiri.."


' Hari ini anda mendapat panggilan dari atasan kami untuk mulai bekerja..'


" Benarkah ?"


.....


Tok tok tok..


Yuna mengetuk pintu sebuah ruangan usai dia tiba di perusahaan yang sama seperti kemarin. Dia mendapat arahan dari seorang laki-laki di depan untuk langsung masuk saja di ruangan tersebut. Dengan perasaan gugup dan agak takut juga dia akhirnya memberanikan diri untuk mencoba melangkah. Siapa tahu ini jalannya..


" Masuk saja.."


Seseorang terdengar berteriak dari dalam ruangan, mengisyaratkan Yuna untuk segera masuk ke dalam sana.


Yuna menarik nafas dalam-dalam, lalu akhirnya terasa semakin yakin untuk masuk.


" Permisi.."


Deg !!


Mendadak jantung Yuna tidak karuan. Mendapati seorang pria yang sama dengan yang dia temui kemarin di pelataran rumah sakit..


" Wahh.. ternyata kamu orangnya.."


" Maaf, apa saya tidak salah masuk ruangan ??"


" Siapa namamu ? Yuna bukan ??"


" Iya.. Bukankah anda sendiri tuan Zeff yang kemarin sempat bertemu dengan saya ??"


" Iya, anda benar, sepertinya ingatanmu tidak terlalu buruk.." ( membenarkan posisi duduknya ), " kalau begitu silahkan duduk.."


Yuna mengikuti arahan dari Tuan muda Zeff untuk duduk di tempat yang memang sudah berada disana.


" Hemm.. Saya melihat kamu belum pernah menjejaki dunia bisnis sebelumnya, tapi kamu langsung resmi menjadi direktur sebuah perusahaan di kota besar K.. Menurutku lumayan juga.."


" Jadi, maksudnya bagaimana, ya, tuan.."


" Saya ingin mencari seorang sekretaris yang belum berpengalaman sama sekali di dunia bisnis.."


' Hemm, seorang CEO yang aneh.. Apa dia ingin mencari orang yang polos ??'


" Dan sepertinya, setelah melihat data diri nona, saya mulai tertarik.."


' Dia sudah jelas bukan pria baik-baik..'


" Kenapa anda malah mencari seorang wanita yang sama sekali belum terjun ke dalam dunia bisnis ? Apalagi memegang jabatan sebagai sekretaris menurutku terlalu berat, apa anda tidak takut saat aku tidak bisa diandalkan ?? Dimana-mana, seorang pebisnis besar pasti akan mencari sekretaris yang handal, bukan orang polos seperti saya.."


" Saya memang suka merekrut karyawan baru supaya saya bisa melihat kinerja mereka bertumbuh atau tidaknya.."

__ADS_1


" Emm.. Alasan yang masuk akal.."


' Tapi sayang, aku tidak semudah itu percaya, hati yang busuk bisa saja menular sampai wajah dan lidahnya, kamu tidak bisa menutupi baumu meskipun memakai parfum termahal sekalipun.. Lihat saja apa yang akan kamu permainkan.. Aku akan mengikuti alurnya secara diam-diam..'


__ADS_2