
" Bagaimana kau bisa menuduh ibu seperti itu ? Aku sama sekali tidak percaya padamu.. Apalagi dengan kondisimu yang sudah punya wanita lain sekarang.. Itu sudah cukup membuktikan kalau kau memang pendosa !!" ( Demy sangat emosi ).
" Ayah tidak peduli dengan pemikiranmu itu !!! Yang pasti, ayah akan menceraikan ibumu sekarang juga !!"
" Apa katamu ??? Kau akan menceraikan aku, setelah kita melewati puluhan tahun pernikahan, begitu ?? Kau memang tidak tahu diri !!"
" Yang tidak tahu diri itu kamu !! Aku sudah membawa beberapa bukti yang jelas-jelas menunjuk ke arahmu, dan kau malah mengelaknya dengan dalih aku sedang menutupi aibku sendiri.. Kalau saja aku sadar mempertahankan kamu dalam hidupku, hanya akan menghancurkan aku seperti ini, aku sudah menceraikan kamu beberapa tahun yang lalu.."
" Ayah !! Kenapa kau selalu menyalahkan ibu ?? Apa kau tidak memikirkan kesalahanmu ini ?? Aku malu punya ayah seperti dirimu !!"
" Ayah tidak bersalah !! Ibumu ini memang istri yang baik selama bertahun-tahun. Tapi itu hanya di depan, lain lagi di belakang kita.. Berapa banyak orang yang sudah kau hancurkan selama ini, Daniah ??"
" Apa ??" ( Agak terkejut ).
" Aku tahu, selama kamu aku percaya untuk mengelola perusahaan milikku, kamu tidak pernah berhasil menaikkan keuangan kita.. Karena memang kau menghamburkan uang itu untuk urusan pribadimu !! Lalu saat orang bawahanku tahu kecuranganmu dalam bisnis itu, apa yang kau lakukan padanya untuk menutupi perbuatanmu ?? Kau membunuhnya !! Membayar orang dengan uang perusahaan untuk menuntaskan orang itu.."
' Apa ? Bagaimana Zumi bisa tahu masalah sepuluh tahun yang lalu ini ??'
" Sebenarnya dia memang sengaja aku suruh untuk menyelidiki kamu, tapi sayang.. Tanganmu yang lembut itu, nyatanya juga telah berani membunuh.."
" Apa yang sedang kau katakan ?? Kau mencoba mengintimidasi aku ???"
" Yang ingin aku tahu adalah.. Apa kamu masih bermain dengan pria asing untuk memuaskan hasratmu di belakang aku sampai sekarang ??"
Semua orang terkejut mendengar pertanyaan dari Zumi. Tidak peduli bagaimana situasinya, lelaki itu terus saja menyudutkan Daniah dengan berbagai pertanyaan yang sulit di pahami.
" Apa ?? Bermain ?? Pria asing ?? Apa yang sedang kau bicarakan ?? Jika bersalah, maka jangan bawa namaku juga !! Aku tidak seperti yang kau bicarakan itu !!" ( Wajah cemas ).
" Terserah !! Mengaku juga tidak akan mungkin.. Mana ada maling ngaku !!! Aku sudah cukup bersabar menghadapi kamu dengan segala kebohongan kamu selama ini. Sekarang aku minta kamu untuk menandatangani surat cerai kita !!"
Brakk !! ( Melempar sebuah kertas di atas meja ).
" Zumi ??"
Demy mencegat ibunya untuk bicara. Dia begitu kesal dengan kelakuan ayahnya kali ini.
" Ibu !! Tanda tangani saja suratnya !! Pria ini memang tidak pantas untuk di pertahankan !!" ( Menatap mata Zumi tajam ).
" Tapi Demy.." ( Masih menangis ).
" Tanda tangani saja !!! Ibu pantas bahagia tanpa ayah !! Dia sudah sangat keterlaluan pada kita !!"
Tangan Daniah bergetar. Bahkan seluruh tubuhnya juga gemetar. Apa kepulangan Zumi kali ini hanya untuk memberikan kejutan sekejam ini ??
' Tidak apa !! Setidaknya masih punya Yuna dan Demy untuk aku berpegangan.. Hanya dengan sentuhan kecil dari tanganku, maka hidupku akan selamat !! Lagipula, aku juga harus hidup untuk membalas perbuatan Zumi padaku !!'
Tangannya dia gerakkan. Tanda tangan sudah tersemat di bagian pojok surat. Akhirnya mereka resmi bercerai.
" Sudah puas sekarang ??? Kau sudah puas ??? Semua ini karena si j****g ini !!!" ( Menunjuk arah Tiansha ).
Plak !!! ( Alishia menepis tangannya ).
" Jangan pernah menunjuk tanganmu kepada ibuku.. Dia bahkan lebih terhormat berkali-kali lipat dibanding denganmu.."
" Demy.. Ayah tidak membagi harta sepeserpun pada ibumu.."
" Apa ??" ( Malah Daniah yang terkejut ).
" Tapi aku sudah memberikan harta itu untukmu.. Kau bisa mengelolanya sekarang.."
" Aku tidak butuh uangmu !!!"
" Jangan berkata demikian.. Aku juga ingin adil sebagai seorang ayah. Aku sudah membagi hartaku menjadi dua, sebagian untuk kamu, dan sebagian lagi untuk Alishia.."
" Sekali lagi aku katakan !!! Meskipun kau memberiku seluruh harta kekayaanmu, hal itu tidak akan merubah apapun.. Kau sudah sangat rendah dimataku.."
" Demy... Sudah !! Jangan terlalu emosi.." ( Yuna mencoba untuk menenangkan suaminya ).
" Dan untuk kamu, menantuku.. Hadiah itu.. Rasanya sudah cukup. Aku senang kau mau menemani Demy, karena itulah aku memberikannya khusus untukmu.. Tentu saja atas persetujuan dari istriku.." ( Menunjuk Tiansha ).
" Cihh.. Bertahun-tahun tidak muncul, sekarang muncul dengan seorang wanita saja, kau sudah bangga.. Aku sangat malu punya ayah sepertimu !!!"
" Aku tidak terlalu mempermasalahkan kondisimu yang sangat membenciku, Demy.. Tapi jika suatu hari nanti, kau tahu seperti apa kelakuan ibumu, maka jangan pernah menyesal telah mencela ayahmu.."
" Aku tidak akan pernah menyesalinya !!"
" Bagaimana kau tahu ?? Kau belum melihat ibumu membuka topengnya.. oh iya.. Aku tidak memberi ibumu harta gono-gini karena suatu alasan.. Sebelumnya semua perusahaan itu memang berdiri sebelum kami menikah.. Jadi memang ibumu sama sekali tidak punya hak !! Mengingat lagi, penggelapan uang yang ibumu lakukan dalam perusahaan Ayah sangat besar.. Sudah untung ayah tidak menuntutnya secara hukum.. kali ini Ayah memaafkannya."
" Ibu !! Mengapa ibu hanya diam mendengar tuduhan ayah !? Cobalah menjawab satu kata saja untuk membuktikan ibu tidak bersalah.."
Namun desakan dari anak laki-lakinya itu sama sekali tidak dia gubris. Dia tetap diam dengan perasaan cemas dan marah yang luar biasa.
__ADS_1
" Bagaimana mungkin ibumu akan menjawab ?? Sedangkan dia tahu seluruh rahasianya sudah terbongkar sekarang.." ( Tiansha mencoba menimpali ).
" Tutup mulut kamu, Tiansha !!"
" Kenapa ?? Apa kau pikir kami tidak tahu apapun selama ini ? Aku yang mencoba membujuk suamiku untuk berbelas kasihan padamu.. Jika tidak, kau mungkin sudah hancur dari dulu.."
" Maaf, Nyonya.. Jika anda datang kemari hanya untuk mengganggu kami, lebih baik kalian segera pulang !!" Kali ini giliran Yuna yang angkat bicara. Dia sudah begitu kesal dengan perlakuan Zumi terhadap Daniah. Rasanya dia semakin terganggu dengan kedatangan ayah mertuanya ini. Dia memutuskan untuk membela ibu mertuanya.
" Kami memang ingin pergi dari sini.. Lagipula rasanya percuma saja membuang waktu kita disini.. Ayo sayang, kita pulang.." ( mengajak Alishia untuk pergi ).
" Tiansha... Kali ini aku melepaskanmu !! Tapi tidak untuk lain kali.."
" Hemm.. aku tunggu acara selanjutnya.." ( tersenyum licik ).
Tiga orang itu akhirnya beranjak pergi dari rumah. Suasana menjadi lebih tenang.
........
Sementara itu, Jian terlihat sedang duduk menghadap pantai di lantai dua rumah sewaannya. Dia sangat menikmati waktu luang ini. Dengan secangkir kopi yang berhasil menghangatkan tubuhnya di waktu senja. Suasana sejuk dengan suara deburan ombak seakan membius tubuh dan pikirannya. Sejenak dia melepas kepenatannya. Memejamkan mata, lalu menikmati suasana.
'Tap ! Tap !'
Suara hak tinggi yang terdengar mendekat kearahnya.. Mengganggu saja.. Apa mereka tidak bisa membiarkan Jian istirahat sejenak saja ? Huhh. Rasanya sulit sekali menikmati waktu luang.
" Mr.."
" Kenapa ?" ( nada kesal ).
" Ada berita buruk !!"
Jian membuka kedua matanya, lalu beralih menatap Sanni.
" Berita buruk apa ?"
" Nyonya Tiansha bersikeras untuk terbang ke kota K.."
" Untuk apa ??"
" Dia ingin menjengukmu.."
Jian terkekeh. Rupanya wanita itu percaya kalau dirinya belum bangun dari koma.
" Lalu apa masalahnya ?? Suruh seseorang di sana untuk melakukan sesuatu.. Dan aku ingin bersantai dulu disini.."
" Cari seseorang untuk menggantikan posisiku di Rumah Sakit.. Tutupi wajahnya dengan oksigen, dengan begitu dia tidak akan curiga.."
Drrrttttt Ddrrrtt
Ponsel Jian berdering. Sebuah pesan masuk di ponselnya.
' Mr.. kami sudah menemukan berita terbaru hari ini..'
" Apa kau masih punya urusan denganku ?"
" Tidak Mr.."
" Kalau begitu keluar dan urus masalah di kota K.."
" Baik Mr.." ( Berlalu pergi ).
Jian menghubungi orang dibalik pesan tadi.
' Hallo Mr..'
"Katakan saja, apa yang kau dapat !!"
' Mr. Rupanya kedatangan Nyonya Tiansha dengan Tuan Zumi karena punya maksud lain..'
" Apa itu ??" ( Membuka sebuah buku di meja ).
' Mereka datang untuk membuka rahasia pernikahan mereka pada Nyonya Daniah ??'
" Apa ??" ( Menghentikan aktivitasnya ), " katakan lebih jelas !!"
' Rupanya suami Nyonya Tiansha selama ini adalah Tuan Zumi sendiri.. Dan bahkan mereka sudah punya seorang anak dari pernikahan mereka ?'
" Apa ??" ( Sekali lagi Jian terkejut ), " apa kau tidak salah ??"
' Tidak Mr.. Banyak karyawan di kantor yang membicarakannya. Rupanya mereka sudah menikah lebih dari tiga puluh tahun..'
Jian tercengang mendengar pernyataan itu.. Sungguh hatinya semakin terasa hancur. Apa itu artinya, dia sedang menghadapi suami si kekasih, yang tidak lain adalah, saudara tirinya ?? Oh.. Tidak..
__ADS_1
Jian menutup pembicaraannya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau selama puluhan tahun, dia hidup sendirian tanpa kasih sayang dari seorang ibu, dan pada akhirnya dia tahu kalau ibunya sudah menikahi ayah dari sahabatnya.
" Tidak mungkin !! Kekasihku di ambil anaknya, dan ibuku diambil oleh ayahnya.. Keluarga yang serasi !!"
Dia mencoba menghubungi Sanni dengan ponselnya.
" Cepat kembali ke tempatku !!!"
Sambungan dimatikan.
Skip..
Beberapa menit kemudian..
" Maaf Mr. Kenapa memanggilku dengan tiba-tiba ?!"
" Aku ingin segera mengurus permasalahan ini.. Kau sudah menemukan alamat dari Yuna ??"
" Kami sudah bisa melacak panggilan dari ponsel Daniah.. Saya sudah menyuruh orang untuk menemukannya melalui cara itu.."
" Lakukan dengan cepat !! Aku ingin mulai beraksi besok !!!"
" Baik Mr."
Keesokan harinya...
Yuna dan Demy masih berada di rumah baru Daniah. Rumah yang tadinya penuh dengan impian-impian itu, sekarang hanya terlihat muram dan tidak sumringah.
" Ibu . Berhentilah menangis ! Kau belum makan apapun semenjak kejadian kemarin.." Yuna agak risau.
" Iya ibu.. Yuna benar ! Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu."
" Tidak mau !! Ibu tidak mau makan !!"
" Huhh. Ibu ini seperti anak-anak. Hanya karena masalah sepele, kau menjadi seperti ini.. Pikirkan juga kondisi jiwamu !! Kau juga harus tetap melanjutkan hidup, bukan.."
" Maaf telah merepotkan kalian.. Oh iya.. Yuna, bukankah hari ini waktunya kamu mulai bekerja ?? Demy sudah menyiapkan semuanya dari hari lalu, kau hanya tinggal datang ke kantormu saja.."
" Bagaimana aku bisa pergi, kalau ibu sendiri masih dalam kondisi seperti ini ??"
" Tidak apa-apa.. Ibu akan baik-baik saja.. Cepatlah bersiap dan nikmati hari pertamamu bekerja. Demy, kau temani dia.. Siapa tahu dia butuh bantuanmu.."
" Tapi, ibu.."
" Sudah.. Jangan khawatirkan aku !! Pergi saja urus pekerjaan kalian, ibu tidak apa-apa disini.."
" Apa itu benar ?" ( Wajah masih cemas ).
" Tidak apa-apa sayang.. Pergilah !!"
Dengan sangat terpaksa, akhirnya Yuna dan Demy beranjak pergi meninggalkan Daniah sendirian disana.
" Ibu . Yuna sudah menyiapkan makanan untuk ibu.. Jadi makanlah saat kami pergi, kami akan datang sore ini.."
" Iya sayang.."
" Kami pergi dulu.."
" Iya.."
Krebb !!
Pintu ditutup sempurna. Sandiwara selesai.
Daniah mengusap air mata dipipinya dengan bersih.
" Wajahku jadi bengkak karena terus menangis. Semuanya karena ulah pria itu !! Memangnya dia pikir siapa ?? Berani-beraninya menceraikan aku demi wanita itu !! Aku tidak akan tinggal diam !! Dendam ini harus segera aku balas !!"
Daniah mengambil ponsel dan mencoba menghubungi seseorang.
" Beri pelajaran pada tiga orang itu !! Kalau perlu habisi saja mereka !!"
Setelah itu, Sambungan dimatikan.
' Prok ! Prok ! Prok !'
Seseorang terdengar bertepuk tangan dari dalam, membuat Daniah semakin was-was.
" Siapa itu ??" ( Melihat sekeliling ).
" Kenapa Nyonya ?? Apa anda begitu takut ??" ( Keluar dari balik tembok ).
__ADS_1
Daniah terkejut. Kedua matanya membulat sempurna. Dia semakin cemas melihat siapa yang sudah datang ke dalam rumahnya. Siapa lagi yang datang ??