
" Mr, nona sudah sampai.."
" Atur sesuai rencana.."
" Baik.."
Jian dengan senyuman yang terlihat gugup itu akhirnya menyambut kedatangan kasihnya yang baru saja turun dari mobil. Orang kaya memang beda gaya, santai namun mengejutkan.
" Selamat datang, Yunaku.." ( menunduk ).
" Terima kasih.."
" Masuklah bersamaku.."
" Jian, tidak perlu seperti itu, ini sangat kaku.."
" Baiklah, kalau begitu, mau yang lebih santai ??"
" Lebih baik seperti itu.."
Jian menggapit tangan Yuna, lalu mengarahkan wanita itu berjalan masuk. Seluruh pelayan terlihat menunduk memberi hormat.
"Silahkan duduk.." ( gaya lembut ).
Melihat sikap Jian yang kaku seperti ini rasanya aneh sekali. Yuna bahkan sampai tertawa melihat sikap kekasihnya itu. Rasanya menggelikan. Seorang CEO dengan gaya dinginnya, sekarang mendadak berlutut dan sok manis di depan Yuna. Apa kalian bisa membayangkan itu ?
Yuna mengikuti arahan Jian untuk duduk di kursi yang memang sudah dipersiapkan. Yuna masih terlihat cekikikan mengingat betapa konyolnya sikap Jian barusan.
" Kenapa tertawa ??'
" Kamu lucu.. hhehehe.. Kamu sudah membuat perutku kaku, melihat tingkah laku kamu ini, rasanya geli sekali.."
" Sedang meledek rupanya.."
" Mau bagaimana lagi, kamu sungguh seperti pelawak.." ( tertawa ).
Kesal.
Sudah berusaha keras, malah dipatahkan begitu saja, rasanya seperti berusaha menaiki pohon yang tinggi, namun saat berhasil sampai di pucuk, kamu malah terjatuh. Sakit, kan..
" Sudahlah, diam saja.. Aku juga berusaha melakukan semua ini demi kamu.."
" Iya, aku tahu, maaf saja, aku hanya bercanda.."
Prok Prok!!
Beberapa orang pelayan terlihat mengeluarkan hidangan paling istimewa untuk pasangan kencan ini. Mereka sudah menyiapkan semuanya dengan begitu matang, mengingat rencana kencan ini dibuat khusus oleh tuan Jian.
" Terlalu banyak makanan, apa ini tidak berlebihan ?? Oh, iya.. Aku rasa restoran ini masih baru, ya.. Terakhir kali aku kesini, aku memesan semua varian bakmi, dan seorang pelayan bilang, aku tidak perlu membayarnya, manager mereka sendiri yang memberikan semua itu secara gratis. Apa pemilik restoran ini orang yang sangat kaya ?? Kenapa dia begitu baik ??"
" Hemm sudah selesai ?? Mana dulu yang harus aku jawab ??"
" Yang mana saja boleh.. Oh iya, aku tambah satu pertanyaan lagi, waktu itu restoran ini hanya menyediakan bakmi saja, aku sampai berpikir kalau pemilik restoran ini juga pecinta bakmi sama sepertiku, tapi sekarang, rupanya sudah ada macam-macam hidangan yang lain, ya.. Memangnya siapa si pemilik restoran ini ??"
" Hhh.. Aku belum menjawab pertanyaan pertama, dan kamu sudah melontarkan pertanyaan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.. Aku merasa pusing.."
" Hihi.. Kalau begitu, tidak masalah kalau tidak mau jawab, tapi lain kali, aku mau bertemu dengan pemilik restoran ini, aku harus berterima kasih karena dia sudah memberiku bakmi gratis waktu itu.." ( mulai makan ).
" Orang itu aku.."
" A ??" ( tidak mendengar dengan jelas ).
" Tidak apa-apa.."
__ADS_1
" Katakan lagi.."
" Tidak mau.."
" Kamu tahu, ya, pemilik restoran ini ?? Atau jangan-jangan, kamu pemiliknya.."
" Memangnya kenapa kalau aku ??"
" Benar, kan, dugaanku, kamu pasti pemilik restoran ini, lagipula aneh saja saat masuk ke dalam restoran, dan didalamnya hanya terdapat menu bakmi berbagai varian, aku pikir jika bukan pemiliknya yang pecinta bakmi, dia pasti punya kenangan tersendiri dengan bakmi.."
Mengunyah.
" Ceritamu panjang lebar, tapi aku tahu intinya.." ( belum makan sama sekali ).
" Kamu membuka restoran bakmi hanya karena mengingat semua tentang aku bukan.."
" Yunaku sudah tahu, apalagi yang harus aku sembunyikan.."
" Hihi.. Ternyata tebakanku tidak salah, kamu memang selalu hidup dalam bayang-bayang kesedihan selama ini.."
" Sudah tahu salah, masih bisa tertawa rupanya.."
" Memangnya tidak boleh.." ( makan ).
" Sepertinya kita berdua ini bukanlah pasangan yang bisa romantis seperti orang lain.. Rasanya sangat kaku.."
" Kamu yang selalu kaku, kalau aku tidak.."
" Kalau kamu terlalu konyol, mana bisa romantis.."
" Oh ya ??" ( meletakkan sendok dan garpunya ), " kalau begitu, coba lihat ini.." ( mengambil sesuatu di dalam dompetnya ).
Yuna memberikan sebuah benda kecil yang dia beli sebagai hadiah untuk Jian. Meskipun benda itu benar-benar kecil, tapi harganya lumayan fantastis. Mau tahu benda apa yang dimaksud itu ??
Jian membuka bingkisan kecil tersebut dengan wajah yang sangat penasaran..
" Buka dulu.." ( tersenyum ).
" Ah ??" ( selesai membuka kado dan sangat senang ), " giok ??"
" Asli dari China, kamu bisa langsung membuktikannya di toko khusus giok.."
" Batu giok ini terlihat batu yang paling mahal, bukan.. bagaimana kamu bisa membelinya.."
" Aku hanya ingin memberi sebuah kenangan untuk kamu, dan aku lihat, kamu masih membutuhkan batu giok untuk kesehatanmu, jadi aku membeli giok gelang ini secara khusus untuk memberi manfaat ditubuh kamu.."
" Begitu, ya.. terima kasih Yunaku sayang, kamu ternyata wanita yang sangat perhatian.."
" Jangan berlebihan.. Itu hanya hadiah kecil saja.."
" Oh iya, aku juga punya hadiah untuk Yunaku.."
" Um ? benarkah ??"
" Sebentar, ya.."
Jian terlihat mengambil sesuatu dari dalam sakunya, dan akhirnya mengeluarkan cincin berlian dari dalam sana.. Tanpa berlutut, masih dalam keadaan yang sama..
" A ??"
" Aku sengaja menyiapkan dinner kita hanya untuk ini.. kenapa wajah kamu biasa saja ?? apa kamu sama sekali tidak terkejut ??"
Yuna tertawa, rasanya senang, tapi mengapa semakin lama menjadi semakin lucu ?? Dia merasa kali ini mereka bukan sedang melangsungkan lamaran, aneh sekali. Jian bahkan tidak bertanya maukah kamu menjadi istriku, layaknya pertunangan-pertunangan pada umumnya..
__ADS_1
" Jadi, mau terima tidak ??"
Yuna tertawa, " kamu bahkan belum bertanya apapun padaku.."
" Oh iya, aku lupa.. Kenapa rasanya gugup sekali.." ( mengelap keringat di kening ), " kalau begitu, maukah kamu menikah denganku ??"
Yuna tertawa lagi. Bahagia juga geli mendengar lamaran yang dilontarkan langsung oleh Jian. Meskipun beberapa tahun yang lalu Jian sudah pernah melamarnya, tapi lamaran kali ini berbeda. Mereka benar-benar dalam keadaan sukacita.
" Mau tidak ??" ( wajah kaku ).
" Aku tidak mau cincin itu.."
" Kenapa ??" ( terkejut ).
Ya sudah pasti terkejut lah.. Jantung laki-laki mana yang tidak berhenti saat mendengar jawaban itu.. Arkh !? Yuna.. Apalagi yang ingin kamu lakukan sekarang..
" Maksudnya ??"
" Iya, aku tidak mau cincin itu.."
" Tapi kenapa ??"
" Karena aku masih punya yang lain.."
" Apa ?? Bicaralah lebih jelas.." ( mulai risau ).
Yuna mengambil sesuatu dari dalam dompetnya. Dia menunjukkan benda kecil yang masih dia simpan dari dulu..
" Karena aku masih punya ini.."
Jian tertawa. Dia tidak menyangka kalau Yuna ternyata masih memiliki cincin pertunangannya dulu dengan dirinya. Dia kira Yuna sudah membuang cincin itu, tapi rupanya dia sudah salah..
" Kalau aku masih punya ini, bagaimana aku bisa menerima keduanya ??"
" Terima saja dua-duanya, karena meskipun kamu punya dua cincin pertunangan, tapi yang memberinya tetap hanya satu orang saja.."
" Aku lebih menyakralkan cincin yang pertama, jadi meskipun aku menerima keduanya, tetaplah cincin pertunangan kita hanya ini saja.."
" Baiklah,. terserah Yunaku saja.. Yang pasti, kedua cincin itu adalah lambang keseriusanku denganmu.."
" Hahahaha . Baku sekali bahasamu itu.. Kenapa tidak santai saja bicaranya ??"
" Iya juga, rasanya lucu sekali.."
Yuna terkekeh melihat tingkah laku Jian yang sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya dulu yang arogan.
" Kalau begitu, aku harus memasangkannya lagi.."
Yuna memberikan cincin ditangannya kepada Jian..
" Kemarilah.."
Yuna memajukan lagi tangan kirinya, supaya Jian lebih leluasa memasangnya.
" Selesai.. Sekarang kamu tidak boleh lagi meninggalkan aku seperti dulu.."
Keduanya tersenyum dan menikmati malam itu dengan penuh kebahagiaan.
.....
Perbincangan lewat telepon..
" Ibu, ternyata Jian sudah punya calon istri, ibu ingat wanita yang menjadi menantu Daniah ?? Ternyata wanita itu adalah kekasih Jianan. Aku juga belum tahu bagaimana bisa dia menikahi Demy waktu itu, tapi dia bilang, mereka berdua sudah bercerai beberapa waktu yang lalu . Aku tidak menyangka akan menemukan berita seheboh ini.."
__ADS_1
' Kalau begitu, tidak ada jalan lain selain membuat wanita itu mati ..'
" Hehh.."