
Suasana senja mulai berakhir, sekarang kelima pria kekar di belakang si wanita itu hanya terlihat bayangan buram saja, dan tidak terlihat dengan jelas. Seorang pria berjas hitam dengan di dampingi beberapa orang dibelakangnya terlihat keluar dan berhenti tepat di depan mobil. Mereka melakukan sebuah perjanjian.
" Tolong saya, Tuan.." ( wanita itu terlihat merintih ).
" Saya akan menolong anda, tapi sebaliknya, anda juga harus melakukan sesuatu untuk kami.."
" Baiklah, saya akan melakukan apapun demi untuk melunasi seluruh hutang anak saya.."
Kesepakatan telah disetujui. Salah seorang pria maju dengan membawa sebuah koper ditangannya. Dia sepertinya ingin memberikan sesuatu pada seseorang disana.
Srakk !!
Seorang wanita terlihat membuka kipas merah mudanya dan berjalan melewati beberapa pria kekar di balik kegelapan. Bibirnya merah marun dan terlihat begitu seksi. Dia maju ke depan dan terlihat memiringkan senyum smirk nya.
" Nyonya, berapa hutang wanita ini ??"
" Sejujurnya ini bukan hutangnya, tapi hutang anaknya.. Tapi bagaimana cara lelaki itu melunasi hutangnya setelah dia mati ?? Tentu saja aku harus melampiaskan semua hutangnya pada si tua ini..."
" Tidak usah bertele-tele... Saya hanya bertanya berapa hutang wanita ini.."
" Heh !! Apa kalian sanggup melunasi semuanya ??" ( rupanya wanita ini sedang meremehkan ).
" Katakan berapa hutangnya ??"
" Lima milyar.."
Pria di depan mobil itu hanya terkekeh saja. Dia tidak menyangka kesombongan wanita ini ternyata melebihi ekspetasi mereka. Padahal jika hutangnya lebih dari dua puluh milyar pun, dia akan melunasi semuanya detik ini juga..
" Cihh. Hanya lima milyar, tapi kamu sudah berperilaku seperti itu.."
" Ck. Jika kalian mampu, bayar sekarang, lunas !!"
Brakk !!
Seorang pria terlihat meletakkan sebuah koper yang sedari tadi ditangannya ke atas tangan wanita itu. Wanita itu membukanya dengan perlahan, dan ingin melihat apa isi didalamnya..
" Itu enam milyar, jika dihitung, maka hutang anak wanita ini sudah lunas, dan bahkan sudah ganti rugi atas tunggakannya melebihi yang diperkirakan. Jadi jangan pernah mengganggu wanita ini lagi.."
Wanita itu tersenyum miring. Dia menutup kopernya dan memberikan benda itu kepada salah seorang pengawalnya.
" Baiklah, kita sepakat !!" ( menjulurkan tangan kanan ).
Pria itu membalas jabatan tangan dari si wanita rentenir itu.
Beberapa detik kemudian, wanita itu akhirnya pergi dari sana, dan memberi isyarat kepada lima pengawalnya untuk pergi meninggalkan wanita tua itu bersama para penyelamat.
" Sekarang, tinggal kamu saja yang melakukan tugasmu.."
Wanita tua yang tidak tahu apapun tentang para lelaki yang membantunya itu hanya mengangguk dan menurut saja. Dia juga tidak bisa mengelak. Seluruh hidupnya sudah hancur sejak beberapa bulan yang lalu. Dia hanya bisa berjalan menyusuri jalanan tanpa berbekal uang ataupun makanan. Dia bahkan hampir mati karena kelaparan dan kedinginan. Mendadak kehidupannya hancur saat sebuah pemberitaan tentang anaknya terkuak di layar televisi. Beberapa orang kemudian datang ke rumahnya dan membakar seluruh isi rumahnya itu. Dan karena itulah, dia menjadi orang miskin yang tidak punya apa-apa..
Sekarang dia tidak lebih seperti anjing yang dengan bahagia menemukan kembali majikan. Dia bisa melunasi seluruh hutang anaknya hanya berbekal mengikuti kemauan sang majikan. Hhhh... dia tidak menyangka hidupnya akan sekacau ini.
__ADS_1
.........
" Selamat pagi, sayangku..." ( memeluk dari belakang ).
" Pagi juga.." ( memakai anting di depan cermin ).
" Kamu sangat cantik hari ini.." ( mencium leher jenjang Yuna ), " kamu juga pakai parfum.."
" Memangnya kenapa kalau aku pakai parfum ?? Aku tidak punya niat buruk, jadi kamu tidak perlu merasa cemas.."
" Tapi aku merasa cemburu, kalau kamu beraroma wangi seperti ini, nanti orang lain akan semakin menyukai kamu.."
" Meskipun mereka menyukai aku, tapi bukan berarti aku juga menyukai mereka bukan ?? Jangan bertingkah seperti itu.."
" Baiklah..." ( melepas pelukan ), " sekarang tinggal sarapan, aku sudah menyiapkan sarapan yang lezat untuk Yunaku, ayo kita sarapan ?!"
" Bukan telur gosong lagi, kan ??"
" Tidak, tidak.. Kali ini tidak seperti kemarin, kamu dijamin akan suka dengan masakanku.."
" Hemm.. Baiklah, mari kita coba.."
Yuna berjalan keluar dari kamar sambil terus menerus tersenyum. Sementara Jian sedang asik merangkul pundak kekasihnya dan terus saja berceloteh manja seperti anak kecil.
" Duduklah disini," ( menarik kursi ).
Yuna duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Jian. Dia terlihat menatap beberapa hidangan di atas meja yang sengaja Jian buatkan khusus untuk mereka.
" Bagaimana ? Terlihat lezat bukan ?"
Jian kemudian duduk di depan Yuna, dan mempersilahkan Yuna untuk mulai sarapan.
" Silahkan cicipi.." ( mendorong piring berisi makanan ke arah Yuna ).
" Hemm.. Baiklah," ( Yuna menurut saja ).
Wanita itu mulai menyuapi sesendok makanan di atas piring. Dia mulai mengunyah dan merasakan betapa nikmat dan lezatnya masakan buatan tangan Jian sendiri.
" Bagaimana rasanya ?"
" Mmm.. Ini enak sekali.. Kamu bahkan tidak melupakan saus kentalnya.."
" Hemm.. Jadi, berapa nilai yang kamu berikan untukku ??" ( suara dalam ).
" Mm... Mungkin sepuluh.."
" Kenapa harus ada mungkin ?? Apa masih kurang enak ??"
" Sepertinya kurang satu bumbu lagi.."
" Bumbu apa lagi yang kurang ?"
__ADS_1
" Bumbu cinta.." ( Tertawa ).
Jian hanya melihat dengan serius wajah wanita itu saat sedang meledeknya dengan rayuan. Yuna bahkan terlhat sangat puas.
" Hemm.. Bagaimana kalau,.."
Jian bangun dari duduknya, dan mengungkungkan tubuhnya. Dia menjadi semakin dekat bertatapan dengan Yuna. Jujur saja, meskipun mereka sudah sering berdekatan seperti ini, tapi tetap saja Yuna masih merasa dag dig dug saat harus berdekatan dengan lelaki ini. Laki-laki yang selalu berhasil membuat hatinya terpaku dan tidak bisa lari kemanapun.
" Kenapa wajahmu merah ?? Apakah karena bumbu cinta yang sudah mulai menebar ketubuhmu ??" ( semakin dekat ).
" Ji-Jian.."
Jian masih terus menatap kedua mata itu saat dia mengalihkan tubuhnya memutari meja. Dia berhasil mendekat ke arah Yuna sambil terus menarik senyumnya. Tubuh itu kemudian mengunci Yuna yang tidak bisa bergerak bangkit dari kursi. Wajah Yuna semakin terlihat merah.
" Ji-Jian.. Apa yang akan.. Kamu lakukan ??"
" Tadi malam, kamu bahkan tidak memelukku saat tidur.."
" Jian, kita tidak boleh terlalu sering melakukannya.." ( menutup area dada ).
Jian membuka satu demi satu kancing baju Yuna dengan kedua tangannya. Sementara Yuna hanya bisa pasrah. Entahlah.. Dibandingkan dengan Demy, tentu saja dia lebih suka saat harus menyerahkan seluruh hidupnya untuk Jian.. Bahkan beberapa waktu lalu bukankah Yuna yang terus menggoda Jian untuk keluar dari prinsipnya. Wanita ini memang sangat aneh. Dia bahkan tidak mau menyerahkan kesuciannya pada suaminya dulu. Tapi sekarang, dia dengan sukarela menyerahkannya dengan percuma kepada Jian. Laki-laki yang belum menikahinya..
" Jian.." ( mendorong ).
Jian tersungkur. Dia bersandar di meja makan usai kekuatan super itu berhasil membuatnya mundur dari sana. Wanita yang sangat kuat.
" Jangan macam-macam dulu, kita belum menikah, kamu boleh berbuat sesukamu saat kita sudah resmi menikah nanti.."
" Apa Yunaku lupa," ( memegang dagu Yuna ), " kamu sendiri yang menjatuhkan Prinsipku waktu lalu, dan kamu yang membuat aku menunggu waktu untuk menikahimu setelah kamu mendapat pekerjaan bagus, aku rasa kamu sedang berusaha menyiksaku.."
" Tap-tapi.. Jian.. Maksud aku.."
" Kamu hanya ingin membuat aku membalas semua yang terjadi di masa lalu, ya.."
" Hemm.. Bagaimana kalau iya ?? Kamu sudah membuat aku menyia-nyiakan waktu selama tiga tahun untuk menunggumu bangun dari koma, kamu yang sudah membuat aku harus menikah dengan lelaki brengsek itu, dan pada akhirnya kamu yang membuat aku kehilangan kesucianku, bagaimana menurutmu kalau aku memang ingin membalas dendam ku ??" ( tersenyum smirk ).
" Hemm.. Kalau begitu lakukan saja.."
Yuna memiringkan senyumnya. Wajahnya mendadak berubah menjadi wanita liar yang tidak terkendali. Dia memutar posisi. Bangun dari duduknya, dan mendorong Jian sampai terduduk di kursinya. Dia menduduki pangkuan Jian yang terlihat begitu berharap itu. Wajahnya semakin garang. Yuna harus membalas dendam pada lelaki ini..
" Hemm... Wajahmu sangat manis saat dilihat dalam posisi ini.."
" Rupanya Mr Jianan baru sadar akan pesonaku.." ( membuka kancing kemeja Jian ).
" Matamu tidak bisa berbohong, kamu sangat berharap padaku kali ini.."
" Pagi ini, aku harus menghabisimu.."
Cup !!!
" Ummhh..."
__ADS_1
Yuna berhasil memainkan peran. Dia dengan sigap memimpin permainan dalam pelukan Jian sampai laki-laki itu tidak berdaya. Kecupan, dan keringat yang terus menetes ditubuh mereka berdua membuat pagi itu terasa panas. Sekali lagi, mereka melalui pagi yang sangat indah.
" Ini sarapan yang kamu mau, kan, Jian.."