
Dia menangis, dan menangis lagi.. hati dan pikirannya begitu kacau.. tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain meratapi kehancuran dengan duduk berdiam sendiri di dalam kamar. Teringat ucapan kedua orang tuanya saat itu, tepat di hari ulang tahun Almira, dia mendengar kedua orang tuanya sedang asik berbincang dengan Yuna dan juga Jian..
" Jian, bisakah membantu keuangan perusahaan ayah mertua kamu ini ?? Akhir-akhir ini keadaan perusahaan sedang tidak baik, butuh investor baru untuk melanjutkan pembangunan yang terbengkalai itu.."
" Baiklah, berapa yang ayah mertua butuhkan ??" ( santai ).
" Tidak, biar aku saja yang membantu keuangan perusahaan ayah, aku pikir jika menggunakan uang Jian, maka tidak ada gunanya aku sebagai anak kalian, apalagi yang itu untuk pembangunan, mana bisa menggunakan uang Jian saja.."
" Baiklah, kalau begitu, kami berdua akan menjadi investor di perusahaan ayah, bagaimana menurut Yunaku ??"
" Kalau begitu, adil..."
" Waahh senangnya.. kalian memang sangat baik.."
...****************...
" Hari ini aku harus berangkat lebih awal, jadi tidak usah mengantarku ya.." ( sambil bersiap di depan cermin ).
" Hemm.." ( tersenyum di atas ranjang ).
" Kenapa kamu ?? Apa kau sedang sakit ??"
" Sepertinya.. aku butuh suatu kehangatan.."
" Kamu kedinginan ??"
" Iya, coba sini, periksa aku, apa aku demam atau tidak.."
" Coba aku periksa, kenapa bisa merasa dingin, padahal selimut sangat tebal, jangan-jangan kamu sakit.." ( mendekat ).
Yuna mencoba memeriksa suhu badan Jian, mulai dari kening, lalu leher..
" Kenapa tidak hangat ?? Kamu sedang membohongi aku rupanya.."
Hendak bangun..
Grep !!?
Tapi tangannya buru-buru di tangkap oleh Jian, dan membuatnya tidak bisa berkutik..
" Ah ?? Jian, kamu mau apa ??"
" Memakan kamu sampai habis.."
" Apa ??"
Cup !?
" Ugh.. Jian.. ini sudah siang, aku harus cepat pergi.."
" Aku akan minta pak Harry untuk menambah kecepatan.."
" Tapi Jian.. tadi malam kan sudah.."
" Jangan menolak !! Kalau tidak, mood ku akan berubah buruk sepanjang hari.."
Cup !?
" Ugh.. Jian..."
__ADS_1
...****************...
Yuna terlihat memperbaiki penampilannya sebelum masuk ke dalam perusahaan. Iya... dia sudah memiliki perusahaan sendiri, atas dedikasinya sendiri. Dia sudah menjadi wanita karir yang sukses untuk tahun ini. Dia bahkan bisa mengimbangi perusahaan milik tuan Lu Yuzeff yang berada di peringkat nomor dua setelah tuan Jianan, suaminya.. Dan sekarang, julukan CEO sudah begitu melekat dalam dirinya setiap hari, selama dua tahun terakhir..
" Selamat datang Nyonya Yuna.." ( semua pelayan menunduk ).
Tentu saja. Atasan memang selalu mendapat perlakuan seperti itu setiap kali melewati para pelayan. Dia sudah terbiasa..
" Nyonya, selamat datang.."
" Terima kasih Alson.. bagaimana kabar keuangan bulan ini ?? Aku dengar kita punya masalah kecil dalam keuangan kita.." ( Duduk ).
" Benar nyonya, tapi setelah kami menyelidiki, rupanya ada kesalahan dalam laporannya, dan sudah dipastikan lagi, kalau keuangan kita bulan ini malah naik tiga persen dari bulan sebelumnya.."
" Jadi begitu, ya.. aku pikir memang masalah besar..." ( Menerima beberapa berkas dari Alson ).
" Nyonya.. ada rapat dengan investor asing pagi ini, sekitar pukul sembilan pagi, apa nyonya ingat ??"
" Bukankah pagi ini aku juga harus bertemu dengan klien penting, ya ?? Apa waktunya bersamaan ??"
" Ah ?? Jadi begitu, ya.. kenapa aku yang lupa ?? Kalau begitu, aku akan minta pihak investor untuk mengatur jadwal lagi, maaf sekali nyonya.."
" Tidak masalah, atur saja semuanya, sore ini kosongkan jadwal, aku harus bersiap untuk ulang tahun perusahaan suamiku, jadi jangan terima jadwal apapun setelah jam tiga sore.."
" Baik, nyonya, saya mengerti.." ( tersenyum ), " kalau begitu saya permisi dulu, nyonya.."
Alson pergi meninggalkan ruangan Yuna dan bertemu dengan seseorang, Alishia..
" Halo, nona.." ( senyum canggung ).
" Ah, hai.. " ( melambaikan tangan ).
" Seperti yang kamu lihat, aku sangat baik, apa kakak ipar sudah datang ??"
" Iya, dia sudah datang.."
" Baiklah, kalau begitu, aku pergi, ya.."
" Silahkan.." ( memberi jalan ).
Alson terus memandangi gadis itu berjalan, sampai akhirnya masuk ke dalam ruangan Yuna.. Arkh !! Baginya.. nona yang satu ini benar-benar cantik, bahkan sangat cantik. Hahh.. sayang.. perbedaan kasta membuat dia harus menutup semua impiannya. Andai saja dia orang kaya..
" Halo, kakak ipar.."
" Iya, Alishia... kenapa ??"
" Kenapa ?? Kakak sudah memintaku untuk menemani kamu menemui klien penting hari ini, apa kakak tidak ingat ??"
" Hahaha.. begitu, ya.. mendadak aku lupa.. baiklah, kalau begitu, kita pergi setengah jam lagi.."
" Mau kopi dulu ?? Aku yang traktir.."
" Baik, sambil menunggu waktu, kenapa tidak.."
" Ayo.."
Yuna beranjak dari kursinya usai adik iparnya mengajak dia untuk menikmati kopi. Tentu saja dia mau..
" Kakak ipar, aku ingin mengenalkan seseorang padamu, tapi aku tidak tahu apakah kamu akan menyetujui kami atau tidak.." ( terus berjalan ).
__ADS_1
" Memangnya siapa ??"
" Kabarnya dia akan datang hari ini, tapi tidak tahu juga apa hal itu memang benar.."
" Kamu ini bagaimana si.. kamu seharusnya sudah bicara dulu dengan dia, jangan hanya mendengar kabar saja.."
" Iya, aku akan coba hubungi dia nanti, katanya si, dia juga harus mengurus pekerjaan disini, jadi sekalian menemuiku, tapi dia belum juga mengabari aku sampai sekarang.."
" Yang pasti, jangan bawa pria macam-macam ke rumah kamu, itu hanya saran.."
" Iya, kakak.. terima kasih sarannya.."
" Nyonya, tunggu sebentar.." ( Alson mencegat ).
" Kenapa Alson ??"
" Lihatlah berita ini, kabarnya tuan Demy hari ini bebas.."
" Hahh... lalu apa hubungannya dengan kakak ipar ?? Sudahlah, jangan pusingkan hal ini lagi, ya.. kakak ipar, mari kita pergi minum kopi.."
" Baik.."
Yang disana terdiam, merasa diacuhkan..
...****************...
" Kamu mau kemana ??" ( menyeruput kopi ), " apa harus kerja lagi ??"
" Tidak, hari ini aku juga masih cuti, aku akan datang lagi ke dokter kandungan, siapa tahu ada jawaban mengenai kesulitan ku untuk hamil.."
" Apa ??" ( terkejut dan cemas yang bercampur menjadi satu ).
" Iya, memangnya kenapa ??"
" Bukan, bukan apa-apa, kamu kan sudah melakukan operasi pengangkatan miomi beberapa bulan yang lalu, tentu saja tidak akan begitu saja hamil, masih perlu waktu lagi.." ( meletakkan kopi ).
" Kamu kan dokter, kenapa tidak mencoba membuat aku hamil lebih cepat.."
" Aku kan sudah berusaha.."
" Tapi nyatanya belum juga berhasil.." ( berdiri ), " aku tetap akan pergi.."
" Um.. hari ini, aku sedang cuti, aku mau mengajak kamu pergi jalan-jalan tadinya.."
" Undur saja untuk akhir pekan nanti, aku tidak bisa mengundur pemeriksaan hari ini.."
" Tapi, Hani.. aku juga ingin kita menikmati waktu berdua di pantai, sudah lama sekali.."
" Lalu bagaimana dengan ibu ??"
" Ada perawat yang siap menjaga ibu dua puluh empat jam, jadi jangan risau.."
" Tapi.."
" Ayolah Hani.. mau ya.."
" Hhh.. baiklah, aku akan periksa kesehatan lain kali saja.."
" Terima kasih sayangku.." ( bangun dan memeluk dari belakang ).
__ADS_1
' Maafkan aku sayang, aku masih belum siap membuka semua kebenaran kepadamu, aku hanya.. takut kamu akan semakin hancur.. Maafkan suami kamu ini, aku juga tidak tahu bagaimana kalau suatu hari nanti kamu akhirnya tahu.. "