Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Katakan Sekarang


__ADS_3

" Wah.. nona ini begitu cantik ya," ( mendekat ke arah Jian ), " sayang.." ( membelai Jian ).


" Kenapa Yunaku sayang ??"


" Aku sangat panas, bisakah minta tolong ambilkan aku kopi dengan es ??"


' Tapi tadi sepertinya sudah minum..'


" Baiklah, tunggu sebentar ya, Yunaku sayang.. aku akan mengambilnya untuk kamu.."


" Terima kasih.."


Jian pergi dari hadapan mereka berdua.


' Dia laki-laki yang penurut pada istrinya..'


" Kenapa ?? Anda kira dia belum punya istri ??"


" Memangnya apa yang anda pikirkan tentang saya ??" ( terlihat menantang ).


" Yang saya lihat ?? Benarkah !? Yang saya lihat adalah, kamu tertarik dengan suami orang, hati-hati ya, masih muda jangan sia-siakan diri sendiri untuk merebut suami orang, atau nanti.. akan malu sendiri.."


" Tanpa aku bergerak pun, kalau suami kamu yang tertarik padaku lebih dulu, kenapa tidak !?" ( percaya diri yang luar biasa ).


" Yakin !? Tidak malu pada istrinya yang jauh lebih unggul daripada kamu !? Ambil saja kalau kamu berkenan, lagipula.. itu tergantung suamiku mau atau tidak.." ( tersenyum sombong ).


Iya.. kalau di depan musuh memang harus seperti itu, jangan buat dia menindas kamu semaunya..


" Lihat saja, suami kamu.. harus jadi milik aku.."


" Cihh.. sayang !!!? Kemarilah.. ada yang ingin kamu berdua bicarakan denganmu.."


Jian terlihat mendekat..


" Iya, kenapa sayang !?"


" Wanita ini berpikir ingin memiliki kamu seutuhnya, bagaimana menurut kamu !?"


Yang di depan terlihat hampir menyembunyikan wajahnya.


" Ah !? Benarkah !?" ( memeluk dan mengusap rambut istrinya ), " sayang sekali, dalam seumur hidupku hanya mencintai satu wanita, yaitu Yunaku.."


Cup !?


Mengecup bibir dengan mesra.


Menurut kalian, apa yang dirasakan gadis bernama Yu Fei itu ?? Mungkinkah dia merasa kalah !? Atau mundur...


" Kenapa !? Kami memang sepasang suami istri yang menjadi idola orang banyak, karena kami saling setia.." ( mengejek ), " jadi kalaupun ada yang berniat menyentuh suamiku, dia akan mati duluan. Hahahaaa.." ( dengan bangganya ).


Semua orang menatap dengan sinis gadis itu dan mulai berprasangka buruk padanya..


' Sial !? Aku dibuat malu di depan semua orang.. mereka tidak tahu siapa aku.. lebih baik aku diam saja, dan pergi dari sini..'


" Nyonya besar, maaf sekali.. anda tidak bisa menuduh saya perebut suami orang seperti itu di depan umum.."


" Lalu maksud kamu tadi akan merebut suami saya, itu apa ??"


" Tadi.."


" Iya, kami pun mendengarnya.."


" Dasar wanita jal*ng umumnya memang seperti itu.."

__ADS_1


" Tidak tahu malu !?"


Yuna tersenyum puas melihat gadis itu terpojok.


" Mau bermain dengan nyonya besar, seharusnya siapkan mental baja dulu baru datang.."


" Siapa suruh telah membuat istriku marah, tanggung saja rasa malu kamu sendiri.."


" Hishh !!!?" ( marah yang bercampur malu ).


Maklum, anak muda memang belum stabil emosinya. Jadi, tidak perlu dibuat panjang. Satu sentakan saja rasanya sudah lebih dari cukup.


" Kalian sudah membuat aku malu di depan umum, lain kali.. aku pasti akan membalas kalian.."


" Aku tunggu kabar darimu, ya.. anak kecil.."


Gadis itu pergi dari sana dengan perasaan yang berkecamuk dalam dadanya. Berusaha mencari seorang ayah untuk anak yang dia kandung, dan saat menemukan seseorang yang tepat, ternyata malah sudah punya istri. Sial sekali nasib dia !?


" Apa sudah puas ?! Mempermalukan bocah ingusan di muka umum !?" ( tersenyum ).


" Sudah, terima kasih sudah membelaku.."


" Ah ?! Kenapa harus berterima kasih !? Kamu wanita yang aku cintai, mana mungkin aku membela orang lain.."


" Iya, aku tahu.."


" Bagaimana dengan minuman kamu ??"


" Kalau saja datangnya tadi saat dia mengatakan ingin mengambil kamu dariku, aku pasti akan menyiram kopi dan es di wajahnya, hitung-hitung bisa membuat emosinya mereda untuk sesaat.."


" Ah, kamu bisa saja.. ayo kita pulang, acara romantis kita berdua jadi gagal lagi, padahal aku sengaja memberi kamu kejutan dua kali, supaya kamu senang, tapi ternyata bocah itu sudah mengacaukan rencanaku.."


" Romantisnya malam ini saja.. kebetulan Shi Yuan juga ingin punya adik !??" ( terkekeh ).


" Apa kamu serius !?"


" Ah !?" ( kacau ).


" Sudahlah.. ayo kita kembali ke kantorku.."


" Baik.."


...****************...


" Bagaimana ? Apa kamu suka !?"


" Tentu saja, ini liburan pertama kita setelah beberapa tahun bukan.. biasanya kita hanya akan pergi ke Mall atau makan diluar untuk akhir pekan, tidak disangka mendadak kamu mengajak aku pergi ke pantai.."


" Kamu mau naik kapal !?"


" Tidak.. aku tidak mau.. nikmati suasana di pinggir pantai saja, rasanya lebih nyaman.."


" Baik.." ( menatapi istrinya dengan tatapan tidak enak ), " Hani.."


" Ya !?" ( menoleh ).


" Apa kamu marah jika suatu hari nanti aku berbohong padamu !?"


" Ah !? Marah !? Kamu sering berbohong padaku, katanya mau pulang cepat, tapi nyatanya selalu terlambat pulang. Apalagi kalau soal baju, kamu kira aku tidak tahu kalau kamu selalu menyembunyikan baju yang kotor di bawah tempat tidur !? Dan kamu bilang, baju itu masih bersih.. apa itu tidak sama dengan berbohong !?"


" Hehh.." ( terkekeh ).


Tidak sanggup bicara lagi..

__ADS_1


" Maafkan aku yang selalu membuat kamu dalam keadaan sulit."


" Tidak, aku tidak merasa begitu.. Aku merasa menjadi wanita yang berharga saat harus merawat ibu mertua yang sakit, dan suami yang jorok seperti kamu, mungkin Tuhan tahu kalau aku lebih sanggup dari dugaanku.."


" Kamu benar, kamu benar-benar wanita yang hebat. Akulah yang tidak mampu membuat kamu senang, tolong maafkan aku ya.."


Cup !?


Mencium punggung tangan Hani.


" Ada yang ingin aku tanyakan padamu.."


" Apa !?"


Wajah mereka mulai serius.


" Jujur saja, aku hanya ingin bertanya, tidak mau dilebih-lebihkan.."


" Tanyakan saja.."


" Aku tidak pernah datang bulan lagi semenjak melakukan operasi itu.. apakah menurut kamu aku masih bisa hamil !?"


Azof memalingkan muka. Sedih sekali rasanya saat dihadapkan pertanyaan seperti ini. Hancurlah sudah. Dia tidak bisa berkutik. Kebohongan apalagi yang harus dia lakukan demi menutupi kebohongan yang lalu !? Entahlah.. rasanya benar-benar sedih..


" Azof !? Coba jawab aku !!"


" Hani.."


Hani terlihat menunggu jawaban dari suaminya dengan serius.


" Apa kamu akan meninggalkan aku saat mengetahui aku berbohong !?"


" Jika kamu takut aku tinggalkan, maka jangan pernah berbohong padaku, aku lebih sakit saat kamu bohongi dibandingkan mendengar kenyataan yang sangat pahit.."


" Kamu janji tidak akan marah !?"


" Aku dengarkan dulu penjelasan dari kamu.."


" Hani.."


Hani lagi-lagi harus setia menunggu Azof siap menjawab pertanyaan.


" Aku tidak bisa mengatakan semuanya sekarang, tunggulah waktu yang tepat.."


" Aku tahu apa yang kamu pikirkan.."


Azof menoleh..


" Kamu hanya tidak mau aku mendengar semua kenyataan.. jika kamu tidak mau memberitahu aku, aku akan cari tahu sendiri saja.." ( mencoba bangun ).


Grep.


" Tunggu dulu, aku akan bicara.."


Hani berbalik ke tempat semula, dan duduk lagi seperti semula.


" Katakan !?"


" Hani.. kamu.."


" Katakan Azof.. Jangan bertele-tele, aku tidak suka !!??"


Untuk pertama kalinya, dia melihat tatapan mata Hani yang begitu ganas.

__ADS_1


" Baik, aku akan katakan." ( menunduk ), " kamu.." ( mencoba yakin ), " tidak bisa hamil lagi.." ( menoleh menatapi wajah Hani ).


Deg !?


__ADS_2