
" Ikat dia !! jangan sampai berulah !!!"
Drrrttt Drrrttt..
Bip !?
" Hallo,.."
" Kamu punya tawanan yang bagus.."
" Siapa ini ??"
" Aku tahu kamu sedang mengalami jeratan hutang yang sangat besar, mau aku bantu ??"
" Katakan dulu siapa kamu !!"
" Aku, orang yang menginginkan Jian juga, jika kamu bersedia menahan gadis itu lebih lama lagi, mungkin aku bisa memberimu tiga triliyun untuk sewa para pengawal dan gedungnya, tempat penahanan itu terlalu sederhana untuk seseorang yang ambisius seperti Jian, bagaimana ??"
Berpikir..
" Kalau begitu, kita sepakat, aku akan menahan gadis ini di tempat kamu, dan menerima uang itu, sementara kamu akan mendapat apa yang kamu mau.."
" Bagus, aku akan kirim lokasinya sekarang, segera pindahkan gadis itu ke tempatku.."
" Baik.."
...****************...
Wosh !!!?
Pesawat akhirnya berhasil lepas landas dari bandara dan meninggalkan kota K dan juga Yuna. Dia menyandarkan tubuhnya sembari sesekali berpikir bagaimana caranya untuk menyelamatkan adiknya, Alishia..
Hhhh... rasanya masalah ini agak terlalu berat, bukan karena apa, Fu Xuelan terkenal punya kekuatan yang cukup besar dalam benteng pertahanan, sedangkan Jian, dia memang belum cukup mampu untuk menghadapi pria itu sekarang. Entahlah, mungkin beberapa personel bisa membuat dia berhasil merebut adiknya kembali.
Sekitar pukul 16.08.
Dia akhirnya telah sampai di bandara kota M. Iya, bandara yang dia pijaki terakhir kali beberapa tahun yang lalu saat menyelamatkan Yuna dari kekangan pria yang tak lain adalah Demy. Dan sekarang, dia tidak menyangka kalau dia akan kembali ke sini lagi dengan permasalahan yang sama.
" Sudah siapkan rumah ??" ( sambil berjalan ).
" Rumah lama tuan, hanya perlu di bersihkan, kamu sudah membawa beberapa pelayan yang siap melayani anda beberapa hari ke depan.."
" Bagus, sudah bisa melacak tempat yang gadis itu maksud ??"
" Kami menemukan kembali sinyal yang menerima panggilan dari tuan Fu Xuelan, tapi tuan, menurut saya, di belakang semua ini bukanlah sebuah hal yang mudah, mungkin saja Fu Xuelan juga mendapat perintah dari seseorang.."
__ADS_1
" Seseorang siapa yang kamu maksud ??"
" Entahlah, saat kami mencari keberadaan sinyal tersebut, entah kebetulan atau tidak, tapi sinyal itu mengarah ke arah rumah tuan Demy.."
" Apa ??" ( agak terkejut mendengarnya ), " mana mungkin ??"
" Tuan Demy di kabarkan sudah berhasil keluar dari penjara beberapa bulan yang lalu, dan nyonya Yuna pun sudah mengetahuinya.."
" Nyonya sudah tahu ?? Dia tidak begitu mementingkan hal tersebut, mungkin itu alasan dia tidak bicara padaku.."
" Iya, mungkin saja, setahuku, nyonya tidak pernah peduli hal-hal seperti itu lagi sejak bersama dengan tuan kembali.."
Seseorang membukakan pintu, dan kemudian mempersilahkan Jian untuk masuk ke dalam mobil.
Jian memasuki mobil tersebut dengan di susul satu pengawalnya di depan. Sopirnya masih sama, Shizin yang selalu setia. Kalau mau tahu, pengawal yang beberapa tahun ini bersama Jian, yang menemani dan selalu menjadi suruhan Jian yang terpercaya itu namanya Kim. Iya.. pria itu yang senantiasa menemani Jian sejak awal berkarir sampai dia menjadi seperti sekarang.
" Lalu bagaimana dengan personel kita ??"
" Untungnya mereka semua sudah di latih secara khusus selama ini, oleh James, jadi sekarang, kalau untuk menghadapi musuh seperti Fu Xuelan pun, rasanya akan lebih mudah.."
" Berarti kita hanya tinggal menyusun rencana untuk menyergap saja begitu ?? Apa sudah di pastikan kalau Alishia benar di gedung milik Fu Xuelan.."
" Tidak tuan, sepertinya tidak seperti dugaan kita sebelumnya, pria itu, membawa nona Alishia ke sebuah tempat yang sudah di pastikan bukan milik tuan Fu Xuelan.."
" Aku sudah menyangka kalau penculikan ini bukanlah hal yang bisa di permainkan.. aku ingin tahu siapa yang menjadi dalang di balik penculikan ini, dan siapa yang sudah menerima sinyal Fu Xuelan itu, jika benar sinyal itu dari rumah tuan Demy, maka kemungkinan besar, Demy juga terlibat dalam penculikan ini.."
...****************...
Suara derap langkah kaki itu terdengar semakin lama semakin jelas. Alishia yang sedari tadi hanya bisa menutup mata saja karena terlalu lelah selama enam hari di ikat sampai hampir mati, dan sekarang, dia bahkan hanya terlihat samar saja meskipun mencoba membuka matanya lebih jelas.
Dia melihat seseorang dengan langkah yang santai tengah berjalan mendekati dirinya, yang tergeletak di atas lantai, dengan tangan kaki di ikat, dan mulut yang di bekap. Mata yang samar membuat dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang tengah berjalan di sana.
Pria itu kemudian berjongkok.
" Masih ingat denganku, Alishia ??"
Alishia hanya terdiam lemah. Dia tidak bisa mengenali suara yang begitu familiar itu di telinganya. Iya.. meskipun familiar, tapi suara itu, mengapa tidak bisa dia ingat siapa pemiliknya ?? Mungkinkah orang ini pernah begitu dekat dengannya ??
" Jika kamu tidak ingat, aku akan membuat kamu kembali mengingat siapa aku.."
Pria itu memegang dagu si gadis dan melihat wajahnya yang pucat dan penuh keringat dingin. Selain kekurangan oksigen, dia juga kekurangan makanan. Fu Xuelan bukan hanya menculiknya, tapi dia bahkan begitu pelit soal makanan. Apa semua penculik memang seperti itu ??
" Aku adalah.."
" Tuan ?? Apa mau makan sesuatu dulu ?? Biarkan aku yang menjaganya.."
__ADS_1
Pria di depan Alishia itu hanya menyunggingkan senyum kekesalannya sedikit. Dia akhirnya bangkit dan pergi meninggalkan Alishia dan pria itu..
" Jangan kacaukan rencanaku, Fu Xuelan.."
" Tenang saja, gedung ini begitu sulit di temukan, dan para personel ku, mereka terkenal sangat sulit untuk di taklukkan, dengan kekuatan yang di satukan seperti ini, jika tidak bertaruh nyawa, maka Jian tidak akan bisa masuk.." ( tersenyum smirk ).
" Aku serahkan padamu, selanjutnya, aku akan berterima kasih jika rencana ini berhasil.. mungkin aku bisa memberi kamu, semua yang kamu inginkan..."
Puk puk !!
Menepuk pundak Fu Xuelan dan beranjak pergi dari sana.
' Siapa pria itu ?? Apa aku pernah mengenal dia ??'
...****************...
" Bagaimana menurut tuan ?? Apa ada lagi yang kurang ??"
" Tidak !! Ini sudah cukup bagus !! Kita akan mulai bergerak nanti malam, cukup sediakan senj*ta terbaik untukku.."
" Tentu saja, selain yang itu, apa lagi yang tuan banggakan.."
...****************...
" Tidak mau.. tidak mau, aku mau sama ayah.. Huhuhu.... ibu, ayah meninggalkan aku ibu.. ayah pergi tanpa pamit dulu dengan Shi Yuan..." ( memeluk ibunya ).
Para suster yang menjaga anak ini hanya saling terdiam kebingungan. Mereka tidak punya keberanian untuk menghela tangisan pria kecil yang begitu berisik ini. Selain ibunya, memang tidak ada yang bisa.
" Cup cup !! Sayang.. jangan menangis, ya.. ibu tahu, kamu ingin ikut, tapi ayah kamu tidak pergi untuk jalan-jalan, dia sedang mengurus suatu hal yang penting, jadi tolong, ya.. diamlah, dan masuk ke kamar kamu.."
" Apa ayah akan kembali ??"
" Tentu saja, kenapa tidak, sekarang tidurlah, ibu akan menyusul nanti.."
" Baik ibu.." ( anak penurut ).
Shi Yuan bergerak menuju kamarnya dengan di antar secara khusus oleh beberapa suster.
Sekarang tinggal Yuna yang cemas. Suaminya tidak menghubungi sama sekali sejak pergi siang tadi. Dan ini sudah hampir pukul delapan malam. Sebenarnya kemana dia pergi ??
Drrrttt Drrrttt..
Bip !
" Hallo.."
__ADS_1
Dari kakak ipar..
" Apa ??" ( wajah terkejut ).