Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
Publish


__ADS_3

Suasana hati vano hari ini sedang berbunga-bunga. Bunga-bunga nya berwarna merah kuning hijau. Begitulah kira-kira gambaran perasaan vano saat ini.


Tampak di depan cermin Vano berputar ke kiri dan kanan, memastikan kembali bahwa penampilannya sudah tidak kurang apapun lagi. Vano sedang menatap puas akan penampilannya. Setelah yakin lalu vano mengambil kunci mobil dan handphone miliknya dari atas meja dan kemudian meninggal kamarnya untuk berpamitan pada mama nya.


Hari ini adalah kencan pertama vano dan rara. Walaupun sebenarnya setiap hari mereka masih pulang dan pergi bersama namun itu masih berasa seperti rutinitas buat mereka berdua. Karena tak ada hal yang special yang bisa


mereka bicarakan dan lakukan saat bersama.  Itu dikarenakan sejak kecelakaan terjadi vano harus bepergian dengan supir. Mama nya sangat protektif tentang vano saat berkendara sendiri.


“Mama, Vano jalan dulu ya?” pamit vano pada mamanya sambil memeluk dan mecium pipi sang ibu yang sangat disayanginya itu.


“Vano mau kemana saying?” tanya mamanya bingung.


Karena tadi siang anaknya pulang kerja lebih cepat dari biasanya dan sekarang sudah akan pergi lagi. Bu Maria mentap lekat pada penampilan anaknya yang sangat rapi dan casual.


“Vano mana pak didi?” apa kamu mau nyetir sendiri? Tanya bu Maria lagi menatap penuh tanya pada vano.


Vano duduk disamping ibunya sambil menggenggam tangan ibunya.


“Mama, pak didi tadi udah vano suruh pulang, kan vano udah pulang kerja. Jadi pak didi juga udah boleh pulang dong ma”


“Vano ada janji sore ini, vano akan nyetir sendiri, mama ga usah khawatir. Vano akan lebih hati-hati” jelas vano pada bu Maria


“Vano ada janji sama siapa? Tumben nih..”


“Janji sama seorang gadis ma. Makanya vano gam au ada pak didi. Ntar dikira pak didi jadi pawing nyamuk” hahahaha. Vano tertawa kecil menggoda ibunya.

__ADS_1


Bu Maria memandangi anaknya dengan mata membulat tak percaya. “Gadis Siapa maksud vano? Kok ngga dikenalin ke Mama.


“Ahhhh. Mama pura-pura ngga tau aja, atau memang ngga tau?” selidik vano.


“Mama serius nih van”


“Mama…. Nih vano kasi tau ya. Vano sore ini ada janji kencan dengan rara. Mama ga marah kan ma?”


Bu Maria tampak terkejut namun senang. Tak menyangka hati putranya akan luluh juga pada gadis itu.


“Tentu tidak dong saying. Mama sangat senang. Jaga rara baik-baik nak, dia itu anak baik, orang tuanya jauh. Jangan bertingkah laku yang berlebihan. Hormati pendapat yang akan rara berikan saat kalian bersama.” “Jaga


rara seperti kamu menjaga kakakmu ya nak. Karena perempuan itu sebenarnya hatinya lemah dan lembut”


“Ya..ya..ya.. mulai deh mamaku yang cantik ini dengan petuahnya.” Sahut vano


“semester ini katanya rara kuliah hanya sampai jam tiga saja kalau hari sabtu ma. Trus kantor vano akan libur setiap sabtu mulai sekarang. Karyawan kantor juga senang kalau mereka libur hari sabtu, jadi ada waktu buat keluarga mereka”


Bu Maria tersenyum bahagia mendengar penjelasan vano. Akhirnya vano bisa lebih menghargai lagi para pekerja di perusahaannya.


“jalan dulu ya ma, sudah jam dua, ntar jam tiga rara udah pulang. Kasihan ntar kalau dia nungguin vano.”


“Ya. Hati-hati ya nak” peluk cium mama buat rara ya.


“Jadi boleh ma?? Lirik vano pada mama nya saat akan beranjak.

__ADS_1


“ga boleh, ga jadi peluk ciumnya. Sudah sana… dasar anak nakal”


“Hahaha.” Vano tertawa senang bisa menggoda dan membuat hati ibunya bahagia.


*****


“Rara, aku udah di parkiran ya. Aku tunggu disini saja, boleh kan?” vano mengirimkan pesan ke rara.


“ok mas. Kelas rara udah selesai kok. Ntar rara samperin ke situ saja” jawab rara


Vano sudah tiba di parkiran kampus rara. Vano keluar dari mobil untuk menghirup udara segar disekitar kampus. Dipandanginya sekitaran kampus itu dengan kagum. Suasana kampus yang cukup nyaman, jauh dari kebisingan


kota dan Universitas ini adalah yang terbaik di kota Jakarta.


Tak begitu lama tampak di kejauhan kekasih hatinya berjalan kearahnya. Rara berjalan dengan temannya. Yang satu perempuan dan satunya pria. Kedua orang itu kemudian melambaikan tangan ke rara sambil melirik vano saat rara akan menuju parkiran mobil, sementara mereka berdua kearah parkiran motor.  Ada sedikit tanya dalam hati Vano. Masih banyak hal yang belum diketahui Vano tentng gadisnya itu.


“Sudah lama mas?” tanya rara.


“Baru saja tadi pas chat kamu, masuklah kamu pasti lelah” jawab Vano.


Vano kemudian mengemudikan mobilnya ke tempat yang sudah direncanakannya.


*****


Trimakasih sudah setia membaca karya saya. Mohon maaf lama

__ADS_1


baru diupdate kembali, dikarenakan banyaknya acara keluarga. Semoga dapat


menghibur pembaca semua. Jangan lupa, like dan supportnya ya.


__ADS_2