
Alishia sedang mondar-mandir di depan kamar inap ibunya. Dia tahu ibunya pasti akan bertindak sesuai yang dia pikirkan. Meninggalkan Alishia dan lari mencari perhatian dari anaknya, Jian..
Sebelum ibunya melakukan hal bodoh itu, dia harus segera melakukan sesuatu untuk mencegahnya. Tapi rasanya kasihan juga pada Jian, meskipun sebelumnya dia sangat mencintai Jian, tapi setelah mendengar pernyataan kalau Jian adalah kakak kandungnya, mendadak dia merasa senang. Apa ini perasaan yang aneh ??
Dia kembali ke tempat persembunyian semula kala mendengar langkah kaki seseorang yang sedang berusaha keluar dari ruang rawat. Dia bergegas berlari dan bersembunyi.
Kreakk..
Benar saja. Pria itu keluar dan membawa hasil tes DNA yang dimasukkan ke dalam tas besarnya. Sementara Alishia masih berpikir, bagaimana caranya memisahkan ibunya dari Jianan tanpa melukai siapapun.
" Memangnya bagaimana kabar kak Hannuri ya ?? Sepertinya sudah beberapa hari ini aku tidak dengar beritanya ?? Apa aku coba hubungi dia saja ??"
Alishia mengambil ponsel dan berusaha menghubungi kakak sepupunya, Hannuri. Tidak menyangka bukan, kalau dua jal*ng ini ternyata punya hubungan keluarga.
Ayah Hannuri, yaitu Tuan Rashis adalah kakak dari Tuan Zumi, suami Tiansha. Jadi masuknya, Hannuri dan Alishia adalah saudara sepupu. Benar kan ??
Beberapa kali dia mencoba menghubungi, tapi selalu gagal.
" Arkh !! sebenarnya dia ini kemana ??"
Wajahnya begitu kesal dan bercampur dengan rasa cemas. Cemas karena dia juga berpikir ibunya pasti suatu hari akan meninggalkan dia dan akan lebih memilih Jian daripada dirinya. Menyedihkan bukan ??
Tapi jika dilihat-lihat, bukankah tuan Jianan selalu bersikap acuh pada keluarga ?? Terutama Alishia dan ibunya... Apa mungkin sebenarnya Jian tahu kalau Tiansha adalah ibu kandungnya selama ini. Dan karena itulah, saat malam dia makan bersama di rumah Alishia...
' Aku punya seorang ibu yang tidak bisa aku banggakan..'
Apa ??
Mata Alishia membulat sempurna. Disertai gemetar dan jantung yang berdegup kencang luar biasa. Ini adalah sebuah jebakan dari Jian untuk balas dendam.
Proyek ibu yang kemarin gagal..
Memberikan perusahaan ayah yang nilainya melebihi tujuh ratus triliyun..
Yang menyebabkan keluarga mereka bangkrut .
Ini karena ulah Jian..
Jian yang melakukannya..
Untuk membalas dendam..
Pikirannya mendadak tersadar. Rupanya selama ini, mengapa mereka cukup percaya kepada Jian adalah.. Karena wajah itu selalu menyembunyikan kebenarannya..
' Ternyata dia pria yang busuk..'
Mendadak wajah itu semakin merah padam. Wajah itu menjadi pemarah dan pendendam hanya dalam waktu beberapa detik.
Dia tahu, ibunya sekarang pasti hanya ingin kembali kepada Jian dan hidup bersama anaknya yang hilang. Tapi sebelum itu terjadi, dia harus mengungkap semua kejahatan Jian di depan ibunya dan semua orang supaya nanti ibunya bisa berpaling dari Jian, dan akhirnya hanya ada satu orang anak, yaitu Alishia. Seutuhnya..
.....
" Sudah selesai bekerja, ya ? Makanya pergi menemui aku di kantor.." ( memeluk dari belakang ).
__ADS_1
" Iya, aku bawakan makanan untuk kamu, kita makan, ya.."
" Wahh.. Calon istriku ini sungguh wanita yang sangat baik.." ( melepas pelukan ).
Beralih memeluk dari depan.
" Aku merindukan kamu.. Sudah beberapa hari semenjak kamu bekerja, tidak pernah bersama lagi, kamu hanya menengokku saat selesai bekerja, dan setelah itu, kamu pulang ke rumah kakak kamu.. Rindu aku tidak ??"
" Kamu harus menahannya.. Ini hanya sebentar saja, jadi jangan cemas ya.."
" Hhh.. kapan waktu tiga Minggu itu akan berakhir ?? Aku ingin segera melakukan malam pertama dengan kamu.."
" Malam pertama ?? Bukankah malam pertama kita itu dulu, sewaktu hendak pergi meninggalkan kota ??"
" Ah ?? Iya juga si.."
" Jujur saja.. Jian.. pernikahan kita ini hanya untuk mengikat cinta kita, kalau untuk malam pertama, kita bahkan sudah berkali-kali melakukannya.. ya sudah.. bicara apa si kita.. Ayo kita makan saja."
" Baik. Suapi aku ya ??"
Mereka duduk di sofa dalam ruangan Jian, dan makan dengan lahapnya.
" Um. Masakan Yunaku semakin enak. Setelah kita menikah nanti, bagaimana kalau kita membagi tugas ?"
" Tugas apa ??"
" Tugas memasak.." ( memangku Yuna ).
" Tidak masalah.. Kita kan suami istri.."
" Calon.."
" Iya.. aku tahu.. Soal pembagian tugas itu, bagaimana kalau kamu menyiapkan sarapan pagi saja, sedangkan aku menyiapkan makanan setelah kita sama-sama sudah pulang bekerja.."
" Kita lihat saja nanti siapa yang paling malas meyiapkan makanan, dan siapa yang masakannya paling tidak enak, harus membawa makan diluar. Bagaimana ??"
" Oke, kita sepakat."
" Makan dulu.. Aaaaaa..."
Jian membuka mulut dan dimasukkanlah satu sendok makanan oleh Yuna..
Nyam nyam..
Disuapi calon istri rasanya enak sekali..
" Yuna, hari itu aku hendak mengajak kamu untuk melihat restoran milik kamu.. Tapi kamu malah tidak jadi melihatnya karena kamu sudah tertidur di dalam mobil. Hari ini aku akan membawa kamu ke tempat itu lagi.."
" Apa kamu serius memberikan restoran kepadaku ??"
" Sudah pasti. Memangnya kenapa ??"
" Bukankah kamu akan memberikannya suatu hari nanti, itupun setelah kita sudah melewati pernikahan cukup lama. Untuk saat ini, aku ingin fokus bekerja dulu di perusahaan tuan Lu.."
__ADS_1
" Restoran itu sudah ada yang mengurus. Kamu hanya tinggal duduk diam menunggu gajinya saja. Tidak terlalu berat kan ?"
" Tapi Jian.."
" Aku sudah merubah nama kamu sebagai pemilik restoran tersebut. Jangan menolaknya ya.."
" Tapi aku merasa tidak pantas.."
" Ayolah Yuna.. Kamu berhak menikmati hasil kerjaku juga.."
Tok tok tok..
" Mengganggu waktu kita saja.." ( kesal ), " aku sedang tidak mau diganggu.."
" Tuan ada seorang nona yang ingin menemui tuan secara pribadi.."
" Secara pribadi ?? Siapa dia ??"
" Buka pintunya dulu, siapa tahu hal penting.." ( bangun dari pangkuan ).
" Baiklah.." ( membenarkan jas ), " masuk.."
Cklek.
Wanita itu yang datang..
" Alishia.."
" Iya. Aku yang datang.."
" Kenapa datang ke kantorku. Ada hal apa ??"
" Masih bertanya .. kamu yang sudah membuat ibuku bangkrut mati-matian.. Dan kamu yang sudah membuat ibu masuk rumah sakit.."
" Hhh.. apa menurut nona ini kesalahan saya ?? Saya berhak membatalkan proyek itu karena nyonya Tiansha sudah melanggar aturan kontrak kerja sama. Dan soal rumah sakit itu.. Saya benar-benar tidak tahu.."
" Dasar anak durhaka !!!!"
" Apa ??"
" Alishia.." ( Yuna ikut terkejut ).
" Hehhh.. Masih mau mengelak ?? Kamu pikir aku tidak tahu ?? Anak yang ditinggalkan oleh seorang ibu yang tidak bisa dibanggakan !! Dia itu ibu kamu Jian !!"
" Kamu salah.. Dia bukan ibuku.." ( memalingkan muka ).
" Mau bagaimanapun kamu menentang, kamu tetap anaknya. Kamu jangan kurang ajar.."
" Akan lebih baik kalau aku tidak pernah mengenal wanita itu.. Dia sudah menggores luka dalam seumur hidup.. Hh.. dia seorang ibu yang mengecewakan.."
" Jian.." ( menenangkan ).
" Dia sangat menginginkan anak yang hilang itu kembali. Dan mungkin, kamu bahkan tidak punya pikiran semacam itu. Tapi aku beri kamu saran, jika kamu memang tidak mau berbakti pada ibu kamu, maka tinggalkan dia jauh-jauh, dan biarkan kami hidup bahagia.."
__ADS_1