
" Tidak !!!!!!"
Sang pelayan jatuh dalam pelukannya.
" Awas !! Ada pembunuhan !!" ( Seseorang berteriak mengejutkan para penumpang ).
" Apa ??"
" Pembunuhan ??"
" Aaaa ??"
Semua orang terlihat panik disana, mendengar kabar mengejutkan itu. Semuanya berusaha meringkuk dan melindungi diri.
" Kenapa pembunuh ini dibiarkan masuk begitu saja ??"
" Bagiamana sistem keamanannya ??"
" Ini sangat mengancam keselamatan kami semua.."
" Iya benar.."
Semua orang malah menyalahkan para petugas, membuat suasana semakin ricuh.
" Maaf atas ketidaknyamanan ini.. Kami akan berusaha menstabilkan situasi.." ( Ucap seorang pramugari disana ).
Seorang pramugari datang menyusul temannya ke lokasi dengan wajah takut.
" Tenang semuanya.. Tenang.. Pelaku sudah berhasil ditangkap !! Kalian sudah bisa tenang sekarang.."
Seorang pramugari lainnya terlihat berjalan menuju tempat pilot, dan memberi kabar ada kecelakaan kecil di dalam pesawat.
" Apa ?? Segera tangani !!"
" Kenapa pisauku tidak mengenai kamu !!!"
" Kau berani membuat onar dalam pesawat !!"
Mereka berhasil menangkap Rumi, dan mengamankannya disana..
Seluruh penumpang berteriak histeris melihat kejadian percobaan pembunuhan dalam pesawat.
" Kenapa wanita ini selamat dari maut ?? Awas saja kau !!! Aku tidak akan pernah melepaskanmu !!!!"
Dua pria itu melaraknya dan mencoba menahan wanita itu dalam tangan mereka.
" Yuna, karena kamu, anakku dipenjara !!! Kau dan Jian sudah menghancurkan hidupnya !!! Kau harus membayar perbuatanmu !!!! Kau dan Jian harus membayarnya !!!!"
" Ah ? Aku ? Anakmu ??" ( Tanyanya lirih ).
" Tutup mulutmu !!!" ( Sentak salah satu pria ).
" Lepas !! Lepaskan aku !!!"
Yuna mengalihkan perhatiannya. Dia mencoba membangunkan pelayannya ditengah kerumunan.
" Tolong dia !!"
" Apa ada dokter dalam pesawat ini ???" Tanya seorang pramugari.
Seseorang mengangkat tangannya..
" Saya.."
Semua orang menoleh, menatapi pemuda tampan berkulit putih, dan berambut pirang.
" Anda.."
" Saya akan berusaha menanganinya.."
" Kalau begitu, terima kasih.."
" Siapkan seluruh peralatan !! Kita akan mengadakan operasi dadakan dalam pesawat !!" ( Memerintah pada seorang bawahannya ).
" Baik, dokter.."
" Sekali lagi terima kasih.. Anda sudah mau menolongnya.."
" Tidak perlu begitu, ini sudah menjadi tugasku.."
Semua peralatan dipersiapkan. Sekitar satu setengah jam operasi itu berlangsung. Dan selama itu pula Yuna selalu berpikir keras tentang ucapan wanita tadi. Dia mencoba mengingat-ingat siapa tahu dia pernah bertemu dengannya sebelumnya. Arkh !! Memang tidak pernah !! Dia baru menjumpai wanita itu disini, lalu siapa dia ?? Siapa anak yang dia maksud ?? Dan dia juga mengatakan Jian.. Apa ini juga ada hubungannya dengan Jian ?? Dan dua pengawal itu... Apa mereka ??
Yuna menatap dua pengawal itu dengan jutaan tanya dalam benaknya.
' Mereka dengan sigap menangkap wanita itu.. Apa mereka sudah memperhatikan kami sebelumnya ?? Atau jangan-jangan.. Mereka orang suruhan Jian.. Arkh !! Kau terlalu jauh berpikir. Kenapa pula Jian mengirim pengawal untuk mengawasiku .. Yang benar saja..'
Yuna membuyarkan lamunannya.
" Operasi sudah selesai.."
Dokter tampan itu berkata pada Yuna beberapa menit kemudian.
" Sudah selesai, ya.. Bagaimana keadaannya ??"
" Untung saja lukanya tidak cukup serius, tapi dia juga tetap harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit.."
" Baiklah.. Aku akan membawanya ke Rumah Sakit nanti.. Terima kasih atas pertolongan anda, dokter.."
" Tidak apa-apa.. Untung saja aku selalu siaga membawa peralatan saat melakukan penerbangan.."
" Iya.. Kami sudah berhutang Budi padamu.."
" Ayolah.. ini hanya pertolongan kecil saja.." ( Mengulurkan tangan ), " namaku Alta.. mau berkenalan denganku ??"
" Ah ?! Namaku, Yuna.." ( menyalami ).
" Kalau begitu salam kenal saja dariku.."
__ADS_1
" Iya, dokter.."
.........
Mereka semua turun dari dalam pesawat dengan wajah tegang dan takut. Insiden mengejutkan ini berhasil membuat semua orang bergidik. Untung saja ada seorang dokter dalam penerbangan itu. Jika tidak, pasti pelayan Yuna tidak akan selamat.
Beberapa petugas terlihat membawa pelayan Yuna menuju ambulan. Yuna juga ikut serta di dalam Ambulan tersebut.
" Cepat bawa dia ke kepolisian !!"
Samar-samar dia mendengar seseorang berteriak diiringi suara wanita itu berusaha melepaskan diri. Tapi Yuna sudah tidak peduli lagi. Yang terpenting sekarang adalah, mereka berdua sudah aman.
Ambulan melesat begitu jauh meninggalkan bandara, dan langsung saja menuju Rumah Sakit..
' Maaf Alson, aku akan pulang terlambat..'
Dia mengirimkan pesan singkat kepada Alson.
Tidak lama setelah itu, Alson menghubunginya. Sepertinya dia tahu Yuna sedang dalam masalah besar..
' Nona, kenapa Nona pulang terlambat ?? Apa ada yang mengganggu perjalanan Nona ??'
" Iya, Alson.. Ada insiden di dalam pesawat yang kami tumpangi. Dan pelayanku jadi korbannya.."
' Lalu, bagaimana kabarmu ?? Apa kau baik-baik saja ??'
" Tidak perlu cemas, kalau bukan karena pelayanku, mungkin aku sudah mati sekarang.."
' Syukurlah jika kau baik-baik saja.. Aku akan menyusulmu ke Rumah Sakit beberapa menit lagi..'
" Tidak perlu. Kau tetap disana untuk menjaga Demy.. Jangan tinggalkan dia sendirian.. Aku akan pulang setelah masalah selesai.."
' Baik, Nona.. Terserah padamu saja. Tapi aku tetap harus mengirim pengawal untuk menjagamu..'
" Baiklah.."
Yuna menutup pembicaraan.
Ambulan berhenti di sebuah Rumah Sakit. Dengan sigap mereka membawa pelayan Yuna ke dalam, dan langsung memberi perawatan disana. Meskipun luka tusuk itu sudah ditangani, tapi tetap saja pelayanan Rumah Sakit juga sangat dibutuhkan sekarang..
......
Percakapan lewat telepon..
" Mr.. Ada insiden yang dialami Nona Yuna di dalam pesawat.."
' Katakan padaku..'
" Rumi, wanita itu, berusaha mencelakai Nona Yuna dengan pisau.."
' Apa ?? Bagaimana keadaannya ??'
" Untunglah dia tidak apa-apa.. Tapi pelayannya yang terluka, karena berusaha menyelamatkan Nona Yuna.."
' Lalu apa yang kalian lakukan ?? Kenapa dia bisa mengalami insiden itu !!' ( Jian terdengar sangat marah ).
" Maaf, Mr.. Kami terlambat menyadarinya.. Tapi wanita itu sudah kami tangkap, dan kami serahkan kepada pihak berwajib.."
" Baik, Mr.."
Sambungan dimatikan..
.........
Beberapa saat kemudian..
Sang pelayan membuka matanya..
" Kau ?? Kau sudah bangun ??"
" No..na..."
" Sudahlah.. Istirahat saja dulu..Kau masih sangat lemah."
Pelayan wanita itu hanya mengangguk saja. Untunglah nyawanya selamat..
" Ada dokter dalam pesawat yang menolongmu.. Jika tidak, aku tidak akan tahu bagaimana nasibmu.. Maafkan aku.. Aku sudah membuatmu celaka.."
" Apa yang anda katakan ?? Lebih baik aku mati, daripada harus melihatmu menderita Nona.."
Yuna tersenyum mendengar perkataan dari pelayannya. Ia bahkan tidak menyangka pelayannya mau mengorbankan nyawa untuk dirinya..
" Apa kau belum pulang ??"
Yuna menggeleng saja.
" Bagaimana bisa ?? Kau harus pulang sekarang . Tuan Demy pasti sedang menunggumu.."
" Tapi.."
" Apa kau mengkhawatirkan aku, Nona ??"
" Tentu saja.."
" Jangan cemas !! Aku akan baik-baik saja disini.. Masalah dengan Tuan Demy harus segera kau selesaikan sekarang.."
" Apa kau yakin ??"
" Pergilah, Nona.."
Yuna tengah berpikir. Tapi dia juga harus mengetahui kondisi suaminya sekarang.
" Kalau begitu, aku akan pulang sekarang.. Para pengawalku akan menjagamu dua puluh empat jam.. Jika kau butuh sesuatu, katakan saja pada mereka.. Mereka akan segera membantumu.."
" Baiklah, kau jangan cemas.."
" Aku pergi.."
__ADS_1
Pelayan itu mengangguk padanya.
Yuna pergi meninggalkan Rumah Sakit itu secepat mungkin. Dia juga sangat mencemaskan keadaan suaminya sekarang. Semoga saja tidak terjadi apapun.
Dia memberhentikan taksi, dan memasukinya. Taksi melaju dengan kencang menuju kediamannya.
........
Dua puluh menit kemudian, Yuna akhirnya sampai juga..
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.57.
Cklek.
Dia membuka pintu rumahnya.
Dibelakang, dua pria membawa dua koper besar milinya dan pelayannya tadi.
" Nona, kau sudah tiba.."
Alson menyambutnya dari dalam..
" Iya, Alson.. Apa dia baik-baik saja ??"
" Iya, Nona.. Demamnya sudah agak turun.."
" Apa dia sudah minum obatnya ??"
" Sudah Nona.. Tapi dia tidak mau makan apapun.."
" Itu urusanku.. Aku akan membuat makanan untuknya.."
" Istirahatlah dulu, Nona.. Aku yang akan membantumu mengurusnya.."
" Baiklah, aku akan melihatnya dulu.."
" Dia dikamar atas.."
" Aku mengerti.."
Yuna berjalan menapaki tangga. Dengan perlahan, dia menuju kamarnya dengan Demy dengan agak cemas.
Kreakk..
Perlahan Yuna membuka pintu kamar. Dia berjalan mendekati ranjang. Demy sedang tertidur disana, dengan wajah yang begitu pucat. Kenapa dengan laki-laki ini ?? Apa yang sudah dua lakukan sampai seperti ini ??
Dia duduk disamping Demy..
Alson datang menyusulnya, lalu mengatakan sesuatu padanya..
" Nona, kami menemukannya sedang kehujanan di pinggir jalan.."
" Kenapa dia seperti itu ?"
" Dia berjalan sejak dari klub pribadinya.. Saya mengirim orang untuk mencari tahu apa yang terjadi.."
" Lalu apa yang mereka dapat ??"
" Dia bermain dengan teman-temannya.."
" Bermain ??"
" Dan mobilnya yang menjadi taruhan.."
" Apa ??"
" Iya, Nona.. Dia pulang dalam keadaan mabuk berat.. Dan kehujanan pula, karena itulah dia jadi jatuh sakit.."
" Kau memang sudah tidak waras !!"
Perasaannya sangat kacau. Antara marah, sedih, namun juga iba. Suaminya sudah menjadi sehancur ini rupanya.
" Aku akan membuatkan bubur untuknya.."
" Tidak perlu, Nona.. Biar aku saja yang membuatnya.. Anda tunggulah disini, Tuan Demy sangat membutuhkan kehadiran anda.."
" Baiklah."
Alson keluar dari sana, menuju dapur untuk membuat bubur. Untung saja dia jago masak. Disaat-saat seperti ini, keahliannya berlaku juga.
Demy membuka matanya. Dia menatapi seorang perempuan yang tengah duduk menunggunya terbangun.
" Yuna ??"
" Bagaimana keadaanmu ?? Apa sudah lebih baik ??"
Demy hampir terjebak. Tapi langsung saja dia mengingatnya.
" Kenapa kau pulang ??"
Yuna menatapnya bingung.
" Harusnya kamu disana saja, tidak perlu pulang kesini.."
" Hh.. Aku masih punya rasa kasihan kepadamu, karena itulah aku pulang.. Kenapa kau masih seperti itu ??"
" Seperti apa memangnya ?? Aku hanya tidak mau diganggu.."
" Selalu itu yang kamu katakan.. Apa kamu sudah tidak menganggapku lagi ??"
" Sejak awal, aku memang tidak pernah menganggap kamu sebagai istriku.."
" Kamu bohong !!"
" Bohong ???"
" Kamu menyembunyikan sesuatu dariku selama ini.."
__ADS_1
" Hhh. Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu darimu.. Lagipula kamu sudah paham bagaimana sifat asliku bukan.."
" Aku sangat memahami kamu, karena itulah, aku rasa kau sengaja berusaha membenciku.."