Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Mendadak Aku Rindu


__ADS_3

" Bagaimana perasaan kamu sayang ??"


" Kamu sudah tahu.." ( Wajah datar ).


" Tapi tidak terlalu jelas kalau kamu tidak mengatakan apapun.."


Mereka berjalan menuju mobil Jian.


" Ternyata dia memang memukul aku karena sangat membenciku.."


' Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh..' ( Hati Yuna bertanya-tanya ).


" Kalau begitu, kamu tidak perlu merasa bersalah lagi sekarang.."


" Bagaimana bisa ? Dia bahkan mengatakan padaku kalau semua kekacauan dalam keluarganya disebabkan olehku, bagaimana aku tidak merasa bersalah ??"


" Itu hanya perkataan seorang penjahat yang masih mau berlindung dibalik tameng. Perkataan itu hanya tamengnya saja untuk menutupi kesalahannya.."


" Entahlah.. Karena itu hatiku merasa kacau.."


" Yuna, lelaki seperti dia sudah biasa menumpahkan kesalahannya pada orang lain. Apa kamu lupa, kalau sebelumnya Demy juga pernah melakukannya padamu.."


" Benar juga.. Sepertinya dia memang masih bersikap kekanakan.."


" Apa kamu sudah merasa lebih baik ??"


" Hhhhh.... Sejujurnya perkataan itu membuat aku semakin jatuh, tapi entahlah. Rasanya tidak penting juga memikirkannya.."


" Baguslah,, jadi kita bisa pergi sore ini untuk kembali. Bersiaplah untuk memberi kejutan pada ibumu.."


" Iya, kamu benar, aku harus membeli oleh-oleh dulu untuk calon keponakan aku.."


" Calon keponakan ?"


" Hani sedang mengandung anak dari kak Azof. Jadi aku harus memberinya kejutan saat pulang nanti.." ( Tersenyum ).


" Jadi, Hani sedang hamil ??"


" Benar.. Aku sangat merasa kasihan dengan dia.. Sudahlah !! Kita naik mobil dulu, baru membicarakannya.."


Yuna memasuki mobil lebih dulu, meninggalkan Jian yang sedang terpaku di tempat yang sama.


' Hemm... Sepertinya aku telah menjerumuskan orang yang tidak berdaya..'


" Jian ??"

__ADS_1


Jian terkejut mendengar panggilan keras dari Yuna.


" Apa kamu mau berjalan ??"


" Tunggu sebentar !!"


Jian kemudian menyusul Yuna memasuki mobil. Dia duduk di kursi kemudi, dan kemudian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan penjara di kota K.


" Kita mau kemana dulu ??"


" Aku ingin membeli oleh-oleh untuk kakak ipar, dan aku juga merasa lapar. Mungkin semangkuk sup bening bisa menyegarkan tubuhku.."


" Kalau begitu, kita makan dulu baru mencari buah tangan.."


Yuna menoleh, menebarkan senyuman maut yang biasa dia lempar untuk Jian. Dia bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya begitu saja setelah melihat Jian juga merespon pandangannya. Lelaki itu semakin terlihat tampan.


Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya sampai di sebuah tempat makan. Cuaca yang sangat panas dan menyebabkan keringat semakin bercucuran, membuat mereka memilih duduk disana agak lama.


Slurrppp !!!


" Segarnya.." ( Menyeruput minuman dingin di dalam gelas ).


" Sudah lebih baik ??"


" Iya, sekarang jauh lebih baik.."


" Aku khawatir kamu akan kembung. Makanlah yang lain selain minuman dan sup. Perut kamu bisa saja sakit.."


" Tidak, tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.."


" Apa kamu yakin ?? Kita akan melakukan penerbangan sore ini, jadi kamu harus menjaga kesehatan kamu, ya.."


" Iya, aku mengerti.."


" Yunaku memang yang paling penurut."


" Itu hanya saat dengan kamu, tapi kalau dengan orang lain, aku bisa seperti harimau yang diserang.." ( Tersenyum ).


" Iya, kamu benar.."


.......


" Sidang akan dimulai dalam dua pekan ke depan. Sepertinya Tuan punya peluang mendapat keringanan hukuman.."


Sang pengacara terlihat menemui Azof dengan satu pihaknya juga.

__ADS_1


" Terserah saja jika mereka akan menghukum saya, saya memang sudah salah, jadi sulit juga kalau ingin melakukan pembelaan.."


" Tapi, saya melihat di sidang sebelumnya, Tuan Jianan sungguh bersikukuh membela Tuan Azof. Tidak menutup kemungkinan juga kalau dia juga akan melakukan hal yang sama dalam sidang kedua.."


" Saya tidak terlalu berharap.. Jika tidak bisa membela pun tidak masalah bagi saya. Lagipula orang yang salah memang sudah seharusnya dipenjara.."


" Tapi, anda juga harus memikirkan istri anda yang sedang hamil.. Dia juga butuh pendamping dan dukungan dari anda.."


" Laki-laki mana yang tidak ingin menjaga istrinya saat sedang hamil ?? Tapi nyatanya kesalahan tetap harus dipertanggungjawabkan.."


" Iya, saya mengerti. Tapi sebagai orang yang bekerja di pihak anda, saya tetap harus membela anda bagaimanapun caranya.."


Azof hanya terdiam. Pengacara di depannya terlihat begitu yakin bisa membebaskan dirinya dari penjara. Tapi dia sendiri malah terlihat pasrah saja. Dia tidak mau mengatur takdir. Biarlah semuanya berjalan dengan sendirinya tanpa harus kita paksa atau kita atur. Dia tidak tahu bagaimana nasibnya kelak, tapi dia juga tidak bisa terus-terusan meratap di penjara. Jadi sebenarnya dua pilihan ini memang masih terlalu sulit.


Arkh !! Seharusnya dia punya rasa optimis yang tinggi, bukannya malah jatuh tersungkur semakin dalam ke jurang seperti ini. Apa ini salah satu kelemahan pria ?? Saat istrinya mengandung buah hatinya, sedangkan dia tidak bisa menemani masa-masa indah dan pastinya akan dipenuhi kenangan itu ? Sedih sekali. Tapi keluar dari sini bukanlah hal mudah, seperti halnya membalikkan tangan saja. Dia tahu hukuman untuknya bisa jadi sangat berat, tapi bisa juga menjadi lebih ringan. Tentu saja dia sedang mengharapkan Jian. Memang sepertinya hanya laki-laki itu saja yang bisa memberikan harapan pada Azof. Jadi tolonglah Jian, jangan pernah kecewakan Azof selama yang kamu bisa..


Jian dan Yuna akhirnya mampir ke sebuah tempat perbelanjaan. Raut wajahnya terlihat sangat senang saat dia bisa melihat beberapa barang-barang yang sangat menarik dimatanya. Tapi, sepertinya tempat ini hanya menjual barang-barang mewah. Rasanya tidak enak juga jika terus menerus memakai uang Jian untuk memenuhi kebutuhannya..


Wajahnya mendadak berubah. Jian melihatnya bingung. Baru satu detik yang lalu bibir itu tersenyum, dan sekarang tiba-tiba saja senyum itu berubah masam.


" Ada apa sayang ??"


" Ah? Tidak !! Tidak apa-apa.. Aku hanya tidak nyaman saja berada disini.."


" Memangnya kenapa ? Bukankah kamu ingin belanja untuk kakak iparmu itu ??"


" Tapi sepertinya toko ini hanya menjual barang-barang yang harganya sangat fantastis.. Aku tidak mau menggunakan uang dengan cara seperti itu.."


" Kali ini saja, cobalah masuk dan lihat-lihat dulu, setelah itu jangan khawatir soal uang. Aku akan membayarnya untuk kamu.."


' Laki-laki ini sudah banyak berubah sekarang. Dia bahkan mau menghamburkan uangnya untuk berbelanja yang bukan kebutuhan.. Dia bahkan selalu mengajakku makan diluar, tidak seperti dulu yang selalu memasak sendiri untuk kita berdua.. Mendadak aku rindu dengan Jian yang angkuh dan arogan itu..'


" Yuna ??"


Yuna terbangun dari lamunannya..


" Iya, kenapa ??"


" Apa yang kamu pikirkan ??"


" Tidak ada, aku hanya tidak ingin masuk kesana saja. Lebih baik kita cari ditempat lain yang lebih murah.."


" Mencari buah tangan untuk kakak ipar tidak seharusnya melihat harga. Lebih baik kita masuk dulu, siapa tahu ada yang cocok untuk Hani."


" Tapi.."

__ADS_1


" Tidak perlu banyak berpikir. Aku hanya ingin membuat Yunaku tersenyum saja.."


" Baiklah.. Kita coba lihat dulu.."


__ADS_2