Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
Pernyataan Cinta Vano


__ADS_3

Vano yang berencana akan mulai masuk kerja hari ini tampak kebingungan di kamarnya. Pasalnya dia bingung bagaimana menutupi perban di tangan dan kakinya saat dia mandi agar tidak basah. Bahunya sudah tidak sakit lagi saat digerakkan, tapi luka di kakinya masih tertutup perban coklat. Sementara dia harus segera mandi untuk berangkat ke kantor. Damar yang diharapkan bisa membantu belum sampai juga, karena kejebak macet.


Drrrt..drrrt. “Ra, tolong bantuin saya, bisa ke kamar saya sebentar?” Vano akhirnya memutuskan meminta bantuan rara.


Rara saat itu sedang berada di depan meja rias, untuk berdandan seadanya karena akan berangkat kerja juga. Segera setelah didengarnya bunyi handphonenya langsung membuka pesan yang masuk. “ya mas, sebentar saya


kesitu” jawabnya singkat membalas pesan itu.


Rara segera bergegas ke kamar vano setelah merapikan dirinya sendiri. Tok..tok..tok. rara mengetuk pintu kamar vano yang masih tertutup.


“masuk” jawab vano dari dalam.


“apa yang bisa rara bantu mas?” tanya rara setelah membuka pintu sambil melangkah masuk dan mendekat kea rah vano


“Saya mau mandi ra, tapi saya bingung bagaimana agar perban-perban ini tidak basah.”


“ooohh. Perbannya saya buka dulu saja mas, nanti kan bisa saya pasang lagi setelah mandi. Yang penting hati –hati jangan sampai terjatuh ntar dikamar mandi.”

__ADS_1


Rara mulai membuka perbannya yang ada di kaki dan bahu vano. Vano merasa terhipnotis saat mencium aroma tubuh rara saat berada di dekatnya.


“sudah mas vano, udah boleh mandi”


Vano tersadar dari lamunannya. “Eh.oh. ya. Saya mandi dulu, jangan kemana-mana ya ra, ntar pasangin lagi. Saya mandi ga kemana kok”


Sepeninggal Vano, rara memandangi satu persatu foto yang ada di kamar vano. Ada foto kecil vano dengan pipi tembem, sangat imut sampai rara tersenyum melihatnya. Ada foto bersama tim basketnya. Sepertinya saat SMA. “Tinggi, ganteng, gagah, mapan hanya sedikit  kaku” batin rara. Hahaha rara tak menyadari kalau diapun sama kakunya dengan vano, tapi dalam hal percintaan.


Tidak begitu lama Vano keluar dari kamar mandi, tapi sudah mengenakan pakaian. Dia masih mengingat kejadian sebelumnya saat rara baru tinggal dirumahnya. Vano berjalan duduk ke sofa yang ada di kamarnya.


“sudah selesai mas?” tanya rara yang sudah melihat vano


“hmm.” Kemudian rara mendekat untuk memasang kembali perban itu. Dengan cekatan dan lembut rara memasang perban pada kaki, setelah itu dia memasang pada bagian bahu. Vano kembali dapat merasakan aroma


tubuh gadis yang disukainya itu. Matanya menatap tangan mungil yang dapat bekerja dengan trampil, kemudian matanya beralih menatap wajah gadis itu. Seperti ada yang menariknya, perlahan didekatkannya wajahnya ke gadis itu. Tiba-tiba rara memalingkan wajahnya ke arah vano, karena dia merasa diperhatikan dan ingin


memastikan firasatnya.

__ADS_1


Dughhh. Vano yang tadinya berniat mencium pipi gadis itu akhirnya tak sengaja mencium bibir rara. Keduanya terdiam tak bicara. Rara melotot sangat terkejut dengan keadaan saat ini. Segera dia memalingkan wajahnya. Segera menyelesaikan ikatan perban di bahu vano yang memang tadinya sudah hampir selesai.


“Maaf” hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut vano. Deghhh.deggg. jantungnya masih berpacu begitu cepat


Rara yang masih kebingungan bersiap hendak meninggalkan vano. Wajahnya memerah. “saya permisi mas, perbannya sudah selesai saya rapikan.” Katanya lirih.


Vano segera menangkap tangan rara saat akan beranjak meninggalkan rara. Tangan yang sangat lembut dan mungil. Dia tak ingin kehilangan gadis itu karena kecerobahannya.


“Maafin aku ra. Aku tidak bisa lagi menahan perasaan saya. Jantungku berdegup kencang saat berada di dekatmu. Setiap kamu tidak berada di dekatku aku merindukan kamu. Baru kamu yang bisa membuatku seperti ini ra. Aku menyukai kamu. Aku mau kamu selalu berada didekatku. Jadilah kekasihku ra.”


“saya permisi dulu mas” jawab rara, sambil melepaskan tangan vano pelan-pelan dan beranjak meninggalkan kamar vano.


Vano duduk mematung dengan perasaannya yang berkecamuk.


Tbc.


Jangan lupa, Like, Vote dan Komen ya guys. Trimakasih

__ADS_1


Maaf Guys. Saya ga tau bagaimana versi romantic buat ungkapin perasaannya vano itu. Secara dia kan ditokohkan sebagai orang yang kaku.


Btw diterima gay a cintanya sama Rara. Rara sudah kabur..


__ADS_2