
Mereka terlihat bergandengan tangan masuk ke tempat perbelanjaan mewah. Yuna yang sudah sangat lama tidak masuk ke tempat tersebut merasa canggung saja. Dia memang sudah terlatih hidup lebih hemat daripada sebelumnya. Sebenarnya dia juga terinspirasi dari sosok Jian. Tapi yang dia lihat sekarang, Jian ternyata sudah tidak seperti itu. Apa mungkin laki-laki itu hanya sedang berusaha membuatnya senang senang.
Yuna melihat-lihat semua barang disana. Mulai dari pakaian hingga aksesoris rumahan yang tentunya dengan harga yang cukup fantastis. Dia sama sekali tidak bisa memilih. Bukan karena keahlian belanjanya dulu sudah menghilang, tapi memang karena dia merasa membuang uang hanya untuk barang-barang mahal tidak ada artinya sama sekali.
" Bagaimana ? Apa sudah kamu temukan ??"
" Entahlah, Jian.. Aku tidak ingin belanja disini. Harganya terlalu mahal. Bagaimana kalau kita cari di tempat yang lebih murah saja. Sayang sekali jika menghamburkan uang hanya untuk keperluan seperti ini, bukan.."
' Hemm, sepertinya Yuna semakin dewasa. Ternyata ujian kali ini lulus..'
Tidak lama setelah itu, seorang wanita terlihat datang menyapa mereka..
" Selamat datang Tuan Jianan, senang sekali anda mau mampir di toko kami.."
Yuna dan Jian menoleh, melihat siapa sebenarnya orang yang sedang berusaha menyapa mereka.
" Anda ??"
" Wanita ini ??"
Masih ingatkah kalian dengan seorang wanita yang sangat berani mencela Yuna di toilet Rumah Sakit, ternyata dia pemilik toko terbesar di tempat itu. Dia juga ahli waris dari perusahaan yang dipegang ayahnya, Tuan Rashis, salah satu orang yang paling penting dalam dunia bisnis. Dan wanita itu sendiri namanya Hannuri.
" Sepertinya anda sangat terkejut melihat saya, Nona.."
" Tidak juga, aku sudah menduganya dari awal, toko yang menjual barang-barang nya begitu mahal sudah pasti dimiliki seseorang seperti anda.."
" Maaf sekali, Nona muda, saya hanya ingin berurusan deungan Tuan Jianan. Jadi anda tidak perlu ikut campur, ya.. Lagipula ayahku baru saja sukses menanamkan saham yang sangat besar dalam perusahaan properti milik Tuan Jianan.."
" Oh !! Jadi anda putri dari Tuan Rashis.. Kalau aku mengetahui dari awal kalau dia punya putri sepertimu, aku pasti akan menolak penawaran dari dia.."
" Itu tidak akan mungkin," ( senyum royal ), " Tuan Jianan tidak akan mungkin menolak kerja sama dari ayahku, bahkan dia berniat menjodohkan aku dengan Tuan.." ( Berlendot seperti kucing ).
" Cihh !!" ( Melepas ), " kamu bahkan bukan seleraku.. Bagaimana bisa aku menikahi kamu.."
" Tapi, seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan juga Tuan akan mencintai saya.." ( Wajah menggoda ).
Yuna terlihat sangat geram. Bagaimana jika kamu berada di posisinya, sudah pasti kamu akan menjambak dan mancabik-cabik wanita itu dengan sekuat tenaga. Tapi dia bahkan terlihat diam. Walaupun pada awalnya..
' Apa Yuna tidak cemburu ??' ( Jian menjadi penasaran ).
" Saya ini adalah calon pewaris harta kekayaan ayah saya yang begitu banyak.. Saya ini anak tunggal, dan sudah dijamin akan hidup berkecukupan selama tujuh turunan... Jadi dilihat dengan kacamata hitam saja, saya sudah terlihat lebih unggul dari wanita ini.. Jadi untuk apa Tuan masih bersama dia.."
" Nona Hannuri yang begitu terhormat, sang pewaris tunggal dari keluarga kaya raya yang tidak akan habis tujuh turunan, saya tahu anda sedang melakukan pencitraan di depan calon suamiku.. Apa anda pikir saya peduli ?? Jika mau ambil, maka ambillah !! Aku tidak peduli, tapi lihat saja, apakah Tuan Jianan ini mau bersama anda ??"
" Ish !!" ( Wajah geram ), " kamu bahkan bukanlah tandingan ku.."
" Tentu saja dia lebih unggul darimu, Nona.. Dia bukan berhasil memikat ku karena harta, tapi aku melihat kesetiaan yang dia pertahankan untukku selama ini.."
Bertatapan sambil tersenyum.
__ADS_1
' Sial !!! Bahkan janda muda ini masih punya pesona tersendiri dimata Jian..'
" Saya harap, anda simpan saja sendiri impian itu, lagipula, aku tidak bisa memberi asuransi apapun kalau impian itu mati.."
Yuna dan Jian terlihat menertawakan wanita bermimpi setinggi langit ini.
" Sayangku, aku merasa toko ini tidak punya pengalaman dalam berjualan, mungkin kita harus pergi dan mencari toko yang lain saja.."
" Baiklah kalau begitu, kita cari di toko yang lebih bagus selain ini saja.."
" Baguslah kamu memang selalu mengerti aku." ( Tersenyum ).
Dua sepasang itu terlihat saling menggandeng tangan satu sama lain, mencoba membuat suasana hati Hannuri semakin panas.
" Bagaimana kalau malam ini kita lanjut dinner saja ??"
" Maksud Yunaku, dinner romantis, ya ??" ( membelai Yuna dengan mesra ), " Yunaku, memang selalu yang terbaik.." ( Sambil terus berjalan ).
" Hhhhhh..... Dua orang ini !!! Lihat saja, aku harus memisahkan kalian berdua !!! Walaupun nyawa taruhannya !!!"
Hannuri mengepalkan tangannya dengan kesal. Sepertinya dia sudah sangat jatuh cinta dengan pemuda ini, atau memang dia hanya ingin harta dan kepopulerannya saja ?? Tidak ada yang tahu. Kita lihat saja nanti..
Mereka memutuskan untuk pergi dari sana dan memilih toko yang lebih murah. Mereka melihat toko yang sama di seberang jalan, tapi sepertinya harganya jauh lebih murah dari yang sebelumnya.
" Nah, lihat, kan.. Ini barang yang sama di toko sebelah tadi, tapi harganya bahkan jauh lebih murah..."
" Kamu benar. Yunaku sudah pandai menghemat uang, kedepannya mungkin kamu akan jadi lebih baik daripada Yuna yang dulu.." ( mengusap kepala ).
" Yunaku sekarang sudah lebih dewasa. Bahkan disentuh seperti ini juga tidak mau, kamu sudah berubah lebih baik sayangku.."
" Aku tidak bermaksud menolak sentuhan kamu, tapi aku takut semakin lama kamu akan semakin menggodaku. Apa kamu mau bertanggung jawab setelah berhasil membuat aku tergoda ??"
" Tunggu kita pulang, dan setelah itu, mari kita pikirkan soal pernikahan.."
" Kamu memang laki-laki yang bijak !!"
" Silahkan dipilih, Tuan, Nona.."
Seorang penjaga toko yang cantik terlihat menunduk menyapa mereka berdua. Jian dan Yuna hanya membalasnya dengan ramah.
" Hallo, saya ingin bertanya, apa kalian punya vas seperti ini dengan warna lain yang lebih bagus ??"
" Sepertinya kami masih punya beberapa di belakang sana, Nona bisa memilihnya sendiri sesuai keinginan Nona.."
" Baiklah.."
" Baik Nona, mari ikuti saya.."
Penjaga toko itu berjalan menuju suatu tempat. Yuna dan Jian terlihat mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
" Disini masih banyak pilihan warnanya, Nona bisa memilih sesuai selera.."
" Wahh,,, Sepertinya ini bahkan lebih bagus dari yang aku lihat tadi.."
" Apa kamu suka ??"
" Tentu saja.. Harga juga tidak terlalu menguras. Sepertinya ini hadiah yang cocok untuk kakak ipar.."
" Kalau kamu suka, maka ambillah untuk dirimu juga.."
" Tidak perlu, aku hanya merasa kakak ipar akan menyukainya. Dia kan suka berbelanja aksesoris rumah, jadi sepertinya hadiah ini sangat cocok untuk kakak ipar.."
" Hemm... Baiklah, kita ambil satu saja. Setelah ini, tinggal pilih baju untuk kamu.."
" Untuk apa ?? Aku tidak mau belanja.."
" Tapi, kamu hanya punya dua pasang baju setelah pergi dari rumah Demy, bagaimanapun, kamu harus membelinya.."
" Aku bahkan ingin membuang keduanya sebelum pergi ke bandara.."
" Apa ??" ( Tentu saja Jian begitu terkejut ).
" Jangan salah paham dulu.. Aku akan mengenakan pakaianmu hanya selama penerbangan, setelah kita sampai, baru aku akan membeli baju.."
" Ooohhh,,,, aku pikir, kamu akan..."
" Ish !! Otak kamu ini memang tidak pernah waras.."
" Lagipula tidak ada salahnya juga selama itu hanya denganku.."
" Aku sudah pernah menawarkannya, bukankah kamu sendiri yang tidak mau.."
" Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Jadi mohonlah untuk bersabar.."
" Maaf, Nona, Tuan, apa anda jadi membelinya ??"
" Oh ?? Iya.. Jadi.. Tolong dibungkus sekalian ya.." ( Menyerahkan vas cantik kepada penjaga ).
Mereka bahkan sampai lupa di sekitar mereka masih terdapat banyak orang.
" Baik.."
" Terima kasih.."
Si cantik itu pergi meninggalkan mereka berdua menuju tempat pembayaran. Dia tahu sepertinya dua pasang ini sedang melalui hubungan yang sangat manis. Jomblo bisa apa ??
" Terima kasih, Nona, Tuan... Sering-seringlah mampir di toko kami, kami akan melayani anda dengan baik.."
" Baik, terima kasih.."
__ADS_1
Yuna dan Jian akhirnya keluar dari sana dengan sangat puas. Mereka masuk ke dalam mobil dan terlihat sangat senang.
" Bisa-bisanya mereka terlihat begitu mesra saat di jalan raya. Kamu pikir bisa merebut Jian dariku ?? Hhh. Sepertinya aku meragukan pemikiranmu.."