Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Aku Bukan Wanita Murahan


__ADS_3

" Yunaku, apa kamu yakin akan baik-baik saja menemui wanita itu sendirian ??"


Cup !?


Mengecup tangan Yuna..


" Tidak apa-apa.. jangan cemas, aku akan baik-baik saja.." ( tersenyum ).


" Gunakan penyadap ini, aku ingin dengar apa yang dia bicarakan dengan kamu nanti.."


" Untuk apa ??"


" Aku ingin mendengarnya dari sini, nanti kalau dia tiba-tiba melakukan hal yang berbahaya bagaimana ?? Atau, bicara yang tidak pantas... Aku tidak bisa mentolerir.."


Sebenarnya Jian sungguh berlebihan untuk hal semacam ini..


" Percayakan saja padaku, aku tidak perlu menggunakan alat ini, aku punya ponsel.. Aku tahu harus berbuat apa.."


" Benarkah ??"


" Iya, lagipula tempat ini sangat ramai, dia tidak akan mungkin berani melawanku di depan orang banyak.."


" Tapi Yuna, dia wanita yang mau melakukan apa saja hanya untuk kepentingannya sendiri.."


" Jangan khawatir, aku masih bisa menjaga diri.."


" Baiklah.. Jaga diri kamu baik-baik.."


" Seperti mau berpisah bertahun-tahun saja.."


" Aku begitu cemas.."


" Baiklah, aku akan masuk.."


" Iya, hati-hati.."


Dengan langkah kaki yang begitu santai dan tenang, Yuna akhirnya bertekad untuk menemui wanita itu. Dia tahu, pertemuan ini pasti hanya akan membuat dia terpojok. Dia sudah tahu..


Iya.. Orang kaya memang akan melakukan semua hal yang dia mau..


" Tetap tenang.. Kamu tahu topik apa yang sudah pasti akan dibicarakan pada pertemuan kali ini, dan kamu sudah menyiapkan jawabannya.." ( menarik nafas ), " jadi tetaplah tenang.."


tap tap tap tap..


Berjalan mendekat..


" Wanita itu sudah datang, amankan lokasi.." ( berbicara diam-diam ).


" Hallo, nyonya Tiansha.. sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar anda ??"


" Tidak perlu menanyakan kabar, duduk saja sekarang.."


" Baik.." ( tetap tersenyum ).


Duduk.


Tiansha mengaduk kopi di atas meja..


" Malam ini begitu sejuk, apa nona minta seseorang untuk memberi nona tumpangan ??"


" Iya, tuan Jian.." ( bohong ).


" Tuan Jian ?? Dimana dia ??"


" Dia tidak masuk, saya melarang dia untuk ikut campur dalam urusan pribadi saya.."


" Hemm.. langsung pada intinya saja.." ( menatap tajam ), " apa kamu sudah bercerai dengan putra kandung Zumi ??"


" Maaf Nyonya, apa urusan anda dengan hal pribadi saya ??"


" Tentu saja saya punya urusan, kamu sudah mendekati dua pria yang paling penting dalam hidup kami, pertama Demy, putra kandung Zumi, dan yang kedua, Jian.. Calon suami Alishia.."


" Hahh.. " ( tersenyum ), " apa saya tidak salah dengar ?? bukankah Anda tidak mau mengakui Demy sebagai putra angkat ?? Lalu sekarang mendadak nyonya mengatakan kalau aku merebut dua laki-laki penting dalam hidup kalian.


Lucu sekali.."

__ADS_1


" Apapun alasan kamu, jangan buat kita berurusan untuk yang kedua kali.."


" Sepertinya saya tidak pernah berurusan dengan keluarga kecil anda.."


" Hhh.. Aku tahu pasti akan berakhir begini.. Wanita miskin sudah pasti bertahan untuk lelaki kaya.."


" Yang pertama, saya tidak pernah merebut putra angkat anda dari siapapun, dan yang kedua, sepertinya anda sudah salah menyebut Jian calon menantu, karena dia adalah calon menantu dari Nyonya Almira, ibu kandung saya.." ( tegas ).


" Tidak bisa !! Dia sudah terlanjur mencintai Jian, dan hak anakku, berkali-kali lipat lebih penting daripada wanita seperti kamu !!"


" Nyonya, jika anda berkata aku sudah merebut Jian dan Demy dari hidup kalian, lalu apa yang sedang anda lakukan sekarang ?? Bukankah Anda sedang melakukan hal yang sama.."


" Hhh.." ( menghela nafas ), " tenang saja, aku akan berikan uang sebagai kompensasi.. Nominalnya juga lumayan besar, dua kali lipat dengan harga perusahaan yang dulu diberikan tuan Zumi pada kamu.. 200 triliyun.."


" Hhh.. anda sedang membeli cinta saya dengan uang ?? Maaf, saya sudah mengubah nama ahli waris menjadi atas nama Demy, jadi sepertinya saya bukanlah wanita murahan yang seperti anda bicarakan.."


" Tidak !! Kali ini kamu harus menerimanya.. Atau.."


" Atau apa ?? Mau mengancam saya dengan cara apalagi ?? Membunuh ?? Membuat saya hancur ?? Atau bahkan ingin mengikutsertakan keluarga saya juga ??" ( berdiri ), " Nyonya Tiansha, ada satu hal yang harus aku beritahu kepada anda, kami semua tahu kalau anda hanya memanfaatkan uang yang suami kamu berikan, dan sekarang, kamu juga sedang membuat jalan baru melalui putrimu.."


" Berani sekali kamu ??!!!!" ( geram ).


" Saya hanya mengingatkan anda, hidup bukan hanya tentang uang dan kekuasaan.. Cobalah mengerti tentang satu hal yang namanya cinta, jadi anda tidak bisa semena-mena dengan orang lain apalagi sampai membeli cinta seseorang dengan menggunakan uang.. Hal itu sungguh teramat bodoh.. Atau anda sudah pernah menyia-nyiakan hal yang namanya cinta ?? Jika iya, maka pantas saja hatimu mati, kamu sudah dikendalikan oleh uang dan kekayaan.."


" Aku tidak pernah mengerti apa itu cinta !! Dan kamu bocah ingusan, jangan pernah mengajari aku soal cinta, karena kamu sungguh tidak pantas mengatakannya.."


" Justru kamu yang tidak pantas.. Aku tidak pernah bermasalah jika hidup miskin, atau saat ditindas oleh orang kaya, tapi dengan hadirnya cinta dalam hidup saya, saya akhirnya mengerti, cinta itu lebih indah dari uang.." ( berbalik ), " maaf Nyonya, anda sepertinya akan selalu membenci saya seumur hidup, tapi jangan salahkan diri anda sendiri kalau suatu hari anda tahu anak anda bahkan bisa saya pijak dengan kaki kiri saya, dan pada saat itu, anda akan memohon ampun berlutut di kaki saya.." ( pergi dengan angkuh ).


" Kurang ajar !!!!" ( kesal ), " bawa dia pergi !! Bunuh dia dan lecehkan wanita itu ?!!!!"


" Sesuai perintah dari nyonya.." ( tersenyum smirk ).


' Wanita yang bisa menghinaku lewat mulutnya, maka dia akan aku berikan jalan untuk menemui ajal..'


Di depan pintu, segerombolan bodyguard terlihat menghadang Yuna..


" Ha..ha..ha... Mau kemana cantik ?? Jangan buru-buru.."


" Hemmm...."


" Wahai tuan-tuan yang terhormat, jika kalian tahu wanita ini cantik, maka tidaklah pantas bermain di tempat sembarangan.. Bagaimana kalau....."


Bukk !?!


Tendangan sepatu hak tinggi...


Bam ?!!!!!


Pukulan cincin berlian..


Untung tidak lecet, ini cincin pertunangan pertama, jadi harus berhati-hati..


" Semuanya jatuh ?? Benar-benar tidak punya nyali, masih berani mengajak bermain.."


Melihat semua orang yang berada disana terjatuh satu persatu membuat Yuna merasa puas..


Berjongkok..


" Lain kali, kalau kalian mau mengajak bermain.. Sebaiknya pasang alat pengaman dulu di area sensitif kalian... Hehh..." ( Bangun dan pergi dengan congkak ).


Dari dalam mobil, Jian malah terlihat tersenyum.. Mempesona..


' Ternyata dia wanita perkasa..'


" Apa ??? Bagaimana dia bisa lolos ??! Bagaimana empat pria bertubuh besar seperti kalian bisa kalah ??! Dasar tidak berguna !!!!"


Bukk !!


Menendang salah seorang pria di lantai dengan kaki..


" Aku akan membunuh kamu lain kali.."


Drrrttt Drrtttt


" Hallo.."

__ADS_1


' Bagaimana ibu ?? Sudah beres kan ??'


" Diam kamu !!! Bilang pada ayah kamu kalau ibu akan kembali satu Minggu lagi setelah selesai mengurus wanita ini.."


' Apa ?? Apa ibu gagal.. ibu.. ibu...'


Tut Tut Tut


Panggilan dimatikan..


Fujhjjj..


....


Huhh...


Akhirnya sampai ke dalam mobil..


" Wanitaku sungguh perkasa.."


" Tentu saja, menghinaku dengan uang, bagaimana bisa kau menerimanya.." ( bersandar ).


" Apa rasanya lelah ??"


" Hhh.. Ibumu ternyata lebih agresif dari yang aku kira.."


" Bagaimana dia ??"


" Dia bahkan berambisi ingin menikahkan kalian berdua, Untung saja aku punya jawaban bagus.. Aku tahu dia ingin kalian menikah hanya karena uang.."


" Aku juga tahu, jadi dia bilang apa saja ??"


" Aku ceritakan nanti di rumah, ya.."


" Bagaimana kalau kita pulang ke villa ??"


" Mau apa kesana ??"


" Mau...." ( meraba ).


" Ish.. Pikiranmu sudah terlalu kotor, sepertinya butuh pencucian beberapa saat.."


Jian menyulut rokok.


Menghisapnya..


" Merokok di dalam mobil, membuat aku pengap saja.."


Melajukan mobil..


" Kalau di tempat Azof, dia bahkan masih percaya aku menghindarinya.."


" Tapi kalau denganku, sepertinya kamu begitu percaya diri.."


" Yang aku tahu, kamu tidak akan berani meremas batang rokokku sampai rusak.."


" Aku akan melakukannya kalau suasana hatiku mulai membaik.."


" Jail.."


" Tidak !!"


" Memang jail !! Nakal !! Rusuh !!"


" Itu bukan aku.."


" Kamu !!"


" Bukan !!"


" Aku yang lebih tahu.."


" Aku yang lebih tahu daripada kamu !!"


Mobil berjalan membelah jalanan di pegunungan.. Suasana senja akhirnya mulai terlihat mempesona..

__ADS_1


Dua insan itu akhirnya tenggelam dan semakin lama semakin tidak terlihat lagi..


__ADS_2