Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Mulai ada Pengacau


__ADS_3

Brakk !!!!


Memukul meja..


" Semuanya benar-benar gagal.." ( marah ), " aku bahkan belum masuk untuk membuat pertunjukan. Tapi kamu lebih dulu mengacaukan rencana.."


" Hehh... Tapi kamu sudah salah menganggap aku bodoh.."


" Apanya yang salah ?? Memang benar kalau kamu ini sangat bodoh !! Buktinya ayah kamu membuang kamu ke jalanan sekarang, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kamu."


" Justru aku pikir kamu adalah senjata ampuh berikutnya.." ( licik ).


" Ha ?"


" Omongan kamu tentang pembebasan tuntutan itu akan mengalihkan semua pemberitaan baik terhadap Jian. Dan saat itu terjadi, aku akan buat Jian memohon bantuan padaku.."


" Sejak awal memang begitu rencananya, tapi belum juga terjadi, kamu malah membuat kekacauan sendiri. Menyedihkan. Sia-sia saja aku diam dan mengikuti kamu selama ini.."


" Tenang saja Nyonya, dendam kematian anakmu akan segera terbayar.. Aku janji !!"


....


" Nona Yuna ??" ( melihat sosok wanita ), " dia datang lagi ?? Bukankah tuan Jian bilang ada urusan yang sangat penting ?? Kenapa dia akhirnya kembali lagi kesini ?? Sepertinya ada kabar baik.."


" Maaf tuan Lu.. Sudah membuat anda menunggu lama.."


" Tidak masalah, Untung saja saya masih ingin duduk disini.. Silahkan duduk.."


" Iya, tuan.. terima kasih.." ( duduk ).


" Apa sudah mengambil keputusan ??"


" Iya, saya sudah mengambil kesepakatan dengan Jian.."


" Lalu bagaimana jawabannya ??"


" Saya bersedia bekerja di grup Lu atas izin dari calon suami saya.." ( tersenyum ).


" Begitu, ya.. ini sungguh jawaban yang saya tunggu.. Nona Yuna anda sudah memberi keputusan yang cermat.." ( senang ).


" Terima kasih Tuan Lu.. Tapi ada yang ingin saya sepakati antara kita.."


" Katakan saja apa kesepakatannya.."


" Saya bersedia bekerja di grup Lu, asalkan tidak berhubungan dalam hal apapun dengan tuan muda Lu. Entah itu proyek atau kerja sama, saya tidak akan memberi kesempatan untuk dia bicara denganku.. Hanya itu saja.."


" Itu saja ?? Baiklah, bukan masalah besar bagiku.."


' Iya, semua ini demi Jian.. Aku tidak bisa menjatuhkan kepercayaan Jian terhadapku..'


" Kalau begitu, apa kita sudah sepakat ??"


" Kita sudah sepakat nona Yuna.." ( tersenyum puas ).


" Kalau begitu terima kasih Tuan Lu Yuzeff, anda benar-benar orang yang sangat baik.. saya permisi dulu, maaf mengganggu waktu anda.."


" Sama sekali tidak, saya malah sangat senang bisa punya kesempatan untuk bertemu dengan nona Yuna secara pribadi.."


' Tidak seperti tadi, aku hanya sebagai kecoa yang mengganggu mereka saja..'


" Iya, tidak apa-apa tuan Lu Yuzeff, saya permisi.."


" Tunggu nona.."


Yuna yang mulanya sudah berbalik membelakangi tuan Lu Yuzeff, akhirnya memutuskan untuk kembali berhadapan dengan pria tua itu. Sepertinya ada hal yang serius lagi..


" Maaf, bukan apa-apa, saya hanya ingin memberimu hadiah sebagai tanda persetujuan ini saja.."


" Hadiah ? Tidak perlu tuan, ini sungguh merepotkan.."

__ADS_1


" Tidak, lagipula hanya hadiah kecil saja, apanya yang merepotkan.." ( tersenyum ).


Pria itu memberikan sebuah kotak kecil berwarna hitam.


Yuna dengan gugup menerimanya..


" Terimalah nona Yuna. Ini hadiah yang saya belikan khusus untuk nona, jadi tolong jangan menolaknya.."


" Ba-baiklah.." ( menerima ).


Yuna membukanya dihadapan tuan Lu langsung. Penasaran juga hadiah apa yang biasa diberikan para pengusaha kaya seperti ini ?! Apa akan mengejutkan hatinya ??


" Ah ?? Tuan ?! Liontin ?? Permata ??"


Ternyata benar, hadiah dari pengusaha kaya ini sungguh sangat mengejutkan..


Harganya..


Fantastis..


" Iya, ini hadiah kecil saja yang bisa aku berikan.. mohon diterima dengan senang hati, ya, nona Yuna.."


' Hadiah kecil ?? Iya, bentuknya memang kecil, tapi jangan dilihat dari ukurannya, kita tebak saja berapa harga permata yang satu ini..'


" Tapi, tuan Lu.. Ini terlalu mahal, apa tidak sayang ??"


" Memberi hadiah ini untuk nona, sepertinya tidak ada kata sayang.."


" Begitu, ya.. Kalau begitu, terima kasih.. Maaf tuan saya tidak bermaksud merepotkan Anda.."


" Tidak, tidak, jangan sungkan begitu, ini adalah hadiah sebagai tanda atas banyak hal yang terjadi untuk pertemuan pertama kita.. Kamu benar-benar wanita yang begitu menginspirasi buat saya.."


" Oh, kalau begitu, saya permisi.."


" Hati-hati di jalan.."


" Baik, tuan.."


Masuk mobil.


Fiuhh..


" Aku pikir kamus sedang debat calon presiden, mengapa lama sekali.."


" Menyetujui kontrak juga perlu waktu, kan.." ( memasukkan kotak hadiah ke dalam tas ).


" Apa itu ??"


" Hadiah.."


" Dari siapa ?? Tuan Lu Yuzeff ??"


" Iya, benar.. Dia bilang sebagai tanda atas segala hal tentang pertemuan kita berdua.."


" Sudah aku bilang, dia adalah orang yang sangat baik.."


" Lalu kenapa saat aku berkata ingin bekerja di grup Lu kamu terlihat kesal ?? Laki-laki yang aneh.."


" Aku pikir, akan ada banyak kesempatan bertemu dengan Lu Zafier nantinya, jadi aku tidak setuju, tapi melihat kamu yang sangat berharap, aku hanya bisa mengalah.."


" Tenang saja, aku sudah bicara dengan tuan Lu Yuzeff supaya tuan muda Lu tidak bisa sembarangan bertemu denganku, cukup kan untuk mengatasi kecemasan kamu.."


" Iya, Yuna mungilku memang sangat pintar.." ( membelai rambut Yuna ).


" Apa kamu benar-benar terinspirasi dari julukan yang diberikan tuan Lu padaku ??"


" Sebenarnya, iya.." ( terkekeh ).


" Aku tidak suka.. Aku akan memakai sepatu hak yang lebih tinggi lagi supaya saat keluar dari rumah, aku bisa setara dengan kamu.."

__ADS_1


" Tidak perlu, kamu lebih imut saat memakai apa adanya.." ( memuji ).


" Tapi aku tidak suka, lain kali, saat kamu keluar sendirian, kamu juga harus pakai topi dan masker !!"


" Kenapa ??"


" Apa kamu tidak lihat ?? Mereka semua memandang kamu dengan ekspresi wajah begitu, bagaimana bisa aku tidak kesal.."


' Bukannya tadi sedang membahas kata mungil, kenapa sekarang malah memojokkan penampilanku..'


" Yunaku sedang cemburu, ya.."


" Tidak !!! Aku hanya kesal saja, kamu ini sudah menjadi milik aku, tidak boleh ada wanita lain yang sampai melihat atau memuji kamu selain aku.." ( manyun ), " hahh.. Punya pacar tampan ternyata meresahkan juga.."


Jian terus memandangi wanitanya itu dengan senang. Imut sekali wajah Yuna saat sedang marah, dia ingin sekali menggigitnya sampai habis..


" Kenapa melihat aku seperti itu ?? Apa ada yang aneh ??"


" Kamu lucu.."


" Lucu apanya !!!! Aku ini sedang marah tahu.."


Cup !?


......


" Sekarang bagaimana ibu ?? Ibu sudah lihat sendiri, kan , kalau wanita itu sekarang ada disisi Jian.. Aku tidak tahu apakah bisa merebut posisi Yuna atau tidak.."


" Kenapa takut ?? Kamu selalu terlihat lebih sempurna daripada wanita malang itu.. Dan kamu berasal dari keluarga yang serba ada. Tidak seperti dia yang kalau tidak berusaha, maka tidak bisa makan dan merawat diri.."


" Benar juga.. Kenapa aku harus takut ? Dilihat dari sisi manapun, aku sudah pasti terlihat lebih cantik daripada dia.."


" Benar, Alishia sayang.."


" Ibu, apa ibu akan terus disini dan tidak pulang ke Amerika ?? Menginaplah disini ibu.. Kita harus bertamu bersama di rumah Jian, sepertinya bersama ibu cukup memberiku kekuatan untuk merayu laki-laki itu, maukah ibu melakukannya ??"


" Demi kamu, ibu akan menurutinya.."


" Terima kasih ibu.."


" Apa yang sedang kalian bicarakan ??"


" Tidak ada, hanya berbicara tentang menantu idaman saja.. Sepertinya anak kita mulai jatuh cinta pada seseorang.."


" Benarkah ??" ( duduk ).


" Iya, Zumi.. Menurutku, akan lebih baik kalau kita membuat mereka lebih dekat.."


" Memangnya siapa laki-laki itu ??"


" Tuan Jianan itu, ayah.. Dia cukup tampan bukan ??"


" Hh.. Putri ayah memang gadis yang pintar memilih pasangan, bukankah kita tinggal bertetangga dengan dia ?? Kita bisa mengundangnya untuk makan malam nanti.." ( mengambil koran ).


" Benarkah ?? Jadi ayah juga setuju ??"


" Kenapa tidak ?? Dia pemuda yang sukses karena kerja kerasnya yang mandiri, dan juga tampan, tidak ada salahnya menjodohkan kalian berdua.."


" Tapi masalahnya.. Dia sudah punya calon istri.." ( Berubah sedih ).


" Siapa wanitanya ?? Anak pengusaha mana ??"


" Zumi.. Dia mantan istrinya Demy.."


" Apa ??" ( terkejut ), " apa mereka sudah bercerai ??"


" Kabarnya begitu, ayah, dan sekarang dia malah bermimpi ingin menikahi tuan Jianan.. Wanita miskin memang selalu punya nyali setiap kali mengejar pria kaya.."


" Begitu rupanya. Dulu ayah pernah memberinya perusahaan yang dia terima dengan senang hati, jadi menurut ayah, kalau sekarang kita melakukan hal yang sama, tidak ada salahnya juga dicoba.."

__ADS_1


" Kamu benar, wanita miskin itu hanya akan terpengaruh dengan uang banyak.. Kita bisa membuatnya pergi dari Jian dengan uang, dan setelah itu kalian berdua bisa segera menikah.."


" Wahhh. senangnya, bisa menikah dengan tuan Jianan.."


__ADS_2