Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Dua Garis


__ADS_3

Yuna sedang terlihat serius di depan komputer. Dia sedang asik menikmati saat-saat bekerja akhir-akhir ini. Apalagi setelah mendengar kalau gajinya benar-benar tidak seperti yang dia duga. Rasanya semakin membuat dia semangat saja.


Dia tidak melihat sekeliling dan hanya fokus pada kerjanya saja. Tapi mendadak.


" Uekkk..." ( dia mual ).


Apa ??


Sekali lagi dia ingin muntah, setelah pagi tadi dia juga sempat mengeluarkan isi perutnya yang baru saja dia santap sebagai sarapan. Dan sekarang, secara tiba-tiba... muntah lagi ??


Yuna berlari ke arah kamar mandi, dan kembali mengeluarkan isi perutnya lagi disana..


" Uekk.. Uekkk...."


Syuurrr...


Menyiram..


Mencuci mukanya dan terdiam letih.


" Sebenarnya apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini ??"


Yuna mengambil tisu dalam tasnya dan mengeringkan mukanya. Dia bergerak kembali keluar setelah memastikan kalau dia baik-baik saja.


Cklek.


" Hai Yuna ??"


" Ah ????" ( terkejut ), " tuan muda Lu ??"


" Haha.. kenapa ?? Terkejut ya ?? Maaf ya, aku tidak sengaja.." ( tertawa tanpa dosa ).


" Kenapa tuan tahu aku di dalam kamar mandi ??"


" Aku melihat kamu berjalan kesini sambil memegangi perut kamu, dia bilang kamu sudah dua kali masuk kamar mandi sejak pagi tadi, ada apa denganmu ?? Apa kamu baik-baik saja ??"


" Ah ?? Iya.. Aku hanya salah makan saja tadi pagi, jadi perutku sedikit sakit.."


" Benarkah ?? Kenapa tidak pergi ke dokter ??"


" Tidak perlu, ini hanya sakit perut biasa, nanti juga segera sembuh.."


" Tidak boleh menolak penawaran baik dariku, lebih baik ikut aku saja ke rumah sakit.."


" Untuk apa ?? Aku baik-baik saja, kok.. Jangan berlebihan seperti itu, lagipula kenapa tuan Lu hari ini mendadak datang ke kantor tuan Lu Yuzeff ?? Apa ada sesuatu yang mendesak sampai tuan harus datang sendiri ke kantor ayah tuan ??"


" Haha.. tidak juga, aku hanya ingin bertanya soal penawaran beberapa hari yang lalu itu.."


" Penawaran yang mana yang tuan maksud ??"


" Yang itu, mau tidak aku bimbing supaya bisa bekerja lebih baik lagi ??"


" Ah ?? Yang itu ya.." ( mendadak ingat ).


' Tapi... Jian tidak mengizinkan aku, sepertinya menjaga kepercayaan Jian lebih penting daripada bisnis..'


" Sudah selesai berpikirnya ??"


" Ah ?? Sudah.."


" Lalu apa keputusan kamu ??"


Yuna berjalan mendahului Lu Zafier..


" Bagaimana ??"


" Hehe.. maaf tuan.. Jian tidak mau aku terlalu dekat dengan laki-laki lain selain orang yang dia mau.."

__ADS_1


" Apa ?? Apa dia masih sebenci itu denganku ?? Sampai-sampai sudah tidak ada rasa kepercayaan lagi untukku.."


" Hehehe... maaf tuan muda Lu, aku harus segera kembali, pekerjaanku sedang sangat banyak.."


" Kalau begitu, kita pergi ke dokter dulu baru kamu boleh bekerja.."


" Ah ?? Tidak perlu tuan muda Lu, aku baik-baik saja, jangan cemas.." ( tersenyum kecut ).


" Apa kamu yakin ??"


" Iya, tenang saja, aku tidak punya masalah yang serius di perutku ini..."


" Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu.." ( mulai melangkah ), " katakan pada Jian, aku akan menunggu permintaan maaf yang tulus darinya sampai kapanpun.."


" Iya.. akan aku sampaikan.." ( kembali tersenyum kecut ).


Pria itu sudah pergi jauh.


" Huhhh.. Aku harus pergi ke dokter setelah pekerjaanku selesai nanti sore.."


Yuna mengambil ponsel yang dia simpan di dalam tas kecilnya, lalu berusaha menghubungi seseorang..


Tut Tut Tut Tut..


Tapi Jian benar-benar tidak bisa dihubungi sama sekali. Itu artinya Jian sedang sangat sibuk saat ini..


" Hh.. Baiklah, aku akan minta kak Hani saja untuk mengantarku ke dokter.." ( menyimpan ponsel kembali ), " pernikahan tinggal dua pekan lagi, dan itu artinya aku tidak boleh sakit."


Yuna berjalan kembali ke tempat kerjanya dan duduk seperti semula. Tunggu sampai pekerjaan tinggal separuh, baru bisa menghubungi kak Hani untuk mengantarnya ke rumah sakit.


.......


" Apa ?? Hamil dokter ??"


" Iya, usia kehamilan nona masih sangat muda, baru dua Minggu, dan usia sedini ini adalah usia yang cukup rentan, jadi jangan terlalu kelelahan dan jangan terlalu banyak pikiran.."


Krebb !!


Yuna menutup pintu ruangan dokter kandungan tersebut dan membuang nafasnya dengan kasar.


" Kamu kenapa ? Apa kamu tidak senang ??"


" Tentu saja aku senang, kenapa tidak ??" ( tersenyum manis ).


" Tapi kenapa raut wajah kamu seperti itu ?? Sepertinya yang terlukis di wajah kamu bukan rasa senang.." ( menatap curiga ).


" Kakak ini.. apa kakak sedang bercanda ?? Aku ini bahkan sangat senang, hanya saja... bagaimana caranya memberitahukan berita gembira ini pada Jian, sementara.. kita berdua belum menikah.." ( bingung ).


" Bukankah dia yang membuat kamu hamil ??"


Plak !!!!


Menampar tidak disengaja.


" Aduh !! Kenapa kamu menamparku ??"


" Maaf kakak, aku tidak sengaja.. hanya reflect saja, aku minta maaf..." ( merasa berdosa ).


" Hhhh.. baiklah.." ( mengelus pipi yang merah padam ).


" Hhh.. menjawab pertanyaan kakak barusan, memangnya kalau bukan Jian siapa lagi ?? Tentu saja pria itu yang sudah membuat aku hamil, mana ada pria lain yang berani menyentuhku selain Jian.."


" Hehe . aku hanya bercanda, lagipula ekspresi kamu sangat aneh. Karena itulah aku jadi bertanya-tanya hal aneh.. hehehe.."


" Menurut kakak bagaimana caraku menyampaikan berita gembira ini ??"


" Tidur dirumahnya dan menyiapkan makan malam kesukaannya nanti, lalu berikan foto hasil USG dan testpack itu saat dia sudah selesai makan..."

__ADS_1


" Ide bagus.. Kalau begitu, bantu aku belanja dan masak semua makanan yang dia suka.."


" Apa ?? Maksudnya aku juga harus ikut begitu ??"


" Tentu saja, lagipula di rumah sudah ada ibu yang menyiapkan makan malam, dan itu artinya, kakak tidak ada kewajiban pulang sebelum membantuku masak.."


" Hhhhh...." ( malas ), " aku sudah salah memberimu saran.."


" Ayolah kakak ipar.. bantu aku memberi kejutan untuk ayah dari bayiku ini..."


Melarak kakak ipar dengan sekuat tenaga..


Ciiiiiiitttttt...


Jian sedang sibuk rapat dengan para dewan untuk membicarakan beberapa proyek pekerjaan dari satu jam yang lalu. Dan bahkan dia tidak pernah melirik ponselnya sejak sebelum melakukan rapat. Dan sebentar lagi, rapat akan segera selesai.


" Baik.. Terima kasih tuan-tuan dan nyonya-nyonya atas kerja samanya, rapat kita sudahi dulu untuk hari ini, jika ada yang kurang jelas, bisa langsung menanyakannya sekarang sebelum rapat ditutup.."


Semua orang terdiam. Itu artinya semua sudah sangat jelas.


Dan setelah dirasa semuanya berjalan lancar, dan sudah bisa diakhiri, Jian langsung menutup berkas dan laptopnya kemudian pergi meninggalkan ruangan.


" Fiuhh.. Dimana ponselku ??"


" Ini tuan ??"


Asisten tuan muda itu menyerahkan ponsel yang sejak tadi siang terus berdiam di dalam sakunya.


Jian membuka ponselnya, dan melihat berpuluh-puluh panggilan dan pesan yang tertera dilayar ponselnya. Pesan itu dari kekasihnya, Yuna..


" Kenapa dia menghubungi aku sesering ini ?? Apa ada masalah.." ( cemas ), " kenapa kamu tidak memberitahu aku nona menghubungi sampai sebanyak ini ??"


" Maaf tuan, sedari tadi ponsel anda sedang dalam mode silent, jadi saya tidak mendengar apapun.."


" Baiklah, bawa berkas ini ke ruangan saya.." ( menyerahkan berkas ).


Asisten itu menerima berkas darinya dan membawa pergi ke ruangan Jian.


Sementara itu, Jian akhirnya memutuskan untuk menghubungi kekasihnya. Dia merasa cemas karena Yuna tidak biasanya menghubungi dia sesering ini.


" Hallo.. Sayang..."


' Hallo, Jian...'


Suara Yuna terdengar biasa saja, bahkan sepertinya wanita itu sedang merasa senang.


" Ada apa menghubungiku sejak siang ?! Apa kamu baik-baik saja ?? Maaf ya, baru menghubungi kamu, aku agak sibuk hari ini.."


' Tidak apa-apa, hanya memastikan kamu akan pulang cepat atau lambat hari ini ??'


" Memangnya kenapa bertanya begitu ?? Apa kamu akan tidur bersamaku malam ini ??"


' Ada kejutan kecil malam ini, pulanglah dan makan di rumah ya..'


" Hemm.. Baiklah, aku akan segera pulang.."


' Baguslah, aku tunggu ya..'


" He'em.."


Yuna menutup sambungan.


' Kejutan apa yang disiapkan Yunaku malam ini ?? Apa mungkin...'


Bermain sampai pagi ??


Memakai baju dinas malam ??

__ADS_1


Atau... hal lain....


__ADS_2