Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Membujuk Jian


__ADS_3

Tap tap tap..


Suara langkah kaki mereka berdua yang sudah berhasil masuk ke dalam cafe.


" Mr.. Bagaimana urusan pemuda di depan. Sepertinya anda lupa mengurusnya ??"


" Ambil uang cash di mobil. Aku tidak sengaja membawanya untuk memberi hadiah kepada nona Yuna, dan sepertinya hadiah itu sudah cukup memuaskan untuk nona, jadi berikan pada pemuda itu," ( terus berjalan ), " di dalam koper itu ada seratus lima puluh juta, berikan saja semuanya.. Dia sudah membantu memulihkan nama baik Yuna dan menjatuhkan musuh.."


" Baik, Mr..". ( pergi ).


" Apa yang kalian bicarakan ??"


" Masalah pemuda di depan, dia sudah menyelamatkan nama baik kamu.."


" Hemm.. begitu, ya.. Maaf sudah menghamburkan uang seratus juta hanya untuk mencari pembelaan.." ( merasa bersalah ).


" Menghamburkan uang ?? Sepertinya kamu sudah salah menilai aku.. Kalau untuk kamu, dan nama baik kamu, seratus juta juga tidak ada apa-apanya bagiku ."


" Hemm.. Lain kali aku tidak mau minta lagi.."


" Terserah Yunaku saja, yang harus kamu tahu, aku tidak merasa dirugikan sama sekali.." ( mencium kening ).


" Jian, ini di depan umum.." ( mendorong ), " jangan mencium orang sembarangan.."


Jian terkekeh. Wajah Yuna saat marah bercampur malu memang terlihat sangat menggemaskan.


" Ah !! Tuan Jian dan Nona kecil Yuna sudah datang rupanya, selamat datang.." ( bangun dari kursi ).


" Terima kasih Tuan Lu Yuzeff..." ( duduk ).


Yuna menyusul duduk di samping Jian..


" Heii.." ( berbisik ), " aku ingin bertanya padamu.."


" Tanyakan saja.."


" Apa dia baru saja memanggilku Nona kecilmu ??" ( wajah datar ).


" Sebenarnya sudah dua kali seperti itu.." ( tersenyum ).


' Apa yang sedang mereka bicarakan sampai harus berbisik seperti itu ?? Sepertinya aku salah mengundang mereka bersamaan.. Sekarang aku hanya seekor nyamuk saja bagi mereka..'


" Tahukah kamu ??"


" Apa ??"


" Aku merasa sedang dihina melalui kata-kata itu.." ( kesal ).


" Sebenarnya panggilan itu sangat menginspirasi.." ( meledek ).


" Menginspirasi apanya ?? Itu hinaan yang menusuk tahu.."


" Tapi kamu memang kecil dan pendek.. Sebenarnya kamu lebih pantas aku panggil Yunaku yang mungil.."


" Fushjhj.."


" Apa kita sudah bisa bicara ??"


" Ah ?? Iya.." ( gugup ).


' Ada apa dengan Jian ?? Lelaki ini sungguh gugup di depan tuan Lu Yuzeff ?? Sepertinya dia sedang memikirkan kata-kata nona kecil ini..'

__ADS_1


" Begini tuan muda Ji.." ( berhenti bicara ).


Seorang pelayan menghidangkan dua cangkir kopi hangat di meja mereka.


" Silahkan dinikmati dulu kopinya.. Ini cafe milik keluarga Lu, jadi kalian bisa menikmatinya sesuka hati.. gratis.."


" Jujur saja tuan Lu, kami tidak suka menikmati barang gratis, jika kamu mampu bayar, kenapa harus menikmati barang gratis.."


' Kenapa laki-laki ini sepertinya sedang memulai debat ??' ( Pikir Yuna ).


" Oh.. Tentu saja bukan begitu maksud saya... Saya hanya ingin anda menikmati kopi di cafe kami, dan sebagai balasan atas kemurahan hatimu yang mau bertemu dengan saya, maka saya bersedia mentraktir tuan dan nona.."


" Hehe.. Iya tuan Lu.. Kami mengerti.. Memang Tuan Jian ini selalu bicara begitu, dingin dan arogan.. Maaf ya.. Orang seperti dia sebaiknya aku hukum nanti..Hehe..." ( memaksa senyum ).


" Ah ??!" ( bingung ).


" Kalau begitu, langsung saja ke intinya.."


" Baik baik.. Saya ingin bertemu secara khusus dengan kalian karena sebenarnya ingin minta maaf soal kejadian semalam.."


" Tidak masalah, kami tidak merasa terganggu.." ( dingin ).


' Sepertinya tuan Jianan sudah mulai membenci keluarga kami karena perbuatan Lu Zafier..'


" Begitu, ya.. Syukurlah jika tidak seperti yang aku pikirkan.."


" Begini tuan Lu.. Awalnya saya memang menyalahkan tuan muda Lu Zafier karena dia benar-benar berbuat tidak senonoh kepadaku, tapi, untunglah saya menyelidikinya terlebih dulu, dan menemukan fakta mengejutkan di belakangnya.."


" Iya, saya sangat berterima kasih pada nona Yuna yang sudah membantuku membuka semua yang terjadi di keluarga kami.. Jika anda tidak menyelidikinya, entah sampai kapan Lu Zafier akan menyembunyikannya dariku.."


" Sama-sama tuan Lu.. Ini hanya kebetulan saja karena soal lowongan pekerjaan waktu itu, akhirnya aku memutuskan menyelidiki latar belakang tuan muda Lu terlebih dahulu sebelum memulai bekerja.." ( tersenyum ).


' Apa ?? Yuna bekerja dengan keluarga Lu ??' ( marah ), ' berani sekali dia diam dan tidak berbicara apapun padaku..' ( bertambah marah ).


" Bagaimana kalau nona bekerja di perusahaan saya, bukan perusahaan Lu Zafier.. "


" Mm... Kalau soal itu, aku hanya punya pendapat dari Jian saja.. Bagaimanapun sebelumnya aku merahasiakan soal pekerjaan di tempat tuan muda Lu karena mereka punya kebencian masing-masing.." ( tersenyum ).


' Wajah menyebalkan ini membuat aku tidak bisa menolak..'


" Bagaimana tuan Jian ?? Apa anda mengizinkan nona Yuna untuk masuk ke grup Lu ??"


" Hemm.. Aku pikirkan lagi nanti.. Sekarang kami sedang ada urusan mendadak, jadi tidak bisa lama-lama.." ( menggandeng tangan Yuna ).


" Urusan ?? Urusan apa ??"


" Maaf tuan Lu Yuzeff, tidak bisa menemui anda lebih lama, kami harus segera pergi.."


" Ah ?? Baiklah kalau begitu, tolong pikirkan lagi tawaran saya tuan.."


Jian menggandeng Yuna pergi dari tempat itu dengan wajah kesal. Apa dia akan menghabisi Yuna nantinya ??


Menutup pintu mobil usai mereka berdua masuk..


" Kenapa ?? Apa kamu marah ??"


" Hemm... Menurut Yunaku bagaimana ??" ( memangku Yuna ).


" Maaf saja tuan Jianan, aku hanya tidak mau kamu tahu kalau aku sedang menyelidiki tuan muda Lu.." ( membuka kancing kemeja Jian ), " karena kalau kamu tahu, kamu tidak mengizinkan aku mencari tahu tentang tuan muda Lu.." ( menemukan sesuatu ).


Memelintir..

__ADS_1


" Ssshhh.. Yuna.. Tangan kamu sangat nakal.." ( memejamkan mata ), " kamu hanya sedang minta persetujuan dariku bukan ??"


Menikmati..


" Tuan Jian... Semuanya terserah saja padamu, aku hanya.." ( semakin menggoda ), " ingin berkarir saja.. Kalau kita menikah pun, aku masih bisa berkarir..."


Wajah mulai resah..


" Ini di dalam mobil.."


" Tapi kita bisa menutup kacanya dengan tirai.."


" Arkh !!!" ( mulai tidak tahan ).


Tangan lembut itu selalu menggerayangi dan benar-benar mulai nakal. Menyebalkan..


" Jangan harap aku bisa memberi persetujuan..." ( mencoba bertahan ).


" Benarkah ??" ( senyum menantang ).


Jian mengangguk saja meski sebenarnya dia benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi..


" Kalau begitu, bagaimana kalau ini.."


Apa yang dia pegang ??


Sensor..


Hihihi....


" Kamu nakal.."


Cup !?!


Area terlarang...


" Bagaimana ?? Apa kamu setuju ??"


Usai pertandingan di dalam mobil..


" Menurut Yunaku ??"


Mencium bibir sekilas..


" Bagaimana bisa aku menolak, sedangkan kamu terlihat begitu antusias.. Apalagi hadiahnya cukup besar bagiku.." ( senyum puas ), " pakai lagi bajumu, aku akan membuka tirai.."


" Benarkah ??" ( senang ), " apa tuan Jianan benar sedang menyetujui aku ??"


" Temui tuan Lu, dia orang yang sangat baik dan pandai dalam berbisnis.. Kamu bisa berlatih dengan dia.. Dia bisa membantumu.."


" Apa kamu serius ??" ( masih tanpa pakaian ).


" Aku serius.." ( tersenyum ).


" Baiklah, kalau begitu, aku akan turun dan bicara dengan tuan Lu.. Temani aku, ya.."


" Pakai dulu bajumu.."


" Iya, aku mengerti.." ( sangat senang ).


Sementara Yuna sedang sibuk memakai baju dan merapikan penampilannya, Jian asik menatapi gadis mungilnya itu sambil sesekali memuji dalam hati..

__ADS_1


' Dia seperti anak kecil yang minta permen dengan cara memijat kaki ibunya..'


__ADS_2