Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Nikahi Wanita Lain


__ADS_3

" Hani, makanlah sesuatu..."


" Aku tidak mau makan !!" ( memalingkan muka ).


" Jangan begitu, kamu harus tetap menjaga diri, jangan sampai sakit ??"


" Memangnya apa istimewanya aku ?? Aku bukanlah wanita yang sempurna, tidak bisa melahirkan anak untuk kamu, dan lagi.. aku tidak ada gunanya dilahirkan, jadi untuk apa menjaga kesehatanku, kalau hamil saja aku sudah tidak bisa.." ( menangis ).


Azof mengusap tangan Hani dengan lembut usai dia meletakkan semangkuk bubur di atas nakas.


" Jangan begitu, meskipun kamu bukan wanita yang sempurna, tapi setidaknya kamu sudah menjadi istriku yang paling baik, dan menantu idaman ibuku juga, coba kalau kamu tidak ada, mau bagaimana aku bisa menjaga ibuku ?? Untunglah kamu berada di sisiku, kamu sangat berharga untuk kami, Hani..."


" Jangan mencoba menghibur aku, seharusnya aku sudah mati, tapi kenapa kamu malah menolong aku ?? Kenapa tidak membiarkan aku mati saja ??"


" Karena kamu adalah harta paling berharga yang aku dan ibuku miliki, jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kami dengan cara seperti itu lagi."


Hani terdiam. Sejenak dia berpikir, benar juga kalau terus merasa seburuk ini. Mengapa tidak mencoba bangkit dan melalui hidup berdua bersama Azof ?? Bagi pria itu dia adalah wanita yang paling berharga dalam hidupnya, lalu apa lagi yang kurang sekarang ??


" Pikirkan Hani.. bukan hanya anak yang membuat kamu bahagia, tapi orang-orang di sekitar kamu, pikirkan saat mereka mencoba membuat kamu senang meski kamu tahu kamu tidak seperti wanita lain yang bisa memiliki anak, tapi aku, aku akan selalu berusaha ada di samping kamu, aku akan mencoba membuat kamu bahagia meski tanpa anak dalam hubungan kita.. aku yakin, kamu bisa melalui semua ini tanpa hadirnya buah hati.."


" Azof, jika kamu pikir bisa membuat kamu senang meski harus hidup tanpa anak, tapi aku juga harus memikirkan bagaimana kamu bisa hidup tanpa anak, aku tidak mau kamu tidak memiliki kebahagiaan di masa tua kamu kelak, jadi.." ( memalingkan muka lagi ), " menikahlah dengan wanita lain, yang bisa membuat kamu memiliki anak, dan aku.. jangan khawatirkan aku, selama kamu senang, seharusnya aku juga senang.."


" Tidak, aku tidak pernah berpikir sejauh itu sebelumnya, Hani.. bagaimana bisa aku mengkhianati kamu ?? Sedangkan, selama hidupku, hanya kamu wanita satu-satunya yang aku cintai.."


" Azof, ini demi kebaikan kamu, aku juga mau melihat kamu bahagia dengan memiliki anak, jadi jangan sia-siakan waktumu untuk wanita cacat seperti aku.." ( wajah sedih yang tidak bisa di sembunyikan ).


" Tidak, punya anak atau tidak, kamu hanya akan menjadi istri satu-satunya milikku, tidak ada wanita lain, dan tidak ada paksaan seperti ini lagi, jangan keras kepala !! Ini keputusan aku.."


Azof berlari keluar dari ruangan Hani, meninggalkan istrinya yang sedang terbaring di ranjang. Dia menangis sejadinya usai berhasil menjauh dari kamar itu.


Hiks hiks hiks..


Di sisi lain, dia juga sebenarnya menginginkan kehadiran seorang anak, tapi di sisi lainnya, mana mungkin dia mampu mengkhianati istrinya ?? Wanita yang sangat baik dan begitu sempurna di matanya.. tapi.. dia juga ingin memiliki anak..


Drrrttt Drrrttt


" Hallo." ( masih terdengar terisak ).


' Kakak, ada apa dengan kamu ?? Apa kakak baik-baik saja ?? Bagaimana dengan kakak ipar ?? Kakak kenapa kamu terus menangis ??'

__ADS_1


" Yuna.. bisakah kita bertemu untuk bicara sesuatu ??"


' Baik.. aku akan segera datang..'


...****************...


" Tuan ada kabar yang bagus tentang gadis itu, dan aku rasa bukti ini bisa memperjelas siapa ayah bayi yang di kandung Yu Fei itu.."


" Beritahu segera.."


" Dia sejak empat bulan yang lalu berkenalan dengan pria bernama Fu Xuelan, yang katanya memiliki aset terbesar di kota S. Dan beberapa foto juga terkuak tentang kedekatan dua orang itu, mulai dari makan bersama di sebuah restoran, " ( memberikan beberapa foto dan bukti percakapan ), " minum di bar berdua, dan terakhir, berkencan di hotel, sudah sangat sering.."


" Hemm.. bukti yang bagus.."


" Hari ini dia mengajak aku bertemu lagi, bagaimana ?? Apa yang harus aku lakukan ??"


" Bawa sebagian bukti ini, jika dia mengatakan pada kamu kalah aku harus bertanggung jawab, maka tunjukkan saja buktinya pada gadis itu.."


" Langsung saja ?? Tidak menunggu waktu dulu ??"


" Untuk apa, lebih cepat kita mencegah, maka akan jadi lebih baik.."


" Jangan memandang seorang gadis dari wajahnya, memangnya kamu tahu berapa pria yang pernah dekat dengan dia ??"


" Hhh.. awalnya aku sudah senang karena masa jombloku hampir berakhir, mengapa mendadak mendengar kabar begini ??"


" Tunjukkan saja semuanya, dia pasti tidak akan mengelak lagi.."


" Baik tuan.."


...****************...


" Fu Xuelan, bagaimana ini ?? Kamu sudah membuat aku mengandung anak ini !!? Kamu harus bertanggung jawab padaku dan bayi dalam kandunganku.." ( ucapnya memohon ).


" Cihh.. bertanggung jawab ?? Maksud kamu menikah ??"


" Tentu saja, jangan menolak aku lagi.. kamu tidak bisa terus membiarkan aku malu, sudah cukup aku mempermalukan kedua orang tuaku gara-gara kamu, dan sekarang, jangan buat kakek aku malu juga.."


" Itu bukan urusanku.." ( menepis tangan Yu Fei ), " aku tidak yakin apa gadis murahan seperti kamu hanya akan tidur dengan satu pria saja, atau tidak.."

__ADS_1


" Apa maksud kamu ?? Kamu menuduh aku bukan wanita baik-baik??" ( mulai marah ).


" Hhh.. aku sering menjumpai banyak wanita seperti kamu, menggunakan taktik hamil untuk bisa menikah dengan tuan kaya seperti aku, aku sudah sangat paham, padahal yang ada di perut kamu belum tentu anakku.."


" Keterlaluan !!! Baj*Ngan !!! Tidak tahu diri !!! Asal kamu tahu saja, selain kamu, tidak ada lagi pria lain !! Kamu harus membayar semua perbuatan kamu padaku.."


" Jika sudah selesai, anda bisa segera keluar dari rumahku.."


Gluk !!


Minum.


" Bawa dia keluar.."


" Baik tuan.."


" Tidak !!! Fu Xuelan !!! Jangan begini padaku !!! Jangan mengusirku, kamu harus bertanggung jawab !!! Fu Xuelan, dasar baj*Ngan !!!!"


Bam !!??


" Mengacaukan pikiran indahku saja.." ( menyulut rokok ), " saatnya mangsa yang ke dua puluh lima.."


Dia terkekeh sendiri..


" Kalau dipikir, berapa wanita yang sudah berhasil melahirkan anakku, ya.. sayang sekali.. diantara merek tidak ada satupun yang berhasil membuat aku menikah, semuanya tidak ada yang menarik.. Tapi kali ini.. Alishia... menikahi gadis seperti itu, mungkin bisa membuat namaku kembali disorot.."


Dia bangun dari duduknya, dan menghubungi seseorang..


" Sayangku.. aku ingin menemui kamu, aku sungguh rindu.." ( sambil berjalan keluar ).


...****************...


" Kakak, katakan padaku apa masalah kalian berdua sampai bisa seperti ini.."


" Kamu seharusnya tahu bagaimana hancurnya hati seorang wanita saat mengetahui kalau dirinya tidak akan bisa punya anak.."


" Tapi bukankah kakak sendiri menerima semua kekurangan kakak ipar ??"


" Dia yang tidak bisa menerima takdirnya, dia hanya ingin.." ( terdiam sejenak ), " aku menikah lagi.."

__ADS_1


" Apa ??"


__ADS_2