Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Bisu


__ADS_3

Menoleh..


" Alishia ??"


" Kenapa ?? Apa ibu terkejut ?? Akh.. aku salah, bukankah ibu sudah mengusirku karena aku anak yang tidak berguna, ya.. kenapa aku masih memanggil anda dengan sebutan ibu ??"


" Alishia.. jangan macam-macam kamu !!"


" Kenapa ?? Sepertinya anda belum merasa puas berkali-kali merebut kebahagiaan orang lain, ya.."


" Apa ?? Jangan bicara kamu !!"


" Memangnya kenapa kalau aku bicara ?? Masih berani, atau sudah merasa takut ??"


Semua mata menatap tajam.


" Alta, kenapa kamu bisa datang dengan wanita itu ?? Apa kamu sudah melakukan janji sebelumnya ??" ( cemburu ).


" Jangan cemas Kalina.. Aku tidak sengaja melihatnya sedang melakukan tugas negara, jadi untuk kebaikan acara, aku lebih memilih untuk membantunya dulu..."


" Memangnya apa yang sudah terjadi ??"


" Nanti aku ceritakan..."


" Masih mau menuduh nona Yuna yang melakukan skenario ini ?? Apa anda tidak takut aku membongkar semua rahasia nyonya ??"


" Apa yang kamu katakan ??" ( mulai cemas ).


" Putar video dan rekamannya.." ( menyuruh seseorang ).


Tidak lama setelah itu, video berdurasi pendek yang memperlihatkan wanita itu sedang menyuntikkan sebuah cairan ke tubuh Almira akhirnya mencuat. Semua orang memandangnya tanpa berkedip.


" Oohh.. jadi dia yang salah, bukan Yuna ataupun tuan Jianan.."


Semua orang terdengar berasumsi sendiri.


' Sial !! Anak ini sudah sangat kurang ajar !!'


" Jian, ini adalah fitnah !! Aku sengaja datang karena berusaha menyelamatkan kamu dari semua kesalahpahaman ini.. dia ini bukan wanita baik-baik.."


" Apa ?? Saya bukan wanita baik-baik??"


" Setahuku, bukan dia wanita biadabnya, tapi anda sendiri orang yang dimaksud !!"


" Apa ?? Jian.. ini semua kesalahpahaman.. kamu sudah diprovokasi oleh mereka.."


" Anda sendiri yang sudah memprovokasi diri anda.. Pengawal !! Bawa dia keluar !!"


" Apa !?? Jian !! Berani sekali mengusir ibu kandungmu sendiri dari pernikahanmu.."


" Apa ?? Jadi dia ibu kandung tuan Jianan ?? jadi mereka sudah bertemu ya ??"


" Tega sekali, meskipun wanita itu salah, tidak seharusnya juga tuan Jianan melakukan hal seperti itu pada ibu kandungnya kan.."


" Ibu kandung juga bisa dilupakan kalau dia sendiri yang menginginkan, dan bagi saya.. anda sudah ingin dilupakan oleh anak-anak anda.. anda mau uang kan ?? Bukan anak-anak anda ?? Maka akan saya wujudkan.. pulanglah ke Amerika menemui pria hasil rampasan anda dari wanita lain, dan aku akan kirim uang sebagai tanda baktiku pada ibu yang tidak pernah menginginkan aku ini.."

__ADS_1


" Tapi Jian.. ibu hanya mau kamu.. bukan uang kamu..."


" Hhh.. omong kosong.. bilang saja kalau kamu malu mengatakannya di depan semua orang.. terakhir kali Anda mengusirku dari rumah, adalah karena aku belum bisa menghasilkan uang yang banyak, dan anda pikir tuan Jianan lebih berguna karena bisa menghasilkan uang yang banyak untuk anda.. benarkan ??"


" Alishia.. " ( marah ).


" Mengakulah nyonya, tuan Zumi juga sudah membuang anda karena anda sudah menghabiskan uangnya dalam jumlah yang sangat besar bukan..."


" Diam kamu !!"


" Kenapa ?? Malu ??"


" Aku tidak mau ada wanita ini terlalu lama, jadi bawa dia segera, aku ingin pernikahan ini berlangsung lebih cepat.." ( memberi perintah pada pengawal ).


" Baik tuan..."


Tiansha diseret dengan paksa oleh dua pengawal Jian keluar, sementara pria yang memprovokasi tadi sudah bergerak keluar lebih dulu tentunya dengan pengawalan ketat.


" Ibu.. bagaimana ini ??"


" Maaf, Yuna.. aku terlambat.." ( Alishia merasa bersalah ).


" Jika bukan karena kamu, aku mungkin akan kehilangan segalanya.. terima kasih Alishia.."


" Apa kau lupakan aku ??"


" Alta ??"


" Nona.. dia yang sudah membantu nona Alishia mendapatkan bukti itu.."


" Tidak masalah.. hanya saja.. kita harus segera membawa nyonya ke rumah sakit.."


" Baiklah.."


" Baiklah apanya ??" ( menatap Yuna ), " kamu harus segera menikah, jangan berpikir akan ikut dengan kami ke rumah sakit.."


" Benar nona.. biar saya yang urus semuanya.."


" Tidak !! Sanni, kamu tetaplah disini menemani Yuna, aku yang lebih berhak mengantarnya ke rumah sakit.."


" Benar, kakak yang lebih berhak pergi dengan kak Azof.."


" Dokter Alta juga ikut kan ??"


" Iya.. dan kamu juga.."


" Baiklah nona Hani.. aku akan ikut.."


" Aku akan siapkan mobil.."


Dokter Alta berlari keluar dari gedung mewah itu dan kemudian terlihat memarkirkan mobil tepat di depan pintu..


Azof buru-buru mengangkat tubuh ibunya yang sudah tidak berdaya menuju mobil, kemudian disusul oleh Hani dan Kalina di belakang..


" Nona Yuna.. maaf aku telah berprasangka buruk pada kamu.."

__ADS_1


" Tidak masalah.. sejak awal aku tahu kalau kamu adiknya Jian, aku hanya merasa senang karena nantinya.. aku akan punya saudara ipar lagi.."


" Alishia.. terima kasih atas bantuan kamu.."


" Tuan Jian.."


" Jangan panggil dia tuan, dia juga kakak kandung kamu, bagaimana bisa memanggilnya tuan ?? Panggil dia kakak, dan panggil aku kakak ipar ya.."


" Baiklah.. apa itu tandanya.. kalian sudah memaafkan aku ??"


" Kamu tidak punya salah apapun pada kami kecuali menyukai kakak sendiri.."


" Baguslah.. karena aku tahu sekarang kalau kamu adalah kakak kandung aku, maka aku tidak akan lagi menaruh perasaan apapun padamu.."


....


" Mulai sekarang, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri.."


Semua orang bertepuk tangan riuh menyaksikan bersatunya dua insan di atas pelaminan. Melempar bunga, dan kemudian memotong kue pernikahan, semua itu dilalui Yuna dan Jian dengan perasaan yang bercampur aduk. Sementara, di rumah sakit masih belum memberikan kabar apapun.


.......


" Maaf sekali, obat yang disuntikan ke tubuh nyonya Almira sudah menyebar ke seluruh tubuh, kami tidak bisa melakukan apapun sekarang, dia akan mengalami kebisuan dan kelumpuhan total pada seluruh anggota tubuhnya.."


" Apa ?? Ibu saya akan lumpuh total dok ??"


" Dokter Azof tenang saja, ini hanya akan terjadi untuk sementara waktu, asal selalu diimbangi oleh pengobatan teratur dan penyedotan racun yang disuntikkan.."


" Tapi tetap saja, wanita itu hampir membunuh ibuku !!"


" Azof, jangan terpancing emosi.. ingat, kamu sudah pernah masuk jebakan yang sama.."


" Tapi Hani.."


" Aku tidak bisa menasehati kamu karena usia kamu yang jauh lebih tua dariku, tapi sebagai sesama dokter, aku tahu menjaga nama baik kita jauh lebih penting daripada mementingkan orang yang tidak berguna, dokter Azof.." ( Dokter Alta memberi nasehat ).


Dua orang ini memang sesama dokter. Hanya saja keahlian mereka berdua berbeda. Azof adalah dokter yang ahli di bidang penyakit kanker darah atau leukemia, sedangkan dokter muda yang bernama Alta itu adalah ahli bedah yang sudah terkenal dimana-mana.


" Aku akan membalasnya lain kali.."


" Sudah aku katakan padamu Azof.. dia hanya ingin membuat keluarga kita hancur. Dan jika kamu membalas wanita itu suatu hari nanti, apa yang akan dia lakukan selain tertawa ?? Dia akan merasa sangat puas sudah membuat hidup kita hancur bukan ??"


Mendadak..


Brakk !!!


" Ibu...." ( menangis ).


" Yuna.."


" Kakak, bagaimana keadaan ibu ?? Apa dia baik-baik saja ??"


" Dia akan mengalami kelumpuhan untuk sementara waktu, dan mulutnya juga tidak akan bisa bicara.."


" Apa ??"

__ADS_1


__ADS_2