Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cinta Pertama Dan Terakhirku
#Melawan Jian ??


__ADS_3

" Hhh.. akhirnya selesai juga, aku sudah bisa pulang.."


Berusaha menghubungi Jian.


Tut Tut Tut..


" Tidak bisa dihubungi, sepertinya dia masih sibuk, aku pergi kesana sendiri saja.."


Yuna keluar dari ruangan dan memasuki lift untuk turun dari sana.


Tapi sepertinya rencana berubah. Dia tidak sengaja bertemu dengan seseorang..


Lu Zafier..


Mencoba menghindar..


Sialnya, dia memasuki lift yang sama..


Huhh. Mulai cemas, siap-siap menyalakan alat perekam. Siapa tahu dia akan berbuat hal buruk, pria mesum mana ada yang tahu mau berbuat apa ??


" Nona, kita bertemu lagi.."


" Begitu buruk seharian ini.."


" Maaf nona Yuna, aku tidak bermaksud begitu hari itu, entah kenapa anda tahu kalau aku hendak berbuat hal buruk kepada anda.."


" Tentu saja aku tahu, sebelum menyetujui pekerjaan, aku harus menyelidiki atasan aku dulu untuk lebih tahu seperti apa kepribadiannya.."


" Nona, jika hari itu anda tidak bicara apapun pada ayahku, seharusnya aku masih kebingungan untuk menutup uang sebesar itu, tapi sekarang, aku akhirnya bisa mengadukan segala keluh kesah ku pada ayah, terima kasih.."


" Aku hanya tidak sengaja merekam kata-kata itu.."


" Kata-kata yang mana ??"


" Mungkin anda tidak akan pernah tahu kalau aku tidak mengatakannya."


" Apa kata itu ?? Yang ingin menikmati wanitanya Jian begitu ??"


" Iya, syukurlah kamu tahu.."


" Oh itu, ya . jujur saja, aku begitu benci dengan laki-laki itu, setiap kali ayahku memberi petuah, orang itulah yang akhirnya menjadi contoh. Aku benci saat dia menyebut nama Jian, hanya untuk membandingkan aku dengan orang lain.."


Tring..


" Tapi kalau dipikir-pikir lagi, pantas saja Tuan Jianan begitu banyak mendapat pujian dari orang lain, aku bahkan tidak ada sebandingnya dengan dia.."


Lift terbuka..


Mereka keluar..


" Lalu bagaimana dengan Jian ? Apa dia juga membenci aku ??"


" Itu sudah pasti.." ( berjalan ), " aku kira kalian musuh bebuyutan.."


" Mungkin alasan dia membenci aku karena aku selalu bersikap buruk dengannya saat bertemu.."


" Mungkin, bagaimana dengan ketergantungan itu ??"


" Sudah menemukan dokter yang tepat, rasanya sudah semakin membaik.."


" Bagus kalau begitu.."


" Maaf ya hari itu aku berusaha mempermalukan kamu di depan banyak orang.."


" Tapi nyatanya malah tuan sendiri yang malu.. Aku juga minta maaf.."


" Iya, kalau kamu tidak melakukan hal itu, aku tidak akan pernah bisa membuka seluruh keluh kesah ku pada ayah, terima kasih ya.."


" Iya, sama-sama, kalau begitu, aku pergi dulu.."


" Yuna tunggu !!"


" Ya ? Kenapa ??"


" Kalau kamu tidak keberatan, aku bisa membantu kamu belajar bisnis, sebagai tanda terima kasih saja, tidak lebih dari itu.."


" Maaf tuan muda Lu, sepertinya aku tidak bisa menerima tawaran tuan, aku hanya tidak mau menyakiti Jian untuk kedua kali.."


" Begitu, ya.. kalau begitu, kapan-kapan, aku akan bertemu dengan Jian untuk meluruskan suasana di antara kami, dan minta izin juga untuk mengajari kamu soal bisnis.."


" Terserah anda saja tuan muda, aku tidak pernah memberi kamu saran, jadi jangan bawa-bawa namaku.."


" Baik, baik.."


" Apa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan ??"

__ADS_1


" Sebenarnya masih banyak.."


" Tapi aku sudah tidak punya waktu, jadi maaf ya tuan, aku harus pergi.."


" Iya, baiklah, hati-hati.."


Yuna pergi dari sana dengan senyum manisnya. Ternyata lelaki ini tidak sepenuhnya membawa sial.. Hehehe..


...


" Waktunya sungguh tepat. Dia sudah bersama dengan investor asing di cafe ini, gunakan kesempatan ini dengan baik, jangan buat masalah.."


" Aku mengerti.."


.....


Semua orang sedang asik bersantai di kafe tersebut. Banyak pengunjung yang datang di hari itu, maklum saja, ini waktunya istirahat, jadi banyak orang yang memilih untuk mengunjungi kafe untuk beristirahat.


Mereka semua awalnya sedang asik mengobrol satu sama lain. Tapi mendadak, secara bersamaan ponsel mereka semua berbunyi. Ada pemberitaan baru yang masuk ke dalam ponsel mereka.


" Apa ini ??"


" Berita baru, ya ??"


Semua orang satu per satu mulai membuka ponsel masing-masing, dan mencoba melihat berita.


" Ini berita tentang pengusaha Jian, sepertinya menarik.."


Jian mulai terpengaruh. Dia pun sama, membuka ponselnya dan melihat berita.


" Apa ?? Jadi tuan Jianan sudah membebaskan pembunuh ??"


" Mungkin ini semua ada hubungannya dengan kematian laki-laki yang dulu itu, siapa ya namanya, aku lupa.."


" Ini ada namanya disini, namanya Aldi.."


" Iya benar, itu namanya, dengar-dengar pembunuh Aldi itu kan kakak kandung nona Yuna dan para pengawal tuan Jian, pantas saja dia mau membebaskan mereka.."


" Hh.. Orang kaya memang selalu bertindak semena-mena kepada orang kecil.."


" Iya, benar.."


" Eh.. Tunggu dulu, apa yang disana itu tuan Jianan ??"


Jian berkutik. Ternyata benar, di dalam berita itu ada namanya. Bahkan namanya yang menjadi trending topik. Siapa sebenarnya yang melakukan ini ??


Mendadak seorang wanita tua berjalan tertatih-tatih ke dalam kafe.


" Siapa itu ??"


" Entahlah, wajahnya terlihat sangat menderita.."


" Iya benar sekali.."


" Tuan Jian !!! Dimana kamu !! Aku tahu kamu disini !!??" ( berteriak dengan lantang ), " jangan sembunyi !!! Kamu harus bertindak adil dengan anakku.."


" Apa ?? Wanita itu menyebut anak ?? Mungkinkah dia ibu dari korban pembunuhan itu ??"


" Sstt.. Diamlah, kita dengarkan saja.."


Jian melirik wanita itu. Benar sekali, sesuai dugaan. Dia pasti akan datang melawan meskipun dia sudah diberi kompensasi besar.


' Hemm.. Wanita itu benar datang, sepertinya dia punya hubungan dengan pemberitaan ini..'


" Disana kamu rupanya !!" ( menatap Jian ).


' Datang begitu, berani.. sebenarnya ada orang besar di balik semua ini, dan wanita ini hanya dijadikan umpan saja..'


" Kamu sudah menghancurkan masa depan putraku !!!" ( sambil mendekat ).


Banyak orang yang terlihat mengambil kesempatan untuk merekam kejadian, ya, pastinya biar viral.


" Dan yang lebih miris lagi, kamu bahkan membayar aku untuk bisa membebaskan pembunuh itu.."


" Benarkah ?? Tega sekali.."


" Tidak menyangka kalau taun Jianan orang yang seperti itu.."


" Kamu memberi saya uang untuk membuka sel pembunuh itu dan membebaskannya, sungguh tega sekali.."


' Hehh. Wanita bodoh !!'


" Tuan, kamu harus menerima akibatnya karena sudah membuat aku membebaskan pembunuh anakku sendiri.."


Berdiri menghadap Munnia.

__ADS_1


Munnia gemetar.


Kenapa wibawa dan sorot mata Jian ini rasanya hampir membunuh.. Menakutkan.


" Anda takut ??"


" Saya tidak takut." ( agak sedikit si ), " untuk melawan ketidak Adilan putraku, maka aku harus menghadap kamu dengan berani.."


" Baiklah, aku akan jelaskan di depan semua orang, biar tidak terjadi kesalah pahaman.."


" Mau jelaskan apalagi ?? Kamu sudah salah, membebaskan pembunuh yang memang seharusnya dihukum mati, dan kamu masih saja mengelak ??"


" Memangnya kenapa kalau aku membebaskan mereka ?? Jika mundur lagi ke belakang, seharusnya anda tahu kalau anda juga sudah menyetujui hal tersebut." ( memasukkan tangan ke dalam saku ), " mau bukti ??"


" Tunjukkan saja buktinya, aku tidak takut.." ( menangis ), " Huhuhu.. pria ini sudah salah tapi tetap saja merasa benar, kasihan sekali anakku disana, saja pasti tidak bisa tenang. Huhuhu.."


" Tega sekali laki-laki ini, tidak punya hati nurani.."


Menghubungi seseorang.


" Hallo.."


' Iya Mr..'


" Kirim semua yang kamu punya tentang wanita itu ke kafe Maria, jangan lebih dari lima belas menit, jika tidak, kamu aku pecat.."


' Ba-baik tuan, segera saya berangkat..'


Menutup pembicaraan.


" Kamu harus bertanggung jawab !! jika bukan pembunuh itu yang dihukum mati, maka kamu saja yang mati !!!"


Dari kejauhan, Hannuri terlihat mengawasi.


" Sial !! Aku tidak minta dia bicara seperti itu !!"


" Apa yang nona lakukan disini ??"


" Apa ??"


Menoleh..


" Aaa... jangan bawa aku.. jangan.."


Menyeret Hannuri masuk ke dalam kafe.


Membanting.


" Aduh !! Sakit sekali badan aku, kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini ??"


" Oh, jadi wanita ini yang ada di belakang, senang sekali bermain petak umpet ?? Mau menjadikan ibu ini umpan rupanya.."


" Tidak Jian !! Tidak, bukan seperti itu.."


" Lalu apa ??"


' Hh.. Lagi-lagi dibuat kacau oleh wanita jal*ng ini. Sial sekali, belum selesai debat pertama, kini malah muncul lagi masalah baru..'


" Dia, aku, aku tidak tahu siapa dia ??"


" Tuan semua yang anda minta sudah sampai.."


" Berikan padaku.."


Si pengawal memberi kertas, dan beberapa bukti yang lain.


Menunjukan di depan mereka berdua.


" Ini adalah tanda tangan Nyonya Munnia saat melakukan perjanjian hari itu.."


' Sial !! Apa kali ini aku akan kembali gagal ?'


" Dan ini adalah rekamannya saat dia bicara tentang perjanjian itu.."


Jain menekan sebuah tombol di alat perekam suara.


Klik.


' Aku janji, tuan, sekarang aku hanya seekor anjing yang penurut, yang paling penting, seluruh hutang anakku terbayar lunas, dan aku bisa bebas dari jerat hutang itu.'


' Didalam koper ini, ada uang sepuluh milyar sebagai tanda persetujuan kesepakatan antara kita, setelah ini, jangan buat masalah lagi dengan tuan kami..'


' Aku janji tuan, jika nyawa sudah melayang, maka tidak ada gunanya ditangisi, aku hanya bisa menerima keadaan dan memulai hidup baru, jadi aku bersedia membantu tuan membebaskan para pembunuh itu..'


Klik.

__ADS_1


Tombol dimatikan.


" Apa di dalam sini ada kata-kata paksaan kami kepada nyonya ??"


__ADS_2