
" Aku minta dipertemukan dengan wanita itu secepatnya, atur waktu dan tempatnya dengan segera.." ( sambil berjalan menuju ruangan ayahnya ).
" Baik, akan kami lakukan permintaan Nona.." ( berbelok arah ).
Cklek..
Pintu dibuka dengan lebar oleh Hannuri. Di dalam sana, terlihat ayahnya yang begitu senang melihat kedatangannya..
" Selamat datang putriku, ayah sangat merindukan kamu.."
Berpelukan rindu..
" Hannuri juga merindukan ayah.." ( melepas ).
" Bagaimana kabar toko di kota K ?? Apa lebih baik.."
" Hhh.. Entahlah, akhir-akhir ini malah mengalami penurunan dan banyak pengunjung toko yang beralih ke toko sebelah.." ( duduk ), " sepertinya kita akan mengalami pemerosotan yang sangat fatal.."
" Kenapa bisa begitu ?? Bukankah selama ini baik-baik saja ? Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi ??"
" Ini bukanlah salahku ayah, ini karena Yuna, wanita itu sudah mencemari dan menjelekkan kualitas toko kita di depan banyak orang.."
" Yuna ?? Siapa dia ??" ( duduk ).
" Dia wanitanya Jianan.."
" Apa ?? Jadi Jianan sudah punya calon istri ??"
" Iya, memangnya menurut ayah bagaimana ?? Selama ini kita bersantai saja, mengharap waktu yang pas agar bisa menikahkan aku dengan Jian, tapi ayah bahkan tidak mendengar kabar sama sekali saat Jian bangun dari koma.."
" Ayah sungguh minta maaf, ayah pikir kita masih punya banyak waktu untuk bersiap-siap dan memikirkan semuanya secara matang, tapi ternyata ayah sudah salah, sekarang kita harus menjalankan rencana kita.."
" Aku tahu, biar aku saja yang berpikir. Ayah hanya tinggal mengambil hati Jian dalam bisnis saja, sepertinya nama ayah juga agak buruk di telinga pria itu.."
" Aku sudah tahu, rencana kita tidak akan semudah itu dijalankan, dia sudah terlanjur melihat sisi buruk kita.."
" Dia tidak akan mungkin semudah itu percaya, langkah pertama haruslah Yuna dulu yang terlihat buruk, baru setelah itu, aku akan datang sebagai malaikat penolong.."
.......
Yuna menapakkan kakinya tepat di depan sebuah perusahaan besar. Dia memandangi gedung bertingkat entah sampai berapa itu sampai Yuna harus mendongak demi bisa melihat ujungnya.
Dia semakin yakin. Dia melebarkan senyumannya dan kemudian melangkah menuju ke dalam. Inilah awal kehidupan yang lebih baik..
.......
Sementara Jian tidak bisa mengantar Yuna untuk hari pertamanya bekerja. Laki-laki itu sedang sibuk mempersiapkan rapatnya dengan klien besar. Digadang-gadang, proyek Jian kali ini sangat besar dan sangat berpengaruh pada setengah perekonomian negara. Karena itulah di sangat menginginkan proyek kali ini berhasil. Dia juga bisa menguasai pasar perindustrian jika sampai kerja sama kali ini berhasil. Sepertinya dia semakin melebarkan sayapnya di dunia bisnis untuk tahun ini..
Jian sedang merapikan jas abu-abu yang dia kenakan, dengan kemeja yang sama seperti tadi pagi, kemeja milik Azof. Sepertinya dia tidak punya waktu untuk berganti pakaian..
" Mr, semuanya sudah siap, klien kita juga sudah sampai.." ( menunduk dengan sopan ).
" Baiklah, saya akan segera hadir dalam rapat. Segera berikan penyambutan pada klien penting kita.."
" Baik, Mr.." ( berlalu pergi ).
Satu jam kemudian..
Perusahaan periklanan kota M..
Perusahaan terbesar ketiga setelah milik Jianan dan Tuan Rashis..
Tuan Zafier adalah CEO perusahaan tersebut..
" Fiuhh.." ( keluar setelah wawancara ), " akhirnya selesai juga.."
Yuna mengelap keringat diwajahnya yang semakin terlihat deras. Dihadang wawancara sebentar saja sudah membuat peluhnya terkuras habis.
" Segera urus semuanya, aku ingin sekretaris baru yang bisa aku andalkan.." ( Entah siapa itu ).
Dia terlihat berbicara dengan seseorang di ponselnya, sambil terus berjalan, tanpa melihat sekeliling dengan cermat..
Brakk !!?
" Aarkhh.." ( jatuh ).
"....." ( menoleh ).
Pria itu mendapati Yuna yang jatuh akibat tidak sengaja dia tabrak. Dia akhirnya memutuskan untuk menghentikan perbincangannya..
" Aduh.." ( mengusap lengannya yang lecet ).
__ADS_1
" Kamu tidak apa-apa ??" ( berjongkok ).
" Aku baik-baik saja.."
" Biar aku bantu.." ( mengulurkan tangan ).
" Tidak perlu.." ( menepis ), " aku masih bisa sendiri.."
Mereka berdua bangun..
" Maaf, aku tidak berhati-hati dalam berjalan, jadi tidak sengaja menabrak nona.."
" Tidak masalah.." ( mengusap lengan yang kotor dan terluka ).
" Apa nona yakin tidak apa-apa?"
" Tidak perlu cemas, ini hanya luka kecil saja, aku tidak apa-apa.." ( tersenyum ).
' Manis sekali..'
" Oh, namaku Zafier.. Panggil saja Zeff.." ( mengulurkan tangan ).
" Yuna.." ( membalas jabatan tangan Zeff ).
" Yuna ?? Sepertinya tidak terlalu asing.."
" Begitu, ya.. maaf, aku masih punya banyak urusan, aku harus pergi.."
" Tunggu dulu.."
" Iya, apa ada yang bisa di bantu ??"
" Kenapa nona Yuna datang di perusahaan kami ?? Apa nona butuh lowongan pekerjaan ??"
" Saya sudah melakukan wawancara barusan, tinggal menunggu saja diterima atau tidaknya.."
" Oh, begitu, ya .. Semoga ada kabar baik.."
" Terima kasih atas perhatiannya.." ( tatapan sinis ).
' Dia punya niat buruk..'
' Hemm... Wanita yang menarik..'
.........
Percakapan lewat telepon..
" Hallo, sayang.. Bagaimana wawancaranya ??"
" Sudah selesai, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk hasilnya.."
" Baguslah, mau datang ke restoran untuk merayakannya ??"
" Kalau nanti malam boleh juga.. Bagaimana tentang pertemuan kalian ??"
" Sesuai rencana, mereka menerimanya dengan baik.." ( wajah senang ).
" Waahh.. Selamat Mr Jianan, sebentar lagi kamu benar-benar penguasa dunia bisnis, semua orang akan takluk denganmu.."
" Aku hanya ingin menaklukkan Yunaku saja, tidak perlu semua orang.."
" Hemm.. Boleh juga, rayuan itu terdengar membujukku, bagaimana masalah dinner romantis kita nanti malam ??" ( masuk ke dalam taksi ).
" Aku akan segera menghubungimu, sekarang, datanglah ke klub, aku sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk Yunaku.."
" Hemm, begitu, ya.. Baiklah, aku ingin lihat, kejutan apa yang sedang kamu siapkan untukku.."
" Aku akan menyusul satu jam lagi, kamu hati-hati, ya.."
" Baik.." ( menutup pembicaraan ).
" Klub pribadi milik Mr Jianan.."
" Baik.."
Vrooommmm..
Taksi akhirnya melaju pergi dari sana, dan menuju klub yang dimaksud Jian.
Beberapa saat kemudian, Yuna terlihat sudah sampai di pelataran klub tersebut. Dia masuk tanpa ragu, mengingat sudah sangat mengenal beberapa pria yang berjaga di depan. Dia memutuskan untuk masuk dan mengambil satu gelas minuman.
__ADS_1
" Satu gelas saja.."
" Nona, Mr sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk nona, tolong ikuti kami.."
" Oh, baiklah.."
Belum sempat Yuna menerima pesanannya, seorang pelayan wanita terlihat mengajaknya untuk pergi dari sana. Dia akhirnya memilih mengikuti arahan sang pelayan.
Pelayan itu mengajaknya masuk ke dalam sebuah ruangan khusus, dan kemudian menutup pintu.
Lampu tiba-tiba dinyalakan, dan tidak lama setelah itu, pelayan wanita itu terlihat membuka tirai besar.
Srakk !!!???
Tirai akhirnya terbuka lebar.
Sebuah gaun yang dirancang khusus oleh desainer ternama, dengan panjang sampai di dasar lantai, namun terlihat karismatik dan elegan terpampang di depan mata dengan sangat jelas. Gaun itu terlihat sangat indah karena memang sang desainer merancang gaun ini khusus untuk Yuna.
" Nona boleh mencobanya.."
" Apa ini pemberian Jianan untukku ??"
" Iya, Mr Jian yang sengaja memberikannya untukmu sebagai hadiah.."
" Hadiah ??"
" Benar, Nona.."
Yuna mendekati gaun yang begitu mewah itu dengan hati-hati. Langkahnya perlahan, namun tetap saja akhirnya sampai dan bisa memegang gaun cantik itu. Dia tersenyum. Ada rasa yang tidak bisa dia ungkapkan saat itu..
" Nona bisa mencobanya jika mau.."
" Aku akan coba.."
" Mari saya bantu.."
Yuna mulai melepas seluruh pakaiannya, kemudian mulai menggunakan gaun itu dengan bantuan sang pelayan. Sebentar lagi acara ganti bajunya akan selesai.
" Sudah selesai.."
" Terima kasih, kamu boleh keluar sekarang.."
" Baik, Nona.." ( keluar ).
Sementara Yuna, dengan senyuman yang begitu lebar dan perasaan yang sangat senang, dia berkaca diri, dan terus terang saja, dia memuji dirinya sendiri. Dia terlihat begitu anggun dan cantik dengan gaun pilihan Jian yang saat ini sedang dia kenakan. Entah kenapa, gaun ini rasanya sangat berbeda dengan gaun pengantin miliknya dulu.
" Apa dia akan senang melihatku seperti ini ??" ( terus tersenyum ).
Tok tok tok tok tok..
Tiba-tiba suara ketukan pintu dari luar terdengar mengejutkan dirinya.. Dia menoleh, memastikan kalau telinganya memang tidak salah dengar.
" Siapa itu ???!!"
Tok tok tok tok..
Suara itu malah bertambah kencang lagi. Tidak mungkin jika orang itu adalah Jian, lagipula ini kan klub pribadi milik Jian, tidak perlu juga dia mengetuk pintu jika ingin masuk. Sebenarnya siapa orang yang berada di balik pintu tersebut ??
Yuna akhirnya berinisiatif membuka pintu.
Cklek..
" Aaaahhh.." ( terkejut ).
Yuna melihat seorang laki-laki dengan wajah yang sedikit lemas. Apa dia sehabis minum ??
Lelaki itu jatuh tepat pada pelukan Yuna. Dan itu bukanlah hal yang Yuna inginkan.
Brakk !!??
Yuna tersungkur ke pintu, sementara pria dalam genggamannya itu masih belum juga membuka matanya..
" Heii, bangunlah, apa kamu baik-baik saja ??"
Dia terus berusaha membangunkan pria itu, sampai akhirnya..
Jprett...
Sebuah suara kamera dari kejauhan terdengar agak lirih..
' Hehh.. Kamu pikir apa gunanya sampah selain hanya dibuang..'
__ADS_1