
' Aku tidak akan tidur di rumah kamu malam ini, bagaimanapun, aku masih belum sah menjadi istrimu..'
Entah kenapa perkataan Yuna siang tadi membuatnya tidak bisa tidur pulas. Dia terus saja memandang langit-langit malam yang terhalang kaca jendela. Kamar yang begitu luas ini mendadak rasanya sepi sekali.. Ternyata kehadiran Yuna telah merubah segalanya dalam hidup Jian.
Tring..
Sebuah pesan mendadak masuk ke dalam ponselnya..
Jian mengangkat ponselnya dan membaca sebuah pesan singkat.
' Merindukan aku ?? Ingat, jangan terlalu rindu, nanti kamu tidak bisa tidur..'
Hhh. Wanita ini.. Sudah tahu Jian tidak bisa menahan rindu, masih bisa dia menggoda Jian. Kenapa seperti ditantang oleh kekasih sendiri ??
Tapi tidak begitu lama setelah itu, mendadak ada panggilan masuk. Sejujurnya Jian sudah sangat malas. Tapi lihatlah, tetangga baru yang menghubungi. Sepertinya membiarkan mereka menikmati kemenangan sementara tidak jadi masalah.
" Hallo.."
' Haa... Tuan Jianan..' ( terdengar senang ), ' senang sekali mendengar anda mengangkat panggilan dariku..'
" Ada apa malam-malam begini menghubungiku??"
' Emm.. Begini, ayah dan ibuku sedang berkunjung ke rumah dan akan segera pulang besok lusa, mm... mereka mengundang kamu secara khusus untuk makan malam bersama kami malam ini.. bagaimana ? apa tuan mau ??'
' Hemm.. sepertinya menyenangkan kalau bermain sebentar dengan keluarga ini. Bagaimanapun, aku juga belum pernah merasakan bermain dengan keluarga besar..'
" Baiklah.. Saya akan datang.."
' Benarkah ?? Kalau begitu, kami akan menunggumu.. terima kasih atas waktunya..'
Tut Tut Tut..
" Hemm adik yang bodoh.. hehh. Jatuh cinta dengan kakak sendiri.." ( terkekeh ).
Melempar ponsel ke atas kasur.
...
" Kenapa malam ini kamu malah pulang ke rumah kakakmu ?? Memangnya rumah Jian kurang besar ??" ( agak jengkel ).
" Apa harus besar untuk aku tinggal di tempat itu ??"
" Aku tahu, kamu pasti masih merasa aneh saja tidur disana sementara status kalian belum resmi menikah.."
" Kakak ipar memang selalu mengerti aku, tidak seperti ibu.."
" Hallah.. Ibu hanya ingin cepat punya dua menantu, apa salah ??"
" Tapi kalau aku terlalu agresif, lelaki se arogan Jian juga akan kabur.."
" Ya tapi harus banyak memulai.. Kalau kamu terus diam, bagaimana dia akan tertarik.." ( sambil melipat baju di ruang tengah ).
" Ibu ini tidak tahu kalau aku dan dia sudah begitu dekat.." ( berbisik ).
" Sedekat apa memangnya ??" ( meledek ).
" Kau pun tahu..." ( terkekeh ).
" Dasar menyebalkan !!"
" Hehh.. Kenapa bicara sendiri. Apa ibu sudah tidak dianggap disini ?? Kacau sekali punya dua anak dan menantu seperti ini.. Aku ingin hidup sendiri dengan bebas tanpa kalian, sepertinya sangat menyenangkan.."
" Memangnya ibu sudah siap hidup sendiri ?? Atau perlu aku Carikan duda tampan dulu ??" ( meledek ).
" Kalau kamu kenal, tidak perlu ditawar lagi, asalkan dia orang yang kaya, jadi bisa mencukupi masa tua ibu.."
__ADS_1
" Hhh.. Sepertinya wanita seperti ibu sudah tidak ada lagi yang mau, suka marah-marah adalah poin minus yang bisa membuat orang-orang merasa takut.."
" Apa ?? Jadi maksud kamu, pria manapun akan takut pada ibu, karena ibu suka marah-marah begitu ?? Anak kurang ajar !!"
Membawa setumpukan baju ke dalam kamar atas.
" Kamu sudah berhasil membuat ibumu kesal, nanti bujuklah dia dengan halus, dia hanya ingin mendengar kabar pernikahan kalian berdua.."
" Kakak ipar, kami memang sudah berencana menikah, tapi semuanya butuh persiapan matang bukan.. Lagipula waktu perceraian aku dengan Demy masih terbilang baru kemarin sore, jadi tidak nyaman juga jika baru satu bulan bercerai tiba-tiba sudah mau menikah lagi.."
" Tapi melewati malam baru dengan Jian setelah perpisahan dengan Demy sepertinya tidak membuat kamu tidak nyaman.." ( nada meledek ).
" Iya juga si.."
Tertawa..
Drrtttt Drrtttt
Ponsel Yuna berdering.
Kalina..
" Hemm.. Wanita ini sudah lama sekali tidak menghubungiku, apa dia sudah bosan tinggal berdua dengan si dokter ??"
Mengangkat panggilan.
" Hallo, Kalina.."
' Hallo, nona Yuna.. Kenapa tidak pernah menghubungi aku ?? Bahkan kalau aku yang berusaha menghubungi kamu, ponselmu selalu sibuk. Apa yang terjadi denganmu di belakang aku ??'
" Jangan khawatir. Nikmati saja liburan kamu di Apartemen dengan dokter Alta, aku tidak akan mengganggu.."
' Ba-bagaimana nona tahu kalau dia juga disini ??'
" Aku punya beberapa kamera cctv di Apartemen, apa kamu kira aku tidak pernah mengawasi kalian.."
" Aku bahkan sedang memutarnya sekarang.."
' Oh tidak, dimana nona memasang kameranya ??' ( mencari keberadaan kamera ), ' katakan padaku..'
" Itu rahasia.."
' Ayolah nona.. jangan seperti ini.. Apa nona mau memaafkan aku ??'
" Aku sudah bilang, nikmati waktu kalian berdua disana, aku akan berpikir dulu apa aku masih punya kesempatan tinggal kembali disana, atau aku akan langsung pindah ke rumah Jian nantinya.."
' Apa ?? Apa kalian akan segera menikah ??'
" Tentu saja, memangnya apa yang dilakukan sepasang kekasih yang sudah pernah melakukan pertunangan selain menikah ??"
' Baguslah kalau begitu, kalau nona segera pindah ke rumah tuan Jian, berarti apartemen ini bisa aku sewa.. Iya kan ??'
" Hemm.. Aku pikirkan lagi nanti, yang jelas, aku sudah menyuruh kamu tinggal dan menjaga apartemen itu selama aku tidak menempatinya, jadi tolong jaga baik-baik.."
' Cihh.. Hanya apartemen saja, nona begitu perhatian..'
" Hei, itu hanya satu-satunya benda berharga yang aku punya, jadi tolong jangan menghinaku.."
' Ba-baiklah.. Hehe.. nona, asalkan tunjukkan dimana kamera yang nona pasang, maka aku akan menjaga apartemen nona dengan baik..'
Sebenarnya Kalina dan Alta sedang sibuk mencari.
" Jujur saja, aku tidak pernah memasang kamera cctv disana.." ( santai ).
' Apa ????' ( terkejut ).
__ADS_1
' Berani-beraninya....' ( mengepalkan tangan ).
Yuna sedang..
Membersihkan kuku..
" Memangnya kenapa ??"
' Tidak apa-apa..'
Berurusan dengan orang ini memang hanya akan membuang waktu dan menguras tenaga saja..
Lebih baik mencoba tenang..
' Nona... Kalau begitu, aku tutup teleponnya, ya.. Ini sudah agak malam, terima kasih tempat tinggalnya..'
Tut Tut Tut..
" Hh... Melakukan bulan madu di tempat pinjaman majikan.. Sepertinya dia tidak punya harga diri lagi.."
....
Tok tok tok..
Pintu rumah Alishia diketuk.
" Ibu, sepertinya dia sudah datang.."
" Iya, cepat sambut dia dengan ramah.."
Alishia berdandan dengan cantiknya, berharap mendapat pujian dan bisa di pandang oleh Jian.
Cklek..
Tersenyum.
" Tuan Jianan, selamat datang.."
" Terima kasih.." ( muka datar ).
" Senang sekali bisa kedatangan tamu seperti tuan.."
Tiansha menatap Jian dari atas sampai bawah, hingga matanya mendadak seperti tidak bisa memandang secara benar. Ini mimpi atau dunia nyata ?
Celana pendek sebatas lutut ???
Kaus singlet murahan ??
Sendal jepit ??
Apa ini gaya pria kaya saat menghadiri acara makan malam dengan keluarga ternama ??
Aneh atau unik ??
Sebenarnya lebih masuk dalam kategori aneh si..
" Apa kamu.." ( pandangannya merasa terganggu ).
" Ah.. Alishia, jangan bertanya lagi, cepat bawa tuan Jianan masuk, makanan sudah tersaji dari tadi, sekarang pasti sudah mulai dingin.." ( mengalihkan pembicaraan ).
" Iya, benar juga.. Ayo tuan Jianan, kita masuk sekarang.."
Mereka bertiga masuk bersamaan.
Pintu ditutup.
__ADS_1
' Apa hanya aku yang merasa penampilan Jian ini sungguh mengganggu kenyamanan ??' ( batin Alishia ).
' Mungkin saja dia hanya berusaha lebih dekat secara kekeluargaan..'