
Selang waktu dua jam kelas terakhir pun selesai. Alia masih duduk terdiam di kursinya.
"Al kamu nggak pulang?" tanya Sandra mengagetkan.
"Eh emang udah selesai?"
"Kamu ngelamun? dosen udah keluar dari tadi".
Alia menengok ke kanan dan kiri, hampir semua mahasiswa sudah keluar dari kelas, hanya dia dan Sandra yang tersisa.
"Ya udah aku pulang duluan yah"
Sandra pun pergi meninggalkan Alia yang masih duduk sendirian di kelas.
"Apa sih yang aku pikirkan, mungkin saja saat itu aku benar-benar salah lihat."
Alia bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas. Dia berniat untuk segera pulang karena hari sudah semakin sore.
Di perjalanan tanpa sengaja Alia kembali melihat sosok anak kecil berbaju merah lari menuju ke suatu tempat.
"Eh itu kan..."
Alia penasaran kemana tujuan sosok anak kecil itu jadi dia berusaha untuk mengikutinya, namun di tengah jalan sosok itu menghilang, dan ternyata Alia sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan BEM.
Kreekk... tiba-tiba seseorang muncul dari balik pintu ruangan itu, ternyata itu adalah Meisya.
"Alia? ngapain kamu berdiri di depan pintu?" tanya Meisya dengan ramah.
"Ah nggak kok nggak papa, tadi kebetulan lewat dan berhenti di sini" jawab Alia dengan ekspresi gugupnya.
"Oh iya, Sabtu ini kita akan ada acara night music sama pengenalan presiden BEM yang baru, kamu datang yah" ucap Meisya sambil tersenyum tipis.
"Ah em iya iya, aku usahakan hehe"
Meisya pun berlalu tanpa berbicara banyak, sementara Alia masih saja berdiri terbengong di depan pintu karena masih tidak percaya melihat sikap Meisya yang benar-benar berubah 180 derajat pada Alia.
"Dia itu sebenarnya kenapa si? kok jadi ramah gitu sama aku? kayaknya kemarin masih benci banget deh sama aku" gumam Alia pelan.
Alia akhirnya kembali melupakan sosok anak kecil yang tadi ia kejar dan berjalan ke parkiran untuk segera pulang.
_____-----_____
Malam harinya di kamar Alia, dia sedang sibuk di depan laptop nya untuk mengerjakan tugas untuk besok.
"Huh akhirnya selesai juga..." Alia menghela nafas sembari melihat ke arah jam dinding di kamarnya, dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Eh sudah malam ternyata..." gumam Alia pelan.
__ADS_1
Alia menutup laptopnya dan membereskan beberapa buku yang berserakan di lantai kamarnya. Tiba-tiba ia teringat akan sekelompok mahluk berjubah hitam yang mendatanginya kemarin.
Dia merasa heran karena mereka menghilang begitu saja, padahal Alia belum sempat menaggapi ataupun memberikan jawaban dari permintaan tolong mereka.
"Ah sudahlah lebih baik aku tidur."
*****
Sabtu malam pun tiba, Alia berusaha datang untuk memenuhi undangan yang di berikan oleh Meisya tempo hari. Alia pergi bersama dengan Afi, karena dia sempat mengajak Irfan namun Irfan menolak.
"Jadi dia beneran nggak datang Al?" tanya Afi.
"Nggak tau juga lah, mahasiswa keagamaan mungkin emang nggak terlalu suka acara musik begini kali" jawab Alia dengan wajah lesu.
"Ya udah si nggak ada pacar yang penting ada sahabat, iya nggak? jadi ada untungnya juga kan punya teman jomblo haha"
Afi dan Alia tertawa lepas, setelah sekian mereka akhirnya bisa menikmati kebersamaan berdua lagi.
Alia menggandeng tangan Afi dan mengajaknya berjalan cepat agar bisa segera sampai ke lokasi acara.
Alia dan Afi duduk di bangku paling belakang, karena Alia lebih suka duduk di belakang agar tidak susah saat hendak pergi.
Tepat jam 8 malam acara pun di mulai, seperti biasa pada awal acara di mulai dengan pembukaan dan di lanjutkan dengan pengenalan presiden BEM yang baru beserta seluruh anggotanya.
"Al, kamu kenapa si nggak ikut organisasi itu? bukannya di MA kamu aktif ikutan?" tanya Afi untuk menghilangkan rasa bosan.
"Nggak minat aja" jawab Alia singkat.
"Eh Al, aku salah lihat nggak si?" tiba-tiba Afi menyela Alia yang sedang menikmati pentas seni musik.
"Apaan si Afi kuuu...?"
"Itu bukannya si Kak Irfan mu yah? kok sama cewe sih?" ucap Afi sembari memastikan.
"Mana?" Alia penasaran dan mencoba melihatnya.
Benar saja, ternyata orang yang dilihat oleh Afi memanglah Irfan yang sedang duduk bersama Meisya di kursi penyambutan tamu.
Alia terdiam dan agak kesal melihatnya, namun dia juga heran kenapa Irfan bisa terlihat begitu akrab dengan Meisya.
"Kok aku jadi nggak mood yah, pulang aja yuk" ucap Alia.
"Lah kok pulang, nggak nyamperin dia?" tanya Afi heran.
"Nggak lah biarin aja"
Alia bangun dari tempat duduk dan berjalan dengan cepat melewati meja penyambutan tamu, dia bahkan berpura-pura tidak melihat ada Irfan dan Meisya yang sedang duduk bersama di sana.
"Alia tunggu aku dong!"
Afi berteriak, namun Alia tetap berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan. Irfan kaget saat mendengar teriakkan Afi yang menyebutkan nama Alia. Dia segera bangun dan mengejar Alia yang masih berjalan cepat menuju ke parkiran.
__ADS_1
Alia sampai di parkiran dan segera mengeluarkan kunci motornya, tak lama kemudian Irfan datang dan menghampirinya.
"Kamu mau kemana?" tanya Irfan.
"Pulang" jawab Alia singkat.
"Kok pulang? aku nungguin kamu dari tadi, tapi nggak lihat kamu, giliran lihat malah kamu pura-pura nggak lihat aku?"
"Emang beneran nggak lihat kok, nggak lihat kamu duduk sama dia"
"Kamu cemburu?"
Alia hanya terdiam mendengar pertanyaan Irfan, perasaannya menjadi campur aduk antara malu dan juga kesal.
Irfan akhirnya menjelaskan pada Alia bahwa Meisya memang mengundangnya, dia duduk bersama Meisya hanya sekedar mengobrol sambil menunggu Alia saja.
"Terus kenapa kemarin pas ku yang ngajakin malah kamu nggak mau?" ucap Alia kesal.
"Ya tadinya emang aku nggak niat datang, tapi tadi siang ternyata acaraku di undur jadi bisa, dan kebetulan nggak sempat ngabarin kamu"
Alia masih diam dan tidak bicara, Irfan mengerti jika Alia kesal saat melihatnya duduk bersama Meisya. Dia menjelaskan bahwa saat baru datang Meisya belum melihat kedatangan Alia, jadi menyuruhnya untuk duduk di kursi penyambutan supaya bisa langsung tahu saat Alia datang.
"Jadi nggak percaya sama aku?" tanya Irfan.
Alia hanya terdiam, dia sudah terlanjur kesal dan ingin segera pulang.
"Alia kamu kok jalan cepat banget si!"
Tiba-tiba Afi datang dengan nafas terengah-engah karena berlari mengejar Alia.
Alia hanya terdiam, mereka berdua saling menatap satu sama lain karena Afi tidak sadar ada Irfan di sana.
"Eh maaf aku ganggu yah, kalau gitu aku pergi dulu deh" ucap Afi dengan perasaan malu.
"Nggak kok, aku emang nungguin kamu, ayo kita pulang" ucap Alia.
Afi hanya diam dan menatap ke arah Alia. Tanpa berkata-kata Alia langsung menyalakan motornya dan mengajak Afi untuk segera naik. Dia bahkan tidak menghiraukan Irfan sama sekali.
Perlahan-lahan motor Alia mulai melaju dan meninggalkan Irfan yang masih berdiri sendirian di tempat parkir.
"Loh kak, Alia nya kemana?" tanya Meisya yang tiba-tiba datang menghampiri Irfan.
"Eh kamu, dia pulang" jawab Irfan singkat.
"Kok pulang si, atau jangan-jangan dia marah yah lihat kita duduk bareng tadi?"
Irfan hanya terdiam sambil terus menatap kepergian Alia yang semakin jauh.
"Aduh kak, maaf yah kalau gara-gara aku Alia jadi salah paham" ucap Meisya.
"Nggak kok, nggak papa"
__ADS_1
Meisya terus saja bicara dan menyalahkan dirinya, Irfan merasa tidak nyaman jadi dia juga memutuskan untuk pulang.