Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Aku tapi bukan aku


__ADS_3

 


"Astaghfirullah!! ada apa ini!?" Alia begitu kaget melihat wajahnya di cermin. Dia langsung memalingkan dirinya dan mencoba menjauh.


 


"Itu nggak mungkin aku kan!? tapi kok bisa sih!" Alia masih heran dengan apa yang ia lihat.


Alia mencoba menenangkan dirinya, dia masih tidak percaya dengan bayangan dirinya sendiri di cermin.


Tok tok tok.... tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Alia. Ia pun langsung membuka nya.


"Eh Mama, kenapa Mah?" ternyata Bu Mia yang mengetuk pintu kamarnya.


"Sayang, Mama sama Papa mau kondangan agak jauh, dan kayaknya pulang agak malam, Kamu temenin adikmu yah" ucap Bu Mia.


"Oh ya Mah nanti aku tidur di kamar Sita deh" jawab Alia.


Bu Mia tersenyum sembari pergi, Alia langsung menuju ke kamar Sita dan berniat untuk tidur di sana.


Umur Alia dan adiknya memang tidak jauh berbeda, hanya selisih dua tahun saja, namun mereka tidak begitu dekat karena Alia lebih senang berada dikamar ketika di rumah.


Alia tidur bersama dengan Sita di kamar Sita, mulanya ia merasa tidak bisa tidur karena ini baru pertama kalinya dia tidur bukan di kamarnya.


 


Namun lama-kelamaan akhirnya Alia terlelap, dan belum lama Alia terlelap tiba-tiba Sita membangunkannya.


 


"Kak! kaka bangun!" ucap Sita sambil menggoyangkan tubuh Alia yang sedang terlelap.


"Apaan si de...." kata Alia.


"Kamu tuh yah! tidurnya berisik banget! bisa nggak si jangan berisik! aku jadi nggak bisa tidur nih!" Sita menggerutu.


"Berisik gimana si, orang aku lagi tidur juga!" Alia kembali tidur dan tidak menghiraukan adiknya.


"Ih dasar orang aneh!" teriak Sita.


Sita yang merasa terganggu oleh kakaknya akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar orang tuanya.


 


Paginya Alia terkejut saat ia sadar bahwa adiknya tidak tidur bersamanya. Saat keluar ia melihat Pak Aji tertidur di atas sova, ia langsung menengok ke kamar Mama nya, dan ternyata Sita dan Mama nya tidur di sana.


 


Alia kembali ke kamarnya dan saat memasuki kamar, ia kembali tertarik dengan cermin yang ada di lemari kamar nya. Ia mencoba menengok ke arah cermin itu, mulanya terlihat biasa saja, namun lama-kelamaan wajahnya berubah menjadi sangat cantik, seperti bukan lagi wajahnya.


 


"Astaghfirullah! itu lagi!" ucap Alia.


 


.

__ADS_1


"Nak sudah siang kamu nggak ingin mandi dan sarapan?" teriak Bu Mia dari luar kamar nya.


"Iya mah" jawab Alia.


Alia pun bergegas untuk mandi dan bersiap.


"Sarapan dulu nak, Mama sudah buatkan nasi goreng kesukaan kamu" kata Bu Mia sambil menyodorkan sepiring nasi goreng.


 


Alia duduk dan memulai sarapan nya, di sela-sela makannya, ia menatap ke arah Sita, ia masih heran kenapa semalam adiknya itu pindah ke kamar orang tuanya.


 


"Dek! kamu semalam kenapa pindah ke kamar Mama?" tanya Alia.


"Abis kamu berisik!' kata Sita sambil terus fokus ke makanannya.


"Berisik gimana? aku kan nggak ngorok!" jawab Alia dengan ketus.


"Nggak ngorok tapi kamu itu nyanyi nggak jelas! berisik tahu!" jawab Sita dengan nada sewotnya.


"Nyanyi nggak jelas gimana!?" Alia mulai penasaran.


"Masa nggak kerasa sih! kamu tu nyanyi tembang jawa gitu, udah gitu kok suaranya bikin merinding kaya bukan suara kamu! heran aku, lagi tidur kok sempat-sempatnya kaya gitu" jelas Sita.


Alia langsung terdiam dan tidak berkata apapun lagi, sementara Bu Mia yang mendengar percakapan mereka mencoba menenangkan Alia.


 


"Sudah nak nggak papa, mungkin kamu kecapean belajar terus jadinya kamu ngelindur" ucap Bu Mia.


 


Sesampainya di sekolah ia masih saja diam.


"Kamu bisu!?" tanya Afi


Alia hanya menatap nya tanpa berkata apapun.


"Kamu kenapa si! ngomong dong!" Afi mulai mendesak.


Tiba-tiba terdengar suara nyanyian dengan bahasa jawa, suara itu begitu halus dan lembut layaknya suara seorang sinden.


Afi yang kaget langsung mencoba menyadarkan sahabat nya itu.


"Alia sadar! kenapa si kamu!" ucap Afi dengan nada panik.


Alia kembali menatap Afi dengan tatapan nya yang tajam.


"Kenapa Fi? kok mukanya ketakutan gitu?" tanya Alia.


"Kamu gila yah! kamu kenapa sih! pake nyanyi segala, mana nyanyi nya aneh gitu lagi!" ucap Afi.


" Nyanyi nya pake bahasa Jawa ya?" tanya Alia.


Afi hanya mengangguk dan tidak berkata apapun. Alia teringat ucapan adiknya bahwa saat tidur ia juga menyanyikan lagu tembang jawa.

__ADS_1


 


"Aku juga nggak tau Fi, aku tu kaya nggak sadar gitu, semalam aku ngaca ya, dan di kaca itu bayangan wajah ku juga cantik banget kaya bukan aku" jelas Alia.


 


"Kok serem gitu si" ucap Afi.


"Nggak juga lah, eh pulang sekolah nanti temenin aku ke suatu tempat yah!" ajak Alia.


"Kemana?" tanya Afi.


"Udah nanti kamu juga tahu kok" jawab Alia.


Alia fokus mengikuti pelajaran hari itu, sampai bell pulang sekolah berbunyi, dan Alia bergegas mengajak Afi ke tempat yang ingin ia tuju.


 


"Kamu mau potong rambut?" tanya Afi yang penasaran ketika Alia mengajak nya ke sebuah salon.


 


"Nggak!" jawab Alia singkat.


 


"Aku mau beli ini" ucap Alia sambil menunjukkan salah satu produk pewarna rambut.


 


"Kamu gila yah! mau jadi anak punk kamu!?" ucap Afi yang kaget melihat Alia memegang pewarna rambut berwarna pirang.


"Aku punya alasan Fi, besok aku jelasin ke kamu deh, sekarang kita pulang yuk" sembari menarik tangan Afi dan mengajaknya keluar dari salon itu.


 


Alia bergegas untuk pulang, dan sesampainya di rumah ia memastikan sekali lagi dengan bercermin di lemari kamar nya.


 


Ternyata hasilnya masih sama, bayangan di cermin itu adalah bayangan seorang wanita yang sangat cantik dengan wajah putih berseri dan rambut hitam panjang yang terurai.


 


Alia langsung mengambil pewarna rambut yang ia beli dan memakai nya.


 


Kini, rambut hitam panjangnya berubah menjadi rambut panjang berwarna kuning ke emasan.


"Nah kaya gini kan jadi ada bedanya!" ucap Alia sambil tersenyum ke arah cermin melihat penampilan barunya.


 


Kini bayangan di cermin itu tak lagi wanita dengan rambut hitam panjang, namun wanita dengan rambut pirang dan panjang.


 

__ADS_1


Meskipun begitu, wajah bayangan di cermin itu masih seperti bukan wajah Alia sendiri, karena wajah itu sangat cantik dan sangat tidak mirip dengan wajah aslinya.


__ADS_2