
Β
Malam harinya seperti biasa Alia tidur dengan memeluk boneka Tiara, ia tertidur setelah menceritakan semua masalah nya pada Tiara.
Waktu itu sekitar tengah malam, Sita terbangun dari tidurnya, dia merasa ingin pergi ke kamar kecil. Setelah selesai ia pun bergegas untuk kembali ke kamarnya, namun ia mendengar seorang wanita yang sedang bernyanyi tembang Jawa.
Β
πΏππππ ππ π€ππππ π ππππππ’ π‘π’ππππππ π ππππ
π΄π€ππ ππ ππππ‘πππ
π΄ππ’ ππππ ππππ π€ππππ π€ππππ
π½ππ π ππ‘ππ ππππ π‘ππ π’π‘π’π π
π·πππ¦π π πππππππ
ππππ πππππ¦π’ π ππππ‘
Sita penasaran dan mencoba memperjelas pendengaran itu, dan ternyata itu berasal dari kamar Alia. Sita mencoba membuka pintu kamar itu dengan pelan, dan benar saja dia melihat Alia sedang asyik menyanyikan tembang Jawa tersebut.
Β
Sita begitu kaget dan berusaha untuk segera memanggil Mama nya, namun saat ia melirik kearah Alia, ia begitu penasaran dengan apa yang sedang dipegang oleh kakaknya itu. Sita mencoba membuka pintu kamar Alia lebih lebar lagi, dan ternyata itu adalah boneka Barbie yang selalu disimpan kakaknya.
Sita langsung berlari menuju kamar Papa dan Mama nya, namun ia hanya berani untuk membangunkan Mama nya.
Β
"Mah bangun deh, mah bangun!" Sita masih menggoyangkan tubuh Mama nya dengan pelan.
"Kenapa nak, malam-malam begini kamu bangunin Mama" mencoba bangun dari tempat tidurnya.
"Mah ikut aku deh sebentar aja" Sita langsung menarik tangan Mama nya dan menuju ke kamar Alia.
Ternyata Alia masih asyik dengan nyanyian nya, namun posisi nya kali ini dengan tiduran dan mata terpejam.
"Mah lihat deh, dia nyanyi malam-malam gini, lagunya aneh lagi" ucap Sita.
Bu Mia terdiam dan menarik nafas.
"Kamu apaan si Sita, kakakmu itu kan memang suka sekali dengan tembang jawa, terutama lagu itu" ucap Bu Mia yang mencoba mengalihkan perhatian Sita.
"Tapi mah masa malam-malam gini"
"Sudahlah, mungkin saja dia sedang ngelindur. Kamu nggak lihat matanya terpejam, mungkin saja tadi siang dia kelelahan" Bu Mia langsung kembali ke kamarnya.
Sita yang masih heran pun kembali ke kamarnya dengan perasaan yang masih penasaran.
" Tapi tadi dia nyanyi sambil duduk, kok pas aku ajak Mama buat lihat langsung jadi tidur si?" Sita bergumam dalam hatinya.
Ia masih saja penasaran dengan nyanyian itu, karena suara itu benar-benar tidak mirip dengan suara kakaknya ketika bernyanyi. Suara itu begitu lembut dan juga merdu, begitu menghayati lagu yang dinyanyikan juga lebih mirip dengan suara orang dewasa.
__ADS_1
Β
"Ah sudahlah, mungkin saja dia memang punya suara sebagus itu saat lagi ngelindur" Sita pun mencoba untuk kembali tidur.
Sementara Bu Mia masih terjaga dan mencoba untuk kembali ke kamar Alia diam-diam. Dia membangunkan Alia yang masih bernyanyi namun suaranya mulai pelan bahkan berhenti.
Β
"Alia..." Bu Mia mencoba membangunkan Alia dengan pelan.
"Eh Mama?" setelah beberapa kali mencoba akhirnya Alia terbangun dan kaget melihat Mama yang ada di kamarnya.
Bu Mia menatap dalam putrinya itu, dia mencoba menenangkan dirinya sendiri sebelum mulai bertanya kepada Alia.
Β
"Kamu lagi ada masalah?" tanya Bu Mia pelan.
Β
Alia hanya diam, dia menunduk dan mengingat kembali apa yang membuatnya menjadi tidak tenang.
"Kamu pernah bilang sama Mama kalau kamu lagi kesal, marah ataupun sedih kamu suka nembang Jawa kan?"
Β
"Mama masih ingat" jawab Alia singkat.
Β
Β
Sejak kecil Alia memang sangat menyukai segala hal yang berbau budaya Jawa, mulai dari tembang, kesenian hingga cerita-cerita yang diajarkan dalam sejarah bahasa Jawa. Dia juga begitu pandai menulis aksara Jawa, bahkan sering menulis di buku diary nya menggunakan Aksara Jawa.
Karena tidak semua orang Jawa pandai menulis menggunakan Aksara Jawa, jadi dia hanya berharap agar semua pengalaman yang ia tulis di buku diary itu tidak mudah dibaca oleh semua orang.
Β
Alia bahkan selalu berkata pada Mama nya jika ia sangat menyukai tembang Lingsir wengi, lagu yang baru saja ia nyanyikan dengan tidak sadarkan diri, dia selalu bilang bahwa lagu itu adalah lagu tentang kesendirian, perasaan marah dan juga perintah untuk menjauhi siapapun orang yang menyanyikan tembang itu, termasuk mahluk yang tidak terlihat.
Karena sejak kecil ia selalu sendirian, tidak bersama dengan Mama dan papanya juga adiknya. Dia selalu menyendiri di rumahnya, jadi Bu Mia sangat paham saat Alia mulai menyanyikan lagu itu, menandakan bahwa dirinya sedang kesal dan marah. Sesuai dengan lirik dari lagu itu.
Awas jo ngetoro aku lagi bang wingo wingo
"Awas jangan menampakkan diri, aku sedang dalam kemarahan besar"
Β
Tembang itu sebenarnya dinyanyikan Alia saat ia mulai merasa lelah dan marah pada mereka yang selalu saja datang dan pergi tanpa henti, mereka yang tak terlihat namun Alia dapat melihatnya. Saat Alia mulai kesal karena kehadiran mereka disaat hatinya sedang merasa marah, dia mencoba menyanyikan lagu itu untuk memenangkan dirinya sendiri.
"Tadi Mama mendengar kamu menyanyikan itu"
Β
__ADS_1
Alia diam, dia heran karena sedari tadi dia merasa kalau dirinya hanya tidur setelah ia bercerita dengan boneka Tiara.
"Kamu lagi ada masalah apa?" tanya Bu Mia lagi.
"Nggak ada kok mah, dari tadi aku juga tidur kok" ucap Alia pelan.
Sementara Bu Mia kaget dengan jawaban putrinya, ia merasa dugaannya itu benar, bahwa yang bernyanyi tadi bukanlah putrinya, namun sosok yang mungkin mencuri kesempatan untuk merasuki Alia saat ia tertidur. Atau bahkan, memang sosok yang sudah berada dalam tubuh Alia sejak lama.
"Ya sudah kamu tidur lagi saja ya, jangan lupa berdoa sebelum tidur"
Alia mengangguk dan mencoba untuk kembali tidur, Bu Mia juga kembali ke kamarnya, namun ia kembali teringat dengan boneka yang selalu Alia simpan.
Bu Mia masih ingat betul perkataan pamannya tentang boneka Barbie milik Alia.
"Apa harus, aku menjauhkan boneka itu?" ucap Bu Mia dalam hatinya.
"Tapi aku melihat itu sama sekali tidak berbahaya untuk nya, dan Alia pasti juga akan merasa kehilangan" Bu Mia terus bergumam dalam hati dan memikirkan bagaimana ia harus menyikapi boneka Barbie itu.
Note :
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo tangi nggonmu guling
Awas jo ngetoro
Aku lagi bang wingo wingo
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet
Arti Dalam Bahasa indonesia :
Menjelang malam, dirimu akan lenyap
Jangan bangun dari tempat tidurmu
Awas jangan menampakkan diri
Aku sedang dalam kemarahan besar
Jin dan setan yang kuperintah (atau : Jin dan setan kuperintahkan
Jadilah apa saja
Jangan membawa maut
Tembang lingsir ini diciptakan oleh sunan Kalijaga
Kidung yang memiliki nama lain dari Lingsir Wengi yaitu kidung Rumekso Ing Wengi ini menggunakan pakem Gending Jawa, Macapat. Pakem yang digunakan pada Lingsir Wengi adalah pake Durma, yang memiliki suasana keras, sangar, suram, kesedihan, dan sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan. Itulah mengapa Lagu ini dilantunkan dengan lembut dan menyayat hati.
__ADS_1
Biasanya, kidung ini dinyanyikan oleh Sunan Kalijaga setelah Sholat Malam, hal ini berfungsi untuk menolak bala, mencegah makhluk halus ingin mengganggu. Pada liriknya, tersirat makna sebuah doa kepada Tuhan.
Jadi, tidak seperti kabar yang beredar, lagu ini bukanlah lagu untuk memanggil mahluk halus melainkan untuk menyampaikan keinginannya agar mahluk halus jangan datang mengganggu.