
Beberapa hari berlalu, semenjak percakapan dengan Mama nya, Alia semakin berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada sang pencipta. Dia menjadi lebih rajin beribadah dan melakukan puasa Sunnah.
Karena Alia sudah memasuki kelas 9 dan sebentar lagi ia juga menjalani ujian nasional, ia selalu mengerjakan sholat malam dan berpuasa Senin Kamis. Sebenarnya tujuannya mungkin adalah supaya dijauhkan dari mahluk yang sering ia lihat, namun selain itu juga merupakan ikhtiar agar bisa menjalani ujian nasional dengan lancar.
Alia selalu berusaha untuk menyibukkan dirinya dengan belajar, supaya pikiran nya tidak mudah di ganggu oleh hal yang dia tidak inginkan.
Sore itu, Pak Aji pulang dari kota dan langsung menemui Alia yang sedang belajar dikamar nya.
"Alia... Papa pulang nak" teriak Pak Aji seraya menghampiri Alia di kamarnya.
"Loh Papa udah pulang!?" Alia kaget dan langsung memeluk papanya.
"Kamu sekarang rajin belajar nya yah, kata Mama kamu sekarang jarang main juga" ucap Pak Aji.
"Hehe nggak juga Pa, kan udah mau ujian jadi harus belajar" jelas Alia.
Mereka berdua berbincang cukup lama untuk melepaskan rindu nya. Saat Pak Aji hendak beranjak, tiba-tiba Alia memberanikan diri untuk menanyakan hal yang selama ini ia ingin tahu.
"Pah kenapa yah aku berusaha buat tetap rajin beribadah dan dekat sama yang kuasa tapi selalu diganggu dan di hantui?" tanya Alia.
"Lalu?" Pak Aji bertanya kembali sambil menatap Alia.
"Aku pernah coba buat keras kepala! waktu itu jujur aja aku seminggu nggak sholat, nggak berdoa dan pokoknya aku jauh dari Tuhan! dan hidup aku tenang, nggak ada mahluk yang nongol atau ganggu aku?" ucap Alia lagi.
"Lalu sekarang kamu masih mau jauh dari Tuhan mu?" tanya Pak Aji lagi.
Alia menggelengkan kepalanya dan hanya terdiam.
"Nak sebentar lagi kamu ujian nasional kan?" kata Pak Aji.
Alia mengangguk menjawab pertanyaan Pak Aji.
" Dan sebelum Ujian kamu harus belajar bukan?" tanya Pak Aji lagi.
__ADS_1
Alia masih terus menjawab dengan anggukan karena ia masih merasa takut.
"Itu juga dinamakan ujian, bedanya itu ujian hidup mu dan yang di sekolah itu ujian nasional" kata Pak Aji sambil sedikit tersenyum untuk mengurangi rasa takut Alia.
"Maksud Papah?" Alia masih belum paham dengan ucapan papanya.
"Ya itulah ujian buat kamu! saat kamu merasa kalau kamu dekat dengan Tuhan, rajin beribadah tapi kamu masih saja di ganggu oleh mahluk yang tidak kamu suka, sedangkan saat kamu jauh dari Tuhan tapi kamu malah merasa tenang, disitulah kamu diuji!" jelas Pak Aji.
Sementara Alia masih terdiam, dia mulai memahami apa yang dikatakan Papanya.
"Itu untuk menguji seberapa kuat kamu bisa tetap bertahan dan tetap dekat dengan Tuhan meskipun kamu terus saja diganggu! jadi apakah kamu sanggup atau tidak, dan apakah kamu mampu atau tidak untuk melewati nya?" jelas Pak Aji lagi.
"Oh jadi seperti itu, tapi bukannya aku ini bisa berkomunikasi dengan mereka yah, kok mereka kaya gitu sama aku?" tanya Alia.
"Yang namanya mahluk seperti itu banyak sekali macamnya! dan bisa saja disitu terdapat syetan yang berusaha untuk menyesatkan kamu!" ucap Pak Aji lagi.
"Tapi bukannya orang kalau jauh dari Tuhan itu malah akan semakin mudah di ganggu oleh mahluk seperti itu ya Pah" tanya Alia lagi.
"Mereka berusaha membuat kamu jauh dari Tuhan dan mengecilkan imanmu. Jadi kamu merasa saat kamu rajin beribadah kamu sering di ganggu dan sebaliknya, dan asal kamu tahu, kamu itu istimewa! banyak yang ingin menguasai tubuh kamu" jelas Pak Aji lagi.
Jadi Alia harus terbiasa dengan penglihatan yang hampir setiap hari mengganggu nya, juga mahluk yang setiap malam mengelilinginya saat ia tidur.
"Alia, kamu itu istimewa! jangan pernah merasa kamu itu aneh, Tuhan itu selalu adil, Dia memberikan semua ujian buat kamu karna Dia yakin kamu itu mampu!" Pak Aji mencoba menghibur Alia.
Alia hanya tersenyum menatap Papanya.
"Pah, kalau ada yang selalu ngikutin aku, gimana pah?" tanya Alia.
"Biarkan saja, yang penting itu kamu tidak memintanya dan kamu jangan sekali-kali memberinya makan, nanti dia akan semakin meminta sama kamu" jawab Pak Aji.
"Maksudnya apa Pah?" tanya Alia.
"Jangan pernah kamu meminta sesuatu dari nya, dan jangan pernah kamu memberi nya makan, contohnya sesaji, karena itu sama saja membuat kamu menjadi orang syirik!" jelas Pak Aji.
__ADS_1
"Oh kalau itu si nggak akan Pah, insyaallah nggak. Aku juga nggak mau yang aneh-aneh" jawab Alia dengan cepat.
"Ya sudah Papa keluar dulu yah, kamu lanjutkan belajar nya" Pak Aji pergi dari kamar Alia.
Alia tersenyum dan kembali melanjutkan belajar nya.
Namun saat Alia membuka buku tulis nya, ia kaget melihat sebuah gambar wajah seorang wanita yang sangat cantik. Ia langsung menutup kembali bukunya dan melemparkannya ke lantai.
"Perasaan aku nggak ada gambar begituan deh! ya gambar aku juga nggak sebagus itu!" ucap Alia dalam hati.
Alia mencoba mengambil kembali buku yang ia lemparkan tadi.
"Loh kok ilang?" dia kaget melihat gambar yang tadi di bukunya itu sudah hilang.
Alia pun berusaha melanjutkan kembali belajar nya namun perasaan nya sudah tidak bisa fokus lagi.
Kali ini ia melihat retakan di tembok kamarnya dan mengalir darah dari retakan tersebut. Ia bergegas untuk mengelap darah tersebut agar tidak mengotori tempat tidurnya, namun tak lama kemudian semuanya kembali seperti semula, seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ah sial! halusinasi atau apa!? kalau kaya gini terus aku bisa gila!" Alia menggerutu dalam hati.
"Ingin rasanya aku teriak melampiaskan kemarahan karena terus di ganggu kaya gini! tapi nanti bisa-bisa aku malah dianggap gila! huh nasib nasib!" Alia terus mengumpat di dalam hati.
Tak terasa Adzan Maghrib sudah terdengar, Alia bergegas untuk mandi dan segera sholat.
Setelah selesai sholat dan tadarus sebentar, ia melirik ke arah cermin di lemari nya.
Alia bangun dari duduknya dan menuju ke arah cermin yang ada di lemari nya, ia bahkan masih menggunakan mukena nya. Ia berdiri tepat di depan cermin, menatap wajahnya sendiri dengan sedikit tersenyum.
"Kok aku cantik banget yah?" ucap Alia pada dirinya sendiri.
Alia lalu melepaskan mukena nya dan menggerai rambut panjangnya yang hitam itu.
"Rambut aku juga indah banget ya?" Alia masih bicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Alia terus bercermin dan memandangi dirinya sendiri, namun lama-kelamaan wajahnya berubah dan langsung membuatnya kaget.