Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Bukan kebetulan


__ADS_3

Sekitar jam setengah satu pagi Alia dan Irfan tiba di depan rumah Alia. Alia memaksa Irfan untuk mampir dan menjelaskan tentang keterlambatan pulangnya.


"Assalamualaikum"


Ucap Alia sambil mengetuk pintu dengan pelan. Tak lama kemudian Bu Mia langsung membuka pintu dan mempersilahkan Alia untuk masuk.


"Walaikumsalam, ya Allah nak akhirnya kamu pulang juga! Mama sudah khawatir sekali menunggu kamu nggak pulang-pulang."


Alia agak ragu untuk menjelaskan semuanya sekarang, namun Bu Mia sudah terlanjur melihat Irfan berdiri di depan pintu, jadi dia langsung mengatakan bahwa ia di antar pulang oleh Irfan karena acara selesai sudah sangat malam.


Bu Mia mencoba memahami keadaan Alia, karena waktu sudah hampir pagi, Irfan pun segera berpamitan untuk pulang dan Alia segera masuk ke dalam rumah.


Alia langsung membersihkan diri dan masuk ke dalam kamarnya, seperti biasa ketika belum bisa tidur, Alia duduk bersandar di dinding sembari memainkan ponselnya.


"Duh udah jam setengah dua aja, aku belum bisa tidur lagi."


Tiba-tiba Alia kembali teringat dengan sosok yang ia lihat terakhir kali yaitu sosok mahluk bertubuh kayu, dan yang membuat Alia semakin bingung yaitu saat sosok itu berdiri di bawah pohon yang sama saat ia melihat seorang kakek-kakek di awal pertamanya datang ke tempat itu.


"Kok bisa pas gitu yah? dan tatapan mahluk itu juga sama dengan tatapan kakek yang waktu itu, ah aku jadi pusing! kenapa si aku harus menemui hal aneh di setiap tempat ya baru."


Karena terlalu kepikiran dengan hal yang ia lihat, Alia benar-benar jadi tidak bisa tidur sampai subuh, dan setelah melaksanakan sholat subuh akhirnya Alia mulai terlelap.


Jam tujuh pagi Bu Mia menengok ke kamar Alia, dia melihat putrinya masih tertidur dengan lelap dan tidak membangunkannya karena tahu bahwa semalam Alia tidak bisa tidur.


Drrrttttt... drrrttttt...


Ponsel Alia terus saja bergetar, namun Alia tidak bergeming sama sekali sampai Bu Mia melihatnya dan mencoba untuk membangunkan Alia.


"Nak bangun sayang, ini sudah siang"


Alia terbangun saat Bu Mia terus memanggilnya.


"Hah udah jam sebelas? aduh aku lupa kalau ada janji sama Afi hari ini."


Alia langsung melihat ponselnya dan ada sebelas panggilan tak terjawab dari Afi.


Dia pun langsung menghubungi Afi dan berkata bahwa ia akan segera bersiap.


Alia langsung bergegas untuk mandi dan bersiap untuk pergi. Ia keluar rumah dan menuju ke garasi untuk mengambil motornya.


"Loh motor aku kemana nih? oh jangan-jangan ada yang pakai lagi."


Alia langsung menemui Mamanya dan bertanya kemana motornya, karena ia akan memakainya.

__ADS_1


"Kamu lupa yah? bukannya semalam kamu pulang di antar sama seniornya kamu?" ucap Bu Mia.


"Aduh! kok bisa ngga ingat sih!"


Alia menepuk jidatnya dan baru ingat tentang hal semalam. Ia akhirnya menelfon Afi dan berkata bahwa ia tidak bisa pergi, namun ia tidak mengatakan yang sebenarnya jika ia semalam pulang dengan Irfan, atau Afi mungkin akan langsung heboh.


**********


Keesokan harinya Alia bangun pagi-pagi sekali, dia harus berangkat lebih pagi karena hari ini adalah hari pertama kuliah nya, dan juga dia harus pergi ke kampus menggunakan angkutan umum.


"Kamu ngga sarapan dulu nak?" teriak Bu Mia.


"Nanti aja di sana Mah, takut telat"


Alia berlari menuju ke jalan raya untuk menunggu bus datang.


Tak lama kemudian ia melihat seseorang berhenti dan menghampirinya.


"Ayo berangkat!"


Ucap Irfan yang berhenti tepat di depan Alia, dia mengendarai sepeda motornya dan mengajak Alia untuk berangkat ke kampus bersamanya.


"Makasih! aku mau naik bus aja"


Alia melihat ke arah jam tangannya, dan ternyata sudah jam setengah tujuh, dia tidak punya pilihan lain selain ikut bersama Irfan, karena ia bisa terlambat jika menunggu bus lagi.


Tepat jam setengah delapan pagi mereka sampai di kampus. Begitu sampai di parkiran Alia langsung turun dan hendak pergi, namun ia teringat dengan motornya.


"Motor aku mana?"


"Ada di asrama sama teman aku, nanti abis kelas tunggu aku di taman dekat parkiran"


"Eh..."


Irfan pun pergi meninggalkan Alia, dan Alia berjalan menuju ke kelasnya.


"Alia!"


Afi berteriak sambil berjalan menghampiri Alia. Dia berkata bahwa ingin menceritakan sesuatu padanya saat selesai jam kuliah pertama. Alia pun mengangguk dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelas pertama.


Tepat jam 8 pagi kelas di mulai, kegiatan pertama itu tak banyak karena ini adalah kuliah pertama, jadi dosen hanya mengajar selama dua jam dan setelah itu mereka bisa beristirahat.


Alia pergi ke kantin dan menunggu Afi di sana. Tak lama kemudian Afi datang dan langsung duduk di samping Alia.

__ADS_1


"Al kamu tau ngga, aku semalam kaya diikutin sama kakek-kakek gitu."


"Maksudnya itu?"


Alia menunjuk ke arah belakang Afi yang tak jauh dari sana berdiri seorang kakek-kakek yang terlihat sedang mengawasi mereka berdua.


"Ih jangan nakut-nakutin gitu dong!"


"Lah kan tadi kamu sendiri yang bilang."


"Aduh Alia pokoknya kamu harus bantuin aku! ngga mau tau pokoknya kamu harus suruh dia supaya ngga ngikutin aku lagi!"


Alia tidak menjawab ucapan Afi, dia hanya terdiam dan teringat dengan sosok bertubuh kayu semalam.


"Aneh banget deh, tatapannya itu sama persis dengan mahluk semalam, tapi kenapa dia ngikutin Afi yah? dan kenapa juga aku merasa kalau mereka itu satu sosok yang sama, tapi wujudnya berbeda" ucap Alia dalam hati.


"Aduh Alia malah bengong lagi! Aku harus gimana dong?"


Alia mencoba menenangkan Afi supaya dia tidak terus panik, dia juga menyuruh Afi untuk banyak berdoa supaya kakek itu tidak mengikutinya terus.


Alia bangun dari tempat duduknya dan mencoba untuk menghampiri sosok kakek itu, namun ia terlihat menghindar dan pergi. Alia dan Afi mengejarnya sampai ke taman dekat parkiran, namun tiba-tiba dada Alia mulai terasa sakit dan nafasnya sesak saat dia berada tepat di bawah pohon Cherry.


"Duh gawat, mendingan kita pergi dari sini aja ayo!" teriak Afi.


Mereka berdua pergi menjauh dari taman itu dan kembali ke kantin, perlahan rasa sakit yang di rasakan Alia mulai menghilang.


"Kok sakitnya hilang gitu aja yah?"


"Ya bagus dong! kenapa malah bingung si!"


"Tapi rasanya aneh aja, pas di dekat pohon tadi rasanya sakit banget"


"Atau jangan-jangan pohon Cherry yang waktu bukan pohon sembarangan!"


Alia terdiam, dia merasa bahwa ucapan Afi ada benarnya juga, tapi ia masih heran kenapa tadi saat berada di dekat pohon itu ia merasa sangat kesakitan. Dan bila diingat-ingat selama tiga hari kemarin dia juga merasakan hal yang sama.


"Oh iya aku baru sadar!"


"Sadar apa?"


"Selama ospek kemarin pas aku sakit, pasti saat posisinya aku dekat sama pohon itu."


"Masa si? coba aku ingat-ingat dulu, hari pertama pas upacara, hari kedua ngga papa karena seharian acara di ruangan, dan hari ketiga itu pas lari keliling... oh iya bener juga yah!".

__ADS_1


Afi dan Alia mulai sadar bahwa hal itu bukanlah kebetulan. Semua bermula dari pohon Cherry itu.


__ADS_2