Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Senyum yang berarti


__ADS_3

Malam semakin larut, suasana juga menjadi semakin sepi. Putri dan Amar masih asyik mengobrol dengan Roby yang ternyata juga datang menghampiri mereka ke tenda juniornya.


Sementara Alia dan Azam hanya saling diam tanpa berucap sepatah katapun padahal mereka berlima duduk dalam satu tempat yang sama di depan tenda.


Alia melihat sekelilingnya, dia kembali gelisah karena merasa ada sosok mahluk lain yang sedang melihatnya dari kejauhan. Alia melihat ke arah jam tangannya dan waktu menunjukkan jam 1 lewat 15 menit.


"Ragasy kamu kenapa?" tanya Azam yang heran melihat Alia hanya diam saja.


Alia hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk dengan raut wajah gelisah. Dia kembali melihat ke arah jam tangannya dan baru lewat 15 menit setelah ia terakhir kali melihatnya.


"Waktunya kok berasa lama banget si!" gumam Alia.


"Eh ini udah pagi, kalau begitu kalian istirahat dulu, saya juga akan ke ruang panitia lagi" ucap Roby sembari meninggalkan tenda itu.


Amar juga menyuruh Putri dan Alia untuk segera masuk ke dalam tenda dan beristirahat sementara dia dan Azam juga akan kembali ke tenda junior putra.


"Aku mau pulang aja!"Alia tiba-tiba bicara dan itu membuat semuanya kaget.


"Eh kamu gila yah! ini baru jam 2 pagi! tunggu lah sampai agak terang" ucap Putri.


"Iya, lagipula sebentar lagi juga terang, mending kamu istirahat aja dulu supaya ngga mengantuk saat di jalan nanti" imbuh Amar.


Alia hanya diam, tidak menghiraukan ucapan Putri dan Amar sama sekali. Begitupun dengan Azam, dia juga hanya diam dan tidak berkata-kata.


Alia langsung pergi mengambil barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.


"Putri, kamu kalau mau di sini ngga papa, aku pulang sendiri"


"Eh kok gitu si! aku datang sama kamu, jadi kalau kamu pergi aku juga ikut deh"


Putri pun bergegas untuk mengambil semua barang-barangnya dan ikut bersama Alia.


"Ragasy, hati-hati di jalan" ucap Azam dengan pelan.


"Azam! kenapa kamu malah biarin mereka pergi dini hari begini? bukannya mencegah, apa ngga khawatir lihat dua perempuan pergi jam segini? kalau ada apa-apa di jalan bagaimana?" Amar terus saja mengoceh, dia begitu khawatir namun Azam hanya diam dan kembali duduk.


Azam tahu betul mengapa Alia tiba-tiba memutuskan untuk pergi dari tempat itu, meskipun di mencegahnya tapi Alia pasti juga akan tetap pergi.


Setelah selesai bersiap, Alia dan putri mulai berjalan meninggalkan tenda junior mereka menuju ke parkiran, Amar dan Azam juga mengantarkan mereka sampai ke parkiran.


"Alia, kamu yakin beneran pulang?" tanya Amar mencoba meyakinkan.


"Iya"


"Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan"

__ADS_1


"Amar kamu tenang aja! ada aku kan!" imbuh Putri.


Setelah selesai berpamitan, Alia mulai menyalakan motornya dan berjalan pergi.


Amar dan Azam terdiam sambil menatap Alia dan Putri yang mulai menjauh.


Setelah kurang lebih 30 menit melakukan perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah Alia.


Alia mengetuk pintu perlahan dan tak lama kemudian Mama nya keluar untuk membuka pintu.


"Loh Alia kamu pulang? Mama kira kamu tidur di sana.


"Ngga mah, aku ngga bisa tidur di sana"


Bu Mia mempersilahkan Alia dan Putri untuk segera masuk karena langit diluar masih gelap.


Alia pergi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya begitu juga Putri. Setelah itu mereka berdua bersiap untuk istirahat di kamar Alia.


Alia melihat ke sekelilingnya, kali ini ia tidak lagi melihat sosok perempuan itu di dalam rumahnya dan itu sudah membuatnya merasa lebih tenang.


Namun keesokan hari saat Alia keluar rumah, perempuan itu terus saja mengikutinya kemanapun ia pergi, perempuan itu hanya berhenti saat Alia memasuki rumahnya.


***************


Satu minggu kemudian....


"Ya sebentar lagi nak" jawab Bu Mia yang masih sibuk bersiap.


Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan Alia, setelah kurang lebih 2 minggu ia menunggu akhirnya hari ini tiba juga.


Setelah Bu Mia selesai bersiap, mereka berdua bergegas untuk berangkat menuju sekolah Alia.


Setelah satu jam perjalanan, Alia dan Bu Mia akhirnya sampai, suasana di MA sudah sangat ramai, hampir semua wali murid kelas XII sudah datang.


"Eh Alia kamu sudah datang?"


"Nida! iya nih"


"Kamu sama siapa?"


"Oh aku sama Mama"


"Oh iya tadi aku lihat kamu di cariin sama Putri"


Nida dan Alia mengobrol banyak sambil berjalan menuju aula sekolah. Hari ini mungkin menjadi hari terakhir bagi semua siswa kelas XII berkumpul secara resmi di sekolah. Karena setelah hari ini, semuanya akan sibuk dengan persiapan masing-masing yang akan memulai kehidupan barunya di luar Ma Ma'arif.

__ADS_1


Alia dan Nida tiba di depan aula sekolah, tapi mereka memilih untuk menunggu dan duduk di luar ruangan.


Alia kembali melihat ke sekelilingnya, melihat keseluruhan tempat yang sudah 3 tahun ini ia datangi setiap harinya. Perasaannya bercampur aduk, bahagia karena akhirnya dia akan lulus dan memulai kehidupan baru dengan tempat yang baru, ia juga sedih karena harus meninggalkan tempat yang baginya sudah penuh kenangan itu.


"Alia!" Putri sampai di depan aula dan langsung menghampiri Alia.


"Eh Putri"


"Al aku mau kasih tahu kamu sesuatu"


"Apa?"


"Jadi... tentang kematian tetangga aku yang waktu itu"


"Jadi gimana?"


"Jadi... semuanya yang kamu bilang itu benar"


"Maksudnya gimana? coba ngomong yang jelas!"


Putri menceritakan semua yang ia ketahui tentang peristiwa itu. Perempuan itu sebenarnya belum menikah tetapi ia hamil, dan itu kesalahannya bersama pacarnya. Terakhir kali perempuan itu bertemu dengan pacarnya untuk meminta pertanggungjawaban, namun naas. Pacarnya justru membunuhnya di bangunan bekas toilet itu karena tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya.


Tapi sekarang pelaku itu sudah tertangkap dan di penjara.


Mendengar cerita itu, Alia bingung harus merasa senang atau bahkan sedih. Karena kejadian itu benar-benar tragis, tapi ia juga harus senang karena pelakunya sudah ditangkap dan sudah mendapat hukumannya.


Sosok perempuan itu kembali muncul di mata Alia dan membuatnya terus terdiam, dia heran kenapa perempuan itu masih saja mengikutinya sampai sekarang, namun kali ini ia melihat perempuan itu tersenyum lalu pergi dan menghilang.


"Sekarang orang yang membuatmu jadi seperti ini sudah dihukum, selamat jalan... semoga kamu tenang di sana, meskipun aku ngga kenal sama kamu, tapi aku senang karena kamu akhirnya mendapatkan keadilan" ucap Alia dalam hatinya.


"Alia! kok malah bengong si! ayo masuk acaranya udah mau mulai!" ucap Putri.


Acara pengumuman di mulai dengan sambutan dan pidato dari bapak kepala sekolah, setelah menunggu cukup lama akhirnya pengumuman di mulai.


Semua siswa bersorak gembira saat mendengar bahwa sekolahnya lulus 100%.


Stelah pengumuman selesai, masing-masing siswa maju ke depan untuk mendapatkan amplop yang berisi surat kelulusan mereka.


"Eh kok saya dapat dua amplop pak?" tanya Alia yang heran karena dirinya mendapatkan dua amplop.


"Bukan hanya kamu kok yang dapat dua amplop, yang lain juga ada, tapi tidak semuanya" ucap kepala sekolah.


"Memang isinya apa pak?"


"Buka saja, nanti kamu akan tahu. Oh ya, selamat ya Alia!"

__ADS_1


"Terimakasih pak"


Alia kembali ke belakang aula dan membuka surat kelulusannya, kali ini ia memang tidak mendapat nilai tertinggi, namun hasil ujian kali ini juga sudah cukup memuaskan baginya, terlebih lagi ia juga mendapatkan nilai tertinggi satu angkatan untuk mata pelajaran favoritnya yaitu bahasa Inggris.


__ADS_2