
Beberapa bulan berlalu setelah kematian nenek Wanda. Hari ini adalah hari terakhir Alia melakukan ujian sekolah.
Siang itu semua siswa kelas XII di kumpulkan oleh kepala sekolah untuk merayakan selesainya ujian.
Jauh sebelum hari ini Alia sudah mendapat info bahwa band musik favoritnya akan mengadakan konser di kota sebelah yang tidak jauh dari kota Alia.
Setelah acara selesai Alia segera bergegas pulang. Dia meminta izin kepada mamanya untuk bisa menonton konser band favoritnya namun bu Mia terus saja menolak.
"Mah... anggap aja ini hadiah buat selesai ujian aku"
Alia terus saja merengek pada mamanya agar diizinkan pergi, kebetulan tempat konser berlangsung tidak jauh dari tempat kerja pak Aji saat ini. Akhirnya bu Mia pun mengizinkan Alia untuk pergi, namun ia ikut dan meminta Alia untuk mengantarkan nya ke tempat kerja pak Aji karena bu Mia tidak tega jika Alia harus berangkat sendirian.
Selesai sholat Isya Alia cepat-cepat berangkat bersama bu Mia, jarak tempat konser dengan kota Alia sekitar satu jam. Alia langsung menurunkan mamanya di tempat kerja pak Aji.
Pekerjaan pak Aji adalah pemborong bangunan, ia juga bertanggung jawab menjaga malam bangunan yang belum selesai itu. Kebetulan saat itu ia sedang membangun sebuah TK elite untuk para anak-anak orang menengah ke atas, setiap malam ia tidur di lokasi itu dan libur saat malam minggu, pak Aji tidur dalam sebuah bedeng kayu berukuran 2x2 meter.
Sebelum Alia pergi pak Aji mengintrogasi nya terlebih dahulu, seperti akan menonton dengan siapa dan pulang jam berapa. Alia pun menjawab kalau ia akan bertemu dengan teman perempuannya di pintu masuk.
"Ini kunci gerbang sini, nanti kamu pulang ke sini aja yang dekat, kalau ke rumah terlalu jauh papa ngga bisa biarin kamu sendirian"
Pak Aji menyerahkan beberapa kunci kepada Alia, ia juga mengingatkan Alia untuk tidak pulang melebihi jam 12 malam. Alia pun mengangguk sembari menerima kunci-kunci itu.
"Papa mau nganterin mama pulang dulu, soalnya Sita di rumah sendirian, nanti kira-kira jam 11 malam papa ke sini lagi" ucap pak Aji.
Alia pun pergi ke lokasi konser, sementara pak Aji pergi menuju rumah untuk mengantarkan bu Mia.
Alia sebenarnya hanya berangkat sendirian dan tidak bertemu teman siapapun di lokasi, namun ia terpaksa berbohong supaya papanya mengizinkan karena Alia sudah sangat mengagumi band ini sejak ia masih kelas 6 sekolah dasar.
"Akhirnya.... aku bisa nonton konsernya langsung!"
Alia berhenti di parkiran dan diam cukup lama, dia sempat bingung dan takut karena sendirian di tengah keramaian.
Pukul 21.30 konser pun di mulai, Alia memutuskan untuk segera masuk meskipun sendiri. Dia memilih berdiri di dekat kumpulan polisi yang sedang bertugas supaya tidak ada yang mengganggunya.
Begitu asyik menikmati konser band favoritnya sampai ia lupa waktu. Alia pun menengok ke arah jam tangannya dan ternyata sudah jam setengah 12 malam.
__ADS_1
"Astaga, udah malam banget, aku harus pulang nih!"
Alia pun bergegas pergi meskipun konsernya belum selesai. Dia takut jika papanya sudah sampai di tempat kerja dan tidak bisa masuk karena kuncinya ada padanya.
Begitu sampai di depan tempat kerja papanya Alia berhenti di depan gerbang dan melihat sekeliling.
"Ngga ada siapa-siapa yah? apa papa belum sampai?"
Alia pun memutuskan untuk segera masuk dan mengunci kembali pintu gerbangnya.
Dia bermain ponsel di dalam bedeng sembari menuggu papanya datang.
"Wah udah jam setengah 2, tapi kok papa ngga datang-datang yah?"
Cukup lama Alia menunggu papanya datang namun tak kunjung datang. Tanpa sadar Alia pun terlelap dan tidur di dalam bedeng kayu yang hanya berukuran 2x2meter di depan sebuah bangunan luas yang belum selesai sendirian saja.
Hanya sebuah lampu bohlam temaram dan speaker yang sengaja terus ia nyalakan agar tidak terlalu sepi. Sementara di lokasi konstruksi tidak ada penerangan apapun di malam hari.
Tak lama kemudian ia terbangun dan melihat ke arah jam tangannya.
"Astaghfirullah udah jam setengah 6? "
Setelah selesai ia kembali melihat sekeliling di luar bedeng.
"Semalam aku benar-benar tidur di tempat luas ini sendirian yah?"
Alia masih tidak percaya jika ia menghabiskan malam di sebuah lokasi konstruksi sendirian, malam itu tidurnya bahkan sangat lelap dan tidak mengalami gangguan apapun.
Karena hari itu adalah hari Minggu, maka para pekerja konstruksi semuanya libur, hanya pak Aji saja yang datang untuk mengecek karena dirinya adalah penanggungjawab dari pembangunan tersebut.
Alia duduk di depan bedeng di bawah pohon rindang yang lumayan besar. Tepat jam 6 pagi pak Aji pun sampai di sana dan menyapa Alia yang sedang duduk sendirian.
"Papa datang juga? semalam aku nungguin loh"
Alia menggerutu kesal saat melihat papanya datang.
__ADS_1
"Maaf, semalam papa merasa lelah jadi memutuskan untuk ke sini pagi hari"
Alia pun mengungkapkan keluhannya semalaman menunggu.
"Kamu semalam tidur di sini sendirian?"
Pak Aji bertanya pada Alia dan Alia pun hanya mengangguk. Alia menjadi heran ketika pak Aji menanyakan hal yang sama itu sampai tiga kali.
"Kamu ngga dengar atau lihat apa-apa?" tanya pak Aji.
"Emang kenapa pah?"
Alia menjadi semakin penasaran karena papanya hanya senyum-senyum saja. Ia pun mendesak papanya untuk menceritakan apa yang tidak ia ketahui.
Pak Aji berkata bahwa selama berjaga malam di tempat itu ia sering mendengar suara gemercik air mengalir dan perempuan yang menangis di bagian belakang gedung yang sedang di bangun. Orang yang tinggal di dekat situ berkata bahwa dulunya ada sebuah sumur di bagian belakang gedung yang belum jadi itu, dan seorang perempuan meninggal karena lompat ke dalam sumur itu.
"Ah papa yang bener pah!"
Alia tiba-tiba menjadi takut ketika mendengar cerita itu dan mencoba untuk tidak mempercayai papanya.
"Beneran! papa sering dengar sendiri!"
Pak Aji terus menegaskan bahwa apa yang ia ceritakan adalah benar, dia juga berkata bahwa pernah ada orang yang tinggal di sekitar situ melihat pak Aji sedang berjalan keliling di luar bangunan itu pada jam tengah malam. Paginya orang itupun menegur pak Aji dan bertanya kenapa tengah malam berjalan mondar-mandir di depan bangunan itu, namun pak Aji mengelaknya, karena malam itu jelas pak Aji sedang tidak berada di sana. Pak Aji juga menegaskan bahwa ia baru sampai di lokasi itu jam 7 pagi tadi, namun orang itu bersikeras bahwa ia melihat pak Aji tengah malam tadi.
Pak aji pun hanya tersenyum mendengar orang itu bicara, dia tahu betul bahwa yang dilihat tadi malam pasti bukan dirinya, melainkan sosok lain yang menyerupai pak Aji.
"Jadi semalam aku beneran tidur di tempat seluas dan seangker itu sendirian?" Alia masih merasa tidak percaya.
"Tapi aku tidur lelap banget dan ngga denger apapun?" imbuh Alia.
"Yah syukurlah kalau kamu ngga terganggu" ucap pak Aji sambil tersenyum.
"Ih untung aja aku tahu sekarang, coba aja kalau aku tahu tadi malam, pasti aku lebih milih pulang kerumah meskipun itu udah lewat dari jam 12 malam" ucap Alia dalam hati.
"Kok kamu tiba-tiba jadi penakut si, bukannya kamu udah biasa lihat yang seperti itu?"
__ADS_1
"Papa apaan si! ngga lucu tau!"
"Eh iya juga si, kenapa aku tiba-tiba jadi takut yah?"