Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Percaya ngga percaya


__ADS_3

 


Tak lama kemudian Alia pergi untuk menengok Afi di puskesmas.


 


"Afi kamu nggak papa?!" Dengan nada khawatir sambil memegang tangan Afi yang lecet.


"Nggak papa kok, ini cuma lecet sedikit aja" Jawab Afi dengan tenang.


"Ya udah nanti aku antar kamu pulang yah" Sambil tersenyum manis.


"Oke!" Jawab Afi dengan senang.


"Alia kamu jujur deh sama aku! kamu lihat apa? kenapa tadi pagi pas ketemu aku khawatir gitu?" Afi masih penasaran dengan sikap Alia tadi pagi.


"Kamu yakin mau percaya sama aku?" Tanya Alia menyakinkan.


"Kita udah temenan lama, aku bisa coba buat percaya sama kamu"


"Sebenarnya ... aku semalem lihat kamu naik motor gitu, tapi bukan kamu yang bawa karna aku tahu kamu nggak bisa bawa motor. Pas lagi jalan tiba-tiba aku lihat kamu teriak, abis itu nggak tahu lagi" Alia menjelaskan dengan sedikit ragu, karna takut sahabatnya akan marah.


 


Afi tersenyum pada Alia sambil memegang bahunya.


 


"Kamu tenang aja... aku percaya sama kamu" Ucap Afi sambil menatap dalam mata Alia.


Alia tersenyum dan mereka mulai bercanda kembali.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Afi diperbolehkan pulang dari puskesmas, Alia lalu mengantarkan sahabat nya itu pulang ke rumah.


Keesokan harinya di sekolah...


"Anak-anak, sekolah akan mengadakan kegiatan outdoor untuk semua siswa kelas 9. Karena sebentar lagi ujian nasional akan dilaksanakan, jadi diharapkan kalian semua bisa menyelesaikan tugas untuk ujian praktek dulu ya..." Wali kelas Alia menjelaskan dengan panjang lebar.


"Baik Bu!" Jawab para murid dengan serentak.


Setelah selesai mendapatkan pengumuman dari wali kelas, para siswa segera menuju ke depan kelas untuk melihat pengumuman di Mading sekolah.


Disana terdapat semua info tentang jadwal kegiatan yang akan di laksanakan.


 


Ada tiga tujuan yang akan di datangi, namun Alia menatap satu dari semua tujuan itu, yaitu situs prasasti batu tulis.


 


"Prasasti batu tulis? wah kok aku penasaran yah" Ucap Alia dalam hati.

__ADS_1


 


Beberapa hari berlalu, dan hari ini adalah hari dimana kegiatan outdoor untuk para siswa kelas 9 dilaksanakan.


 


Setelah mendapat pembekalan dari wali kelas masing-masing, para siswa bergegas masuk ke dalam bus.


Seperti biasa, Alia duduk di samping Afi.


"Al! kamu kenapa? diem gitu?" Tanya Afi yang bosan karena melihat temannya itu hanya duduk diam.


"Oh ngga papa kok, lagi mikirin aja kapan sampai"


"Ya elah... baru aja jalan bus nya!"


"Oiya Fi, yang ke situs batu tulis itu tujuan ke berapa yah?" Tanya Alia penasaran.


"Terakhir!" Jawab Afi dengan nada sedikit kesal.


"Yah kok terakhir si"


"Idih! gitu aja kok sedih amat! lagian apa senengnya coba, cuma lihat batu. Nggak jelas banget kan" Ucap Afi dengan nada ketus.


" Kok ngomongnya gitu!? biar gimana juga itu kan sejarah" Ucap Alia, namun sahabatnya itu hanya terdiam.


Tak lama kemudian mereka sampai ditujuan pertama yaitu Education Park. Semua siswa turun dari bus, di sana mereka bergabung dengan kelompok masing-masing yang sudah ditentukan.


"Iya aku juga baru tahu nih" Kata Alia sambil melihat catatan kelompok miliknya.


"Ah ya udah deh aku pergi ke kelompok ku dulu yah bye!" Seraya pergi meninggalkan Alia.


"Yah... pergi gitu aja si! mana ini temen kelompok beda kelas semua lagi. Nggak ada satupun yang sekelas sama aku" Alia mengkerut kan keningnya sambil melihat daftar nama kelompok nya.


 


Selama kegiatan Alia lebih banyak diam, namun dia lebih aktif dari anggota kelompok yang lain.


 


Setelah semua praktikum di taman itu selesai, Alia berusaha mencari sahabatnya, namun tak kunjung ketemu.


Karena lama mencari namun tak ketemu juga, ia akhirnya memutuskan untuk duduk sejenak di bawah pohon yang cukup rindang di taman.


 


"Woi sendirian aja nih, minum nggak?" Kata seorang siswa laki-laki yang jadi teman satu kelompok nya, dia duduk di sebelah Alia sambil menyodorkan sebotol air mineral.


 


"Eh boleh deh" Jawab Alia sambil menerima air dan langsung meminumnya.

__ADS_1


 


"Kamu ngapain sendirian disini" Tanya Aldi,, ya! namanya Aldi, teman satu angkatan Alia namun tidak satu kelas, dia sebenarnya sudah lama mengagumi Alia.


 


" Ini lagi nyari Afi, tapi belum ketemu, terus capek jadi istirahat disini" Jawab Alia dengan santai.


"Loh dia kan kelompok 1, kalo yang udah selesai praktikum itu harus langsung naik ke bus buat tujuan selanjutnya,, kita juga loh" Jelas Aldi


"Jadi, Sekarang naik bus nya juga sesuai kelompok?" Tanya Alia.


"Iya, temen kelompok kita udah pada naik ke bus, kita ke bus aja yuk" Sambil berdiri dan mengulurkan tangannya ke Alia yang masih duduk.


 


Alia hanya membalasnya dengan sedikit senyuman lalu pergi tanpa kata.


 


Dan akhirnya... para siswa sampai di tempat tujuan yang terakhir, yaitu situs batu tulis.


Tempat itu memang agak jauh dari pusat kota, jalannya pun sempit dan naik turun.


Setelah bus berhenti, para siswa bergantian turun dan memasuki area Situs batu tulis itu.


 


"Jadi ini tempatnya?" Ucap Alia dalam hati, dia terus memandangi sekeliling tempat itu yang hanya terdiri dari kebun, sawah dan beberapa pohon besar.


 


Tak lama kemudian dari dalam ada seorang pria paruh baya yang datang menyambut para siswa.


Alia terdiam ketika melihat pria itu, dia tidak menghiraukan semua yang di katakan oleh pria itu, namun dia hanya fokus menatap bagian janggut dan leher pria itu.


"Itu seperti luka bakar?" Dia masih bergumam dalam hati.


Semua siswa melihat itu, namun tidak ada satupun dari mereka yang berani bertanya.


"Eh ayo jalan, malah diem aja disini si! yang lain tu udah mulai keliling!" Suara Aldi yang mengagetkan lamunan Alia.


Alia tidak berkata apapun, dia lalu pergi dan mulai melihat-lihat semua benda yang ada ditempat itu.


"Cuma batu, apa nya yang spesial sampai harus ditutup kain sebagus itu!?" Kata Alia sambil menatap sebuah batu yang ditutup dengan kain berwarna biru tua mengkilap, disekelilingnya juga dibuat pagar dan di atas nya terdapat atap, layaknya sebuah makam yang di hormati.


"Eh serius amat! apa kamu mau ambil foto batu yang ini buat cover makalah kita nanti?" Aldi tiba-tiba mengagetkan Alia.


"Aduuhhh! kamu itu yah udah kaya buntut deh! dibelakang ku selalu ada kamu!" Dengan menunjukkan wajah sewotnya itu.


"Yah abis gimana, aku kan ketua kelompok, dan kamu juru tulis nya..." Belum selesai bicara namun sudah dipotong oleh Alia.

__ADS_1


"Alah udahlah! kamu ambil aja tu foto batu!" Sambil pergi meninggalkan Aldi.


__ADS_2