
Waktu sudah mulai sore, acara perpisahan pun berakhir, semua siswa pulang bersama dengan wali mereka. Namun Afi dan Alia masih belum pulang karena harus menyelesaikan tugas mereka sebagai panitia.
"Cepetan dong Fi,, udah sore nih nanti aku ngga dapet bus lagi!" Alia merengek kesal karena Afi masih belum juga menyelesaikan tugasnya.
"Iya bentar lagi kok" jawab Afi dengan santai.
Setelah beberapa waktu tugas mereka akhirnya selesai dan segera bergegas untuk pulang.
Alia berjalan dengan terburu-buru keluar gerbang
"duh bisa-bisa udah ngga ada bus lewat nih" ia terus saja menggerutu kesal karena keluar terlalu sore.
Setelah menunggu cukup lama di halte bus, namun belum juga ada bus yang lewat karena memang sudah terlalu sore.
Tak lama kemudian Aldi keluar dengan mengendarai sepeda motornya.
"Kamu belum pulang Al?" tanya Aldi yang masih duduk di sepeda motor.
Alia menggelengkan kepalanya dan masih merasa kesal karena belum ada satupun bus yang lewat.
"Ayo naik!" Aldi pun memerintahkan Alia untuk naik ke motornya.
Alia sempat ragu, namun tak lama ia langsung naik dan pulang diantar oleh Aldi. Tidak sampai 10 menit mereka sudah sampai di depan rumah Alia.
"Makasih yah" ucap Alia sembari turun.
"Sama-sama" Aldi menjawab dengan penuh senyuman. Ia kembali menyalakan motornya dan pergi pulang.
Alia pun masuk kedalam rumah dan menuju ke kamarnya. Ia merasa begitu lelah, namun masih ingin mencari sesuatu.
"Dimana yah kok ngga ada si!" ucap Alia pada dirinya sendiri. Ia mencari boneka Tiara kesayangan nya. Alia bahkan sudah menggeledah seluruh kamarnya namun ternyata tidak menemukan boneka itu juga.
"Kamu ngapain nak, kok kamar berantakan kaya gini?" Bu Mia heran melihat Alia mengobrak-abrik kamarnya.
"Mama lihat boneka Barbie aku ngga!" Alia masih fokus mencari.
"Boneka ini?" menunjukkan boneka Tiara yang sedang dicari Alia sedari tadi.
"Kok bisa ada sama Mama?" Alia heran, mengapa bonekanya bisa berada ditangan Mama nya.
__ADS_1
Bu Mia melangkah masuk kedalam kamar Alia dan mengajaknya duduk,
"Mama mau ngomong sama kamu boleh?" Bu Mia mulai berkata dengan serius.
Sementara Alia hanya mengangguk tanpa berkata apapun, dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Mama nya.
"Kamu kan sudah besar, kok masih main boneka Barbie si, kaya anak kecil saja"
Alia tidak dapat berkata apapun mengenai pertanyaan Mama nya, dia begitu menyayangi Boneka Tiara karena hanya boneka itulah teman Alia sedari kecil.
"Mama bukannya sedang melarang kamu menyimpan boneka itu, tapi apa kamu masih ingat perkataan Mbah mu?" Bu Mia kembali bertanya.
Alia kemudian teringat sesuatu yang pernah dikatakan kepada nya.
"Coba kamu pikirkan lagi baik-baik yah,, Mama cuma takut kalau kamu tidak bisa mengendalikan jiwamu sendiri" Bu Mia kemudian pergi meninggalkan kamar Alia dan meletakkan boneka Barbie itu di atas meja, sementara Alia masih duduk termenung di dalam kamarnya.
"Apa ini karena aku sering bertingkah aneh saat tidur" Alia berguman.
Setelah lama berpikir akhirnya Alia telah memutuskan.
Keesokan harinya di pagi hari, Alia membawa boneka Barbie nya ke belakang rumah, ia memegang boneka itu sambil menatap nya dalam-dalam.
Tak lama kemudian Alia melemparkan boneka itu kedalam kobaran api yang sedang membara, ia membakar benda itu dan berharap ia tidak akan melakukan hal aneh lagi ketika tidur.
Alia kembali ke kamarnya dan duduk termenung, dia masih memikirkan apakah keputusannya itu benar tau tidak, dia juga merasa bersalah karena telah membuang boneka itu.
"Maafkan aku" ucapnya dalam hati.
Malam harinya Alia tidur dengan lelap, tapi tidak lama kemudian terjadi sesuatu padanya. Alia tidur dengan posisi terlentang, namun ia merasa seperti ada seseorang yang duduk diatas perutnya dan nafasnya mulai terasa sesak. Semula ia tak menghiraukan namun lama\-kelamaan nafasnya semakin sesak dan sulit untuk bernafas.
Alia kemudian membuka matanya, dan benar saja memang ada seseorang yang duduk diatasnya, kedua tangannya berada di leher Alia seolah sedang mencekiknya. Ia tak melihat jelas wajah seseorang itu, namun Alia tahu persis bahwa orang itu adalah wanita.
wanita itu memakai jubah putih bersih dan rambut hitamnya yang panjang terjuntai sampai ketempat tidur Alia. Alia berusaha untuk menarik baju wanita tersebut agar ia mau melepaskan tangannya yang mencekik Alia, namun itu tidak berhasil.
Sampai akhirnya Alia merasa putus asa, namun ia merasakan bahwa rambut panjang itu berada dekat dengan tangan kanannya. Alia langsung menarik nya kuat\-kuat dan berteriak kencang.
Tak lama setelah itu sosok wanita itu menghilang tanpa jejak, namun anehnya Alia malah melihat Boneka Barbie yang ia bakar tadi pagi. Saat Alia mencoba mengambil boneka itu tiba\-tiba ia menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Tadi itu aku benar menjambak rambutnya?" Alia bergumam dalam hatinya.
"Tapi itu tadi Boneka Tiara ya? bukannya udah aku bakar tadi pagi?" Alia masih merasa heran kenapa ia bisa melihat kembali boneka yang telah ia bakar tadi pagi.
Tiba\-tiba Bu Mia dan Pak Aji datang menghampiri Alia di kamarnya.
"Kamu kenapa nak, kok teriak-teriak?" tanya Bu Mia yang khawatir mendengar anaknya berteriak.
"Kamu mimpi buruk?" Pak Aji pun ikut bertanya.
"Itu pah, mah, tadi kaya ada orang yang mencekik leher aku" Alia berkata dengan cepat dan terlihat masih ketakutan.
Pak Aji dan Bu Mia kaget, mereka berdua saling berpandangan, seolah sudah paham dengan apa yang dikatakan oleh Alia.
"Sayang... kamu lihat siapa dia? seperti apa penampilannya?" tanya Bu Mia.
Alia mencoba mengingat dan menceritakan semua yang ia alami secara rinci.
Bu Mia kaget mendengar cerita Alia.
"Apakah ia tidak terima jika boneka itu dibuang?" ucap Bu Mia dalam hatinya.
"Mama kenapa? kok bengong gitu?" tanya Alia yang heran melihat Mama nya diam sedari tadi.
"Ah ngga papa kok, mungkin saja tadi kamu tidurnya lupa berdoa ya, jadi ngga lelap" Bu Mia mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Iya Alia, lain kali jangan lupa berdoa ya, ya sudah sekarang kamu tidur lagi ya" imbuh Pak Aji.
Alia mengangguk dan mencoba untuk kembali tidur, sementara Bu Mia dan Pak Aji keluar dan kembali ke kamar mereka.
__ADS_1