
Di sekolah Alia sedang ramai para murid yang begitu senang karena pulang sekolah lebih awal.
Namun itu tidak berlaku bagi para siswa yang sudah hampir lulus, yaitu siswa kelas 9.
Hari ini Afi tidak berangkat sekolah jadi Alia hanya duduk sendirian di taman. Dia lebih memilih sendirian karena tidak biasa bergabung dengan temannya yang lain.
"Huh Afi nggak berangkat, sendirian kan akunya!" ucap Alia pada dirinya sendiri.
"Eh lihat tuh orang aneh lagi duduk sendirian" ucap Dina, teman sekelas Aldi.
Kedua teman Dina hanya tersenyum mengejek kepada Alia yang sedang duduk sendirian.
"Samperin aja Din. Mumpung Aldi nggak lihat" ucap salah seorang teman Dina.
Mereka bertiga pun menghampiri Alia yang sedang duduk sendiri.
"Heh anak aneh!" ucap Dina dengan nada membentak.
Alia hanya melirik ke arah Dina tanpa berkata apapun.
"Kamu bisu yah!" ucap Dina lagi dengan nada yang mulai kesal.
"Maaf, nama saya Alia!" ucap Alia dengan santai.
"Alah bodoh amat mau siapa nama mu! yang penting aku cuma minta buat kamu jauhi Aldi!" ucap Dina.
"Oh emang kamu ibunya? adiknya? atau pacar nya?" tanya Alia.
"Dina itu emang bukan siapa-siapa nya Aldi, tapi kamu itu nggak pantes dekat sama dia!" ucap salah seorang teman Dina.
"Oh nggak penting" jawab Alia sembari bangun dari duduknya dan mencoba untuk pergi.
Namun Dina memegang tangan Alia dan menarik nya.
"Eh lepas nggak!" Alia mencoba melepaskan tangannya namun Dina masih memegang nya dengan kencang!
"Denger yah! kamu itu anak aneh! nggak pantes temenan sama Aldi!" ucap Dina yang semakin kesal.
"Bukan urusan kamu!" jawab Alia yang juga mulai kesal karena tangannya masih saja dipegangi oleh Dina.
"Ini lepasin nggak! lepas! Alia mulai berteriak agar tangannya segera dilepaskan.
"Aww! sakit!!" Dina berteriak kesakitan karena tanpa sengaja Alia mencakar tangan Dina saat dia mencoba melepaskan tangannya.
"Sorry nggak sengaja" Alia mencoba melihat tangan Dina yang tercakar olehnya.
"Minggir kamu! ini pasti kamu sengaja kan!" Dina berteriak kesal pada Alia.
"Aku beneran nggak sengaja!" ucap Alia dengan perasaan bersalah.
"Alah! ngaku aja Al! kamu pasti sengaja kan!" ucap salah seorang teman Dina.
__ADS_1
"Udahlah ayo kita pergi! bahaya kalau lama-lama deket sama dia!" ucap Dina.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Alia.
"lebay banget si orang nggak sengaja juga!" Alia menggerutu.
"Nggak sengaja apa?" ucap Aldi yang tanpa sengaja mendengar ucapan Alia.
Aldi baru saja datang, jadi dia tidak melihat kejadian tadi, dia menghampiri Alia dan duduk disampingnya.
Aldi menatap Alia seraya menanti jawaban dari pertanyaan nya tadi.
"Bukan apa-apa kok" jawab Alia yang agak gugup.
Alia tertunduk, dia masih merasa bersalah kepada Dina.
"Kamu kenapa? coba cerita sama aku? siapa tahu aku bisa bantu" ucap Aldi.
"Beneran kamu mau bantuin?" Alia bertanya kembali.
Aldi hanya mengangguk, "Jadi kalau ada orang yang nyuruh aku buat jauhi kamu, apa kamu mau bantuin aku dengan jauhi aku mulai sekarang?" ucap Alia.
"Siapa? pasti Dina ya? dia pasti udah ganggu kamu kan?" ucap Aldi dengan nada kesal.
"Hahaha" Alia tertawa keras, dia merasa senang melihat wajah Aldi yang begitu kesalnya.
"Kenapa ketawa?" tanya Aldi yang heran dengan sikap Alia.
Aldi hanya terdiam, dia heran apa yang bisa membuat Alia sampai tertawa seperti itu.
"Kamu ini kenapa si? aku sering lihat wajah kamu selalu murung" tanya Aldi.
"Jadi kamu mau tahu?" ucap Alia.
Aldi hanya mengangguk, dia sangat menantikan jawaban dari pertanyaan nya itu.
"Kamu percaya nggak? kalau ada orang yang bisa lihat hantu?" tanya Alia
Aldi terdiam, dia masih heran kenapa Alia bertanya hal itu padanya.
"Jadi sebenarnya aku tu bisa lihat mahluk astral!" ucap Alia.
"Kamu percaya?" imbuhnya lagi.
"Percaya!" ucap Aldi dengan yakin.
Alia terdiam, ia tidak percaya jika Aldi akan memberikan jawaban itu, tadinya ia berpikir jika ia menceritakan pada Aldi maka Aldi juga akan menganggapnya aneh, sama seperti orang lain.
Melihat reaksi Aldi yang seperti nya percaya pada nya, Alia pun mulai bercerita tentang apa yang ia alami selama ini, dan Aldi pun benar-benar mendengarkan nya dengan baik.
Alia mulai merasa nyaman dan menceritakan semuanya.
__ADS_1
Sementara itu dari kejauhan Dina melihat mereka berdua, dia merasa sangat kesal dan semakin membenci Alia.
*****
Hari-hari berlalu, Aldi dan Alia pun menjadi semakin akrab. Hari itu Alia sedang berjalan keluar dari kelasnya, ia berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang kerumahnya.
Namun tiba-tiba kedua teman Dina menarik Alia dan membawanya ke taman belakang sekolah. Aldi yang tanpa sengaja melihatnya pun mengikuti mereka bertiga.
"Eh lepasin dong!" teriak Alia.
"Kamu bisa diam nggak! kalau nggak nanti aku sumpal mulutnya!" ucap salah seorang dari mereka.
"Tapi ini mau kemana!?" ucap Alia lagi.
"Udah ikut aja!"
Mereka berdua menarik Alia dengan paksa, membawa Alia untuk menemui Dina yang yang sudah menunggu mereka di taman belakang sekolah.
"Dina? jadi kamu yang nyuruh mereka berdua!" ucap Alia yang mulai kesal.
"Heh! kamu pake racun apa di kuku kamu itu ha!?" teriak Dina.
"Maksudnya apa " Alia tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Dina.
Dina lalu membuka tangannya yang di balut dengan kain kasa. "Nih lihat! tangan aku jadi bernanah gini, ini pasti karena racun kamu kan!" teriak Dina sambil mengarahkan tangannya pada Alia.
"Kok jadi parah kaya gitu si, perasaan kemarin cuma kena cakar sedikit?" Alia heran melihat tangan Dina yang tidak sengaja ia cakar beberapa hari lalu.
"Heh nggak usah pura-pura! kamu pake racun apa? atau kamu pake ilmu hitam ya!" ucap Dina sambil memegang tangan Alia dengan kencang.
"Aku nggak pake apapun!" teriak Alia.
Mereka bertiga terus bertanya pada Alia, memaksa nya untuk menjawab pertanyaan mereka.
Aldi yang melihat mereka pun langsung mendekat dan mencoba melepaskan Alia dari Dina dan temannya.
"Aldi kamu ngapain disini?" tanya Dina yang kaget melihat kedatangan Aldi.
"Kmu yang ngapain! mau bully Alia kamu ya!" tanya Aldi dengan nada kesal.
"Nggak kok, malahan aku yang di bully sama dia, nih kamu lihat tangan aku" Dina pun menunjukkan tangannya pada Aldi.
Aldi pun kaget melihat tangan Dina yang bernanah dan agak bau itu.
"Maaf Aldi, bukan maksud aku. Tapi ini semua gara-gara Alia!" teriak Dina sambil menunjuk ke arah Alia.
"Kamu mau nuduh Alia lagi!?" Aldi pun berteriak pada Dina karena kesal.
"Aku nggak nuduh! kalau nggak percaya kamu tanya sendiri sama Alia!"
Aldi pun terdiam dan menatap Alia, dan Alia juga tertunduk. Dia tahu bahwa Aldi sedang bertanya apakah itu benar atau tidak.
__ADS_1
Alia pun mengangguk dan kembali terdiam. Sementara wajah Aldi berubah, dia kecewa melihat jawaban dari Alia.