
Esoknya Bu Mia dan Pak Aji sudah bersiap pagi\-pagi sekali dan mengemas beberapa barang untuk Alia.
"Mama sama papa mau kemana?" tanya Alia yang heran melihat mama dan papanya sudah bersiap pagi sekali.
"Bukan mama sama papa, tapi kita sayang, hari ini kita pergi kerumah mbah Hadi ya" ucap Bu Mia yang masih sibuk menyiapkan beberapa keperluan untuk Alia.
Mbah Hadi adalah adik dari kakeknya Alia, rumahnya berada di dekat gunung dan jauh dari kota, tempat itu merupakan tempat kelahiran kakeknya Alia, dia juga sering main ke sana saat libur sekolah. Bu Mia berpikir jika Alia butuh sedikit udara segar agar bisa memulihkan kembali tubuh dan pikirannya, jadi Bu Mia dan Pak Aji sudah sepakat untuk membawa Alia menginap di sana selama beberapa hari.
"Mama rasa kamu butuh sedikit ketenangan, jadi papa sama mama sudah memutuskan agar kamu bisa tinggal beberapa hari disana"
Alia hanya mengangguk, dia tidak bisa berkata apa\-apa mengingat keadaannya yang sekarang.
Setelah selesai mempersiapkan semuanya, Pak Aji Bu Mia dan Alia berangkat menuju ke rumah mbah Hadi. Sementara Sita sudah pergi ke sekolahnya. Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari satu jam akhirnya mereka sampai.
Alia langsung pergi ke kamar untuk beristirahat, sementara kedua orangtuanya diruang tamu. Sebelumnya Bu Mia sudah mengabari Mbah Hadi bahwa mereka akan datang, jadi istrinya sudah menyiapkan kamar yang akan ditinggali Alia selama menginap disana.
Di ruang tamu, Pak Aji dan Bu Mia menceritakan semua yang terjadi pada Alia beberapa hari terakhir, mbah Hadi hanya mengangguk\-angguk mendengar cerita tentang Alia, karena dia sudah paham dengan hal seperti itu.
Tujuan Pak Aji dan Bu Mia membawa Alia kesana bukan hanya sekedar untuk memenangkan pikiran saja, melainkan meminta tolong kepada mbah Hadi agar bisa membantu Alia kembali seperti semula.
Karena Bu Mia tahu bahwa Mbah Hadi juga memiliki kemampuan yang hampir sama dengan almarhum mbah Arsa.
Mbah Hadi memberitahukan bahwa Alia harus tinggal disana selama tujuh hari tujuh malam agar dia bisa meruqyah Alia. Pak Aji dan Bu Mia pun menyetujui hal itu. Setelah selesai bicara, Pak Aji dan Bu Mia berpamitan untuk pergi dan meninggalkan Alia disana.
Setelah meninggalkan rumah mbah Hadi, Pak Aji dan Bu Mia pergi menuju ke sekolah Alia, mereka ingin menemui kepala sekolah dari sekolah Alia.
_------_
Di dalam kantor kepala sekolah....
"Jadi sebenarnya begitu pak" pak Aji menceritakan semua yang dialami Alia termasuk beberapa hari terakhir saat ia mencoba berangkat namun akhirnya meminta untuk pulang kembali.
"Dan saya berniat untuk memindahkan Alia dari sekolah ini pak" imbuh Bu Mia.
"Lho ya jangan to bu, Alia itu siswa yang pintar, dan juga berprestasi di sini, sekolah sangat menyayangkan jika kehilangan murid seperti itu" jelas kepala sekolah.
"Ya habis bagaimana? saya tidak bisa membiarkan anak saya terus kesakitan ketika memasuki kawasan sini!" Pak Aji mulai naik darah.
"Begini saja, saya bawa bapak dan ibu untuk menemui Abah kyai saja, mungkin beliau punya solusinya" kepala sekolah mencoba membujuk kedua orangtua Alia.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke kediaman Abah kyai dan bertemu dengan beliau. Pak kepala sekolah menceritakan semua yang dikatakan oleh pak Aji kepadanya, dan beliau pun paham dengan keadaan itu.
__ADS_1
"Meskipun Alia bukan santri dan tidak tinggal di Pesantren, tapi saya juga sangat menyayangkan jika dia harus pindah dari sini" ucap Abah.
"Jadi, apa ada solusi lainnya pak kyai?" tanya pak Aji.
"Begini saja, besok saya akan berikhtiar, akan saya adakan doa bersama untuk kesembuhan Alia dan juga mengembalikan ketenangan di sini, insyaallah Alia tidak akan merasa sakit lagi saat masuk ke kawasan ini" jelas Abah.
Pak Aji mengangguk, dia setuju dengan saran Abah, dan setelah lama berdiskusi akhirnya mereka berpamitan.
Sementara itu saat mba Lila mengantarkan minum untuk para tamu Abah, dia tak sengaja mendengar ucapan pak Aji yang ingin memindahkan Alia dari sekolah itu.
Saat jam istirahat siang Nida pulang ke Pesantren dan mba Lila mencoba untuk memberi tahu Nida tentang hal yang ia dengar.
"Njenengan yang bener mba!" Nida kaget mendengar perkataan mba Nida.
"Buat apa saya bohong, tadi pagi orangtua nya datang bersama kepala sekolah" ucap mba Lila.
"Ya Allah.... Alia..." Nida merasa sedih mendengar hal itu.
Tak terasa jam istirahat siang selesai, setelah sholat dzuhur berjamaah selesai para siswa kembali ke kelas untuk menjalani kelas terakhir. Nida pun bergegas untuk kembali ke kelas.
"Nida tunggu"
"Ada apa?" Nida bicara sambil menunduk.
"Tadi aku melihat ada orang yang datang ke kediaman Abah"
"Itu orang tua Alia"
"Kenapa mereka datang?"
"Mereka berniat memindahkan Alia dari sekolah ini" ucap Nida dengan nada ragu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Azam, Nida" tiba\-tiba Amar datang.
"Walaikunsalam" ucap Nida dan Azam.
"Oh iya Azam, aku dapat pengumuman dari kepala sekolah bahwa besok tidak ada pelajaran"
"Kenapa?"
"Abah akan mengadakan mujahadah akbar besok"
"Jadi untuk semua santri?"
"Bukan hanya santri saja, tapi seluruh siswa di MA dan MTs juga, kamu umumkan ini ke teman sekelasmu juga ya dan semuanya besok tetap wajib berangkat" jelas Amar.
"Baiklah, kalau begitu aku ke kelas dulu" Azam kembali ke kelasnya dan memberitahu seluruh teman sekelasnya.
"Kenapa tiba\-tiba mengadakan mujahadah?" ucap Nida yang penasaran.
"Tadi orangtua Alia datang dan mereka bilang Alia masih belum bisa berangkat, jadi selain berdo'a untuk ketenangan Pesantren, kita juga berdo'a untuk kesembuhan Alia" jelas Amar.
"*Semoga saja dengan begini Alia bisa ke sekolah lagi dan tidak perlu pindah dari sini*" Nida bergumam dalam hati.
"Kamu malah melamun! ayo masuk kelas, sebentar lagi guru datang!" Amar mengagetkan Nida.
"Eh iya iya"
Amar dan Nida masuk ke kelas, Amar pun memberikan pengumuman kepada teman\-temannya.
Keesokan harinya semua siswa dan santri mengikuti mujahadah akbar di masjid Pesantren. Kegiatan belajar mengajar diliburkan selama satu hari agar bisa fokus menjalani doa bersama tersebut. Bukan hanya siswa dan santri saja, para guru dan juga staff sekolah pun ikut dalam kegiatan itu. Hal itu bertujuan untuk menolak bala dan ikhtiar untuk mengembalikan ketenangan Pesantren yang kemarin sempat gaduh. Dan sejak saat itu, semua orang mulai mengenal Alia, mengetahui identitas yang sebenarnya, dan bahkan identitas siswa lain yang memiliki kelebihan pun mulai terbuka, karena ternyata memang ada beberapa siswa yang juga memiliki kelebihan seperti Alia. Namun tingkat kemampuan nya berbeda\-beda.
_----------_
__ADS_1
Sementara itu Alia yang berada dirumah mbah Hadi merasa kembali ke masa kecilnya, karena terakhir kali mengunjungi tempat itu saat ia masih SD.
Hari itu adalah hari pertama Alia berada disana, dia mencoba berjalan-jalan ke kebun di belakang rumah sambil mencari udara segar.