Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Cerita kelulusan


__ADS_3

Alia menyerahkan surat hasil ujiannya kepada Mama nya dan meminta maaf karena ia harus puas dengan nilai segitu saja dan tidak bisa menjadi yang terbaik seperti saat kelulusannya di MTs dulu.


"Ngga papa kok sayang, ini juga sudah bagus, yang penting kamu harus tetap semangat yah!" ucap Bu Mia.


"Makasih ya Mah..." Alia menjawab dengan senyum yang terpaksa.


"Eh itu amplop apalagi?" tanya Bu Mia sambil menunjuk sebuah amplop yang masih belum di buka oleh Alia.


"Oh ini, aku juga belum tahu Mah, tapi kayanya si hasil tes buat masuk universitas"


"Ya sudah cepat kamu buka"


"iya Mah"


Alia pun segera membuka amplop itu dan langsung membaca isinya. Dia kaget sekaligus senang karena ternyata dirinya berhasil lolos masuk universitas Islam negeri dan mendapatkan beasiswa, namun disisi lain ia juga merasa agak kecewa karena sebenarnya ia sangat ingin masuk ke universitas ternama di kota lain dengan jurusan yang sudah sangat ia impikan.


Sebelumnya Alia memang mengikuti tes untuk masuk ke universitas favoritnya melalui jalur beasiswa, ia hanya mengikuti tes pada satu universitas saja dengan jurusan yang sudah sangat ia dambakan yaitu kebidanan, namun suatu hari kepala sekolah menyarankan agar mengikuti tes lebih dari satu universitas, supaya jika tidak lolos di satu universitas maka masih ada harapan lain, dan ternyata ia malah lolos di pilihan yang kedua, di sebuah IAIN yang lokasinya berada di kota sebelah dan hanya berjarak sekitar 1 jam lebih dari rumahnya.


"Wah Alia, kamu dapat beasiswa kuliah di IAIN! selamat yah sayang!" ucap Bu Mia yang sangat senang melihat isi dari amplop itu.


"Emmm sebenarnya aku ingin masuk fakultas kebidanan mah" jelas Alia.


"Sayang, apa kamu mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada di depan mata?"


"Ng...." Alia bingung harus menjawab apa.


"Jadi kamu bisa ambil yang ini kan? lagipula kan kamu dulu pernah bilang kalau kamu juga suka banget sama bahasa Inggris?"


"Iya deh mah, aku bersyukur atas ini"


"Nah gitu dong, ya sudah ayo kita pulang"


Tanpa banyak berkata Alia pun langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motornya dan pulang bersama Mama nya karena acara sudah selesai.


Meskipun banyak dari teman seangkatannya yang masih tinggal di sekolah untuk berkumpul dengan teman yang lain, namun Alia lebih memilih untuk segera pulang.


**********


Dua hari kemudian Alia mendapatkan pemberitahuan dari wali kelasnya melalui ponsel untuk pergi ke sekolah dan mengurus beberapa berkas yang dibutuhkan.


Sekitar jam 9 pagi Alia sampai di sekolah dan ternyata sudah banyak teman-temannya yang berkumpul di depan ruang guru. Semua siswa yang datang hari ini adalah mereka yang mendapatkan beasiswa kuliah di berbagai universitas negeri.


"Eh Alia kamu baru datang yah, tadi udah di cariin sama kepala sekolah" ucap Putri.


"Oh ya?"


"Iya! mendingan kamu cepetan masuk deh"


Alia pun bergegas untuk masuk ke dalam ruang guru dan menemui kepala sekolah.


Setelah 15 menit akhirnya dia keluar dan ikut berkumpul bersama teman-teman yang lainnya.


"*Eh kamu masuk universitas mana?"


"Aku lolos di universitas negeri favorit ku!"

__ADS_1


"Wah senangnya, eh kalau kamu dimana?"


"Aku masuk di universitas Indonesia!"


"Wah kamu hebat yah!"


"Iya*!"


Terdengar beberapa teman sekelas Alia yang sedang ribut mengobrol tentang kelanjutan sekolah mereka. Alia hanya diam dan fokus membaca berkas-berkas yang diberikan oleh kepala sekolah.


"Alia!" Putri kembali menghampiri Alia.


"Eh iya, kenapa?"


"Kamu lolos beasiswa di IAIN kota sebelah yah?"


"Iya..."


"Selamat yah! eh kamu tahu ngga?"


"Apa?" ucap Alia penasaran.


"Arrafi mu itu, dia lolos masuk universitas Al-Azhar lho!"


"Yang di Mesir itu? hebat dong!"


"Ya! tapi sayang, pikirannya ngga sehebat itu!"


"Kenapa?"


Alia terdiam, dia merasa agak aneh dengan ucapan Putri dan merasa sangat sayang jika kesempatan kuliah di Mesir itu dilewatkan begitu saja.


Dia bahkan baru teringat jika nantinya mereka akan berkuliah di universitas yang sama.


"Mungkin dia punya alasan sendiri" ucap Alia.


"Ya memang si kalau di sana beasiswanya cuma 50%, tapi keluarganya kan termasuk mampu"


"Ya mungkin dia ngga mau nyusahin orangtuanya jadi lebih memilih buat ambil beasiswa yang 100%"


"Iya juga si, kok kamu bisa paham banget sama pemikiran dia si?"


"Ah ngga juga! cuma nebak aja!"


Drrrrttttt drrrttttt....


Tiba-tiba ponsel Alia bergetar karena ada panggilan masuk. Ternyata panggilan itu berasal dari Afi, teman lamanya dan dia mengajak Alia ikut berkumpul di sekolah lamanya untuk merayakan kelulusan mereka sekaligus mengadakan reuni setelah 3 tahun lulus.


Alia pun menjawab iya dengan cepat, karena dia merasa sangat senang akhirnya punya momen untuk berkumpul dengan teman MTs nya setelah sekian lama.


"Putri aku pergi dulu yah!"


"Eh kok pergi si!"


Alia berlari meninggalkan Putri dan bergegas menuju ke pesantren untuk mengunjungi Nida. Dia masuk ke kamar Nida dan ternyata tidak ada orang satupun. Lima menit kemudian akhirnya Nida datang dan langsung memeluk Alia.

__ADS_1


Seperti biasa, mereka berdua menghabiskan waktu untuk mengobrol, Alia mengatakan semua tentang kelanjutan sekolahnya, sementara Nida lebih memilih untuk terus tinggal di Pesantren dan berniat untuk menghafal Al-Qur'an.


"Wah... calon khafidzah nih"


"Insyaallah, doakan yah"


"Iya aku pasti doakan semoga kamu bisa cepat selesainya"


Tak lama setelah itu Alia pun berpamitan untuk pulang. Sekitar jam 2 siang Alia sampai dirumah, dia menyiapkan semua persyaratan yang tertulis di berkas untuk beasiswanya.


**********


Malam pun tiba, waktu yang ditentukan untuk berkumpul bersama teman lama juga sudah tiba.


Sekitar jam 7.30 malam Alia sudah selesai bersiap dan segera pergi setelah berpamitan dengan orangtuanya.


"Afi!" Alia melihat teman lamanya dari kejauhan dan berteriak sambil menghampiri.


"Eh Alia kamu sudah datang!"


Mereka berdua pun berpelukan dan melepas rasa rindu setelah cukup lama tidak bertemu.


Setelah lama mengobrol, mereka berdua menuju ke aula sekolah dan di sana sudah ada beberapa teman satu angkatan mereka yang sedang duduk sambil mengobrol karena lama tidak bertemu.


"Eh Fi! itu Aldi kan?" tanya Alia.


"Iya, ayo kesana!"


"Tunggu dulu! itu apaan?"


"Apaan si! udah lama ketemu terus jadi malu gitu?"


Alia hanya terdiam dan tidak menjawab ucapan Afi, dia hanya fokus melihat sesuatu yang berada di belakang Aldi.


Afi menarik tangan Alia dan membawanya mendekati Aldi, namun ia masih saja diam.


"Hai Aldi!" ucap Afi menyapa.


"Eh Afi, Alia, kalian apa kabar?" tanya Aldi.


"Baik dong, kamu sendiri gimana?"


"Aku juga baik, Alia kamu kenapa diam aja?"


"Oh itu, em aku baik hehe" Alia bertingkah aneh karena dia tidak mendengarkan ucapan Aldi dan Afi.


Alia masih saja melihat ke arah belakang Aldi, dan sesuatu yang ia lihat menjadi semakin jelas karena jarak mereka dekat.


Semakin Alia melihat, terlihat jelas bahwa sesuatu itu berusaha untuk bersembunyi.


Dan benar saja apa yang dipikirkan Alia, itu adalah sosok anak kecil yang mengikuti Aldi di belakangnya, terlihat ketakutan karena berada jauh dari tempatnya.


"Aldi, kamu tadi habis darimana?" Alia mencoba bertanya.


"Oh aku tadi sempat berhenti di pinggir sungai dekat rumah" jawab Aldi.

__ADS_1


__ADS_2