Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Tali pocong perawan


__ADS_3

" Alia... Azam itu beneran suka sama kamu kayaknya"



"Ngga usah ngaco deh"


Nida terus berpendapat namun Alia selalu saja menyangkalnya.


Mereka melanjutkan pelajaran hari itu sampai selesai.


Saat bell pulang sekolah berbunyi Alia langsung membereskan buku dan perlengkapan sekolahnya, ia keluar kelas dan menuju ke parkiran.


Setelah sampai di parkiran Alia langsung mengeluarkan kunci lalu menyalakannya. Alia mulai melaju dengan pelan, dia berusaha untuk fokus mengendarai namun tiba-tiba ia teringat akan Mayra.


Alia pun memutuskan untuk mampir sebentar ke makam Mayra dan berziarah, dari kejauhan Alia melihat beberapa orang bapak-bapak yang duduk di sekitar makam Mayra.


Karena penasaran maka Alia pun langsung mendekati mereka.


"Assalamualaikum pak" sapa Alia


"Walaikunsalam dek, ada perlu apa kemari?"


"Oh saya cuma mau ziarah sebentar aja kok, sekalian lewat"


Alia pun memanjatkan doa-doa dan membersihkan beberapa rumput yang mulai tumbuh di sekitar makamnya Mayra.


"Maaf pak kalau boleh tahu kenapa bapak pada di sini?" karena penasaran, Alia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Oh kami di suruh oleh pihak keluarga almarhum untuk menjaga makamnya selama 7 hari 7 malam"


"Kenapa harus di jaga pak? dan kenapa harus 7 hari 7 malam?"


"Mayra ini kan masih perawan, dan kebetulan dia meninggal di hari Selasa Kliwon"


Alia menjadi semakin bingung mendengar jawaban dari salah satu bapak itu. Dia pun meminta bapak itu untuk menjelaskannya, dan bapak itu berkata bahwa seorang gadis yang meninggal di hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon maka makamnya harus di jaga selama tujuh hari tujuh malam.


Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya pencurian ataupun pembongkaran makam secara paksa. Karena masih banyak dukun atau orang-orang yang percaya bahwa tali pocong dan juga kain kafan dari gadis perawan yang meninggal di hari tersebut sangat ampuh untuk digunakan sebagai jimat. Baik itu sebagai penglaris usaha, jimat kesaktian maupun sebagai susuk agar tetap awet muda.

__ADS_1


"Astaghfirullah, memangnya masih ada orang yang percaya hal seperti itu pak?" Alia kembali bertanya.


"Jaman sekarang banyak orang yang lebih memilih jalan pintas dek, mereka menggunakan cara apa saja supaya bisa cepat kaya"


Alia merasa sedih mendengar pernyataan itu, dia merasa bahwa orang-orang itu sungguh begitu tega, bahkan orang yang sudah meninggal pun masih berusaha untuk di ganggu.


"Memangnya ada yang sudah pernah ya pak"


Alia masih ragu dengan hal itu jadi dia kembali bertanya pada bapak yang sedang berjaga.


Salah satu dari bapak itu pun menjawab bahwa katanya pernah ada seorang gadis, dia meninggal di hari Jum'at Kliwon karena kecelakaan dan makamnya tidak dijaga.


Keesokan paginya mereka melihat bahwa makam gadis itu sudah dalam keadaan terbongkar dan beberapa tali pocongnya sudah dicuri, jadi mereka harus mengubur kembali. Tadinya semua warga mengira bahwa itu hanya kebetulan dan perbuatan orang yang tidak bertanggung-jawab jadi setelah makam itu diperbaiki mereka langsung meninggalkan nya seperti biasa.


Namun pada hari selanjutnya seseorang kembali melihat kuburan itu sudah terbongkar, bahkan kain kafan dari jenazahnya sudah koyak dan tinggal sebagian. Setelah itu mereka teringat bahwa jenazah itu adalah seorang gadis masih perawan yang meninggal di hari Jum'at Kliwon.


Salah satu warga percaya bahwa ada orang yang sengaja membongkar makam untuk mencuri tali pocong dan juga sebagian kain kafannya untuk digunakan sebagai penglaris dan juga susuk agar tetap awet muda.


Saat itu ada warga yang mencurigai salah seorang wanita yang tinggal di desa itu, pasalnya dia itu seorang janda yang sudah berumur, wajahnya biasa saja dan dia bekerja sebagai penyanyi organ tunggal. Tadinya tidak ada yang aneh, namun selang beberapa tahun wajah wanita itu tidak juga berubah, malah terlihat semakin cantik, jadi warga curiga bahwa dia memakai susuk.


Tuduhan itu juga bukan tanpa alasan, pasalnya ada salah satu warga yang saat itu tak sengaja lewat makam dan melihat wanita itu berada di sekitar makam gadis perawan yang kuburannya sudah dua kali terbongkar.



"Iya masalah benar atau tidaknya, kita juga ngga tahu" sahut kedua bapak itu.



"Berarti masih belum terbukti benar atau tidak ya pak?"


Alia kembali bertanya, dan bapak itu pun kembali menjelaskan bahwa semenjak makam gadis itu terbongkar, arwahnya menjadi gentayangan, banyak warga yang melihat hantu dari gadis itu. Warga juga berpikir bahwa gadis itu menjadi gentayangan karena marah makamnya sudah dibongkar tanpa izin dan mengganggu ketenangan orang yang sudah meninggal itu. Makanya sejak saat itu warga sini percaya kalau seorang gadis perawan yang meninggal di hari tersebut maka makamnya harus dijaga selama tujuh hari tujuh malam.


"Oh jadi begitu, ya sudah saya pamit pulang dulu ya pak"


"Ya hati\-hati di jalan dek"


Alia pun berpamitan untuk pulang, ia melanjutkan kembali perjalanan nya. Sepanjang jalan Alia masih terus teringat akan cerita dari bapak-bapak tadi.

__ADS_1


"Kenapa kaum dukun itu selalu menggunakan hal yang tidak masuk akal dan tidak berakhlak seperti itu? apakah sesepuhku juga seperti itu?"


Alia terus bergumam dalam hati dan menjadi tidak fokus mengendarai.


Tiba-tiba ada seekor ayam yang lumayan besar berlari tepat di depan motor Alia, dia berusaha untuk mengerem mendadak dan berhenti agar tidak menabraknya, namun sudah terlambat.


Ayam itu sudah tergeletak penuh darah di belakang Alia, dan tiba-tiba ada seorang nenek muncul dan mengambil ayam itu.


"Aduh ayamku... ayamku mati! kamu yang nabrak ayam saya yah, kamu yah!!"


Nenek itu memelas ketika melihat ayamnya mati, namun tiba-tiba nenek itu langsung marah-marah pada Alia karena sudah membuat ayam kesayangannya mati.


"Duh saya ngga sengaja nek maaf"



"Ngga sengaja ngga sengaja! gara\-gara kamu ayam saya mati!!"


Alia menjadi semakin panik ketika nenek itu terus saja memarahinya, Alia pun berusaha untuk menenangkan nenek itu dan berjanji akan membayar kerugiannya, tadinya nenek itu menolak dan kembali memarahi Alia, namun akhirnya nenek itu mau menerima kematian ayamnya dan mau meminta ganti rugi pada Alia.


"Jadi ini saya kebetulan cuma punya uang 35 ribu nek, apa nenek mau terima?"



"Sebenarnya ayam saya ngga akan bisa dihargai segitu karena dia lagi angkrem\(mengerami telurnya\), tapi karena kamu sudah mau tanggungjawab dan ngga kabur ya sudahlah nenek terima!"



"Makasih banyak nek, saya minta maaf sekali lagi karena saya beneran ngga sengaja"



"Lain kali kalau bawa motor itu hati\-hati!"


Alia mengangguk dan akhirnya dia pun terlepas dari omelan nenek itu.


Dia pun kembali melanjutkan perjalanannya dan berusaha untuk lebih berhati-hati.

__ADS_1


"Ah sialan! gara-gara mikirin tali pocong perawan kan jadinya malah nabrak ayam akunya! huh apes sekali!"


Alia terus mengumpat di sepanjang jalan karena sangat kesal. Ia pun melaju dengan cukup kencang supaya bisa cepat sampai di rumah dan beristirahat.


__ADS_2