Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Akhirnya bertemu


__ADS_3

"Alia!!" seseorang berteriak memanggil Alia ketika dia masih terdiam memikirkan kejadian tadi.


"Alia! kamu ngapain bengong di sini? bukannya pulang!" Sifa mendekat sambil menepuk bahu Alia yang masih saja terdiam.


"Eh ngga kok ngga papa, yuk pulang" Alia langsung mengajak Sifa untuk pulang bersama, mereka berjalan bersama sambil mengobrol.


Sampai di rumah, langsung masuk kamar dan kembali terdiam. Dia kembali mengingat wajah yang baru saja ia lihat tadi.


"Aku kenapa? kenapa masih kebayang muka orang nyebelin dan ngga sopan itu si!" Alia menggerutu dalam hatinya.


"Woy! ngelamun aja si. Mikirin apa yah? Oh aku tau, pasti lagi mikirin kaka senior deh, kamu mulai naksir sama senior kan?" Sifa terus saja mengejek Alia.


"Apaan si ngga lah! kamu ngaco deh!" Alia merasa malu dengan ejekan Sifa, wajahnya mulai memerah.


"Ngaku aja lah,, lagian itu wajar kali"


"Nggak!" Alia masih mencoba untuk mengelak.


"Oh iya Sif, besok aku pulang sore kayaknya, aku ada eskul PMR, karena ini tahun ajaran baru jadi kebetulan besok pemilihan ketuanya" jelas Alia.


"Oh tahun ini aku mau daftar juga lah, bosen juga dirumah sendirian ngga ada kamu" ucap Sifa.


Alia pun setuju untuk mendaftar kan Sifa, keesokan harinya seperti biasa Alia dan Sifa berangkat sekolah bersama, namun mereka berpisah di depan gerbang karena kelas mereka berbeda.


Begitu sampai di kelas Alia melihat Nida sudah duduk di kursinya.


"Hai, tumben Ibu Nida sudah sampai kelas jam segini" ejek Alia.


"Kamu tadi pagi ngga minum obat yah? lagi kenapa kamu?" tanya Nida dengan sewot untuk membalas ejekan Alia.


"Aku lagi bete! kemarin ketemu sama makhluk yang paling ngga sopan yang pernah aku temui" Alia bicara dengan nada lebay.


Sementara Nida hanya melirik tanpa menghiraukan ucapan Alia. Alia terus saja mengoceh namun Nida tetap tidak memberikan komentar apapun.


"Woy ngomong dong! diem aja si!" Alia mulai kesal karena Nida tidak menghiraukan nya.


"Iya iya! emang siapa dia? kok kayanya kamu antusias banget cerita soal dia" jawab Nida dengan santai.


"Ngga tau!" jawab Alia dengan polosnya.


Nida kaget mendengar jawaban Alia yang sangat tidak masuk akal, dan mulai memasang wajah marah nya. Alia hanya tersenyum karena merasa dia telah berhasil menggoda sahabat nya itu.

__ADS_1


"Iya deh aku kasih tau,, aku emang ngga tau siapa dia, tapi kayaknya senior, penampilan nya nyeleneh banget! pake sepatu putih dan peci putih!" jelas Alia.


Nida diam sejenak seolah mengenal orang dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Alia. Tak lama kemudian Nida mulai tertawa, dan Alia pun merasa heran karena baru pertama kali ini ia melihat Nida tertawa sekeras itu.


"Woy! ingat etika! katanya santri!" Alia berucap kesal.


"Maaf maaf,, habisnya kamu cerita panjang lebar ternyata nyeritain dia" Nida bicara sambil masih tertawa kecil.


"Dia!? maksudnya kamu kenal?" sontak Alia merasa kaget dengan jawaban Nida.


"Ngga si, cuma tau aja, dia kan emang terkenal santri putra yang badung. Tapi ngga ada yang berani tegur dia, malahan dia juga deket banget sama anaknya Abah (Panggilan untuk romo kyai/ bapak pemilik pondok Pesantren)" jelas Nida.


"Oh pantes! eh anaknya Abah itu bukanya salah satu guru agama yang masih muda itu kan?" Alia kembali bertanya.


Nida hanya mengangguk, mereka berdua asyik mengobrol sampai bell masuk kelas berbunyi. Sejak itu Alia mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan pesantren, mulai dari keluarga pemilik pesantren sampai dengan para santrinya.


Hari itu Alia menjadi tidak sabar menunggu bell pulang sekolah dan main ke pesantren, termasuk bertemu dengan mba Zizi yang sudah selama ini ia inginkan dan selalu membuat nya penasaran.


"Yeay! akhirnya bell pulang sekolah!" Alia sangat girang mendengar bell tersebut dan dia langsung menarik tangan Nida karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mba Zizi.


"Sabar dong Al! sakit ini tangan!" Nida menggerutu dengan sikap Alia.


"Hehe maaf, aku udah penasaran banget soalnya!" jelas Alia.


Hali itu membuat Alia merasa tidak nyaman dan menarik tangan Nida untuk berjalan lebih cepat. Saat sampai, mereka berdua menuju ke kamar Nida terlebih dahulu, mereka istirahat sejenak dan Alia meletakkan tas nya. Lalu barulah Nida mengajak Alia untuk menjenguk mba Zizi yang sedang sakit.



Kamar Nida berada di lantai bawah dan cukup dekat dengan dapur, sementara kamar mba Zizi berada di lantai atas jadi mereka harus melewati beberapa kamar lainnya. Alia berjalan mengikuti Nida dibelakang, ini kedua kalinya Alia memasuki pesantren dan baru pertama kali menginjakkan kakinya ke lantai atas.



Saat berjalan Alia terus saja melihat kanan kiri, saat itu Alia seperti melihat seorang perempuan dibalik salah satu pintu kamar seolah sedang menatapnya dengan rasa takut.


Alia menatap perempuan itu dan merasa seakan dia ingin mengatakan sesuatu kepada Alia.


Alia mencoba menghampiri nya namun tiba\-tiba Nida memanggil nya.


"Al kamu ngapain! ini kamarnya sebelah sini!" Sambil menunjuk kearah kamar yang ingin dituju oleh Alia.


Setelah sampai dikamar mba Zizi, Nida mengetuk pintu. Mba Zizi masih terbaring karena sedang sakit, dan ternyata mba Mita juga berada disampingnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum mba... gimana sakitnya apa sudah mendingan?" Nida masuk dan menyapa Zizi.


"Walaikunsalam salam, Alhamdulillah sudah lebih baik" jawab Zizi dengan singkat.


"Itu di depan pintu siapa Nid?" tanya Mita yang penasaran.


"Oh itu teman sekelas saya mba, katanya pengin menjenguk mba Zizi" jelas Nida.


Nida lalu mempersilahkan Alia untuk masuk setelah mendapatkan izin dari Zizi.


Saat masuk Alia merasa kaget karena ternyata orang yang menatapnya dengan aneh kemarin juga ada di sana, yaitu Mita.


"Loh kamu yang papasan sama aku kemarin kan?" ucap Mita yang terkejut melihat Alia.


"Iya mba, mba disini juga" Alia menjawab sambil tersenyum, ia merasa agak canggung.


"Kamu kenal dia Mit?" tanya Zizi.



"Ini orang yang aku ceritain tadi Zi!" Mita berucap dengan berbisik kepada Zizi.


"Oh ya? ini pasti bukan kebetulan Mit!" Zizi kaget mendengar pernyataan Mita.


Sebelum Nida dan Alia datang ke kamar Zizi, Mita ternyata sedang membicarakan tentang dirinya berpapasan dengan Alia kemarin.


"Kenapa mba? mba ngga suka ya aku datang kesini?" ucap Alia ragu\-ragu.


"Ngga kok, kamu sini duduk" Zizi langsung mempersilakan Alia untuk duduk disampingnya.


Tanpa ragu Alia pun duduk dan dia sudah tidak merasa canggung lagi.


Begitu Alia duduk di samping Zizi, tiba-tiba Zizi langsung bangun dan duduk.


"Eh mba kan masih sakit, duduk aja ngga papa!" ucap Alia yang merasa kaget dengan sikap Zizi.


"Saya boleh lihat tangan kamu?" Zizi berucap sambil menatap mata Alia dengan sangat dalam.


Tanpa berkata apapun Alia langsung mengulurkan tangannya. Zizi langsung menggenggam tangan Alia dengan erat, lalu mengusap telapak tangan itu. Dia kembali menatap Alia dengan tatapan yang cukup menakutkan, bahkan lebih menakutkan saat Mita menatapnya kemarin. Alia hanya terdiam karena belum paham dengan apa yang mereka lakukan.


Tak lema kemudian Zizi langsung berbisik kepada Alia.

__ADS_1


"Kamu pelengkapnya!"


__ADS_2