
Jam 3 pagi Alia terbangun, dia langsung mengambil air wudhu dan shalat tahajud. Setelah selesai shalat, dia sadar bahwa hari itu adalah hari Kamis, dia lalu bergegas ke dapur dan mengambil sepotong roti, dia juga membuat segelas susu.
"Bismillah... niat aja lah buat ngurangin dosa! biar nggak terus di ganggu sama yang aneh-aneh!" ucapnya dalam hati.
Pagi harinya seperti biasa dia berangkat ke sekolah, dia berangkat lebih pagi karena hari ini dia tidak sarapan. Sesampainya di sekolah ia langsung masuk kelas dan duduk menunggu temannya, dia masih saja terpikir dengan kejadian semalam, apalagi wajah yang ia lihat selalu saja terbayang di pikiran nya.
"Woi tumben jam segini udah dikelas!" Afi tiba-tiba datang dan mengagetkan Alia yang agak sedikit melamun.
"Nggak kok, lagi pengin aja" jawab Alia singkat.
"Kamu udah enakan? kemarin katanya nggak enak badan?" tanya Afi.
"Sebenarnya hari ini lebih nggak enak lagi Fi, tapi kalo di rumah terus juga males" jelas Alia.
"Terus nanti ikut les kan?"
"Kayaknya enggak deh, aku nanti langsung pulang aja"
Tak lama kemudian bell masuk kelas berbunyi, merekapun mengikuti pelajaran di kelas. Namun jam pelajaran belum selesai dan Alia meminta izin untuk pulang, dia masih belum bisa fokus belajar karena terus teringat dengan kejadian semalam.
Guru akhirnya mengizinkan Alia untuk pulang, ia pun langsung pulang dengan naik bus seperti biasanya.
Sesampainya di rumah Bu Mia kaget melihat anaknya yang pulang cepat.
"Loh sayang kamu sudah pulang? kenapa?" tanya Bu Mia.
"Nggak enak badan mah" jawab Alia singkat.
"Mau Mama antar ke dokter? ayo?" Bu Mia mulai khawatir.
"Nggak kok mah, paling cuma kurang tidur aja, soalnya semalam kaya nggak bisa tidur gitu. Tidur sebentar juga nanti sembuh" jelas Alia.
"Ya udah tapi makan dulu yah, Mama lihat kamu tadi pagi juga nggak sarapan, mungkin yang buat kamu nggak enak badan?"
"Nggak usah mah, aku masih mau lanjut puasa, sayang udah jam segini juga" Alia langsung pergi ke kamarnya dan mencoba untuk tidur.
Namun, setelah lama ia mencoba untuk tidur, ia tak kunjung tidur juga. Alia hanya berguling-guling di tempat tidurnya.
"Duuhhhh!!!! kok nggak bisa tidur si!" ucap Alia yang mulai kesal. Dia akhirnya keluar dan duduk di teras rumah.
"Loh sayang nggak jadi tidur?" tanya Bu Mia.
__ADS_1
"Nggak bisa tidur mah" jawab Alia.
"Mungkin karena kamu nggak makan, perut kosong jadi nggak bisa tidur"
"Nggak juga mah, oiya Mah, Papa kapan pulang?" Alia tiba-tiba teringat dengan Papanya.
"Katanya besok hari Sabtu sore pulang, paling sampai sini ya Minggu pagi"Jelas Bu Mia.
"Oh, sekarang masih Kamis yah" ucap Alia.
Saat sedang duduk, Alia tiba-tiba melirik kearah pohon besar yang ada si samping rumahnya. Kata orang tua dulu, pohon itu di huni oleh mahluk yang selalu menjaga pohon itu, oleh karenanya pohon itu sudah sangat tua dan tidak ada yang berani menebang nya.
Alia yang penasaran dengan pohon itu lalu mendekati nya dan menatap sekelilingnya. Tidak ada yang aneh pada pohon itu, hanya batangnya yang sudah agak bolong-bolong karena sudah tua.
"Alia kamu ngapain disitu! udah sore ayo masuk!" teriak Bu Mia.
"Ya Mahh" Alia langsung pergi dan masuk ke rumah.
Di dalam kamar Alia...
"Pohon itu,, apa istimewanya si? sampai nggak ada yang berani tebang!" ucap Alia dalam hati.
"Alia udah adzan Maghrib! ayo sini minum dulu, kamu masih puasa kan?" Bu Mia menghentikan lamunan Alia.
"Ini kamu makan dulu aja yah, nanti baru sholat, nggak papa kok, takut nya nanti kamu malah jadi sakit" kata Bu Mia seraya mengambil kan sepiring nasi beserta lauknya.
Alia hanya terdiam dan menurut saja apa kata Mama nya.
"Mah kalau besok Papa pulang, nanti berangkat lagi nggak?" tanya Alia.
"Iya berangkat lagi, udah kamu cepetan habiskan makan aja, nggak usah banyak ngomong dulu, abis itu sholat terus belajar yah" jelas Bu Mia.
"Ya Mah" Alia menghabiskan makanannya.
Setelah selesai makan Alia bergegas untuk sholat dan belajar, ia mulai bisa melupakan kejadian semalam dan bisa fokus belajar. Belum lama ia belajar, rasa kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi, ia pun tertidur dengan buku yang masih berantakan.
Dalam tidurnya, Alia bermimpi. Dia bertemu seorang kakek dengan rambut panjang sebahu yang sudah berwarna putih semua, kakek itu bersama dengan sosok kera besar, sebesar manusia dan semua bulunya berwarna putih, kera itu juga berpakaian, namun pakaian nya seperti pakaian adat jawa lengkap dengan ikat kepala nya.
"Nak, bapak mu nggak jadi pulang besok" ucap kakek tua itu kepada Alia menggunakan bahasa jawa halus.
"Kakek siapa?" tanya Alia heran.
__ADS_1
"Segala sesuatunya itu tergantung niat!" ucap kakek tua itu lagi, lalu mereka berdua langsung pergi begitu saja tanpa menjelaskan apapun.
Pagi harinya Alia terbangun dan masih mengingat mimpi semalam.
"Tadi malam itu, mimpi atau bukan yah?" Alia bergumam dalam hati. Dia langsung bergegas bangun dan menemui Mama nya.
"Mah Mamah..." teriak Alia.
"Kenapa sayang, pagi-pagi begini kamu teriak-teriak?" ucap Bu Mia.
"Papa nggak jadi pulang besok!" ucap Alia tanpa sadar.
"Kata siapa? Papa belum telepon Mama? apa Papa udah telepon kamu?" tanya Bu Mia penasaran.
"Enggak!" jawab Alia singkat.
Bu Mia masih bingung dengan kelakuan anaknya itu, tiba-tiba telepon Bu Mia berdering dan ternyata itu dari suaminya.
" Halo Pa assalamualaikum" ucap Bu Mia sambil mengangkat telepon.
"Waalaikumsalam, mah Papa cuma mau kasih kabar kalau Papa nggak jadi pulang Sabtu sore ya, ada kerjaan mendadak banget ini mah" jelas Pak Aji.
Bu Mia hanya terdiam heran sambil menatap wajah Alia yang masih ada di hadapannya.
"Halo Mah,, Mamah masih disitu kan? kok diam aja?" suara Pak Aji di telepon mengagetkan Bu Mia
"Ah iya Pah masih kok, eh nggak papa kalau ngga jadi pulang, yang penting Papa sehat aja kan disitu?" ucap Bu Mia.
"Ya Mah, Alhamdulillah Papa sehat, ya udah Papa cuma mau ngabarin itu aja, wassalamu'alaikum" Pak Aji menutup teleponnya.
"Waalaikumsalam" ucap Bu Mia singkat, dia masih terus memandangi Alia.
"Kamu tau dari mana?" tanya Bu Mia yang masih penasaran.
"Dari kakek" jawab Alia agak ragu.
"Kakek siapa? ayo coba cerita sama Mama?" Bu Mia semakin penasaran.
"Aku juga nggak tahu kakek siapa mah, dia datang dari pohon besar yang ada si samping rumah itu, sama kera putih yang besar" jelas Alia.
"Dia ngomong apa aja?" tanya Bu Mia lagi.
__ADS_1
"Cuma itu aja" jawab Alia.
Bu Mia hanya terdiam dan pergi begitu saja.