
Pagi itu Alia bangun lebih awal. Dia bersiap untuk pergi ke universitas barunya dan melakukan registrasi akhir, setelah berpamitan dengan Mama nya, Alia pun segera pergi menuju ke rumah Afi untuk mengajaknya berangkat bersama.
"Eh kok belum siap si? udah siang ini lho nanti telat!" gerutu Alia pada Afi yang masih duduk santai di kamarnya.
"Ya sabar ini juga lagi siap-siap!"
Sepuluh menit berlalu, Afi pun selesai bersiap dan mereka segera pergi setelah berpamitan dengan orang tua Afi.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, mereka berdua pun sampai di tempat tujuan.
"Eh ini beneran lewat sini?" tanya Alia yang heran karena melihat keadaan di sekeliling yang begitu sepi.
"Bener kok, aku tanya temenku tadi" jawab Afi.
Alia dan Afi sampai di parkiran, dan ternyata sudah banyak motor yang terparkir di sana.
"Terus ini kemana Al?" tanya Afi sambil melihat ke sekeliling.
"Kita cari rektoratnya dulu aja, kayanya ke sana deh"
Begitu sampai di tempat yang di tuju, mereka berdua langsung masuk ke ruang tes umum yaitu pengecekan kesehatan dan yang lainnya.
Setelah selesai Afi langsung menuju ke ruang administrasi untuk menyelesaikan beberapa pembayaran karena dirinya masuk lewat jalur umum, sedangkan Alia pergi ke ruang sebelahnya untuk menyerahkan beberapa berkas yang di perlukan.
*****
"Udah selesai Al?" tanya Afi yang sudah menunggu Alia sejak tadi.
"Udah nih, sorry yah lama, soalnya tadi harus bikin ini itu agak ribet deh"
"Ngga papa kok, ya udah kita pulang yuk"
"Ayo, aku juga harus buru-buru ngurus surat-surat lagi"
Alia dan Afi segera bergegas untuk pulang. Sudah hampir satu bulan sejak Alia kembali ke tempat batu besar, dan sejak saat itu dia memang tidak pernah lagi melihat atau di datangi oleh sosok perempuan yang selalu ia sebut sebagai Mawar. Bahkan sudah sebulan ini Alia tidak pernah lagi melihat dan juga di hantui oleh para mahluk halus yang biasanya selalu mengikutinya.
"Eh Alia, minggu depan kita berangkat bareng lagi yah" ucap Afi sembari turun dari motor Alia.
"Eh emang minggu depan yah? aku malah belum sempat baca undangannya"
"Aku baca tadi pas nungguin kamu, waktunya jam 10 pagi"
"Oh oke, nanti aku jemput kamu lagi, ya udah aku pulang dulu yah"
Alia pun segera menyalakan motornya dan pulang ke rumah.
*****
Satu minggu kemudian...
__ADS_1
Pagi itu Alia masih sibuk menyetrika kemeja hijau kesayangannya.
"Alia sarapan dulu nak sudah jam 8 lho" teriak Bu Mia.
"Ya mah bentar lagi..." masih sibuk menyelesaikan setrikaannya.
Dua puluh menit kemudian Alia baru keluar setelah selesai dengan kostumnya.
Dia mengenakan rok panjang warna hitam dan kemeja berbahan denim warna hijau favoritnya, dia juga memakai pashmina polos warna hijau yang senada dengan kemejanya. Tak lupa ia juga menyematkan satu bross kecil berbentuk mawar di dadanya.
"Ayo cepat sarapan! sudah jam setengah sembilan nanti kamu telat" Bu Mia kembali mengoceh.
"Iya iya..."
Alia pun langsung duduk di meja makan dan memulai sarapan. Sekitar jam sembilan kurang seperempat Alia mulai menyalakan motornya dan berjalan perlahan.
Alia juga tak lupa untuk menjemput Afi terlebih dahulu dan berangkat bersama.
"Ya ampun hijau-hijau kaya ulet kamu!" celoteh Afi.
"Yee sirik aja kamu!"
Setelah selesai saling mengejek Alia pun mendesak Afi untuk segera berangkat karena waktu sudah siang.
Mereka tiba di tempat tepat jam sepuluh pagi dan ternyata parkiran sudah banyak terisi oleh kendaraan dari calon mahasiswa lainnya.
"Wah ternyata sudah banyak yang datang ya" ucap Afi.
"Sst ayo cepat duduk!"
Alia memilih tempat duduk yang berada di bagian belakang dan Afi juga mengikutinya.
Alia mulai melihat ke arah sekeliling, sekilas tidak ada yang aneh, namun ia merasa agak kurang nyaman dengan tempat itu.
Sementara itu dari kejauhan Azam melihat Alia dengan perasaan kagumnya karena hari ini penampilan Alia terlihat berbeda.
Waktu terus berjalan, menit demi menit, jam demi jam berlalu hingga sudah terdengar suara adzan dhuhur.
Para panitia mulai mempercepat acara mereka karena waktunya sudah habis.
Tak lama kemudian acara pun selesai namun Alia memutuskan untuk pergi ke mushola terlebih dahulu sebelum pulang.
Tanpa sengaja Alia bertemu dengan Nafisah yang juga hendak memasuki mushola.
"Astaga, dia ternyata lanjut si sini juga? kok aku bisa ngga tahu si!" gumam Alia dalam hati.
"Al! kok bengong si! ayo buruan sholat dulu baru pergi" ucap Afi.
"Eh iya iya"
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur, Alia dan Afi berjalan menuju ke parkiran dengan santai karena sudah tidak ada jadwal kegiatan lagi. Suasana di sekeliling kampus kembali sepi karena masih libur semester dan beberapa calon mahasiswa yang datang bersama mereka juga sudah mulai pergi.
"Wah pohon Cherry! rendah banget lagi"
Tiba-tiba Afi pergi menjauh dari Alia dan mendekati sebuah pohon Cherry yang berada di taman sebelum parkiran. Pohon itu sangat rindang dan berbuah lebat, tanpa pikir panjang Afi pun langsung memetik beberapa buah yang sudah matang dan berwarna merah tua.
"Afi jangan!" teriak Alia.
"Kenapa? ini manis banget! kamu mau coba?" sambil mengulurkan tangannya yang memegang beberapa buah Cherry.
"Ngga. Ayo pergi!"
Alia tidak banyak bicara, dia langsung berjalan dengan cepat dan meninggalkan Afi.
"Apa aku salah lihat? seingat ku tadi ngga lihat pohon itu deh!" Alia terus bergumam sendiri sambil berjalan.
"Alia tunggu!" Afi berlari mengejar Alia namun ia hanya diam saja.
"Kamu tu beri...sik!" Alia bicara sambil membalikkan badannya dan terkejut saat melihat seorang kakek berdiri di bawah pohon Cherry tadi.
Alia pun langsung berbalik badan dan mencoba melihat ke arah pohon lagi, namun kali ini dia tidak melihat apapun.
"Kenapa kamu?" tanya Afi heran.
"Ng nggak kok, nggak papa. Udah ayo cepet jalan"
Alia mencoba menatap ke arah pohon itu lagi, tapi memang tidak ada siapa-siapa di dekat pohon itu, padahal dia yakin betul tadi melihat seorang kakek yang berdiri di bawah pohon itu, sampai akhirnya dia berpikir bahwa dirinya mungkin hanya salah lihat saja.
"Astaghfirullah!!" Alia sangat terkejut saat ia membalik badan dan melihat Azam berdiri di depannya.
"Kenapa kaget begitu? kaya habis lihat hantu aja!" ucap Azam dengan santai.
"Ya lihat hantu! ini hantunya di depan aku jadi aku kaget!" ucap Alia dengan kesal dan langsung pergi meninggalkan Azam.
"Eh... memangnya aku hantu?" gumam Azam.
Azam pun mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya di lihat oleh Alia tadi. Dan benar saja, dia juga melihat sesosok kakek yang berdiri di bawah pohon Cherry. Kakek itu memiliki rambut berwarna putih dengan panjang sebahu dan berpakaian lusuh, dia terlihat seperti sedang menatap ke arah Alia.
*****
"Itu tadi siapa Al?" tanya Afi.
"Temen satu sekolah" jawab Alia dengan cuek.
"Oh, kirain pacar kamu"
"Apaan si! ngga ada!"
Alia dan Afi sampai di parkiran dan langsung pergi meninggalkan tempat itu, tempat yang nantinya akan menjadi tujuan mereka setiap harinya.
__ADS_1