Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Benarkah?


__ADS_3

Mereka semua terdiam sejenak, sampai Dina kembali berbicara.


"Tuh kan kamu lihat sendiri! Alia udah ngaku, dan kamu masih mau nuduh aku yang gangguin dia!?" ucap Dina yang semakin memojokkan Alia.


Aldi hanya terdiam, dia tak dapat berkata apapun lagi karena ternyata orang yang ia bela itu memang bersalah.


"Tapi itu kan nggak sengaja! lagian kan kemarin kamu duluan yang narik tangan aku!" ucap Alia yang mencoba membela dirinya sendiri.


"Alah udahlah! nggak usah pura-pura! kamu itu nggak suka sama aku kan, makanya kamu pasti pake racun! atau jangan-jangan bener kamu pake ilmu hitam!" ucapan Dina semakin menjadi.


"Din mendingan kamu berhenti nuduh aku yang enggak-enggak! atau luka ditangan kamu itu nggak akan sembuh!" tanpa sadar Alia mengucapkan kata-kata itu.


"Maksudnya apa!? jadi beneran kamu pake ilmu hitam!?" ucap salah seorang teman Dina.


Alia hanya terdiam, ia juga heran kenapa dirinya bisa berkata seperti itu. Dia langsung berlari dan pergi meninggalkan mereka.


"Alia!" Aldi mencoba mengejar Alia namun Dina menghentikan nya.


"Aldi udah deh! buat apa di kejar!? kamu lihat sendiri kan kelakuannya!" ucap Dina sembari memegang tangan Aldi.


"Lepasin tangan aku!" teriak Aldi.


"Kamu ngapain si masih peduli sama dia! aku sarankan kamu jauhi dia, aku nggak mau kamu sampai kenapa-kenapa kaya tangan aku ini" Dina semakin memanas-manasi Aldi.


"Iya bener tuh, bisa-bisa nanti malah kena sial terus lagi" kata salah seorang teman Dina.


Mereka bertiga semakin memprovokasi pikiran Aldi dengan terus menjelek-jelekan Alia.


"Cukup! aku nggak mau denger lagi kalian ngomongin hal buruk tentang Alia!" ucap Aldi yang tetap berusaha untuk percaya pada Alia. Dia pun langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Dasar cewek aneh! udah ketahuan salah tapi masih aja di bela sama Aldi!" Dina mengumpat dengan kesalnya.


"Pake guna-guna kali Din" ucap teman Dina yang asal bicara.


"Ah udahlah ayo kita pulang!"


Mereka bertiga pun pulang.


*****

__ADS_1


Di rumah Alia...


"Tangan Dina kok bisa jadi kaya gitu ya? sampai bernanah segala, padahal kan kemarin cuma nggak sengaja kena cakar, itupun cuma ke gores sedikit. Apa jangan-jangan kuku aku ini emang beracun ya?" Alia terus berbicara pada dirinya sendiri.


Dia masih heran dengan keadaan tangan Dina yang bisa jadi separah itu.


"Aduh mikir apa si aku! udahlah mungkin cuma kebetulan aja!" ujar Alia dalam hatinya.


Keesokan harinya...


"Alia kamu tumben nggak bawa air minum?" tanya Bu Mia yang heran melihat Alia membawa air minum ke sekolah, padahal biasanya dia lebih senang membeli air mineral di kantin sekolahnya.


"Oh nggak papa kok mah, biar irit aja hehe" jawab Alia dengan santai.


Alia pun bergegas untuk berangkat ke sekolah, dan ternyata Aldi sudah menunggu nya di gerbang sekolah.


Alia kaget melihat Aldi yang berusaha mendekati nya. Dia pun berjalan dengan cepat dan mencoba menghindar dari Aldi.


"Woi kenapa kamu! jalannya cepat banget kaya lagi di kejar hantu aja!" ucap Afi yang duduk di sebelah Alia.


Alia sudah duduk di samping Afi, namun nafasnya masih terengah-engah karena tadi berjalan dengan cepat untuk menghindari Aldi.


"Abis ketemu macan!" ucap Alia


"Eh Ren! aku boleh lihat buku catatan kamu yang kemarin nggak? lihat sebentar aja dong" ucap Alia pada teman yang duduk di meja samping nya. Namanya Reni, dia merupakan murid paling pintar di kelas itu.


Reni terdiam sambil menatap Alia dengan wajah agak takut.


"Kenapa kamu lihat aku kaya gitu? ada yang salah?" tanya Alia yang heran melihat tatapan Reni.


"Maaf Alia, bukannya aku nggak mau pinjamkan, tapi..." ucapan Reni terpotong.


"Tapi kenapa Ren? nggak biasanya kamu pelit? lagian Alia kan cuma lihat catatan kamu, bukan untuk nyontek PR" ucap Afi yang juga heran melihat sikap Reni.


Alia pun masih terdiam, ia masih menunggu jawaban Reni tentang pertanyaannya.


"Maaf Alia, aku dengar dari Dina, tangannya terluka gara-gara kamu, dan belum sembuh sampai sekarang, dan aku lihat lukanya lumayan parah" ucap Reni dengan terbata-bata.


"Oh itu, ya udah aku nggak jadi pinjam" Alia mulai kesal mendengar ucapan Reni.

__ADS_1


Afi pun heran mendengar jawaban Reni tentang Dina. Dia mencoba bertanya pada Alia, namun Alia tetap saja diam dengan wajah kesalnya. Afi terus saja bertanya hingga Alia benar-benar kesal.


"Afi kamu ikut aku sekarang!" Alia menarik tangan Afi sambil membawa sebotol air putih yang ia bawa dari rumah.


"Mau kemana Al!?" tanya Afi yang masih heran dengan semua itu.


Alia hanya terdiam dan terus menarik tangan Afi, hingga akhirnya mereka sampai dikelas Dina.


Alia menghampiri Dina yang sedang duduk di pojok kelas dengan ke dua temannya.


Dina terdiam, ia kaget karena tiba-tiba Alia menghampirinya dengan tatapan yang sangat menakutkan, seolah-olah ia ingin memakan Dina.


"Kamu ngomong apa ke teman sekelas ku ha!" teriak Alia dengan suara yang menakutkan.


"Ngomong fakta lah!" ucap Dina dengan nada sombong nya.


Alia langsung membuka tutup botol yang ia bawa dan langsung menarik tangan Dina yang terluka.


"Kamu ngapain!? " tanya Dina yang kaget dan mulai ketakutan dengan tingkah Alia.


"Awww sakit! sakit banget!!" teriak Dina.


Alia menyiramkan air putih itu ke tangan Dina yang terluka, dan ternyata air itu adalah air yang sudah di campur dengan garam. Alia sendiri bahkan tidak sadar bahwa ia sudah mencampur air itu dengan garam, dan menyiramkannya pada tangan Dina.


"Alia kamu gila ya!" ucap Dina.


"Denger ya Din! berhenti jelek-jelekin aku! besok lukanya akan sembuh! jadi stop nuduh aku yang nggak-nggak!" jelas Alia.


Alia pun pergi dari kelas itu dan Afi mengikuti nya. Sementara itu, Aldi yang melihat kejadian itu hanya terdiam, dia mencoba memahami apa yang sedang dilakukan Alia.


"Kamu kenapa si Al!?" tanya Afi yang masih saja heran dengan kelakuan Alia.


"Kemaren pas kamu nggak berangkat, Dina sama temennya gangguin aku, " Alia menjelaskan semuanya yang terjadi hari itu.


"Terus tadi kenapa kamu siram tangan nya?" tanya Afi lagi.


"Aku juga nggak tahu kenapa aku lakuin itu, kaya ada yang ngasih tahu aku kalau itu bakal sembuhkan lukanya" jelas Alia.


"Mungkin aja itu salah satu temen hantu kamu yang ngasih tahu kamu, dan bantuin kamu buat sembuhkan lukanya Dina?" ujar Afi yang mencoba menyimpulkan hal itu.

__ADS_1


"Apa itu benar?" tanya Alia.


"Entahlah, mungkin aja, hehe" Afi pun masih tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


__ADS_2