Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Tatapan yang berarti


__ADS_3

Mereka membaca surat Yasin bersamaan dan setelah selesai Azam kembali memimpin doa untuk memulai tahlil.


Awalnya semua itu berjalan dengan lancar dan semua nya fokus pada bacaan yang sedang di pimpin oleh Azam.


Hingga tiba-tiba Windy yaitu teman sebangku Mayra mulai terbaring lemas dan menangis, semuanya kaget melihat Windy yang terbaring sambil menangis seolah-olah sedang ketakutan.


Matanya terbelalak dan menunjuk ke arah Azam, namun dia tidak berkata-kata, bibirnya seperti membisu karena ketakutan.


Alia menengok ke arah Azam dan menekankan supaya tidak menghentikan do'anya, meskipun Alia tidak berucap namun Azam sudah paham dengan maksud Alia, dia pun terus melanjutkan bacaan tahlil nya yang diikuti teman-temannya, sementara beberapa teman perempuannya memegangi dan mencoba menenangkan Windy yang masih ketakutan.


Alia melihat ke arah atas dan benar saja dia melihat sesosok perempuan dengan wajah yang hancur dan berlumuran darah, dia bahkan tidak dapat mengenali wajah siapa itu karena sudah sangat tidak layak di sebut sebagai wajah yang utuh.


Sosok itu berdiri tepat di belakang Azam yang masih khusyuk membaca doa, Alia terus menatap sosok itu dengan kesal karena ia merasa bahwa sosok itu sudah mengganggu mereka yang sedang berdoa.


Alia berdiri dan mendekati Windy yang masih membisu dengan tangannya yang terus menunjuk ke arah sosok perempuan itu. Alia mulai duduk tepat di depan Windy dan mengarahkan wajahnya di hadapan wajah Windy. Dia menatap Windy dengan tatapan yang sangat mengerikan, bahkan temannya yang berada di sekitar Windy pun merasa takut dengan tatapan mata Alia.


Perlahan Alia menurunkan tangan Windy dan mulai menekan telapak tangannya dengan mata yang masih fokus menatap mata Windy.


"Aaaaagghhh!!! sakit!"


Windy mulai berteriak kesakitan ketika Alia menekan bagian bawah dari ibu jari tangan kanan Windy menggunakan ibu jari tangannya.


Amar hendak beranjak bangun dari duduknya, namun Azam menarik tangannya sambil terus fokus berdoa.


Mereka semua akhirnya tetap melanjutkan bacaan tahlil sampai selesai, sementara itu Alia masih terus menekan tangan Windy dan dia terus berteriak kesakitan. Teman-teman yang lain tidak ada yang berani bergerak, mereka hanya bisa terus memegangi tubuh Windy dan menenangkan nya.


Tak lama kemudian teriakkan Windy mulai mereda, tubuhnya menjadi sangat lemas, matanya tertutup dan dia pun pingsan. Alia mulai melepaskan tekanan tangannya dan memegang kepala Windy lalu membacakan beberapa do'a.


Azam dan yang lainnya pun sudah menyelesaikan tahlilan mereka, Azam berdiri dan Alia pun berdiri. Alia membalikkan badannya dan berjalan pelan ke arah Azam. Tatapannya masih sangat mengerikan seperti orang yang sedang sangat marah.


Mereka semua melihat Alia yang berjalan ke arah Azam, seolah-olah Alia ingin menikam Azam karena ekspresi wajahnya itu.


"Azam!!"


Amar berusaha untuk mendekati Azam dan mencoba menghindar kan Azam dari Alia, namun Azam menggelengkan kepalanya dan menyuruh Amar untuk tetap diam.


Amar dan yang lainnya hanya bisa diam melihat Alia terus berjalan ke arah Azam dengan tatapan mata seperti ingin melampiaskan amarahnya.


Sementara itu Azam hanya diam dan menunggu apa yang akan di lakukan oleh Alia.

__ADS_1


Alia mulai semakin dekat dan semua temannya semakin khawatir terhadap Azam. Saat sudah sampai tepat di hadapan Azam, Alia tersenyum lalu mendorong Azam ke samping. Azam pun jatuh tersungkur dan Amar langsung menghampirinya.


"Azam kamu ngga papa?"


Azam menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menandakan dirinya baik-baik saja.


Sementara itu Alia masih berdiri dan terus mengarahkan pandangannya ke depan.


Sosok perempuan berwajah hancur itu berada tepat di hadapan Alia, Azam mulai cemas melihat Alia yang hanya diam dan menatap sosok itu.


Dalam kelas itu, di antara semua siswa hanya Alia dan Azam yang bisa melihat sosok itu karena hanya mereka yang memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak terlihat.


Windy juga tadi melihatnya, namun itu terjadi karena perempuan itu ingin menakutinya dan mengganggu doa mereka.


"Alia kenapa Zam?"


Nida bertanya kepada Azam karena khawatir melihat Alia yang terus diam dengan pandangan kosong. Dia juga takut hal buruk yang pernah terjadi akan terjadi lagi.


"Kamu tenang aja, kita tunggu aja" jawab Azam.


Semua orang dikelas itu melihat ke arah Alia, menunggu hal apa yang akan dilakukan nya.


Perlahan ia membuka kepalan tangannya itu, dan entah kenapa sosok perempuan itu mulai memudar dan menghilang.


Alia kembali mengepalkan tangannya dengan cepat seolah-olah sudah berhasil menangkap sosok itu dan menguncinya di dalam kepalan tangannya itu.


Tangan kirinya mulai merogoh saku roknya dan mengeluarkan sapu tangan milik Azam yang di berikan pada Alia tempo hari dan belum sempat ia kembalikan.


Alia membungkus kepalan tangan kanannya dengan sapu tangan itu seperti sedang memindahkan sesuatu yang berada di tangannya ke dalam sapu tangan milik Azam. Kemudian Alia meremas sapu tangan itu dengan kencang dan memberikannya kepada Azam.


"Aku kembalikan yah, dan aku kasih bonus juga hehe"


Alia tiba-tiba bicara sambil tertawa seperti sedang bercanda kepada Azam. Sementara itu semua temannya hanya melongo dan heran melihat kelakuan Alia yang sangat aneh.


"Makasih yah"


Azam pun tersenyum sembari menerima sapu tangan itu lalu memasukkannya ke dalam saku celananya.


"Woy kok pada bengong si, ayo duduk dong, aku siapin minum sama makanan ringan yah"

__ADS_1


Alia mencoba mencairkan suasana dan bicara dengan nada seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Alia pun pergi ke kantin dan mengajak beberapa teman laki-laki untuk membantunya membawa air mineral dan makanan ringan yang akan di belinya.


Sementara itu di dalam kelas suasana masih hening, mereka masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Alia barusan.


"Alia itu udah mulai stress gara\-gara ditinggal Mayra yah?" ucap salah satu teman sekelas Azam.



"Sstt!! sembarangan ngomong kamu!" Nida menyahut kata\-kata itu dengan wajah kesal karena telah berkata sembarangan tentang Alia.



"Kamu kalau nggak tahu mending diam aja!" sahut Azam.


Sementara itu Amar hanya terdiam, meskipun dia tidak bisa melihat sosok itu namun dia sangat sadar dan bisa merasakan tentang keberadaan mahluk lain yang tadi mengganggu Windy.


Tak lama kemudian Alia dan dua orang temannya datang dengan membawa satu dus air mineral gelas dan beberapa makanan ringan.


"Al, ini Windy belum sadar loh"



"Oh iya lupa!"


Alia hampir melupakan Windy yang masih pingsan. Dia lalu membuka dus air mineral dan mengambil satu lalu dia berikan pada Azam. Semua orang heran kenapa Alia malah memberikan minum itu kepada Azam.


Tanpa berkata pun Azam sudah paham dengan maksud Alia, ia pun menerima air itu dan dibacakannya beberapa doa lalu ia berikan kembali kepada Alia.


Alia membuka tutup air minum itu dan menuangkan sedikit di tangannya. Ia lalu mengusap wajah Windy dengan tangannya yang sudah di basuh dengan air tadi. Windy mulai membuka matanya dan bangun, beberapa temannya membantu dia untuk duduk dan Alia menyuruh Windy untuk meminum air itu.


"Syukurlah kamu udah sadar" ucap Nida merasa lega.



"Ayo tunggu apa lagi? cepat minum dulu"


Alia menyuruh semua temannya untuk minum, karena mereka sudah merasa lega, maka mereka pun mulai mengambil minum dan memakan makanan ringan yang di beli oleh Alia.


Pada akhirnya semua teman sekelas Amar dan Azam duduk dan makan bersama, mereka juga melupakan semua kejadian yang terjadi tadi.

__ADS_1


__ADS_2