Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Apa iya?


__ADS_3

Hari ini, Alia berangkat sekolah seperti biasa, namun ia sudah tidak lagi masuk kelas karena ujian sekolah sudah selesai. Kini dia hanya tinggal menunggu hari pengumuman kelulusan nya, sebenarnya sudah tidak wajib untuk berangkat namun Alia masih memutuskan untuk berangkat, meskipun di sekolah ia sudah tidak ada kegiatan lagi.



Karena ini adalah hari bebas jadi Alia memanfaatkan waktunya untuk berjalan\-jalan mengelilingi sekolahnya. Karena itu adalah saat\-saat terakhir ia datang ke sekolah, dan seterusnya ia akan pindah ke sekolah yang lain.



Saat sedang berjalan, ia tertarik untuk mendatangi tempat paling belakang sebelah kanan di sekolah, yaitu bekas kamar mandi yang sudah tidak lagi terurus. Entah kenapa Alia sangat ingin masuk kedalamnya, dan tanpa sadar ia pun sudah berada didalam sendirian.



Alia melihat sekeliling, sekilas tidak ada yang aneh saat ia berjalan lebih dalam lagi dan menyentuh pintu di bagian paling ujung. Tangannya seperti tersetrum, dia langsung menarik kembali tangannya dan menarik nafas panjang.



Masih memegangi tangannya karena kaget, Alia bingung dengan apa yang baru saja ia lihat dalam pikirannya.


"Mungkinkah kalau dulu di sini memang pernah ada anak perempuan yang meninggal?" Alia bergumam dalam hati sembari terus memegang tangannya.


Karena masih penasaran, jadi ia mencoba menyentuh kembali pintu kamar mandi yang sudah rusak itu, dan ternyata hasilnya sama dengan yang ia lihat tadi.



"Ini maksudnya apa? apa aku bisa lihat kejadian yang terjadi disini dulu?" Alia kembali berguman dalam hati, ia benar\-benar masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.



"Ah sudahlah! mungkin saja aku sedang berkhayal!"


Alia pun pergi meninggalkan tempat itu tanpa berpikir hal yang macam-macam.


"Oi darimana aja kamu!" Afi tiba-tiba mengejutkan Alia yang tengah asyik berjalan.


"Jalan-jalan dong!"

__ADS_1


"Orang lagi pada sibuk nyiapin perpisahan dan kamu asyik jalan-jalan!?" Afi mulai mengerutkan dahinya.


Alia tidak menjawab dan pergi begitu saja.


"Eh mau kemana kamu!"


"Taman"


Afi pun mengikuti Alia yang pergi ke taman belakang sekolah. Mereka berdua duduk di bawah pohon yang rindang sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi.


Sesekali mereka tertawa dan bercanda menikmati kebersamaan yang mungkin sudah tidak lama lagi, karena mereka mungkin tidak akan satu sekolah lagi.


"Eh Fi, pernah denger ngga kalau dulu ada murid yang meninggal" tiba-tiba Alia kembali mengingat hal yang ia alami tadi.


"Em ngga tuh" jawab Afi singkat.


"Atau mungkin, aku memang sedang berkhayal?" Alia bergumam dalam hati.


"Kok ngelamun si?" Afi mengagetkan Alia yang sedikit melamun karena mengingat kejadian tadi.


"Nggak kok, ngga papa"


"Eh tapi aku kayak nya pernah denger si" tiba-tiba Afi teringat sesuatu.


Alia yang begitu antusias langsung bertanya pada Afi tentang apa yang ia ketahui.


"Tapi itu udah lama banget, bahkan jauh sebelum kita sekolah disini, dan ceritanya juga udah ditutup, udah ngga ada lagi yang boleh ceritain, kaya udah dilupain gitu" ucap Afi.


Alia terdiam, dia menelan ludah dan merasa sangat kaget. "Jadi beneran?" ia bertanya pada dirinya sendiri.


"Kamu kenapa Al? kok kaya orang ketakutan gitu?" Afi mulai heran melihat tingkah Alia yang aneh.


"Ah nggak papa kok, cuma tiba-tiba pengin pulang aja. Aku pulang duluan yah, nanti kalau ada yang nyariin bilang aku ngga enak badan" Alia langsung pergi meninggalkan Afi yang masih duduk di bangku taman.


Saat berlari keluar sekolah ia berpapasan dengan Aldi, namun ia tetap berlari tanpa menyapa sedikitpun pada Aldi.

__ADS_1


"Alia kenapa Fi?" Aldi menghampiri Afi yang masih duduk sendirian.


"Tahu tuh! anehnya kumat!" ucap Afi dengan nada sinis.


Saat sampai rumah Alia buru-buru masuk ke kamarnya, dia melihat dirinya di cermin dan menatap dalam wajahnya sendiri.


"Apa ini mungkin?" ia masih saja bertanya pada dirinya sendiri seolah masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Aaaaggghhhh!!!!" Alia berteriak kaget saat melihat bayangan wajahnya tiba-tiba berubah menjadi asap hitam yang sangat pekat.


"Ah sial! udah sering kaya gini tapi masih teriak aja!" Alia menggerutu dalam hati, dia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri.


"Kamu kenapa nak? kenapa teriak-teriak?" Bu Mia yang panik mendengar teriakkan Alia pun langsung menghampiri ke kamar.


"Eh Mama, ngga papa kok Ma, tadi ada kecoa aja hehe"


Bu Mia hanya menggelengkan kepalanya dan kembali meninggalkan Alia di kamarnya. Tadinya Bu Mia ingin mengatakan soal Boneka Tiara, tapi sepertinya dia melihat Alia sedang kelelahan jadi kembali menundanya.


Sementara Alia masih diam di tempat tidurnya, meskipun sudah sering mengalami hal itu namun ia merasa masih asing dengan hal semacam itu. Alia selalu bertanya-tanya apakah itu memang kesalahan dari pandangan matanya atau memang bayangan wajahnya itu benar-benar berubah seperti apa yang ia lihat.


"Apa mungkin, di dalam tubuh aku ini emang ada mahluk yang lain yah?"


Alia masih merasa heran dengan dirinya, karena saat ia bercermin maka ia melihat bayangan lain selain wajahnya, dan yang membuatnya semakin heran yaitu ketika ia bercermin di siang hari maka bayangan wajahnya akan berubah menjadi sangat menakutkan. Namun saat ia bercermin di malam hari bayangan wajahnya akan berubah menjadi sangat cantik, bahkan sangat sangat cantik, sampai dia sendiri tidak sadar bahwa dirinya sendirilah yang sedang berdiri di depan cermin itu.


"Duh kok tiba-tiba telinga aku panas yah, kaya lagi ada yang bisikin"


Malam harinya Alia merasa tidak bisa tidur, pikiran nya entah kemana dan tidak tahu sedang memikirkan apa, namun hatinya merasa sangat cemas, seakan\-akan ada hal buruk yang akan terjadi pada orang di sekitarnya.


Alia mencoba menenangkan dirinya dengan mengambil air wudhu dan sholat. Setelah selesai ia merasa lebih tenang dan kembali mencoba untuk tidur. Namun sebelum tidur, sosok Mawar muncul di hadapannya dan menatap nya dengan tatapan yang sangat tajam.


Sosok itu mengulurkan tangannya seolah berkata kepada Alia untuk menggapai nya. Alia pun mencoba menyentuh tangan sosok itu meskipun tidak bisa, namun tiba-tiba tangannya itu merasa sangat panas. Alia langsung menarik kembali tangannya dan sosok itupun menghilang.


Namun ia telah melihat sesuatu yang mungkin akan terjadi, dalam pikirannya dia melihat Aldi yang sedang mengendarai sebuah sepeda motor warna merah.


Alia masih heran, kenapa ia melihat hal seperti itu, karena selama ini ia tidak pernah melihat Aldi mengendarai sepeda motor.

__ADS_1


"Ya Tuhan,,, semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi"


Alia menenangkan pikirannya dan kembali mencoba untuk tidur.


__ADS_2