
Dalam perjalanan entah kenapa perasaan Alia malah menjadi tidak enak, langit yang tadinya cerah tiba\-tiba saja berubah menjadi hitam dan turun hujan lebat di sertai dengan petir.
"Al ujan! Kita neduh dulu ayo!" teriak Afi
Alia membelokkan arah sepeda motornya dan berhenti di depan sebuah warung untuk berteduh.
Angin bertiup dengan kencang disertai petir yang terus menggelegar.
"Al masuk yuk sekalian ngeteh dulu" ucap Afi.
"Em boleh deh"
Mereka berdua pun masuk ke dalam sebuah warung makan kecil dan memesan teh manis hangat untuk menghangatkan tubuh mereka agar tidak masuk angin.
"Aneh, kok tiba-tiba hujan deras gini si? perasaan tadi panas banget!" ucap Alia sembari meminum teh hangat yang ada di depannya.
"Jangan lebay deh! cuaca kan emang begitu, ngga menentu!" jawab Afi.
"Tapi perasaanku agak ngga enak loh"
"Aduh Alia jangan mulai deh!"
Alia dan Afi menikmati segelas teh hangat sembari memandang ke arah hujan yang masih turun dengan begitu derasnya. Sekitar 30 menit berlalu dan hujan sudah mulai mereda, Alia pun segera bangun dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.
"Ayo Fi jalan lagi, mumpung hujan udah reda"
"Buru-buru amat?" ucap Afi yang masih menggenggam gelas berisi teh hangat.
"Udah ayo cepetan!"
"Kamu kaya lagi di kejar-kejar hantu aja deh!"
Alia hanya terdiam dan langsung keluar dari warung itu setelah membayar minuman mereka.
Dengan keadaan yang masih gerimis, Alia mulai menyalakan motornya dan melaju perlahan.
Dia terus fokus kepada jalan yang ia tuju yaitu rumah Afi.
Setelah sampai di depan rumah Afi, Alia langsung berpamitan pulang dan tidak mampir meskipun sebentar, padahal biasanya Alia selalu mampir saat mengantarkan Afi pulang.
"Itu anak kenapa si? Mulai lagi deh anehnya!"
__ADS_1
Alia bergegas pergi dengan motornya dan melaju cukup cepat hingga tak terasa sudah berada di depan rumahnya. Dia langsung masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuh di atas kasur.
"Huh akhirnya sampai juga, tapi kok rasanya masih sama yah? sama-sama aneh!"
Alia menghela nafas sambil menggerutu pada diri sendiri. Dia merasa masih ada yang tidak beres dengan keadaan di sekitarnya.
Alia terdiam sejenak dan memahami keadaan di kamarnya, dia mencoba untuk mendengarkan dengan jelas suara apa yang sebenarnya sudah mengganggunya sejak tadi.
Matanya terus terjaga, melihat ke sekelilingnya dan tidak ada siapa-siapa dan apapun. Namun telinganya masih saja terganggu dengan suara-suara aneh yang terdengar jelas di dekatnya.
Perlahan-lahan suara itu terdengar semakin jelas dan kini dia bisa tahu suara apa sebenarnya yang mengganggunya itu.
Ya! suara anak kecil yang sedang berlarian dan tertawa, bahkan mereka terdengar sangat gembira seperti sedang bermain-main.
Bukan hanya satu yang terdengar, namun ia mendengar jelas bahwa suara itu adalah suara dari banyak anak-anak yang mengelilinginya, namun Alia sama sekali tidak bisa melihat apapun.
"Apa ini? Apa jangan-jangan sekarang aku sudah tidak bisa melihat mereka lagi? Tapi suara-suara ini benar-benar membuatku tidak nyaman!" ucap Alia dengan kesal.
Suara tawa, teriakan dan bahkan suara tangisan terdengar menjadi satu dan seperti sedang mendekat ke arahnya, dan kini bahkan bukan hanya suara anak-anak lagi, dia juga mulai mendengar suara tawa dari orang dewasa, semuanya bercampur menjadi satu.
Alia mulai menutupi kedua telinganya menggunakan kedua telapak tangan, namun itu seperti sia-sia saja.
Perlahan-lahan sosoknya mulai muncul di depan mata Alia. Betapa terkejutnya saat ia melihat ada begitu banyak jenis dan bentuk dari mereka, sangat banyak! dan begitu banyak sampai kamarnya terlihat penuh akan makhluk-makhluk tak kasat mata itu.
"*Aku juga mau di antar pulang!"
"Iya! kirim aku juga!"
"Aku juga mau!"
"Terimakasih kamu mau mengantarkan dia pulang*"
Beberapa kata itu terdengar jelas di telinga Alia, semakin jelas dan semakin keras, begitu banyak yang bicara dan suasananya menjadi sangat ramai.
"Aaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!!!"
Alia mulai berteriak karena sudah tidak tahan mendengar suara mereka.
"Stop! memangnya kamarku ini pasar bagi kalian! pergi kalian semua!"
Alia pun mulai ikut berteriak dan berbicara pada mereka. Tiba-tiba mereka semua langsung diam dan semuanya menatap ke arah Alia dengan tatapan mata yang sangat mengerikan. Alia hanya terdiam karena tidak tahu harus berbuat apalagi.
__ADS_1
"Alia kamu kenapa nak teriak-teriak?"
Tiba-tiba Bu Mia masuk ke kamar Alia, dan seketika itu semuanya lenyap tidak berbekas. Alia hanya bengong melihat mereka semua sudah hilang begitu saja saat Mama nya masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu kenapa diam saja? kamu ngga papa?"
Bu Mia kembali bertanya, namun Alia masih saja diam sampai akhirnya Pak Aji yang datang untuk bicara padanya.
"Kamu kenapa nak?" tanya Pak Aji pelan.
"Mereka pa... mereka tadi di sini?"
Alia bicara dengan terbata-bata dan tatapan matanya juga masih kosong, seolah masih tidak percaya karena telah melihat mereka yang begitu banyak.
"Mereka di sini? terus kenapa kamu teriak-teriak tadi?"
"Mereka banyak pah! banyak banget!"
"Mereka bilang sesuatu sama kamu?"
"Ya pah! katanya mereka minta diantar pulang"
"Sebelumnya kamu pernah melihat mereka?" Pak Aji kembali bertanya dan Alia hanya menggelengkan kepalanya.
Pak Aji pun mencoba menenangkan Alia, dia menjelaskan bahwa jika mereka sampai di sini karena kemauan mereka, maka Alia tidak berkewajiban untuk mengantar mereka pulang.
"Ya jelas bukan lah pah! lagian aku memang tahu kalau ada mahluk yang ngikutin aku, tapi aku ngga pernah tahu kalau bakalan sebanyak itu! dan lagi aku juga ngga pernah nyuruh ataupun minta mereka buat ikut sama aku!" jelas Alia.
Pak Aji kembali menjelaskan bahwa tubuh Alia memang memiliki aura ketertarikan yang sangat kuat dan itu bisa membuat Alia sangat menarik perhatian para mahluk tak kasat mata, sehingga saat ia datang ke tempat yang banyak di huni oleh mahluk itu maka pasti akan ada yang mengikuti Alia sampai pulang ke rumah.
"Jadi kamu tidak perlu marah-marah, cukup bicara baik-baik saja supaya mereka mau pergi. Ingat! Syetan itu punya banyak cara untuk menggoda manusia, jangan sampai kamu tergoda apalagi sampai memberi mereka makan. Karena kalau sudah begitu, maka mereka pasti tidak akan pernah pergi dari kamu!"
"Ngga lah pah! insyaallah aku ngga akan mau seperti itu! " jawab Alia dengan tegas.
"Ya sudah sekarang lebih baik kamu berdoa supaya mereka tidak menggangu kamu lagi"
Alia mengangguk sambil tersenyum, Pak Aji pun keluar dari kamar Alia dan diikuti oleh Bu Mia.
Tak lama kemudian Alia pun keluar untuk mengambil air wudhu dan segera melakukan sholat.
Setelah selesai sholat, pikirannya menjadi lebih tenang dan dia pun tidak terganggu lagi oleh makhluk-makhluk tak kasat mata itu.
__ADS_1
"Jadi... apakah aku semenarik itu bagi mereka? sampai-sampai ada begitu banyak jumlah mereka yang mengikuti aku?"
"Oh Ya Tuhan... apa ini? aku mencoba mengembalikan satu, tapi yang datang justru ratusan?"