Di Balik Mata INDIGO

Di Balik Mata INDIGO
Afi


__ADS_3

Alia masih memikirkan ucapan Azam, dia kembali mengingat kejadian yang dialaminya saat pertama kali datang ke kampus, keadaan itu sungguh membuatnya terganggu dan juga merepotkan orang lain. Karena tidak ingin hal seperti itu terulang lagi, maka Alia pun meraih gelang itu dan mencoba memakainya di pergelangan tangan kirinya.


Meskipun dengan begitu Alia jadi tidak bisa melihat mahluk halus, namun ia masih bisa merasakan keberadaan mereka.


"Alia... cepat sarapan, yang lain sudah di ruang makan, lagi pula kamu kan harus segera pergi ke puskesmas" ujar Rahma.


Alia bangun dari kursi tempatnya duduk dan berjalan menuju ke ruang makan. Di sana semua orang sudah berkumpul dan memulai sarapan pagi.


"Al kamu kan tangannya sakit, sini aku suapi" ujar Afi.


"Apa si Fi, aku masih bisa makan sendiri kok"


Setelah selesai sarapan, Alia dan Sandra bergegas pergi ke puskesmas menggunakan sepeda motor milik anak Bu Murniati.


Satu jam kemudian Alia dan Sandra kembali, rumah terlihat sepi karena semua orang sedang pergi ke luar rumah. Hanya ada Rahma yang sedang membereskan beberapa barang nya di dalam kamar.


"Rahma?" sapa Alia.


"Eh Alia, kamu sudah pulang, bagaimana tangan kamu? dokter bilang apa?"


"Oh ini nggak papa kok, tadi cuma di kasih antibiotik sama salep aja" jelas Alia.


Alia menutupi tangan kanannya yang dibalut perban menggunakan lengan bajunya. Karena ia memakai baju lengan panjang jadi itu bisa tertutupi dan tidak terlihat oleh orang lain, sehingga Alia bisa tetap melakukan kegiatan seperti biasa.


Setelah itu Rahma mengajak Alia dan Sandra untuk bergabung dengan yang lain. Mereka sedang melakukan kegiatan di sebuah sekolah dasar yang berada di desa itu.


Lokasinya tidak jauh, mereka hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari rumah. Sepanjang perjalanan Alia terus menengok ke kanan dan kiri, tubuhnya merasakan hawa dingin yang sangat menusuk, tapi ia sama sekali tidak melihat apapun karena memakai gelang yang diberikan oleh Azam.


"Hei kalian bertiga sudah sampai, ayo cepat masuk ke dalam" ucap Anton yang sudah menunggu mereka sejak tadi.


mereka pun segera masuk dan bergabung dengan yang lain, namun di kegiatan terakhir mereka berpisah karena harus mengisi kegiatan di setiap kelas dalam waktu yang bersamaan.


"Huh akhirnya selesai juga, tapi seru juga yah tadi anak-anaknya antusias semua" Sandra terus saja mengoceh sepanjang perjalanan pulang.


Alia hanya terdiam sembari melihat ke semua temannya, ia baru sadar bahwa sejak tadi dirinya tidak melihat Afi sama sekali.


"Afi mana?"


"Oh tadi Afia ijin pulang duluan, katanya ada sesuatu" jawab Anton.


Alia pun mempercepat jalannya karena merasakan sesuatu yang kurang nyaman. Dia bergegas masuk ke dalam rumah, dan ternyata Afi tidak ada.


Alia mencari ke setiap sudut rumah sembari terus memanggil nama sahabatnya itu, namun tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


"Afi kamu di mana?"


"Loh Afia nggak ada Al?" tanya Sandra.


Alia hanya menggelengkan kepalanya dan pergi keluar rumah untuk kembali mencari Afi.


Dia mencoba mencari di bagian halaman belakang rumah, namun tidak menemukannya.


"Alia... kamu nyari aku?"


Tak lama kemudian muncul Afi yang berjalan dari arah hutan bambu yang berada di kebun belakang bangunan rumah itu.


"Afi? kamu ngapain dari sana?" tanya Alia dengan wajah yang masih terkejut saat melihat Afi berjalan dari arah itu.


"Oh aku tadi abis buang sampah"


"Buang sampah bukannya nggak sampai ke sana?"


"Aku tadi lihat-lihat aja ke sana" jawab Afi.


Alia pun langsung mengajaknya masuk karena semua temannya sudah berkumpul untuk makan siang. Saat sampai di dalam ruang makan, Azam dan Nafisah langsung berdiri begitu melihat Afi. Mereka berdua seperti sangat terkejut saat melihat kedatangannya.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Alia.


Mereka semua duduk dan makan siang bersama, namun Nafisah masih terdiam sembari terus menatap ke arah Afi.


"Aneh, bukannya Alia sudah kembali seperti biasa? tapi kenapa sekarang terlihat seperti orang bodoh lagi?" ucap Nafisah dalam hati.


_____-----_____


Sorenya mereka bergantian mengajar anak-anak yang belajar mengaji di TPQ.


Alia baru keluar dari kamar karena mengambil sesuatu yang tertinggal, dia bergegas untuk menuju ke TPQ dan menyusul temannya yang lain.


"Ragasy..."


Tiba-tiba Azam menghentikan Alia yang baru sampai di depan pintu keluar. Alia langsung membalikan badannya dan bertanya ada apa.


"Aku mau minta tolong sama kamu"


"Minta tolong apa?"


"Tolong... selama kita masih di tempat ini, jangan pernah sekalipun kamu lepas gelang itu"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa, karena kalau kamu kenapa-kenapa, itu akan merepotkan kita semua"


Alia merasa agak kesal saat mendengar ucapan terakhir Azam. Dia langsung berbalik dan pergi tanpa mengatakan apapun.


"Maksudnya apa coba! seolah-olah aku tukang bikin repot saja!" gerutu Alia.


Tanpa sengaja Nafisah mendengar pembicaraan mereka berdua, dia juga dengar soal gelang yang di pakai Alia itu, kini Nafisah tahu bahwa Azam kembali mencoba untuk melindungi Alia lagi.


"Kali ini kamu tidak akan kuat Azam!" gumam Nafisah pelan.


Alia sampai di ruangan TPQ dan langsung memulai kegiatannya, namun lagi-lagi ia tidak melihat sahabatnya yaitu Afi.


"San, kamu lihat Afi?" tanya Alia pelan.


"Tadi keluar, nggak tahu ke mana, tapi aku lihat dia ke arah belakang" jawab Sandra.


Karena penasaran, begitu ia selesai dengan kegiatannya, Alia pun kembali menyusul Afi ke belakang.


Afi ternyata ada di taman bunga kecil yang berada di belakang bangunan TPQ, dia terlihat sedang mengagumi bunga-bunga yang baru mekar.


"Afi, sejak kapan dia jadi suka bunga?" gumam Alia dalam hati.


"Fi udah mau Maghrib ayo masuk! tar kesambet lagi!" teriak Alia.


Afi hanya memberikan senyuman dan segera berjalan mendekati Alia. Mereka berdua bersama-sama masuk ke dalam rumah.


_____-----_____


Malam harinya saat semua orang sudah tidur, Alia masih duduk bersandar dinding sambil menatap langit-langit kamar sampai akhirnya tertidur dengan posisi yang masih duduk.


Tak lama setelah itu ia kembali terbangun karena mengalami mimpi yang cukup aneh. Dalam mimpinya ia melihat ada 5 ekor ular yang sangat besar dan berwarna hijau dengan corak hitam. Ular-ular itu bertempat tinggal di sungai kecil dekat hutan bambu yang berada di belakang bangunan TPQ. Salah satu di antara mereka berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik dengan sikapnya yang lemah lembut. Wanita itu seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Alia, namun suaranya sangat pelan sampai Alia sama sekali tidak bisa mendengarnya.


"Astaghfirullah... aku mimpi lagi..."


Sebelumnya Alia memang sangat jarang memimpikan hal-hal yang aneh karena ia bisa melihat secara langsung.


"Apa karena mata batinku di tutup sebagian jadi aku di kejar-kejar lewat mimpi? sebenarnya ini terlalu konyol! sekuat apapun aku mencoba meninggalkan semua itu, mereka akan tetap mengejarku, sepertinya ini memang sudah takdir" gumam Alia pelan.


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki dari luar, Alia penasaran siapa yang berada di luar kamar tengah malam.


"Loh, Afi kok nggak ada? tadi kayaknya aku beneran lihat dia tidur di sini deh!"

__ADS_1


Alia terkejut saat melihat Afi tidak ada di dalam kamar, dia sempat berpikir bahwa suara langkah kaki yang di luar adalah langkah kaki Afi.


__ADS_2