Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Dian di Lamar.


__ADS_3

^^HAPPY READING^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Pokonya kamu ngak bisa nolak, ini sudah keputusan yang baik untuk kamu, lagian usia kamu itu udah 25 tahun, mau nunggu apa lagi coba." ucap bu Rita memegang kepalanya yang pening karna hampir tiap hari berdebat dengan anak gadis semata wayang nya.


"Ngka mau, ini tahun 2021 udah ngak jaman kali bu jodoh-jodohan." tolak Dian yang kesekian kalinya.


Bagaimana tidak bu Rita ibu kandung nya tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba mau menjodohkan nya dengan seorang pria yang di gadang-gadang sebagai penyelamat uang nya dari para pencopet pasar.


Sudah bisa Dian bayangkan pria seperti apa yang di pilihkan ibunya, kumisan atau jengotan? hitam kalo engak hurik, membayangkan nya saja Dian sudah ngeri duluan apalagi bila fakta nyata pikirnya.


"Dimana-mana orang kalo punya hutang budi ya bayarnya pake duit lah bu, nah ibu apaan mau bayar pake anak kandung." cerocos Dian memberikan penolakan.


Bu Rita menatap jengah pada anaknya, "Diam kamu, mau cari yang gimana lagi, udah syukur ada yang mau juga, ini malah so nolak lagi." ucap bu Rita.


"Lagian harus nya kamu seneng tau, karna pria yang mau kawin sama kamu itu orang nya ganteng, kaya terus punya mobil mewah lagi." sambung bu Rita lagi.


Dian menghela nafasnya kesal." nikah bu nikah, bukan kawin emang nya kambing apa." ucap Dian sewot. "Lagian mana ada pria ganteng kaya mau di jodohin sama aku yang ngak habitatnya kaum misquin ngak ada bu, paling-paling modelan si Fajar curut lagi, ngak mau aku." sambung Dian lagi lebih sewot.


"Sama aja, intinya kawin punya anak." ucap bu Rita tak mau kalah. "si Fajar mah lewat ini mah lebih ganteng lebih tajir dari si Fajar, orang tuanya juga baik, apalagi ibunya kemarin-kemarin aja ibu di kasih traktiran bakso gratis." sambung bu Rita lagi.


"Terserah." ucap Dian sambil berjalan masuk kedalam kamarnya, menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.


"Ingat jangan lupa mandi terus dandan yang cantik, nanti siang mereka datang mau ngelamar kamu." ucap bu Rita di ambang pintu. "Awas aja kalo kamu malu-malu in ibu, nama mu ibu coret dari kartu keluarga." sambung bu Rita sambil berjalan meninggalkan kamar anak gadis nya.

__ADS_1


Dian tak menjawab dia lebih memilih mengambil bantal lalu menutup kepalanya dengan bantal berharap tidak dapat mendengar ucapan ibunya lagi, "Pokonya aku ngak mau, emang aku segalakunya gitu sampe urusan jodoh harus di cariin orang tua, ngak..ngak pokonya aku harus cari cara biar perjodohan ini gagal." gerutu Dian di balik bantal.


Dian memutar otak pintar nya untuk mencari cara agar lamaran itu gagal, tapi nihil sedari tadi dia berpikir tidak ada satu pun cara jitu yang bisa membantunya keluar dari masalah itu selain dari lari atau ngak kabur.


Beberapa jam berlalu jam sudah menunjukan pukul 10 siang, bu Rita sudah dandan dengan pakaian terbaiknya, berbagai olahan makanan nampak sudah tertata rapih di atas meja yang membuat bu Rita sedikit bisa menghela nafasnya.


"Dian cepat keluar, tamunya bentar lagi datang." ucap bu Rita sedikit berteriak.


"Iya..iya, ini juga udah keluar." ucap Dian malas.


Bu Rita sontak melirik ke arah sumber suara dan matany melotot melihat penampilan anaknya yang nampak menghebohkan, "Kamu mau di lamar atau jadi badut di hajatan?." tanya bu Rita sambil menepuk jidatnya karna melihat Dian yang memakai daster milik nya ditambah make up ala-ala badut di acara ulang tahun anak kecil.


"Ya mau lamaran, mana orang nya katanya udah pada datang." ucap Dian santai sambil duduk di kursi.


Bu Rita benar-benar di buat jengah dengan tingkah anak gadis satu-satunya itu, bagaimana bisa anaknya berpenampilan seperti badut saat ingin di lamar sungguh memalukan." Cepat ganti baju kamu, itu juga make up nya hapus kaya badut aja, nanti calon suami kamu yang ada ilpil terus malah ngak mau nikahin kamu kalo kamu jelek kaya gitu" ucap bu Rita.


"Ya nerima sih nerima, tapi masa iya kamu penampilan nya kaya gini bisa-bisa mereka batalin." ucap bu Rita lagi sambil mengelus dadanya.


"Ya bagus dong bu, aku malah seneng." ucap Dian antusias karna memang ini tujuan Dian berpenampilan ala badut.


Tok..tok..tok.


Bu Rita melotot sambil melirik anak gadisnya." Heh awas ya kalo malu-maluin, jangan buat ibu malu." ucap bu Rita sebelum berjalan ke arah pintu.


"Ashiap." ucap Dian sambil tersenyum memyerigai, dia sudah memikirkan beberapa cara yang akan membuat si pria yang melamarnya meminta pertunangan di batalkan.

__ADS_1


Ceklek..


"Ehk pak bu mari masuk." ucap bu Rita mempersilahkan calon besan dan rombongan nya untuk masuk.


Mereka semua masuk mengikuti arahan bu Rita, dan sesampai nya di kursi tempat Dian duduk mereka melotot tak percaya melihat penampilan calon wanita yang akan di lamar anggota keluarganya yang berpenampilan layaknya badut.


Dian berdiri dengan kepedean tingkat dewa, sampai suara orang cekikikan terdengar dintelingnya dan hal itu sontak membuat Dian penasaran seperti apa wajah pria yang akan melamarnya itu.


Dian menarik nafas dalam-dalam sebelum dia benar-benar melihat pria itu, dan saat dia melirik pria itu ternyata sudah ada di samping nya. "Kamu lucu, kaya badut." ucap pria itu yang seketika membuat Dian menegang.


Brukkkk..


Dian pingsan ke tubuh pria yang akan melamarnya. "Oh my good." batin Dian sebelum pingsan.


"Banyak gaya, di bilangin ganteng, so so an nolak, udah dandanan kaya badut nyesel kan tuh." batin bu Rita yang ingin menertawakan anak nya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jeng..jeng..jeng..


Ngantung ya😂sengaja wkkk.


Sabar ya bakalan Upp lagi ko😅

__ADS_1


ini tangan aku nya pegel, tau ngak sih? aku nulis nya di atas pohon sambil metikin jambu air buat ngerujak sama gebetan😅 ya gebetan temen😭


__ADS_2