
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rey Anggara Parisky pria tertutup yang tidak pernah mengenal cinta sebelum nya, hidupnya hanya terpokus pada pekerjaan dan satu adik perempuan nya, tidak ada yang pernah iya pikirkan selain uang dan adiknya hanya itulah moto yang menjadi penyemangat hidupnya.
Pertemuan nya dengan seorang gadis bernama Dian Ayu Permatasari benar-benar mengubah moto hidupnya yang sebelum nya hanya dua menjadi tiga uang, keluarga dan cinta, apa salah dia jatuh cinta? bukan kah setiap manusia hidup pasti akan merasakan cinta?.
Cinta sebuah kata yang dulunya mustahil hadir di kamus kehidupan nya kini malah mengendalikan dirinya, Apa ini rasanya di tolak sakit tapi tidak berdarah? benar-benar membuat Rey gila.
Baru saja dia memiliki perasaan pada seorang gadis yang dia anggap akan menjadi satu-satunya pemilik hatinya, tapi perasaan nya harus kembali hangus saat gadis yang di cintainya ternyata menyukai pria lain dan itupun adalah sahabat nya sendiri, ya dia adalah Nichol Zexandar si pria beruang kutub yang sama sepertinya belum pernah merasakan jatuh cinta maupun mencintai.
Apakah merelakan seseorang yang di cintai bahagia dengan cara nya sendiri adalah bentuk cinta? kalau begitu bagaimana cara untuk melupakan sebuah rasa cinta? cinta pada pandangan pertama?.
"Kakak..anter ibu kepasar gih, kasian masa ibu harus naek ojeg." perintah si bawel yang tidak pernah bisa Rey tolak.
Rey sangat menyayangi adiknya setelah kepergian ibunya hanya Hany yang Rey miliki dia adalah sumber kehidupan nya, bahkan Rey sampai harus belajar memasak hanya untuk membuat adiknya betah di rumah, mengingat adiknya selalu marah karna dia susah jarang pulang, dan kalaupun pulang pasti pergi pagi pulang pagi.
"Iya adik kakak yang bawel." mengacak rambut Hany dengan gemas lalu mencium pipi gembul adiknya.
"Uhhh gemasnya." ucap Rey sambil tertawa.
"Kakak aku bukan anak kecil lagi, aku sudah besar kakak." rengek Hany sambil memajukan bibirnya kedepan.
Rey mengelengkan kepala, "haha iya iya..sudah besar, sudah mau punya pacar juga ya? tapi kamu harus ingat meski kamu sudah besar kamu tetap putri kecil kesayangan kakak." ucap Rey.
"Aaa terhura aku kak." Hany menghamburkan tubuh nya ke sang kakak.
"Tarharu bukan terhura." sahut Rey sewot sambil membalas pelukan adiknya.
Hany mendongkakan kepalanya. "Iya..sama aja." sahut Hany lebih sewot.
Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya Hany teringat jika ibunya hendak ke pasar. " Tuhkan hampir lupa, gih kak anterin ibu ke pasar, katanya ibu mau beli bahan makanan buat bakar-bakaran malam minggu besok." ucap Hany sambil melepaskan pelukan nya.
Rey melirik ibunya yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya. " Ayo bu..aku anter." ucap Rey sambil tersenyum di angguki cepat oleh bu Ratna.
__ADS_1
Keduanya berjalan beriringan, Rey mengendarai mobil nya dengan bu Ratna yang duduk di samping nya. hubungan Rey dan ibu sambungnya memang sudah membaik, Rey sadar jika tidak sepantasnya dia membenci bu Ratna apalagi dia melihat bu Ratna sangat menyayangi adik nya Hany.
Banyak sekali perubahan yang menonjol dari Hany dan Rey yakin semua perubahan itu pasti karna ibu sambung nya, mengingat Hany yang dulu bukan lah gadis preminim yang kemana-mana harus memakai anting dan asesorise yang lain, tapi sekarang Hany benar-benar berubah kini Hany bukan lah adik tomboy nya melainkan Hany si gadis sejati.
"Ibu ke pasar dulu ya Rey, kamu nunggu aja di sini..di dalam becek." ucap bu Ratna sambil melepas pengaman yang di pakainya.
Rey melirik, "Ya udah aku nunggu disini, ibu hati-hati kalo perlu apa-apa telpon aku." ucap Rey diangguki bu Ratna.
Sambil menunggu ibunya Rey memainkan ponselnya sampai dia mendengar suara teriakan ibu-ibu yang meminta pertolongan.
Rey keluar dari mobilnya, sebelum dia pergi untuk mengejar pencopet Rey mengunci mobilnya dulu.
Brugkkkk..
Brugkkkk..
Dengan beberapa ilmu beladiri yang Rey miliki sangat mudah bagi Rey untuk melumpuhkan pencopet itu, "Kembalikan dompet nya."ucap Rey sambil melotot tajam membuat nyali pencopet itu menciut.
"iini tuan, maaf saya khilaf." ucap pencopet itu sambil memberikan dompet yang di copet nya tadi pada Rey.
"Ini untuk apa tuan?." tanya si pencopet tidak mengerti, lebih tepatnya bingung.
Rey menghela nafasnya, "Itu uang untuk kamu makan dan untuk keluarga mu, dan kartu nama itu untuk kau mencari pejerjaan, datanglah ke alamat yang tertera di kartu nama itu." ucap Rey.
"Terimakasih tuan, saya janji tidak akan mencopet lagi." ucap si pencopet sambil berjalan pergi meninggalkan Rey.
Dia tahu apa yang di lakukan si preman itu sebuah tindakan kriminal, tapi Rey tidak mau menghakimi orang itu, dibandingkan dengan si pencopet jelas Rey lebih kejam dan memiliki predikat kriminal jauh lebih tinggi mengingat dia dulunya adalah seorang mantan Asisten mafia yang hobby nya membunuh dan berbuat dosa.
Apa semua orang jahat tidak bisa di beri kesempatan untuk hidup lebih baik lagi? tentu saja bisa, begitupun dengan Rey dia ingin menetapkan dirinya menjadi pria yang lebih baik lagi, dia tidak mau mengingat masa lalunya yang terlalu buruk bahkan sangat sadis.
"Emm maaf nak itu dompet punya saya." ucap seorang ibu paruh baya yang membuat Rey tersadar dari lamunan nya.
"Ahk iya..ini milik ibu, lain kali ibu harus lebih berhati-hati." ucap Rey sambil mengembalikan dompet milik si ibu berdaster.
"Makasih ya nak, ibu jadi ngak enak sama kamu." ucap ibu-ibu itu.
__ADS_1
"Gimana kalau kamu anterin ibu, nanti ibu kasih kamu roti matre." sambung ibu-ibu itu.
Baru Rey ingin menolak tapi ibu-ibu itu malah menuntunya untuk mengikuti langkah ibu-ibu itu. Rey menghela nafasnya, dengan berat hari Rey mengikuti langkah si ibu.
Tak butuh waktu lama hanya memakan waktu kurang dari 5 menit Rey sudah sampai di rumah ibu itu yang ternyata letak nya tak jauh dari pasar, "Ayo masuk nak, ehk iya nama kamu siapa." ibu itu mempersilahkan Rey masuk sambil bertanya.
Rey duduk begitupu dengan ibu berdaster itu, "Nama saya Rey bu." sahut Rey sedikit risih karna ibu-ibu itu terus melihat nya dengan tatapan aneh.
"Sudah punya istri?." tanya ibu itu lagi terlihat semakin kepo.
Rey malas menjawab tapi akhirnya dia memilih menjawab. "belum." sahut Rey singkat.
Ibu-ibu itu tiba-tiba tersenyum yang semakin membuat Rey tidak nyaman berlama-lama di rumah yang di pijak nya. " Kebetulan sekali nak Rey, anak ibu juga jomlo tuh kasian umurnya sebulan lagi 25 tahun tapi belum ada yang mau," ucap ibu itu dengan raut wajah yang di buat-buat sedih.
"Ini fotonya kali aja nak Rey mau sama anak ibu, kasihan dia udah di tingalin bapa nya sedari kecil, dia juga yang biyayain kehidupan ibu sehari-hari jualan roti matre di jalan pengkolan depan, anaknya pekerja keras banget nak Rey." ucap ibu itu yang mempromosikan anak gadisnya.
Rey yang semula engan untuk menanggapi si ibu tiba-tiba saja melotot saat melihat selembar foto yang ada di tangan nya ternyata adalah gambar gadis yang satu tahun lebih bersemayam di hatinya, "Dia tidak punya pacar?." tanya Rey.
Ibu itu mengelengkan kepalanya." belum, kemarin udah ada pria yang mau ngajakin nikah ehk anak ibu nya malah nolak mentah-mentah." ucap ibu itu dengan raut wajah yang nampak benar-benar memperlihatkan kesedihan.
Rey terssnyum mendengar penuturan si ibu. "Saya akan melamarnya minggu depan." ucap Rey yang membuat si ibu itu melongo tak percaya ternyata bualan nya berhasil membuat pria yang menolong nya mau melamar anak gadis semata wayang nya.
"Akhirnya anak ibu laku." ucap ibu paruh baya itu yang hanya di jawab dengan senyuman kecil Rey.
"Semoga perasaan nya sudah berubah." batin Rey.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Aothor mau ngundang kakak readers semuanya untuk hadir di pernikahan nya Rey dan Dian yang akan di selenggarakan nanti malam, jangan lupa datang ya❤
Oh iya Aothor ada cerita baru nih mampir ya, di jamin baper banget pokonya.
__ADS_1
jangan lupa jejak!!!!